Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Pembangunan Center Point of Indonesia (CPI) Terhadap Perekonomian Masyarakat Pesisir di Kecamatan Mariso Kota Makassar Ditinjau dari Perspektif Ekonomi Islam A Nur Achsanuddin AU; A. Nur Fitrianti; Muhammad Yusuf
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 9 No. 1 (2023): JIEI : Vol.9, No.1, 2023
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v9i1.8494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh pembangunan Center Point Of Indonesia (CPI) terhadap perekonomian masyarakat pesisir di Kecamatan Mariso Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pesisir mengalami perubahan dalam hal penurunan perolehan hasil-hasil laut yang disebabkan oleh lahan penangkapan ikan dan kerang-kerang yang ada menjadi kurang produktif sehingga sulit untuk mendapatkan hasil laut seperti dahulu lagi. (ii) Masyarakat pesisir mengalami perubahan penurunan dalam penghasilan yang disebabkan oleh adanya penurunan hasil laut yang diperoleh sehingga masyarakat pesisir harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk mendapat ikan dan hasil-hasil laut lainnya. (iii) masyarakat pesisir mengalami perubahan dalam hal status pekerjaan yang beralih profesi ke pekerjaan lain yang bukan nelayan yang disebabkan oleh penurunan jumlah penghasilan dari pekerjaan sebagai nelayan sehingga masyarakat pesisir memilih untuk mencari pekerjaan lain. (iv) masyarakat pesisir mengalami perpindahan wilayah penangkapan hasil laut karena sulitnya mendapatkan hasil laut karena wilayah yang dahulu kini menjadi lahan yang ditimbuni untuk pembangunan CPI. (v) Namun, karena beberapa nelayan sudah tua, tidak memiliki modal dan latar belakang pendidikan yang rendah menyebabkan beberapa masyarakat pesisir tetap bertahan sebagai nelayan
Penguatan Tata Kelola Kawasan Konservasi Laut Melalui Integrasi Sistem Sosial Ekologis Zulkifli Mappasomba; Permana Yudiarso; Muhammad Yusuf; Irwan dan Anugrah
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 21, No 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v21i1.18456

Abstract

Dengan hanya 35% Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Indonesia yang diklasifikasikan efektif menurut standar IUCN, diperlukan pendekatan tata kelola yang mampu menjembatani tujuan ekologis dan sosial melalui integrasi Sistem Sosial‑Ekologis (SES). Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis dan meta‑analisis atas 85 studi empiris periode 2005–2024 yang dipilih menggunakan prosedur PRISMA, dengan ekstraksi data terstandar dan perhitungan ukuran efek kumulatif (Hedges’ g) serta interval kepercayaan 95%. Integrasi SES pada KKP masih terbatas, meskipun banyak yang mengklaim adopsi, hanya 12% yang memenuhi indikator secara menyeluruh (ekonomi, sosial, dan ekologis). Secara agregat, strategi berbasis SES berasosiasi dengan perbaikan luaran ekologi dan sosial: peningkatan tutupan karang (≈25%), kenaikan biomassa ikan (≈40%), serta penurunan konflik tenurial hingga 55%. Analisis meta‑regresi mendukung ketepatan model integrasi (R² = 0,79) dan menunjukkan potensi peningkatan pendapatan rumah tangga pesisir sekitar Rp 1,2 juta per bulan (p < 0,01). Temuan ini menginformasikan rekomendasi kebijakan: harmonisasi regulasi lintas otoritas, penguatan kelembagaan berbasis komunitas yang adaptif, serta pengembangan platform pemantauan digital partisipatif, termasuk usulan Indeks Integrasi SES‑KKP sebagai alat diagnosis dan evaluasi. Integrasi SES yang kuat berasosiasi dengan peningkatan peluang keberhasilan pengelolaan KKP dan pengurangan pelanggaran di lapangan. Title: Strengthening The Governance of Marine Conservation Areas Through The Integration of Socio-Ecological Systems          The management effectiveness of Marine Protected Areas (MPAs) in Indonesia remains a significant challenge; evidence shows that only 25% of MPAs are effectively managed, while 71% of coral reefs and 42% of seagrass meadows are in poor condition. This study aims to identify key barriers and validate an adaptive governance model based on Social- Ecological Systems (SES) for MPAs using a Systematic Review and Meta-Analysis (SRMA) approach in accordance with PRISMA protocols. The study is limited to empirical articles in Indonesia (synthesising cases from Raja Ampat and Wakatobi) published between 2015 and 2025 in reputable journals (Q1-Q2/Sinta 1-2). Data from 75 studies were analysed through content analysis based on Ostrom’s framework and meta-analysis (Hedges’ g and meta-regression) to measure variables including coral cover, fish biomass, and social conflict. The results demonstrate a large cumulative effect size (g = 0.82) and R² = 0.79, indicating that the application of SES principles explains 79% of the variation in management effectiveness. Ecologically, SES implementation increased coral cover by 25% and fish biomass by up to 40%. Socially, tenurial conflicts and violations were successfully reduced by 55%. The primary barriers identified in SES integration were tenurial conflicts (42%) and policy fragmentation (25%). To address these obstacles, this research proposes a “20-30-50” adaptive zoning model (core zone, sustainable fisheries zone, and collaborative zone) supported by the strengthening of customary institutions, community-based blue economy initiatives, and participatory digital monitoring. This model is proven to improve overall ecological and social indicators. Consequently, SES integration significantly enhances MPA effectiveness and coastal wellbeing. Recommendations include the harmonisation of sectoral regulations, the institutionalisation of polycentric adaptive governance, and the adoption of an SES-MPA index for sustainable monitoring.
Pengaruh Program Pelatihan Dan Pengembangan Karyawan Terhadap Peningkatan Kinerja Pada Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan Fuad Badawi; Muhammad Yusuf; Andi Arifwangsa Adiningrat
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program pelatihan dan pengembangan karyawan terhadap peningkatan kinerja pegawai pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 63 responden menggunakan teknik penentuan sampel dengan rumus Slovin. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS serta melalui uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai dengan nilai t hitung sebesar 3,283 dan nilai signifikansi 0,002 (< 0,05). Pengembangan karyawan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai dengan nilai t hitung sebesar 3,224 dan nilai signifikansi 0,002 (< 0,05). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan nilai F hitung sebesar 61,134 (sig. 0,000). Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,671 menunjukkan bahwa 67,1% variasi kinerja pegawai dijelaskan oleh program pelatihan dan pengembangan karyawan, sedangkan sisanya 32,9% dipengaruhi variabel lain di luar penelitian ini. Hasil ini mengonfirmasi bahwa semakin baik pelaksanaan program pelatihan dan pengembangan karyawan, semakin meningkat pula kualitas kerja, kuantitas kerja, dan ketepatan waktu penyelesaian tugas pegawai.
Pengaruh Disiplin Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Makassar Muhammad Berqah Yusuf; Ahmad Ahmad; Muhammad Yusuf
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8945

Abstract

Kinerja pegawai merupakan faktor penentu keberhasilan organisasi pemerintah dalam menjalankan fungsi pelayanan publik secara efektif dan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar yang berjumlah 71 orang, dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 27 butir pernyataan yang mewakili tiga variabel, yaitu disiplin kerja, lingkungan kerja, dan kinerja pegawai. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji instrumen (validitas dan reliabilitas), uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, serta uji hipotesis (uji T, uji F, dan koefisien determinasi R²) dengan bantuan IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai t hitung sebesar 2,530 dan signifikansi 0,014. Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan arah hubungan negatif, dengan nilai t hitung sebesar 2,036 dan signifikansi 0,046. Secara simultan, disiplin kerja dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai F hitung 4,991 dan signifikansi 0,009. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,102 menunjukkan bahwa kedua variabel bebas berkontribusi sebesar 10,2% terhadap variasi kinerja pegawai, sedangkan 89,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini.
Pengaruh Literasi Digital Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan Nur Ainun; Muhammad Yusuf; Asri Jaya
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi digital dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif, dengan jumlah sampel sebanyak 120 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5% melalui metode simple random sampling. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai dan dianalisis menggunakan aplikasi Statistical Package for the Social Science (SPSS) versi 26. Hasil uji parsial (Uji T) menunjukkan bahwa variabel literasi digital memperoleh nilai t-hitung sebesar 2,914 dengan signifikansi 0,004 < 0,05, sedangkan variabel disiplin kerja memperoleh nilai t-hitung sebesar 7,958 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil uji simultan (Uji F) menunjukkan nilai F-hitung sebesar 65,758 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, serta koefisien determinasi (R²) sebesar 0,529 atau 52,9%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa literasi digital dan disiplin kerja secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, di mana disiplin kerja memberikan kontribusi yang lebih dominan terhadap peningkatan kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan.
The Influence of Motivation and Work Discipline on Employee Performance at the Gowa Regency DPRD Secretariat Raskin Raskin; Muhammad Yusuf; Andi Arif Wangsa Adiningrat
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1374

Abstract

The urgency of this research is to analyze the role of motivation and work discipline in improving employee performance at the Gowa Regency DPRD Secretariat. Employee performance is a crucial factor in determining the effectiveness of public sector organizations, as it directly influences the achievement of organizational goals and the quality of public services. Therefore, understanding the factors that contribute to employee performance, particularly work motivation and work discipline, is essential for improving organizational outcomes. This study aims to analyze the effect of work motivation and work discipline on employee performance at the Secretariat of the Regional House of Representatives (DPRD) of Gowa Regency. A quantitative approach with descriptive and associative methods was employed. The study involved a saturated sample of 32 employees, with data collected through structured questionnaires and analyzed using multiple linear regression with SPSS version 26. The findings indicate that work motivation has a positive and significant effect on employee performance, suggesting that higher motivation levels lead to improved work outcomes in terms of quality, responsibility, and productivity. In contrast, work discipline does not show a significant partial effect on performance, indicating that compliance with rules alone is insufficient to enhance performance without strong internal drive. However, simultaneous testing reveals that motivation and work discipline together have a positive and significant effect on employee performance, with a coefficient of determination of 59.2%. This implies that both variables collectively explain a substantial proportion of performance variation, while the remaining 40.8% is influenced by other factors not examined in this study. The findings emphasize that organizations should strengthen employee motivation and implement effective work discipline through balanced human resource strategies, as both factors jointly improve employee performance, with motivation serving as the dominant influence.
IMPLIKASI KEPRIBADIAN GEN Z BAGI DAYA SAING ORGANISASI: SUATU KAJIAN SYTEMATIC LITERATURE REVIEW Ismail Rasulong; Rudi Salam; Muhammad Yusuf; Irwan Abdullah
Liquidity Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis Vol 2 No 2 (2024): Liquidity Jurnal Ilmu Manajemen Dan Bisnis
Publisher : Prodi Manajemen Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1515/liquidity.v2i2.46

Abstract

Generation Z, or Gen Z, provides a fresh and unique viewpoint on the administration of organizations. The Z-generation cohort has assimilated into the workforce and amalgamated with the elder generation. Their proficiency in digital technologies and propensity for autonomy pose both advantages and challenges to the competitiveness of organizations. This study conducts a comprehensive analysis of literature by closely examining fifty scholarly publications that have been published in the past eight years. The findings emphasize the importance of understanding the preferences and characteristics that Generation Z considers when choosing a workplace. Generation Z expects a management style that promotes teamwork and openness, combined with competitive pay, flexible work arrangements, and a strong company culture. They embody innovation, dynamism, and technological proficiency, making them a valuable resource for instigating transformations and augmenting competitiveness within organizations. Moreover, it is imperative for companies to grasp the behaviors, values, and operational methodologies of Gen Z. Consequently, organizations must dedicate resources to constructing a work environment that is both forward-thinking and diverse.