Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH MOTIVASI, KEPEMIMPINAN DAN DISIPLIN KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN Sunarni Sunarni; Muhammad Yusuf; Muhammad Fatkhurohman Albashori; Kristina Sujila; Muhamad Risal Tawil
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol 8, No 2 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i2.13135

Abstract

Abstrak Keberadaan organisasi perusahaan merupakan sesuatu yang penting bagi proses kehidupan masyarakat. Organisasi perusahaan memiliki misi menyelenggarakan pelayanan publik. Untuk dapat merealisasikan peran organisasi perusahaan dalam menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat tentunya karyawan dalam organisasi perusahaan tersebut perlu diarahkan, dibina, diberi motivasi, dibimbing dan sebagainya, agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan itu sendiri. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi, kepemimpinan dan disiplin karyawan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini telah menemukan bahwa motivasi, kepemimpinan dan disiplin karyawan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Kata Kunci: Motivasi, Kepemimpinan dan Disiplin Karyawan, Kinerja Karyawan
Analisis Pembangunan Center Point of Indonesia (CPI) Terhadap Perekonomian Masyarakat Pesisir di Kecamatan Mariso Kota Makassar Ditinjau dari Perspektif Ekonomi Islam A Nur Achsanuddin AU; A. Nur Fitrianti; Muhammad Yusuf
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 9 No. 1 (2023): JIEI : Vol.9, No.1, 2023
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v9i1.8494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh pembangunan Center Point Of Indonesia (CPI) terhadap perekonomian masyarakat pesisir di Kecamatan Mariso Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pesisir mengalami perubahan dalam hal penurunan perolehan hasil-hasil laut yang disebabkan oleh lahan penangkapan ikan dan kerang-kerang yang ada menjadi kurang produktif sehingga sulit untuk mendapatkan hasil laut seperti dahulu lagi. (ii) Masyarakat pesisir mengalami perubahan penurunan dalam penghasilan yang disebabkan oleh adanya penurunan hasil laut yang diperoleh sehingga masyarakat pesisir harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk mendapat ikan dan hasil-hasil laut lainnya. (iii) masyarakat pesisir mengalami perubahan dalam hal status pekerjaan yang beralih profesi ke pekerjaan lain yang bukan nelayan yang disebabkan oleh penurunan jumlah penghasilan dari pekerjaan sebagai nelayan sehingga masyarakat pesisir memilih untuk mencari pekerjaan lain. (iv) masyarakat pesisir mengalami perpindahan wilayah penangkapan hasil laut karena sulitnya mendapatkan hasil laut karena wilayah yang dahulu kini menjadi lahan yang ditimbuni untuk pembangunan CPI. (v) Namun, karena beberapa nelayan sudah tua, tidak memiliki modal dan latar belakang pendidikan yang rendah menyebabkan beberapa masyarakat pesisir tetap bertahan sebagai nelayan
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PERTANIAN DI KABUPATEN PANGKEP Gusmiarni Gusmiarni; Ihyani Malik; Muhammad Yusuf
Kajian Ilmiah Mahasiswa Administrasi Publik (KIMAP) Vol. 7 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/vbgnbv73

Abstract

The purpose of this study is to determine the extent of the influence of organizational culture variables on employee performance variables at the Department of Agriculture in Pangkep Regency. The method used in this research is a quantitative approach with descriptive research type. Data collection techniques were carried out through surveys using Likert-scale questionnaires distributed to 90 employees as samples through a saturated sampling technique. Data analysis was performed by assessing respondents' responses to the level of organizational culture and employee performance, and using multiple linear regression analysis to identify the relationship between the two variables. he results of this study indicate that the organizational culture variable is categorized as 'Excellent,' with an average score of 407.6 or a percentage of 90.57%. Similarly, the employee performance variable falls into the 'Very High' category, yielding an average score of 404.5 or 89.88%. Furthermore, multiple linear regression analysis demonstrates that organizational culture has a positive and significant effect on employee performance, with a coefficient of determination of 0.681, or 68.1%
Penguatan Tata Kelola Kawasan Konservasi Laut Melalui Integrasi Sistem Sosial Ekologis Zulkifli Mappasomba; Permana Yudiarso; Muhammad Yusuf; Irwan dan Anugrah
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 21, No 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v21i1.18456

Abstract

Dengan hanya 35% Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Indonesia yang diklasifikasikan efektif menurut standar IUCN, diperlukan pendekatan tata kelola yang mampu menjembatani tujuan ekologis dan sosial melalui integrasi Sistem Sosial‑Ekologis (SES). Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis dan meta‑analisis atas 85 studi empiris periode 2005–2024 yang dipilih menggunakan prosedur PRISMA, dengan ekstraksi data terstandar dan perhitungan ukuran efek kumulatif (Hedges’ g) serta interval kepercayaan 95%. Integrasi SES pada KKP masih terbatas, meskipun banyak yang mengklaim adopsi, hanya 12% yang memenuhi indikator secara menyeluruh (ekonomi, sosial, dan ekologis). Secara agregat, strategi berbasis SES berasosiasi dengan perbaikan luaran ekologi dan sosial: peningkatan tutupan karang (≈25%), kenaikan biomassa ikan (≈40%), serta penurunan konflik tenurial hingga 55%. Analisis meta‑regresi mendukung ketepatan model integrasi (R² = 0,79) dan menunjukkan potensi peningkatan pendapatan rumah tangga pesisir sekitar Rp 1,2 juta per bulan (p < 0,01). Temuan ini menginformasikan rekomendasi kebijakan: harmonisasi regulasi lintas otoritas, penguatan kelembagaan berbasis komunitas yang adaptif, serta pengembangan platform pemantauan digital partisipatif, termasuk usulan Indeks Integrasi SES‑KKP sebagai alat diagnosis dan evaluasi. Integrasi SES yang kuat berasosiasi dengan peningkatan peluang keberhasilan pengelolaan KKP dan pengurangan pelanggaran di lapangan. Title: Strengthening The Governance of Marine Conservation Areas Through The Integration of Socio-Ecological Systems          The management effectiveness of Marine Protected Areas (MPAs) in Indonesia remains a significant challenge; evidence shows that only 25% of MPAs are effectively managed, while 71% of coral reefs and 42% of seagrass meadows are in poor condition. This study aims to identify key barriers and validate an adaptive governance model based on Social- Ecological Systems (SES) for MPAs using a Systematic Review and Meta-Analysis (SRMA) approach in accordance with PRISMA protocols. The study is limited to empirical articles in Indonesia (synthesising cases from Raja Ampat and Wakatobi) published between 2015 and 2025 in reputable journals (Q1-Q2/Sinta 1-2). Data from 75 studies were analysed through content analysis based on Ostrom’s framework and meta-analysis (Hedges’ g and meta-regression) to measure variables including coral cover, fish biomass, and social conflict. The results demonstrate a large cumulative effect size (g = 0.82) and R² = 0.79, indicating that the application of SES principles explains 79% of the variation in management effectiveness. Ecologically, SES implementation increased coral cover by 25% and fish biomass by up to 40%. Socially, tenurial conflicts and violations were successfully reduced by 55%. The primary barriers identified in SES integration were tenurial conflicts (42%) and policy fragmentation (25%). To address these obstacles, this research proposes a “20-30-50” adaptive zoning model (core zone, sustainable fisheries zone, and collaborative zone) supported by the strengthening of customary institutions, community-based blue economy initiatives, and participatory digital monitoring. This model is proven to improve overall ecological and social indicators. Consequently, SES integration significantly enhances MPA effectiveness and coastal wellbeing. Recommendations include the harmonisation of sectoral regulations, the institutionalisation of polycentric adaptive governance, and the adoption of an SES-MPA index for sustainable monitoring.
Pengaruh Program Pelatihan Dan Pengembangan Karyawan Terhadap Peningkatan Kinerja Pada Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan Fuad Badawi; Muhammad Yusuf; Andi Arifwangsa Adiningrat
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program pelatihan dan pengembangan karyawan terhadap peningkatan kinerja pegawai pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 63 responden menggunakan teknik penentuan sampel dengan rumus Slovin. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS serta melalui uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai dengan nilai t hitung sebesar 3,283 dan nilai signifikansi 0,002 (< 0,05). Pengembangan karyawan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai dengan nilai t hitung sebesar 3,224 dan nilai signifikansi 0,002 (< 0,05). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan nilai F hitung sebesar 61,134 (sig. 0,000). Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,671 menunjukkan bahwa 67,1% variasi kinerja pegawai dijelaskan oleh program pelatihan dan pengembangan karyawan, sedangkan sisanya 32,9% dipengaruhi variabel lain di luar penelitian ini. Hasil ini mengonfirmasi bahwa semakin baik pelaksanaan program pelatihan dan pengembangan karyawan, semakin meningkat pula kualitas kerja, kuantitas kerja, dan ketepatan waktu penyelesaian tugas pegawai.
Pengaruh Disiplin Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Makassar Muhammad Berqah Yusuf; Ahmad Ahmad; Muhammad Yusuf
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8945

Abstract

Kinerja pegawai merupakan faktor penentu keberhasilan organisasi pemerintah dalam menjalankan fungsi pelayanan publik secara efektif dan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar yang berjumlah 71 orang, dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 27 butir pernyataan yang mewakili tiga variabel, yaitu disiplin kerja, lingkungan kerja, dan kinerja pegawai. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji instrumen (validitas dan reliabilitas), uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, serta uji hipotesis (uji T, uji F, dan koefisien determinasi R²) dengan bantuan IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai t hitung sebesar 2,530 dan signifikansi 0,014. Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan arah hubungan negatif, dengan nilai t hitung sebesar 2,036 dan signifikansi 0,046. Secara simultan, disiplin kerja dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai F hitung 4,991 dan signifikansi 0,009. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,102 menunjukkan bahwa kedua variabel bebas berkontribusi sebesar 10,2% terhadap variasi kinerja pegawai, sedangkan 89,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini.
Pengaruh Literasi Digital Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan Nur Ainun; Muhammad Yusuf; Asri Jaya
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi digital dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif, dengan jumlah sampel sebanyak 120 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5% melalui metode simple random sampling. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai dan dianalisis menggunakan aplikasi Statistical Package for the Social Science (SPSS) versi 26. Hasil uji parsial (Uji T) menunjukkan bahwa variabel literasi digital memperoleh nilai t-hitung sebesar 2,914 dengan signifikansi 0,004 < 0,05, sedangkan variabel disiplin kerja memperoleh nilai t-hitung sebesar 7,958 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil uji simultan (Uji F) menunjukkan nilai F-hitung sebesar 65,758 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, serta koefisien determinasi (R²) sebesar 0,529 atau 52,9%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa literasi digital dan disiplin kerja secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, di mana disiplin kerja memberikan kontribusi yang lebih dominan terhadap peningkatan kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan.