Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengembangan Multimedia Interaktif Materi Cuaca untuk Kelas 3 Sekolah Dasar Ngananti, Anggun Citra Putri; Basuki, Imam Agus; Rahayuningtyas, Wida
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 11 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v11i2.26413

Abstract

Technology provides changes in the application of student learning, which initially could only listen to explanations from teachers and understand material that only comes from textbooks. Still, with current technological developments, the information obtained is sourced from student books and interactive media. This research aims to produce interactive multimedia weather material for class 3 SDN Bareng 2 Malang and to analyze the validity, attractiveness, and effectiveness of class 3 SDN Bareng 2 Malang. This development research uses the ADDIE model to measure validity, effectiveness, and attractiveness later—interactive multimedia on whether the material was developed for grade 3 at the elementary school level. The results of the validity of multimedia obtained from material experts amounted to 93.75% and entered the criteria for a very valid eligibility level. Meanwhile, media experts are 88.3% in the very valid category. Then, the results of linguists are 90% and reach the criteria of very valid or appropriate to be used as learning media and can be tested in the field. Then, the results of the attractiveness of multimedia obtained 98.9% with desirable criteria. The effectiveness of getting a score from the pre-test in individual trials reached a score of 140. In the post-test, it achieved a score of 250. Furthermore, small group trials achieved 870 in the pre-test results. Then, the post-test results rose to 1350. The final test was the field trial to 2365, and then the post-test score increased to 3965. In conclusion, the pre-test and post-test scores increased from 62 students in grade 3 at SDN Bareng 2, which was 54.43% in the pre-test then 89.75% in the post-test.
Innovative art teaching with augmented reality: validation and effectiveness of an ar-based embossing art module for vocational high schools Yekti , Dony Pamungkas; Rahayuningtyas, Wida; Sayekti , Pranti
Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 19 No. 2 (2024)
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/dewaruci.v19i2.6224

Abstract

This study addresses the limited creativity in art learning at Muhammadiyah 1 Vocational High School Kepanjen by developing and evaluating an Augmented Reality (AR)--based teaching module for embossing techniques. The research, conducted using the ADDIE model within a Research and Development (R&D) framework, involved 26 Grade X students majoring in Network Computer Engineering. It focused on enhancing specific aspects of creativity, including originality, technical skills, and conceptual understanding. Validation by media and material experts yielded high scores of 89.3% and 91.3%, respectively. The module's effectiveness was demonstrated through significant improvements in student outcomes, with an average post-test score of 85.43 compared to a pre-test score of 66.95. The AR module fosters an engaging and immersive learning experience by combining interactive multimedia elements, bridging traditional art techniques with modern technology. This research contributes to the advancement of vocational art education by promoting creativity and cultural heritage preservation through innovative digital tools.
Peningkatan Pemahaman Kognitif Siswa pada Materi Tari Tradisional melalui Model Learning Start with A Question di Kelas VIII SMP Anggara, Widi Dwijati; Rahayuningtyas, Wida
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i22025p437-449

Abstract

Pada pembelajaran seni budaya sub bidang tari pada materi keunikan tari tradisional di kelas VIII E SMPN 1 Kasembon siswa mengalami kendala yang menyebabkan ketidaktuntasan nilai hasil belajar pada ranah kognitif. Kendala yang dihadapi adalah kurangnya antusias dan berkonsentrasi dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran yang diterapkan sebelumnya juga kurang memacu keaktifan siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model pembelajaran learning start a with question dalam upaya peningkatan hasil belajar siswa pada aspek kognitif materi keunikan tari tradisional. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah peneltitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus yakni siklus 1 dan siklus 2. Setiap siklus mencakup empat tahap yakni perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Pembelajaaran diawali dengan sebuah pertanyaan yang diberikan oleh guru sebagai awal pembelajaran. Siswa diminta untuk mengajukan jawaban berdasarkan pengetahuan dan pengalaman belajar sebelumnya. Siswa dituntut mengajukan pertanyaan mengenai materi yang belum dipahami pada pembelajaran sebelumnya. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran LSQ mampu meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaaran. Sebelum diadakan penelitian ketuntasan hasil belajar mencapai 34 persen kemudian meningkat 53 persen pada siklus 1 dan meningkat 84 persen pada siklus 2. Sehingga penerapan model pembelajaran LSQ berhasil meningkatkan hasil belajar siswa pada aspek kognitif, yakni siswa berpikir kristis, terampil menyusun pertanyaan dan jawaban, serta aktif dalam proses pembelajaran.
Model Project Based Learning dalam Pembelajaran Seni Rupa untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Kelas VIII SMP Gusti, Getar Pramustya; Rahayuningtyas, Wida
Journal of Language Literature and Arts Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v5i12025p1-11

Abstract

Kreativitas adalah membuat suatu hal unik yang belum pernah terpikirkan oleh orang lain. Penyebab kurangnya kreativitas pada peserta didik yaitu rendahnya kepercayaan diri mempresentasikan ide saat pembelajaran belangsung. Model Project Based Learning (PjBl) adalah suatu bentuk pembelajaran yang tidak hanya menekankan pada penguasaan konsep materi saja, tetapi juga melaksanakan pada peran pengetahuan dan teknologi di dalam berbagai kehidupan masyarakat dan menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial terhadap dampak sains yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini bertujuan meningkakan kualitivitas peserta didik dalam pembelajaran seni budaya mater seni rupa apresiasi ragam hias tradisional nusantara di kelas VIII E SMPN 9 Malang. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK) mengacu model Kemmis & Mc Taggart dengan dua siklus, setiap siklus memiliki empat tahapan yaitu perencanaan, pengamatan, pelaksanaan dan refleksi. Hasil dari dua siklus yang telah dilaksanakan, penerapan pendekatan model pembelajaran Project based learning pada mata pelajaran seni budaya (seni rupa) berhasil meningkatkan kreatifitas peserta didik dalam berproses menggambar ragam hias tradisional nusantara dengan menggunakan stimulus yang telah dikembangkan.
Traditional Indonesian carved ornaments in Rancakan contemporary gamelan to support fine arts learning Hermanto, Bambang; Ponimin, Ponimin; Rahayuningtyas, Wida; Zulkifli, Norzizi
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 52, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um015v52i22024p235

Abstract

The teaching process in the form of teaching, training and research can be a means to strengthen steps in living in the world so that achievements in the fields of knowledge and skills are expected by everyone, namely a way to fully enjoy life based on the world. These human needs and desires can be fulfilled by the emergence of creative thinking ideas and innovative thinking ideas which are achieved by studying one's education. The aim of this research is to increase students' love for Indonesian culture through "Nusantara Ornaments". The design of this research is qualitative research. The population and sample in this study consisted of MAN Batu students in class. The results of this research are that students can describe works of applied art through ana-lytical sketches which include application, installation and combination columns. We conclude that the activity of observing and carrying out art criticism can help students gain information about works of applied art, the artists who created them, and the pro-cess of creating sculpture according to the students themselves.
Problematika Guru Seni Budaya dalam Pelaksanaan Pembelajaran Seni Tari di SMP Negeri Ainurianata, Ilfarika; Rahayuningtyas, Wida
Journal of Language Literature and Arts Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v5i32025p299-311

Abstract

Guru memiliki peran penting dalam pembelajaran, termasuk menganalisis kebutuhan siswa, merancang pembelajaran yang efektif, serta mengaktifkan siswa agar terbimbing dan terlatih. Namun, dalam praktiknya, guru menghadapi berbagai kendala, terutama dalam pembelajaran Seni Tari. Problematika ini dapat berasal dari faktor internal guru, siswa, lingkungan, serta aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumen, dan dokumentasi langsung di SMP Negeri 1 Tarik. Narasumber utama adalah guru Seni Budaya, serta delapan siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala pembelajaran Seni Tari terbagi menjadi dua aspek utama, yaitu problematika instruksional yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, serta problematika non-instruksional yang meliputi faktor guru, siswa, lingkungan, dan kurikulum. Salah satu temuan utama adalah kesulitan guru dalam mengajarkan Seni Tari karena latar belakang pendidikan yang lebih berfokus pada Seni Musik. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya guru dengan kompetensi khusus di bidang Seni Tari. Kajian lebih lanjut diharapkan dapat memperdalam analisis dan memperkaya referensi mengenai tantangan serta strategi pembelajaran Seni Tari di SMP.
Kompleksitas Pola Permainan Drum pada The Dance of Eternity Karya Dream Theater Natanael, Octaviolyn; Rahayuningtyas, Wida
Journal of Language Literature and Arts Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v5i32025p253-265

Abstract

Lagu The Dance of Eternity merupakan komposisi bergenre progresif metal yang terkenal dengan struktur kompleks dan 104 perubahan sukat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik permainan drum yang digunakan dalam lagu tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan beberapa ahli dalam bidang permainan drum, serta observasi terhadap partitur lagu dan video permainan drum. Analisis ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai teknik dan gaya permainan drum yang diterapkan dalam lagu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan drum dalam The Dance of Eternity sangat beragam dan memerlukan penguasaan berbagai teknik yang kompleks. Teknik-teknik yang diterapkan mencakup match grip, heel up, triplet, single stroke linear sixtuplet, herta, flam, paradiddle combination, rock swing, syncopated accents variation, serta hi-hat cross hand. Selain itu, posisi duduk yang diterapkan, dengan sudut antara paha dan betis lebih dari 90 derajat, juga turut mendukung kelancaran teknik-teknik tersebut. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa permainan drum dalam The Dance of Eternity tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis yang tinggi, tetapi juga ketepatan dalam mengatur dinamika dan karakteristik ritmis lagu, yang membuatnya menjadi salah satu komposisi instrumental yang sangat kompleks.
Perbedaan Pembelajaran Menggunakan Media Audiovisual dan Alat Peraga terhadap Hasil Belajar Tari Yosim Pancar pada Siswa Kelas XI Satriawan, Bayu; Rahayuningtyas, Wida
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v2i12024p10-25

Abstract

Pembelajaran seni budaya di SMA Negeri 1 Kertosono menggunakan dua media, yaitu audiovisual dan alat peraga dengan materi yang dipelajari yaitu tari Yosim pacar. Penggunaan media audiovisual dan alat peraga memiliki capian yang berbeda juga. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua kelas yang berbeda (XI-8 dan XI-10) menggunakan media pembelajaran berbeda yaitu audio­visual dan alat peraga, tetapi materi yang disampaikan pada kedua kelas tersebut sama. Pene­litian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan komparatif. Rancangan penelitian menggunakan desain static-group comparision. Hasil penelitian membuktikan bahwa ter­dapat perbedaan hasil belajar siswa dalam pembelajaran seni budaya menggunakan media audio­visual dan alat peraga. Dalam pengujian akhir menghasilkan signifikasi yaitu 0.000 yang berarti ter­dapat perbedaan pada kedua kelas tersebut. Pada kelas XI-8 dengan menggunakan media audio­visual memiliki nilai rata-rata 88,88 dibandingkan kelas XI-10 yaitu 86,72 yang menggunakan media alat peraga. Penggunaan media audiovisual lebih unggul karena siswa lebih kompleks dalam memahami materi baik dari segi penglihatan (visual) dan pendengaran (audio) sehingga dapat merangsang perkembangan kognitif para siswa menjadi lebih baik. Sedangkan media alat peraga menggunakan indra penglihatan saja sehingga siswa hanya berpacu pada peraganya yang meng­akibatkan terbatasnya pemahaman siswa. Kata kunci: media audiovisual, media alat peraga, hasil belajar Differences in Learning Using Audiovisual Media and Props on the Learning Outcomes of Yosim Pancar Dance in Class XI Students Cultural arts learning at SMA Negeri 1 Kertosono uses two media, namely audiovisual and props with the material studied, namely Yosim henna dance. The use of audiovisual media and props are two types of media that are very different and have different capian as well. This study aims to compare two different classes (XI-8 and XI-10) using different learning media, namely audiovisual and teaching aids, but the material presented in both classes is the same. This research is quantitative research using a comparative approach. The research design used a static-group comparision design. The results proved that there were differences in student learning outcomes in learning cultural arts using audiovisual media and teaching aids. In the final test produced a significance of 0.000 which means there is a difference in the two classes. In class XI-8 using audiovisual media has an average score of 88.88 compared to class XI-10, which is 86.72 using teaching aids. The use of audiovisual media is superior because students are more complex in understanding the material both in terms of vision (visual) and hearing (audio) so that it can stimulate the cognitive development of students get better. While the teaching aids media use the sense of sight only so that students only race on the demonstrations which results in limited student understanding. Kata kunci: audiovisual media, props media, learning outcomes
Innovative art teaching with augmented reality: validation and effectiveness of an ar-based embossing art module for vocational high schools Yekti , Dony Pamungkas; Rahayuningtyas, Wida; Sayekti , Pranti
Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 19 No. 2 (2024)
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/dewaruci.v19i2.6224

Abstract

This study addresses the limited creativity in art learning at Muhammadiyah 1 Vocational High School Kepanjen by developing and evaluating an Augmented Reality (AR)--based teaching module for embossing techniques. The research, conducted using the ADDIE model within a Research and Development (R&D) framework, involved 26 Grade X students majoring in Network Computer Engineering. It focused on enhancing specific aspects of creativity, including originality, technical skills, and conceptual understanding. Validation by media and material experts yielded high scores of 89.3% and 91.3%, respectively. The module's effectiveness was demonstrated through significant improvements in student outcomes, with an average post-test score of 85.43 compared to a pre-test score of 66.95. The AR module fosters an engaging and immersive learning experience by combining interactive multimedia elements, bridging traditional art techniques with modern technology. This research contributes to the advancement of vocational art education by promoting creativity and cultural heritage preservation through innovative digital tools.
Strategi Integrasi Pendidikan Nilai Budaya Lokal Sandur Manduro di Dusun Gesing, Kabupaten Jombang Jawa Timur Hidajat, Robby; Ponimin, Ponimin; Rahayuningtyas, Wida; Muniir, Muhammad Sirojul
PERSPEKTIF Vol. 14 No. 3 (2025): Perspektif Juli
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v14i3.14502

Abstract

This article describes a strategy for preserving local cultural values through the Sandur Manduro performing art in Gesing Hamlet, Manduro Village, Jombang, East Java. The research subject is the Sandur Panji Arum association, led by Rifain, which consistently strives to preserve and develop this traditional performing art. The study aims to recommend the integration of Sandur Manduro into both formal and informal art education as a sustainable effort to maintain local cultural values. Sandur Manduro holds significant potential as an effective dance art education material to strengthen the identity and local cultural values among students in Jombang. Using a qualitative case study approach, this research analyzes the strategies employed by the Sandur Panji Arum association in transmitting knowledge and practices of Sandur performing art to the community, especially school-aged children and adolescents. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with Rifa'in and association members, and analysis of related documents. The findings indicate the active role of the Sandur Manduro performing art's revitalization in instilling noble values, including togetherness, cooperation, and local wisdom, embedded within Sandur Manduro performances.