Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pemberdayaan Perempuan Melalui Kegiatan Pembuatan Batik Eco Print di Desa Bulu Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo Jawa Timur Sri Wulandari; Wida Rahayuningtyas
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 13, No 2 (2022): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v13i2.6006

Abstract

Batik eco print mengusung konsep ramah lingkungan dan memiliki keunikan secara motif maupun desain. Batik eco print juga berkaitan dengan ranah kehidupan masyarakat, seperti bidang sosial, ekonomi, dan pariwisata. Pemberdayaan perempuan melalui kegiatan pembuatan batik pewarna alam memiliki potensi besar dalam menciptakan ekonomi kreatif baru di desa Bulu Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan hasil kegiatan pemberdayaan perempuan yang dikemas dalam bentuk training atau pelatihan pelatihan pembuatan batik eco print. Proses kegiatan pengabdian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksperimen. Dari hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan pemberdayaan perempuan melalui batik eco print di Desa Bulu sebagai salah satu upaya mendongkrak ekonomi kreatif masyarakat, (2) terdapat sejumlah faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pelatihan batik eco print di Desa Bulu Kecamatan Kraksaan.
Pengembangan Media Pembelajaran Tari Remo Trisnawati Berbasis Game Based Learning Baamboozle di MTsN 1 Kota Malang Utari Dwi Fitriani; Wida Rahayuningtyas; Yurina Gusanti
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 10, No 4 (2022): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran seni budaya di MTsN 1 Kota Malang kurang interaktif dan terkesan monoton, sehingga perlu adanya metode pembelajaran yang baru untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Game Based Learning merupakan metode pembelajaran menggunakan aplikasi permainan/game untuk kegiatan belajar mengajar. Salah satu game based learning yang mudah digunakan ialah Baamboozle. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk media Game Baamboozle yang valid, efektif serta dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Produk game Baamboozle yang dipilih telah disesuaikan dengan permasalahan yang ada di kelas IX MTsN 1 Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Pengembangan (RD) model 4D Thiagarajan dengan tahapan define, design, development, disseminate. Hasil produk media pembelajaran game Baamboozle terdiri dari 16 kartu soal yang masing-masing ada pertanyaan disertai gambar sesuai materi. Game Baamboozle divalidasi oleh satu ahli materi dengan hasil validasi 96% dan satu ahli media dengan hasil validasi media 98,0% sehingga dapat diklasifikasikan sangat valid. Game Baamboozle juga diklasifikasikan sangat efektif melalui respon peserta didik dengan hasil uji keefektifan 90,1%. Media game Baamboozle juga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik yang dapat dilihat dari hasil pre test sejumlah 18,7% peserta didik yang mendapatkan nilai di atas KKM meningkat pada hasil post test menjadi 78,1%.Kata Kunci: Game Baamboozle; Tari remo Trisnawati; Penelitian dan pengembangan.
Pengaruh Model Project Base Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif pada Materi Bermain Alat Musik Sederhana di SMP Negeri 3 Singosari Dwi Wulandari; Wida Rahayuningtyas; Ika Wahyu Widyawati
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.118 KB) | DOI: 10.17977/um064v1i32021p320-330

Abstract

Abstract: Creative thinking is the ability used to solve a problem with ideas that are owned by an individual. Learning the Art of Music is learning that requires creativity and creative thinking in the learning process, especially in the practice of playing musical instruments. To develop creative thinking skills in playing musical instruments, it is necessary to apply a Project Base Learning Model that can encourage students to express their ideas and creativity in solving problems. This study aims to determine the effect of Project Base Learning Model on students' creative thinking skills in playing simple musical instruments at SMP Negeri 3 Singosari. This research is a Quasi Experiment. The population in this study were all grade VII students of SMP Negeri 3 Singosari with a sample of class VII H and VII I SMPN 3 Singosari who were taken randomly. The hypothesis test results obtained a statistical value t count of -3,775 or 3,775. This value is more than the t table, so the null hypothesis is rejected. The average difference between the experimental and control groups was 0.184 with an average gain score of the experimental group being higher than the control group. These results indicate that the class average score using the project base learning model is higher than the class that does not use the project base learning model. Keywords: Model Project Base Learning, creative thinking ability Abstrak: Berpikir kreatif adalah kemampuan yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah dengan ide-ide yang dimiliki oleh seorang individu. Pembelajaran Seni Musik merupakan pembelajaran yang membutuhkan kreativitas dan berpikir kreatif dalam proses pembelajarannya terutama pada praktik bermain alat musik. Untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dalam bermain alat musik, perlu diterapkan Model Project Base Learning yang dapat mendorong siswa untuk mengekspresikan ide-ide dan kreativitas mereka dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Project Base Learning terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa dalam bermain alat musik sederhana SMP Negeri 3 Singosari. Penelitian ini adalah Quasi Eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 3 Singosari dengan sampel kelas VII H dan VII I SMPN 3 Singosari yang diambil secara acak. Hasil uji hipotesis didapatkan nilai statistik t hitung sebesar -3,775 atau 3,775. Nilai tersebut lebih dari t table, sehingga hipotesis nol ditolak. Perbedaan rata-rata antara kelompok eksperimen dan kontrol sebesar 0,184 dengan rata-rata gain score kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil tersebut menyatakan bahwa nilai rata-rata kelas yang menggunakan model project base learning lebih tinggi daripada kelas yang tidak menggunakan model project base leraning. Kata kunci: Model Project Base Learning, kemampuan berpikir kreatif
Pendekatan Scientific Learning pada Materi Teknik Bernyanyi Lagu Daerah Buen pada Siswa Kelas VIII di Penajam Paser Utara Anisa Millenia Fadhila; Wida Rahayuningtyas; Tutut Pristiati
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i62023p899=911

Abstract

Ketika COVID-19 melanda, pembelajaran tidak bisa dilakukan dengan baik oleh guru maupun siswa. Dampaknya, proses pelaksanaan pembelajaran menjadi kurang maksimal sehingga berpengaruh pada hasil pembelajaran siswa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap penilaian serta kendala guru dalam pembelajaran teknik bernyanyi lagu daerah Buen menggunakan pendekatan saintifik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuali-tatif berbentuk deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Subjek di dalam penelitian ini adalah guru seni budaya kelas VIII-1 dan peserta didik kelas VIII-1 SMPN 5 Penajam Paser Utara. Validasi keabsahan hasil penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa, (1) tahap perencanaan, lima kegiatan pokok scientific learning dilakukan berdasarkan langkah-langkah sintaks Problem Based Learning; (2) tahap pelaksanaan, lima kegiatan pokok scientific learning terlihat dalam kegiatan pembelajaran dan dilak-sanakan sebanyak tiga kali pertemuan; (3) pada tahap penilaian atau evaluasi pembelajaran, ter-dapat penilaian dari segi pengetahuan, keterampilan juga sikap; dan (4) kendalanya yaitu kurang-nya waktu pembelajaran dan pemahaman peserta didik terhadap lagu daerah Buen. Kata Kunci: pendekatan saintifik; lagu daerah; pembelajaran teknik bernyanyi A Scientific Learning Approach to the Singing Material of Buen Regional Song for Grade VIII Students' at Penajam Paser Utara When COVID-19 hit, learning could not be done properly by teachers and students. As a result, the learning implementation process becomes less than optimal, affecting student learning outcomes. This study aims to analyze the planning, implementation, assessment, and teacher constraints in learning Buen regional song singing techniques using a scientific approach. The research method used is a qualitative method in descriptive form. Data collection through interviews, observation, and documentation. Data analysis uses data reduction, data presentation and conclusions. The subjects in this study were cultural arts teachers of grade VIII-1 and students of grade VIII-1 SMPN 5 Penajam Paser Utara. Validate the validity of this study’s results using source and method triangulation. The results of this study show that (1) planning stage, five main activities of scientific learning are carried out based on the syntax steps of Problem-Based Learning; (2) implementation stage, five main activities of scientific learning are seen in learning activities and carried out as many as three meetings; (3) at the stage of assessment or evaluation of learning, there is an assessment in terms of knowledge, skills as well as attitudes; and (4) the obstacle is the lack of learning time and students' understanding of Buen folk songs. Keyword: scientific approach; folk songs; learning singing techniques
Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Ansambel Musik dengan Model Project Based Learning (PjBL) Fathatin Nur Afifah; Wida Rahayuningtyas; Hartono Hartono
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i72023p1081-1092

Abstract

Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah di lapangan masih belum optimal dan masih banyak siswa yang hasil akademiknya rendah. Penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan model Project Based Learning (PjBL) pada KD 3.4 dan 4.4 dalam materi ansambel musik dengan mata pelajaran seni budaya. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus setiap siklusnya memiliki tahapan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, lembar unjuk kerja, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII H semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022, dengan jum­lah siswa 36 orang dalam mata pelajaran seni budaya pada materi ansambel musik. Hasil penelitan: (1) Observasi keterlaksanaan pembelajaran siklus 1 dangan nilai 75 (tinggi) dan meningkat pada siklus 2 menjadi 95 (sangat tinggi); (2) Motivasi belajar siklus 1 dengan skor rata-rata 3,16 (tinggi) telah meningkat pada siklus 2 menjadi 3,35 (sangat tinggi); (3) Hasil belajar siswa pada sikus 1 diperoleh rata-rata 77,09 dan meningkat pada siklus 2 menjadi 84,26. Dapat disim­pulkan bahwa melalui model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan moti­vasi belajar ada materi ansambel musik. Kata kunci: motivasi dan hasil belajar; ansambel music; project-based learning. Increasing Motivation and Learning Outcomes of Musical Ensembles using Project Based Learning (PjBL) Models Learning activities carried out using the lecture method in the field are still not optimal and there are still many students whose academic results are low. This research is included in classroom action research (CAR) which aims to increase student motivation and learning outcomes with the Project Based Learning (PjBL) model at KD 3.4 and 4.4 in music ensemble material with cultural arts subjects. This research was conducted in two cycles, each cycle has stages consisting of planning, implementa­tion, observation, and reflection. Data collection techniques used questionnaires, performance she­ets, and learning implementation observation sheets. The research sample was class VII H students in the odd semester of the 2021/2022 academic year, with a total of 36 students in the arts and culture subjects in the music ensemble material. The results of the research: (1) Observation of the implementation of learning in cycle 1 with a value of 75 (high) and increased in cycle 2 to 95 (very high); (2) Learning motivation in cycle 1 with an average score of 3.16 (high) has increased in cycle 2 to 3.35 (very high); (3) Student learning outcomes in cycle 1 obtained an average of 77.09 and increased in cycle 2 to 84.26. It can be concluded that through the Project Based Learning learning model, it can increase learning motivation for music ensemble material. Keywords: motivation and learning outcomes; musical ensembles; project-based learning
Penerapan Strategi Active Learning untuk Meningkatkan Minat Siswa terhadap Ansambel Musik SMP Kelas VII Ramadhan, Kharisma; Rahayuningtyas, Wida; Hartono, Hartono
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i112023p1663-1670

Abstract

Proses pembelajaran seni budaya di SMPN 3 Singosari menjadi bukti bahwa rata-rata minat belajar peserta didik kurang lebih 60 persen dari presentase yang diharapkan. Sementara itu, minat siswa begitu penting dalam pembelajaran seni budaya khususnya seni musik. Faktor strategi pembelajaran yang kurang dalam menggali minat dan bakat siswa berakibat minat siswa menjadi kurang meningkat. Oleh karena itu, pemilihan strategi pembelajaran menjadi sangat penting. Salah satu strategi pembelajaran Ansambel Musik yaitu strategi active learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan strategi pembelajaran active learning dalam meningkatkan minat siswa terhadap Ansambel Musik. Metode yang dipergunakan adalah kuantitatif menggunakan desain eksperimen. Rancangan penelitian yang dipergunakan adalah Pretest-Posttest bertujuan mengetahui peningkatan minat belajar peserta didik. Data yang diperoleh menggunakan beberapa uji, yaitu uji   normalitas   yang diperoleh dari nilai pretest dan posttest kelas VII A dan VII G yaitu 0,51; 0,299; 0,204; 0,339 lebih besar dari 0,05 sehingga data berdistribusi normal hasil uji homogenitas data dengan nilai 0,080 lebih besar dari 0,05, uji linieritas data menggunakan hasil nilai sig. sebesar 0,061 lebih besar dari 0,05 dan. uji t dengan hasil nilai sig. (2-tailed) = 0,039 lebih besar dari 0,05 dengan maksud ada pengaruh secara signifikan. Hasil analisis data secara keseluruhan menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran active learning berpengaruh pada minat siswa terhadap pembelajaran Ansambel Musik. Kata kunci: strategi pembelajaran; active learning; minat Implementation of Active Learning Strategy to Increase Student's Interest in Class VII SMP Ensemble Music The learning process of cultural arts at SMPN 3 Singosari shows that on average, the learning interest of students is less than 60 percent of the expected rate. However, learning interest is crucial in cultural arts education, especially in music. The lack of effective teaching strategies in unearthing students' interests and talents has led to a decrease in students' learning interest. Therefore, the choice of teaching strategies is crucial. One such teaching strategy for the Music Ensemble is active learning. This study aims to identify the application of active learning teaching strategies in enhancing students' interest in Music Ensemble. The method used is quantitative, using an experimental design. The research plan uses a Pretest-Posttest approach to determine the increase in students' learning interest. Data was collected using several tests, including the normality test obtained from the pretest and posttest scores of Class VII A and VII G, which were 0.51; 0.299; 0.204; 0.339, and were found to be greater than 0.05, indicating that the data distribution was normal. The homogeneity of the data was found to be greater than 0.05 with a value of 0.080. Linearity data was tested using the significance value of 0.061, which was greater than 0.05. The t-test with a two-tailed significance value of 0.039 was found to be greater than 0.05, indicating a significant effect. Overall, the analysis of the data shows that the application of active learning teaching strategies has a significant impact on students' interest in Music Ensemble. Keywords: learning strategy; active learning; interest
Strategi Pembelajaran Ekstrakurikuler Bidang Paduan Suara di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Nuriyah, Putri Shinta; Rahayuningtyas, Wida
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 9 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i92024p907-920

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler paduan suara di MAN 2 Banyuwangi diselenggarakan dengan tujuan membantu siswa menemukan potensi dan bakat mereka, minat, serta membentuk karakter artistik. Keberhasilan paduan suara di MAN 2 Banyu­wangi tidak hanya mencakup tingkat regional, tetapi juga mencakup kesuksesan individu dalam menyanyi solo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yang menggambarkan strategi pembelajaran ekstrakurikuler paduan suara yang digunakan di MAN 2 Banyuwangi sebagai tujuan penelitian ini. Peneliti bertindak sebagai instrumen penelitian, sementara data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Triangulasi data dari berbagai sumber dan penggunaan teknik triangulasi memastikan kebenaran data. Temuan pene­litian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran ekstrakurikuler paduan suara di MAN 2 Banyuwangi terdiri dari pengorganisasian pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dalam tiga tahap yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup, serta pengelolaan pembelajaran yang tetap memperhatikan kebutuhan siswa dan lingkungan kelas. Komponen pengorganisasian pembelajar meliputi tujuan, materi, metode pembelajaran termasuk ceramah, latihan, dan kompresi, serta penggunaan bahan pembelajaran seperti rekaman audio, file MIDI, dan partitur musik. Dengan demikian, strategi pembelajaran yang diterapkan tidak hanya efektif dalam meningkatkan keterampilan vokal siswa tetapi juga mampu membangun karakter dan minat mereka dalam seni musik, menciptakan generasi yang berprestasi dan berkarakter kuat dalam bidang seni.
Pengembangan Multimedia Interaktif Materi Cuaca untuk Kelas 3 Sekolah Dasar Ngananti, Anggun Citra Putri; Basuki, Imam Agus; Rahayuningtyas, Wida
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 11 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v11i2.26413

Abstract

Technology provides changes in the application of student learning, which initially could only listen to explanations from teachers and understand material that only comes from textbooks. Still, with current technological developments, the information obtained is sourced from student books and interactive media. This research aims to produce interactive multimedia weather material for class 3 SDN Bareng 2 Malang and to analyze the validity, attractiveness, and effectiveness of class 3 SDN Bareng 2 Malang. This development research uses the ADDIE model to measure validity, effectiveness, and attractiveness later—interactive multimedia on whether the material was developed for grade 3 at the elementary school level. The results of the validity of multimedia obtained from material experts amounted to 93.75% and entered the criteria for a very valid eligibility level. Meanwhile, media experts are 88.3% in the very valid category. Then, the results of linguists are 90% and reach the criteria of very valid or appropriate to be used as learning media and can be tested in the field. Then, the results of the attractiveness of multimedia obtained 98.9% with desirable criteria. The effectiveness of getting a score from the pre-test in individual trials reached a score of 140. In the post-test, it achieved a score of 250. Furthermore, small group trials achieved 870 in the pre-test results. Then, the post-test results rose to 1350. The final test was the field trial to 2365, and then the post-test score increased to 3965. In conclusion, the pre-test and post-test scores increased from 62 students in grade 3 at SDN Bareng 2, which was 54.43% in the pre-test then 89.75% in the post-test.
Innovative art teaching with augmented reality: validation and effectiveness of an ar-based embossing art module for vocational high schools Yekti , Dony Pamungkas; Rahayuningtyas, Wida; Sayekti , Pranti
Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 19 No. 2 (2024)
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/dewaruci.v19i2.6224

Abstract

This study addresses the limited creativity in art learning at Muhammadiyah 1 Vocational High School Kepanjen by developing and evaluating an Augmented Reality (AR)--based teaching module for embossing techniques. The research, conducted using the ADDIE model within a Research and Development (R&D) framework, involved 26 Grade X students majoring in Network Computer Engineering. It focused on enhancing specific aspects of creativity, including originality, technical skills, and conceptual understanding. Validation by media and material experts yielded high scores of 89.3% and 91.3%, respectively. The module's effectiveness was demonstrated through significant improvements in student outcomes, with an average post-test score of 85.43 compared to a pre-test score of 66.95. The AR module fosters an engaging and immersive learning experience by combining interactive multimedia elements, bridging traditional art techniques with modern technology. This research contributes to the advancement of vocational art education by promoting creativity and cultural heritage preservation through innovative digital tools.
Peningkatan Pemahaman Kognitif Siswa pada Materi Tari Tradisional melalui Model Learning Start with A Question di Kelas VIII SMP Anggara, Widi Dwijati; Rahayuningtyas, Wida
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i22025p437-449

Abstract

Pada pembelajaran seni budaya sub bidang tari pada materi keunikan tari tradisional di kelas VIII E SMPN 1 Kasembon siswa mengalami kendala yang menyebabkan ketidaktuntasan nilai hasil belajar pada ranah kognitif. Kendala yang dihadapi adalah kurangnya antusias dan berkonsentrasi dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran yang diterapkan sebelumnya juga kurang memacu keaktifan siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model pembelajaran learning start a with question dalam upaya peningkatan hasil belajar siswa pada aspek kognitif materi keunikan tari tradisional. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah peneltitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus yakni siklus 1 dan siklus 2. Setiap siklus mencakup empat tahap yakni perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Pembelajaaran diawali dengan sebuah pertanyaan yang diberikan oleh guru sebagai awal pembelajaran. Siswa diminta untuk mengajukan jawaban berdasarkan pengetahuan dan pengalaman belajar sebelumnya. Siswa dituntut mengajukan pertanyaan mengenai materi yang belum dipahami pada pembelajaran sebelumnya. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran LSQ mampu meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaaran. Sebelum diadakan penelitian ketuntasan hasil belajar mencapai 34 persen kemudian meningkat 53 persen pada siklus 1 dan meningkat 84 persen pada siklus 2. Sehingga penerapan model pembelajaran LSQ berhasil meningkatkan hasil belajar siswa pada aspek kognitif, yakni siswa berpikir kristis, terampil menyusun pertanyaan dan jawaban, serta aktif dalam proses pembelajaran.