Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Peningkatan Kreativitas Berbasis Kewirausahaan Bagi Remaja Autis Melalui Pelatihan Paper Quilling Ni Wayan Satiani Pradnya Paramita; Wida Rahayuningtyas
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2022): April
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v4i3.1193

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menigkatkan keterampilan berkarya seni rupa dan menambah wawasan mengenai peluang kewirausahaan bagi siswa serta tenaga pendidik di Rumah Belajar Autis Sarwahita (RBAS) Denpasar. Di RBAS terdapat beberapa siswa remaja autis yang memiliki minat dan bakat di bidang seni rupa serta memiliki kemampuan motorik yang baik. Mereka butuh untuk dikenalkan dengan berbagai keterampilan seni rupa sehingga diharapkan memiliki kreativitas dan keterampilan yang dapat mereka manfaatkan untuk menjadi mandiri di kemudian hari. Produk kerajinan paper quilling dalam wujud aksesoris gantungan kunci dan kalung dipilih dalam program pengabdian ini setelah melihat permasalahan bahwa di RBAS dalam pembelajaran keterampilan seni rupa masih belum diarahkan untuk membuat karya seni yang memiliki nilai jual. Selama ini pembelajaran seni rupa masih sebatas untuk melatih kreativitas dan menyalurkan ekspresi siswa. Selain itu, pelatihan pengembangan produk kreatif paper quilling ini diupayakan agar dapat membantu pihak yayasan RBAS merintis program kewirausahaan untuk memberdayakan siswa dan menyalurkan potensi, bakat, serta minat siswa khususnya di bidang seni rupa. Teknik paper quilling memiliki keunggulan antara lain: bahan mudah didapat, biaya produksi rendah, teknik dapat diaplikasikan pada berbagai macam produk, melatih fokus dan kesabaran remaja autis, serta unik.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Kegiatan Pembuatan Batik Eco Print di Desa Bulu Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo Jawa Timur Sri Wulandari; Wida Rahayuningtyas
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 13, No 2 (2022): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v13i2.6006

Abstract

Batik eco print mengusung konsep ramah lingkungan dan memiliki keunikan secara motif maupun desain. Batik eco print juga berkaitan dengan ranah kehidupan masyarakat, seperti bidang sosial, ekonomi, dan pariwisata. Pemberdayaan perempuan melalui kegiatan pembuatan batik pewarna alam memiliki potensi besar dalam menciptakan ekonomi kreatif baru di desa Bulu Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan hasil kegiatan pemberdayaan perempuan yang dikemas dalam bentuk training atau pelatihan pelatihan pembuatan batik eco print. Proses kegiatan pengabdian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksperimen. Dari hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan pemberdayaan perempuan melalui batik eco print di Desa Bulu sebagai salah satu upaya mendongkrak ekonomi kreatif masyarakat, (2) terdapat sejumlah faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pelatihan batik eco print di Desa Bulu Kecamatan Kraksaan.
Pengembangan Media Pembelajaran Tari Remo Trisnawati Berbasis Game Based Learning Baamboozle di MTsN 1 Kota Malang Utari Dwi Fitriani; Wida Rahayuningtyas; Yurina Gusanti
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 10, No 4 (2022): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran seni budaya di MTsN 1 Kota Malang kurang interaktif dan terkesan monoton, sehingga perlu adanya metode pembelajaran yang baru untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Game Based Learning merupakan metode pembelajaran menggunakan aplikasi permainan/game untuk kegiatan belajar mengajar. Salah satu game based learning yang mudah digunakan ialah Baamboozle. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk media Game Baamboozle yang valid, efektif serta dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Produk game Baamboozle yang dipilih telah disesuaikan dengan permasalahan yang ada di kelas IX MTsN 1 Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Pengembangan (RD) model 4D Thiagarajan dengan tahapan define, design, development, disseminate. Hasil produk media pembelajaran game Baamboozle terdiri dari 16 kartu soal yang masing-masing ada pertanyaan disertai gambar sesuai materi. Game Baamboozle divalidasi oleh satu ahli materi dengan hasil validasi 96% dan satu ahli media dengan hasil validasi media 98,0% sehingga dapat diklasifikasikan sangat valid. Game Baamboozle juga diklasifikasikan sangat efektif melalui respon peserta didik dengan hasil uji keefektifan 90,1%. Media game Baamboozle juga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik yang dapat dilihat dari hasil pre test sejumlah 18,7% peserta didik yang mendapatkan nilai di atas KKM meningkat pada hasil post test menjadi 78,1%.Kata Kunci: Game Baamboozle; Tari remo Trisnawati; Penelitian dan pengembangan.
Pengaruh Model Project Base Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif pada Materi Bermain Alat Musik Sederhana di SMP Negeri 3 Singosari Dwi Wulandari; Wida Rahayuningtyas; Ika Wahyu Widyawati
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.118 KB) | DOI: 10.17977/um064v1i32021p320-330

Abstract

Abstract: Creative thinking is the ability used to solve a problem with ideas that are owned by an individual. Learning the Art of Music is learning that requires creativity and creative thinking in the learning process, especially in the practice of playing musical instruments. To develop creative thinking skills in playing musical instruments, it is necessary to apply a Project Base Learning Model that can encourage students to express their ideas and creativity in solving problems. This study aims to determine the effect of Project Base Learning Model on students' creative thinking skills in playing simple musical instruments at SMP Negeri 3 Singosari. This research is a Quasi Experiment. The population in this study were all grade VII students of SMP Negeri 3 Singosari with a sample of class VII H and VII I SMPN 3 Singosari who were taken randomly. The hypothesis test results obtained a statistical value t count of -3,775 or 3,775. This value is more than the t table, so the null hypothesis is rejected. The average difference between the experimental and control groups was 0.184 with an average gain score of the experimental group being higher than the control group. These results indicate that the class average score using the project base learning model is higher than the class that does not use the project base learning model. Keywords: Model Project Base Learning, creative thinking ability Abstrak: Berpikir kreatif adalah kemampuan yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah dengan ide-ide yang dimiliki oleh seorang individu. Pembelajaran Seni Musik merupakan pembelajaran yang membutuhkan kreativitas dan berpikir kreatif dalam proses pembelajarannya terutama pada praktik bermain alat musik. Untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dalam bermain alat musik, perlu diterapkan Model Project Base Learning yang dapat mendorong siswa untuk mengekspresikan ide-ide dan kreativitas mereka dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Project Base Learning terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa dalam bermain alat musik sederhana SMP Negeri 3 Singosari. Penelitian ini adalah Quasi Eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 3 Singosari dengan sampel kelas VII H dan VII I SMPN 3 Singosari yang diambil secara acak. Hasil uji hipotesis didapatkan nilai statistik t hitung sebesar -3,775 atau 3,775. Nilai tersebut lebih dari t table, sehingga hipotesis nol ditolak. Perbedaan rata-rata antara kelompok eksperimen dan kontrol sebesar 0,184 dengan rata-rata gain score kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil tersebut menyatakan bahwa nilai rata-rata kelas yang menggunakan model project base learning lebih tinggi daripada kelas yang tidak menggunakan model project base leraning. Kata kunci: Model Project Base Learning, kemampuan berpikir kreatif
Pendekatan Scientific Learning pada Materi Teknik Bernyanyi Lagu Daerah Buen pada Siswa Kelas VIII di Penajam Paser Utara Anisa Millenia Fadhila; Wida Rahayuningtyas; Tutut Pristiati
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i62023p899=911

Abstract

Ketika COVID-19 melanda, pembelajaran tidak bisa dilakukan dengan baik oleh guru maupun siswa. Dampaknya, proses pelaksanaan pembelajaran menjadi kurang maksimal sehingga berpengaruh pada hasil pembelajaran siswa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap penilaian serta kendala guru dalam pembelajaran teknik bernyanyi lagu daerah Buen menggunakan pendekatan saintifik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuali-tatif berbentuk deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Subjek di dalam penelitian ini adalah guru seni budaya kelas VIII-1 dan peserta didik kelas VIII-1 SMPN 5 Penajam Paser Utara. Validasi keabsahan hasil penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa, (1) tahap perencanaan, lima kegiatan pokok scientific learning dilakukan berdasarkan langkah-langkah sintaks Problem Based Learning; (2) tahap pelaksanaan, lima kegiatan pokok scientific learning terlihat dalam kegiatan pembelajaran dan dilak-sanakan sebanyak tiga kali pertemuan; (3) pada tahap penilaian atau evaluasi pembelajaran, ter-dapat penilaian dari segi pengetahuan, keterampilan juga sikap; dan (4) kendalanya yaitu kurang-nya waktu pembelajaran dan pemahaman peserta didik terhadap lagu daerah Buen. Kata Kunci: pendekatan saintifik; lagu daerah; pembelajaran teknik bernyanyi A Scientific Learning Approach to the Singing Material of Buen Regional Song for Grade VIII Students' at Penajam Paser Utara When COVID-19 hit, learning could not be done properly by teachers and students. As a result, the learning implementation process becomes less than optimal, affecting student learning outcomes. This study aims to analyze the planning, implementation, assessment, and teacher constraints in learning Buen regional song singing techniques using a scientific approach. The research method used is a qualitative method in descriptive form. Data collection through interviews, observation, and documentation. Data analysis uses data reduction, data presentation and conclusions. The subjects in this study were cultural arts teachers of grade VIII-1 and students of grade VIII-1 SMPN 5 Penajam Paser Utara. Validate the validity of this study’s results using source and method triangulation. The results of this study show that (1) planning stage, five main activities of scientific learning are carried out based on the syntax steps of Problem-Based Learning; (2) implementation stage, five main activities of scientific learning are seen in learning activities and carried out as many as three meetings; (3) at the stage of assessment or evaluation of learning, there is an assessment in terms of knowledge, skills as well as attitudes; and (4) the obstacle is the lack of learning time and students' understanding of Buen folk songs. Keyword: scientific approach; folk songs; learning singing techniques
Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Ansambel Musik dengan Model Project Based Learning (PjBL) Fathatin Nur Afifah; Wida Rahayuningtyas; Hartono Hartono
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i72023p1081-1092

Abstract

Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah di lapangan masih belum optimal dan masih banyak siswa yang hasil akademiknya rendah. Penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan model Project Based Learning (PjBL) pada KD 3.4 dan 4.4 dalam materi ansambel musik dengan mata pelajaran seni budaya. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus setiap siklusnya memiliki tahapan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, lembar unjuk kerja, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII H semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022, dengan jum­lah siswa 36 orang dalam mata pelajaran seni budaya pada materi ansambel musik. Hasil penelitan: (1) Observasi keterlaksanaan pembelajaran siklus 1 dangan nilai 75 (tinggi) dan meningkat pada siklus 2 menjadi 95 (sangat tinggi); (2) Motivasi belajar siklus 1 dengan skor rata-rata 3,16 (tinggi) telah meningkat pada siklus 2 menjadi 3,35 (sangat tinggi); (3) Hasil belajar siswa pada sikus 1 diperoleh rata-rata 77,09 dan meningkat pada siklus 2 menjadi 84,26. Dapat disim­pulkan bahwa melalui model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan moti­vasi belajar ada materi ansambel musik. Kata kunci: motivasi dan hasil belajar; ansambel music; project-based learning. Increasing Motivation and Learning Outcomes of Musical Ensembles using Project Based Learning (PjBL) Models Learning activities carried out using the lecture method in the field are still not optimal and there are still many students whose academic results are low. This research is included in classroom action research (CAR) which aims to increase student motivation and learning outcomes with the Project Based Learning (PjBL) model at KD 3.4 and 4.4 in music ensemble material with cultural arts subjects. This research was conducted in two cycles, each cycle has stages consisting of planning, implementa­tion, observation, and reflection. Data collection techniques used questionnaires, performance she­ets, and learning implementation observation sheets. The research sample was class VII H students in the odd semester of the 2021/2022 academic year, with a total of 36 students in the arts and culture subjects in the music ensemble material. The results of the research: (1) Observation of the implementation of learning in cycle 1 with a value of 75 (high) and increased in cycle 2 to 95 (very high); (2) Learning motivation in cycle 1 with an average score of 3.16 (high) has increased in cycle 2 to 3.35 (very high); (3) Student learning outcomes in cycle 1 obtained an average of 77.09 and increased in cycle 2 to 84.26. It can be concluded that through the Project Based Learning learning model, it can increase learning motivation for music ensemble material. Keywords: motivation and learning outcomes; musical ensembles; project-based learning
Penerapan Strategi Active Learning untuk Meningkatkan Minat Siswa terhadap Ansambel Musik SMP Kelas VII Ramadhan, Kharisma; Rahayuningtyas, Wida; Hartono, Hartono
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i112023p1663-1670

Abstract

Proses pembelajaran seni budaya di SMPN 3 Singosari menjadi bukti bahwa rata-rata minat belajar peserta didik kurang lebih 60 persen dari presentase yang diharapkan. Sementara itu, minat siswa begitu penting dalam pembelajaran seni budaya khususnya seni musik. Faktor strategi pembelajaran yang kurang dalam menggali minat dan bakat siswa berakibat minat siswa menjadi kurang meningkat. Oleh karena itu, pemilihan strategi pembelajaran menjadi sangat penting. Salah satu strategi pembelajaran Ansambel Musik yaitu strategi active learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan strategi pembelajaran active learning dalam meningkatkan minat siswa terhadap Ansambel Musik. Metode yang dipergunakan adalah kuantitatif menggunakan desain eksperimen. Rancangan penelitian yang dipergunakan adalah Pretest-Posttest bertujuan mengetahui peningkatan minat belajar peserta didik. Data yang diperoleh menggunakan beberapa uji, yaitu uji   normalitas   yang diperoleh dari nilai pretest dan posttest kelas VII A dan VII G yaitu 0,51; 0,299; 0,204; 0,339 lebih besar dari 0,05 sehingga data berdistribusi normal hasil uji homogenitas data dengan nilai 0,080 lebih besar dari 0,05, uji linieritas data menggunakan hasil nilai sig. sebesar 0,061 lebih besar dari 0,05 dan. uji t dengan hasil nilai sig. (2-tailed) = 0,039 lebih besar dari 0,05 dengan maksud ada pengaruh secara signifikan. Hasil analisis data secara keseluruhan menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran active learning berpengaruh pada minat siswa terhadap pembelajaran Ansambel Musik. Kata kunci: strategi pembelajaran; active learning; minat Implementation of Active Learning Strategy to Increase Student's Interest in Class VII SMP Ensemble Music The learning process of cultural arts at SMPN 3 Singosari shows that on average, the learning interest of students is less than 60 percent of the expected rate. However, learning interest is crucial in cultural arts education, especially in music. The lack of effective teaching strategies in unearthing students' interests and talents has led to a decrease in students' learning interest. Therefore, the choice of teaching strategies is crucial. One such teaching strategy for the Music Ensemble is active learning. This study aims to identify the application of active learning teaching strategies in enhancing students' interest in Music Ensemble. The method used is quantitative, using an experimental design. The research plan uses a Pretest-Posttest approach to determine the increase in students' learning interest. Data was collected using several tests, including the normality test obtained from the pretest and posttest scores of Class VII A and VII G, which were 0.51; 0.299; 0.204; 0.339, and were found to be greater than 0.05, indicating that the data distribution was normal. The homogeneity of the data was found to be greater than 0.05 with a value of 0.080. Linearity data was tested using the significance value of 0.061, which was greater than 0.05. The t-test with a two-tailed significance value of 0.039 was found to be greater than 0.05, indicating a significant effect. Overall, the analysis of the data shows that the application of active learning teaching strategies has a significant impact on students' interest in Music Ensemble. Keywords: learning strategy; active learning; interest
Strategi Pembelajaran Ekstrakurikuler Bidang Paduan Suara di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Nuriyah, Putri Shinta; Rahayuningtyas, Wida
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 9 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i92024p907-920

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler paduan suara di MAN 2 Banyuwangi diselenggarakan dengan tujuan membantu siswa menemukan potensi dan bakat mereka, minat, serta membentuk karakter artistik. Keberhasilan paduan suara di MAN 2 Banyu­wangi tidak hanya mencakup tingkat regional, tetapi juga mencakup kesuksesan individu dalam menyanyi solo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yang menggambarkan strategi pembelajaran ekstrakurikuler paduan suara yang digunakan di MAN 2 Banyuwangi sebagai tujuan penelitian ini. Peneliti bertindak sebagai instrumen penelitian, sementara data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Triangulasi data dari berbagai sumber dan penggunaan teknik triangulasi memastikan kebenaran data. Temuan pene­litian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran ekstrakurikuler paduan suara di MAN 2 Banyuwangi terdiri dari pengorganisasian pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dalam tiga tahap yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup, serta pengelolaan pembelajaran yang tetap memperhatikan kebutuhan siswa dan lingkungan kelas. Komponen pengorganisasian pembelajar meliputi tujuan, materi, metode pembelajaran termasuk ceramah, latihan, dan kompresi, serta penggunaan bahan pembelajaran seperti rekaman audio, file MIDI, dan partitur musik. Dengan demikian, strategi pembelajaran yang diterapkan tidak hanya efektif dalam meningkatkan keterampilan vokal siswa tetapi juga mampu membangun karakter dan minat mereka dalam seni musik, menciptakan generasi yang berprestasi dan berkarakter kuat dalam bidang seni.
TINGKAT KEPUASAN SISWA SMAN 8 MALANG TERHADAP MAHASISWA PPG PRAJABATAN SENI BUDAYA UNIVERSITAS NEGERI MALANG Wiyono, Handi; Yusuf, Ahmad; Rahayuningtyas, Wida
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v4.i4.2024.9

Abstract

This research aims to measure the level of satisfaction of class The method used is Service Quality. The results of the student satisfaction evaluation show aspects that need to be maintained and improved in the competence of PPG Pre-Service Arts and Culture students. The implications of this research are the need to maintain the quality of pre-service PPG student selection, improve the quality of courses and teaching lecturers that are integrated with PPL activities, provide adequate preparation time for students, as well as the importance of high awareness and motivation from students to increase their competence as prospective teachers. Thus, this research contributes to improving the quality of arts and culture education through evaluating student satisfaction as an indicator of teacher competence.
Workshop Pengembangan Inovasi Pendidikan Prasekolah Berbasis Mastery Progresif Wulandari, Retno Tri; Rahayuningtyas, Wida; Yafie, Evania; Anisa, Nur
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v6i1p10-17

Abstract

One sign of success in school management can be seen in its ability to develop activity programs for the continuity of the student learning process. The development of a progressive mastery-based activity program is one model of school programming. The use of the andragogy learning approach in the training process with the pair and sharing method through question and answer activities, discussions, practice preparation and program implementation assistance to result in increased insight and ability of trainees in compiling and implementing Progressive Mastery-based school activity programs in schools. The conclusion is that the ability of PAUD teachers to arrange Progressive Mastery-based activity programs has increased after attending the workshop.Salah satu tanda keberhasilan dalam pengelolaan sekolah tampak pada kemampuannya dalam mengembangkan program kegiatan bagi keberlangsungan proses belajar siswa. Pengembangan program kegiatan berbasis mastery progresif adalah salah satu model penyusunan program sekolah. Penggunaan pendekatan pembelajaran andragogy dalam proses pelatihan dengan metode pair and sharing melalui aktivitas tanya jawab, diskusi, praktik penyusunan dan pendampingan pelaksanaan program hingga mengahasilkan peningkatan wawasan dan kemampuan peserta pelatihan dalam menyusun dan mengimplementasikan program kegiatan sekolah berbasis mastery progresif di sekolah. Kesimpulan yang diperoleh bahwasannya kemampuan guru PAUD menyusun program kegiatan berbasis mastery progresif meningkat setelah mengikuti workshop.