Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KETEPATAN PENGKODEAN DIAGNOSIS BERDASARKAN ICD-10 DENGAN PENERAPAN KARAKTER KE-5 PADA PASIEN FRAKTUR RAWAT JALAN SEMESTER II DI RSU MITRA PARAMEDIKA YOGYAKARTA Ni Kadek Lusi Rusliyanti; Anas Rahmad Hidayat; Harinto Nur Seha
Jurnal Permata Indonesia Vol 7 No 1 (2016): Volume 7, Nomor 1, Mei Tahun 2016
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.571 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v7i1.132

Abstract

Abstrak : Coding memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Salah satu kode yang perlu diperhatikan adalah kode diagnosis kasus fraktur. Pengkodean kasus fraktur wajib menerapkan karakter ke-5, apabila tidak dilakukan penerapan karakter ke-5, maka akan terjadi kesalahan kode dan menyebabkan kerugian bagi rumah sakit. Mengetahui ketepatan pengkodean diagnosis berdasarkan ICD-10 dengan penerapan karakter ke-5 pada pasien fraktur rawat jalan semester II di RSU Mitra Paramedika Tahun 2015. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional yang bersifat deskriptif. Populasi yang digunakan adalah seluruh berkas rekam medis pasien fraktur rawat jalan pada semester II tahun 2015 dengan sampel yang berjumlah 86 berkas rekam medis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi yaitu pengamatan secara langsung terhadap berkas rekam medis untuk mengetahui ketepatan pengkodean diagnosa. Hasil analisis menunjukan bahwa dari total sampel 86 berkas, persentase kode diagnosis yang tepat adalah 10,5% sedangkan persentase kode diagnosis yang tidak tepat adalah 89,5%. Rendahnya tingkat persentase ketepatan kode diagnosis disebabkan oleh beberapa hal, seperti tulisan dokter tidak rapi dan sulit dipahami oleh petugas, sebagian diagnosis kasus fraktur pada berkas rekam medis tidak disertai dengan keterangan close atau open, sehingga petugas hanya mengkode sampai karakter ke 4. Persentase tingkat ketepatan kode diagnosis khususnya pada kasus fraktur sangat rendah dan belum mencapai angka 100%. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, seperti tulisan dokter tidak rapi dan sulit dipahami oleh petugas dan juga sebagian diagnosis kasus fraktur pada berkas rekam medis tidak disertai dengan keterangan close atau open.
TETAP SEHAT MENTAL SELAMA PANDEMI COVID-19 Anas Rahmad Hidayat; Harpeni Siswatibudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Volume 2, Nomor 1, Maret 2022
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.715 KB) | DOI: 10.59737/jpmpi.v2i1.44

Abstract

Sehat mental diartikan sebagai kondisi individu yang yang berada dalam keadaan sejahtera,mampu mengenal potensi dirinya, mampu menghadapi tekanan sehari-hari, dan mampuberkontribusi di lingkungan sosialnya (WHO, 2015). Masing-masing individu memiliki standarberbeda dalam menghadapi kondisi yang dianggap mengancam bagi dirinya, salah satunyaadalah Pandemi Covid-19. Respon terhadap situasi ini bermacam-macam, yaitu stress,cemas, depresi, produktif, agresif, dan sebagainya. Oleh karena itu penulis melakukankegiatan pemaparan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengatasi kondisiini. Pemaparan dilakukan secara webinar, ditayangkan melalui platform zoom dan youtubehttps://www.youtube.com/watch?v=71wRZHSnwaU. Faktor yang bisa memicu kondisikesehatan mental, mulai dari kepedihan, isolasi, hingga kehilangan pendapatan danketakutan yang muncul akibat pandemi. Hal ini juga disebut bisa memperburuk kondisi yangsebelumnya sudah ada. Malahan, tidak sedikit orang yang akhirnya melarikan diri dengancara mengonsumsi alkohol, mengalami insomnia, hingga kecemasan dan depresi.
PENYULUHAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) UNTUK MENUMBUHKAN KESADARAN PENCEGAHAN PADA MASYARAKAT GANDOK, CONDONCATUR, SLEMAN, YOGYAKARTA Anas Rahmad Hidayat; wahyu Joko Pamungkas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2, Oktober 2022
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.384 KB) | DOI: 10.59737/jpmpi.v2i2.181

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are chronic diseases that cannot be passed from personto person. Deaths from NCDs are expected to continue to increase worldwide, the greatestincrease will occur in middle and poor countries. Non-communicable diseases (NCDs) are alsodiseases that are not transmitted and are not transmitted to other people by any form ofcontact, causing death and killing around 35 million people every year. Method: The approachused is counseling, because the community is easier to accept what is conveyed than what issought. Socialization is an easy and effective way of delivering messages. The purpose ofcommunity service is to detect risk factors for non-communicable diseases, in the Gandokcommunity, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Types of activities carried out are inthe form of health education, therefore socialization and education are very important regardingthe Prevention and Control of Non-Communicable Diseases and also how to implementSMART in the Gandok community, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta
Sosialisasi Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Pembagian Hand Sanitizer Sebagai Upaya Pencegahan Penyebaran Wabah Covid 19 di Dusun Gandok, Condong Catur, Depok, Sleman Yogyakarta Anas Rahmad Hidayat; Wahyu Joko Pamungkas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 1 No 1 (2021): Volume 1, Nomor 1, Oktober 2021
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.474 KB) | DOI: 10.59737/jpmpi.v1i1.184

Abstract

Upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat menjadi hal yang sangat penting untuk mencapai taraf hidup yang lebik baik. Tujuan penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sosialisasi penerapan perilaku hidup sehatdalam upaya pencegahan penyebaran virus covid 19. Metode pelaksanaan adalah dengan sosialisasi PHBS kemudian pembagian hand sanitizer kepada masyarakat. Kegiatan ini melibatkan keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah yang berada di wilayah Dusun Gandok RT 4,5 dan 7. Kegiatan PPM ini dilakukan secara langsung, perwakilan warga diundang ke kampus Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat untuk bersama-sama terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mendapat tanggapan positif dari masyarakat.
MANAJEMEN PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA REKAM MEDIS DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN Anas Rahmad Hidayat; Wahyu Joko Pamungkas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v3i1.218

Abstract

Medical records have use value as information on health care and patient treatment as evidencein law enforcement processes, fostering medical personnel discipline, enforcing medical ethics, foreducational and research purposes, the basis for health service financing and for compiling healthstatistics. Therefore, the filling of this medical record must be complete and should not be delayedin filling it either for patients or health workers. However, many people do not know the importantfunction of completing medical records and disclosure of personal information that must be givento health care facilities and even health workers who care for them in supporting the quality ofinformation on the medical records. The purpose of this activity is to increase public knowledgeabout the importance of medical records for people seeking treatment at health care facilities. Thematerial presented related to the application of quality in medical records can be carried out startingfrom the preparation of indicators, then the methods used can be in the form of quantitative andqualitative analysis, dimensions depicted in medical record services, namely tangible (physicalevidence), reliability (reliability), responsivness (responsiveness), assurance (assurance) andemphaty (empathy), and interest in quality control and costs. Material participants acted well duringthe implementation of community service
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DI KLATEN Isnani Nurhayati; Anas Rahmad Hidayat; Tri Hartati
JURNAL RISET GIZI Vol 8, No 1 (2020): Mei (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v8i1.5612

Abstract

Background : The need during pregnancy affects the nutritional status of pregnant women due to lack of intake in one of the substances will lead to the need for something impaired nutrients and the need for nutrients that are not constant during gestation. Unbalanced nutritional consumption in pregnant women will result in nutritional problems such as chronic energy deficiency (KEK) that will allow miscarriage, premature birth, BBLR and bleeding after childbirth.Objective : knowing the knowledge of pregnant mothers about chronic energy deficiency in Kebondalem Lor District Puskesmas Klaten Regency.Methods : This research is a descriptive analytic with a crosssectional approach. Population is all expectant mothers in Kebondalem Lor District Puskesmas in Klaten Regency as much as 167 people. Sampling with sample clusters obtained 42 respondents. Instruments using Quesioner contain knowledge of expectant mothers about chronic energy deficiency. Univariic data analysis is the frequency distribution of pregnant women knowledge about KEK, where the research results are conducted interpretation of the data of the question ite m by calculating the answer percentage.Result : From 42 expectant mothers of pregnant women knowledge about chronic energy deficiency are largely a good as much as 18 people (42.9%) and a small portion of respondents 9 people (21.4%) Less knowledgeable.Conclusion : The knowledge of pregnant women about chronic energy deficiency in the area of KebondalemLor District, Klaten Regency most are knowledgeable well.
Meta-Analisis: Pengaruh Daun Salam terhadap Penurunan Asam Urat pada Lansia Nurhayati, Isnani; Hidayat, Anas Rahmad; Karmadi, Karmadi; Lieskusumastuti, Anita Dewi; Rejo, Rejo
Journal of Language and Health Vol 5 No 1 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i1.3291

Abstract

Penumpukan kristal asam urat pada persendian dan jaringan lunak dapat menyebabkan peradangan dan nyeri hebat. Area tubuh yang paling sering terkena asam urat meliputi persendian seperti ujung jari, ibu jari, pergelangan kaki, lutut, pergelangan tangan, siku, bahu, dan bagian atas kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengestimasi dan menganalisis seberapa efektif daun salam dalam mengurangi asam urat pada orang yang lebih tua. Penelitian ini merupakan penelitian sys¬te¬ma¬tic review dan meta-analysis denagn menggunakan diagram PRISMA. Pencarian artikel dilakukan berdasarkan kriteria kela¬yakan Model PICO. P= Lansia; I= Konsumsi rebusan daun salam; C= Tidak konsumsi rebusan daun salam; O= Asam urat. Artikel yang digunakan berasal dari dat¬a¬b¬a¬se, yaitu: Google Scho¬lar. Dengan kata kun¬ci antara lain "bay leaves" AND " elderly" AND “ gout” AND “randomized controlled trial”. Menggunakan artikel dari tahun 2017-2022.Artikel dianalisis menggunakan digram PRISMA dan aplikasi Review Manager 5.3. 5 artikel dengan de¬sain studi randomized controlled trial yang akan digu-nakan sebagai sumber meta-analisis pengaruh daun salam terhadap penurunan asam urat pada lansia. Menunjukan bahwa konsumsi rebusan daun salam menurunkan asam urat palda lansia. konsumsi rebusan daun salam menurunkan kemungkinan terkena asam urat pada orang dewasa muda (SMD= -1.46; CI 95%= -3.36 hingga 0.43; p=0.001), dan hasilnya signifikan secara statistik. Selain itu, plot hutan menunjukkan peningkatan heterogenitas estimasi efek antar studi (I2 = 98%; p = 0.001). Funnel plot menunjukkan bahwa bias publikasi sering menurunkan efek yang sebenarnya.
KAJIAN PENGETAHUAN FLOUR ALBUS PADA REMAJA PUTRI DI CABEAN KUNTHI BOYOLALI Nurhayati, Isnani; Hidayat, Anas Rahmad
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 7 No. 2 (2019): Vol. 7. No. 2 Juli 2019
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v7i2.151

Abstract

Pendahuluan. Remaja merupakan masa peralihan dari anak-naka menujun dewasa, masa tersebut merupakan awal terjadinya proses reproduksi sehingga tidak menutup kemungkinan dapat mengalami keputihan. Data Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) tahun 2012 menujukkan bahwa 75% wanita pernah mengalami keputihan sekali dalam hidupnya dan 45% diantaranya pernah mengalami keputihan dua kali atau lebih. Salah satu keluhan dari kesehatan reproduksi adalah keputihan. Keputihan atau Flour Albus merupakan sekresi vagina pada wanita. Keputihan pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan abnormal (patologis). Keputihan fisiologis adalah keputihan yang biasanya terjadi setiap bulannya, biasanya muncul menjelang menstruasi atau sesudah menstruasi ataupun masa subur. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang keputihan di Cabean Kunthi, Boyolali. Metode. Desain penelitian adalah Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja Cabean Kunthi, Boyolali yang berjumlah 255. Teknik pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 53 responden. Pengukuran data menggunakan kuesioner yang berisi tentang keputihan. Pengolahan data dengan SPSS 17.0. Hasil. Remaja berumur 16 tahun yaitu sebanyak 35 (66%) dengan tingkat pengetahuan tentang keputihan adalah baik yaitu sebanyak 43 orang (81%). Kesimpulan. Tingkat pengetahuan remaja putri tentang keputihan di Cabean Kunthi, Boyolali adalah baik. Kata kunci : pengetahuan, remaja, keputihan
Analisis Prevalensi Skoliosis Idiopatik pada Remaja Pasca Pendidikan Jarak Jauh Purwokusumo, R Haryo Nugroho; Hidayat, Anas Rahmad; Yulida, Rina
Bali Medika Jurnal Vol 11 No 2 (2024): Bali Medika Jurnal Vol 11 No 2 Desember 2024
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v11i2.461

Abstract

Transformasi metode pembelajaran akibat pandemi COVID-19 telah mengubah pola aktifitas remaja secara signifikan dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh, kondisi ini berpotensi memicu gangguan postur seperti skoliosis idiopatik, akibat postur yang kurang ideal saat belajar secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi dan faktor risiko skoliosis idiopatik pada 200 siswa SMP (usia 13-15 tahun) yang menjalani pembelajaran jarak jauh di lima sekolah. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kuantitaif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran sudut skoliosis menggunakan scoliometer dan pengukuran tinggi badan menggunakan stature meter. Selain itu, data responden juga diklasifikasikan berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tinggi badan. Hasil menunjukkan bahwa 97% responden memiliki sudut Coob <5 derajat, yang menunjukkan skoliosis ringan. Hanya 1% responden yang memiliki sudut Coob ≥10 derajat, menunjukkan prevalensi skoliosis yang lebih tinggi tetapi jarang terjadi. Distribusi usia dan tinggi badan menunjukkan dominasi pada usia 13 tahun dan tinggi antara 150-154 cm. Temuan ini menggarisbawahi urgensi pengembangan protokol pembelajaran daring yang memperhatikan aspek ergonomis, serta pentingnya program skrining dan edukasi postur berbasis sekolah untuk mencegah progresivitas skoliosis pada remaja.   The transformation of learning methods due to the COVID-19 pandemic has significantly changed youth activity patterns from face-to-face to distance learning, this condition has the potential to trigger posture disorders such as idiopathic scoliosis, due to less than ideal posture when studying online. This study aims to analyze the prevalence and risk factors of idiopathic scoliosis in 200 junior high school students (aged 13-15 years) undergoing distance learning in five schools. This research uses a descriptive quantitative observational method with a cross-sectional approach. Data collection was carried out by measuring the scoliosis angle using a scoliometer and measuring body height using a stature meter. Apart from that, respondent data was also classified based on age, gender and height. Results showed that 97% of respondents had a Coob angle of <5 degrees, indicating mild scoliosis. Only 1% of respondents had a Coob angle ≥10 degrees, indicating a higher but rare prevalence of scoliosis. The distribution of age and height shows a predominance at the age of 13 years and height between 150-154 cm. These findings underscore the urgency of developing online learning protocols that pay attention to ergonomic aspects, as well as the importance of school-based posture screening and education programs to prevent the progression of scoliosis in adolescents.
ANALISIS KEBUTUHAN PEREKAM MEDIS BERDASARKAN BEBAN KERJA PADA UNIT REKAM MEDIS MENGGUNAKAN METODE FTE DI RUMAH SAKIT PANTI NUGROHO Putri Hapsari, Dini; Rahmad Hidayat, Anas; Nur Seha, Harinto
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 2 (2024): Volume 16, Nomor 2, November 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.322

Abstract

Ketidaksesuaian antara jumlah kebutuhan petugas dengan jumlah petugas yang tersedia. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala rekam medis yang dilakukan pada 13 Januari 2024 diketahui bahwa jumlah petugas rekam medis berjumlah 15 orang dengan waktu kerja 7 jam, namun dengan jumlah petugas yang ada, masih terdapat petugas yang sering kali bekerja melebihi jam kerja normal dan harus mengambil alih tugas tambahan, kepala rekam medis juga mengungkapkan bahwa adanya ketidakseimbangan antara beban kerja dengan jumlah petugas yang tersedia. Tujuan dari penelitian untuk menghitung jumlah kebutuhan tenaga kerja rekam medis yang dibutuhkan di unit rekam medis Rumah Sakit Panti Nugroho dengan metode FTE. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah petugas di unit rekam medis yang berjumlah dua orang dan objek dalam penelitian ini adalah jumlah kebutuhan perekam medis berdasarkan beban kerja. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode FTE didapatkan hasil bahwa total kebutuhan tenaga kerja pada unit rekam medis di Rumah Sakit Panti Nugroho yaitu 18 orang petugas. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu total Kebutuhan SDM di unit rekam medis Rumah Sakit Panti Nugroho adalah 18 orang petugas, sedangkan di Rumah Sakit Panti Nugroho memiliki 15 orang petugas sehingga perlu ditambahkan 3 orang petugas.