Claim Missing Document
Check
Articles

MANAJEMEN PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA REKAM MEDIS DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN Rahmad Hidayat, Anas; Rupita Sektriani, Aglita Janis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2, Oktober 2023
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekam medis mempunyai nilai guna sebagai informasi pemeliharaan kesehatan dan pengobatan pasien sebagai alat bukti dalam proses penegakan hukum, membina disiplin tenaga medis, penegakan etika kedokteran, untuk keperluan pendidikan dan penelitian, dasar pembiayaan pelayanan kesehatan dan untuk menyusun statistik kesehatan. Oleh karena itu pengisian rekam medis ini harus lengkap dan tidak boleh ditunda pengisiannya baik bagi pasien ataupun tenaga kesehatan. Namun, banyak masyarakat yang belum mengetahui fungsi penting dari melengkapi rekam medis dan keterbukaan informasi pribadinya yang harus diberikan kepada fasilitas pelayanan kesehatan bahkan tenaga kesehatan yang merawatnya dalam menunjang mutu informasi pada rekam medis tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya rekam medis bagi masyarakat yang berobat di fasilitas pelayanan kesehatan. Materi yang disampaikan terkait penerapan mutu di rekam medis dapat terlaksana mulai dari penyusunan indikator, kemudian metode yang digunakan dapat berupa analisis kuantitatif dan kualitatif, dimensi yang tergambar dalam pelayanan rekam medis yaitu tangible (bukti fisik), reliability (kehandalan), responsivness (daya tanggap), assurance (jaminan) dan emphaty ( empati), dan ketertarikannya dengan kendali mutu dan biaya. Peserta materi beriteraksi dengan baik selama pelaksanaan pengabdian masyarakat berlangsung.
PEMBERDAYAAN PETUGAS REKAM MEDIS DALAM PERANAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) TERHADAP SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT DI RUMAH SAKIT PERMATA BUNDA YOGYAKARTA Rahmad Hidayat, Anas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 4 No 1 (2024): Volume 4 No. 1, April 2024
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v4i1.285

Abstract

Indonesia dikenal dengan Rekam Medis Elektronik (RME). Rekam Medik Elektronik sudah digunakan di berbagai rumah sakit di dunia sebagai pengganti atau pelengkap rekam kesehatan berbentuk kertas. RME menjadi pusat informasi dalam sistem informasi rumah sakit. RME mulai digunakan di beberapa rumah sakit di Indonesia khususnya rumah sakit dengan penanam modal asing (PMA). Pengabdian ini mengidentifikasi manfaat RME dalam mempercepat akses informasi pasien, meningkatkan koordinasi antara tim medis, dan mengurangi risiko kesalahan dalam pencatatan data medis. Namun, tantangan seperti keamanan data dan pelatihan staf juga dihadapi dalam implementasi. Dengan demikian, Implementasi RME merupakan sebuah proses dan proyek besar dari sistem teknologi informasi karena penuh dengan tantangan. Pengelola tidak selalu dapat menerima tantangan dan mengatur dengan efektif dan kritis agar dapat melakukan perubahan sistem informasi dan teknologi yang baru. Pada akhirnya teknologiinformasi elektronik yang baru diharapkan dapat meningkatkan privacy dan confidentiality. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Rumah Sakit Permata Bunda. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan eduksdi melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi dan refleksi hal ini bertujuan guna memberikan pemahaman akan pentingnya RME
PEMBERDAYAAN REMAJA DALAM PENGELOLAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK: MENINGKATKAN KESADARAN DAN KETERAMPILAN TEKNOLOGI KESEHATAN DI KOMUNITAS MUDA Rahmad Hidayat, Anas; Janis Rupita Sektriani, Aglita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2, Oktober 2024
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v7i2.318

Abstract

Penggunaan rekam medis elektronik (RME) telah menjadi inovasi penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Meskipun banyak fasilitas kesehatan yang sudah menerapkan RME, pemahaman tentang sistem ini masih terbatas di kalangan remaja. Remaja memiliki potensi besar untuk mendukung penerapan dan pengelolaan RME, sehingga pemberdayaan mereka sangat penting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan remaja dalam mengelola RME, dengan pelatihan yang mencakup pengetahuan dasar tentang RME, manfaatnya dalam pelayanan kesehatan, serta keterampilan praktis dalam pengoperasiannya. Kegiatan ini dilakukan di beberapa sekolah di Yogyakarta, dengan tujuan meningkatkan pemahaman remaja tentang peran teknologi dalam kesehatan dan mendorong mereka untuk berperan aktif dalam komunitas mereka. Di akhir kegiatan, diharapkan remaja akan lebih terampil dalam mengoperasikan RME, yang akan mendukung pelayanan kesehatan yang lebih efisien dan berkualitas di masa depan.
Seni Menangani Keluhan Pasien: Strategi Komunikasi Interpersonal untuk Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Permata Bunda Yogyakarta siswatibudi, harpeni; Rahmad Hidayat, Anas; Nugroho, Haryo; Wibowo, Marsiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 5 No 2 (2025): Volume 5, Nomor 2, Oktober 2025
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v5i2.363

Abstract

Healthcare services at Permata Bunda Hospital in Yogyakarta face challenges in handling patient complaints, which impact hospital satisfaction and image. Complaint handling techniques training was conducted to equip medical personnel and service staff with effective communication, empathy, analysis, and problem-solving skills to handle patient complaints professionally. The training, conducted on July 14, 2025, included communication materials, simulations, case studies, and role-plays, with evaluations using observation and short quizzes. The training results demonstrated a significant improvement in participant skills, with complaint response times reduced from 24 hours to less than 6 hours and patient satisfaction increasing from 65% to 92%. This training reinforced a culture of excellent service and continuously improved service quality. It is recommended that training be conducted regularly and that a complaint monitoring system be developed for effective follow-up. Strengthening the complaint handling team and supporting facilities also needs to be improved. Keywords: complaint handling; training; Interpersonal communication; patient satisfaction; healthcare
ANALISIS ANTROPOMETRI PADA SARANA KERJA TEMPAT PENDAFTARAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT NUR HIDAYAH BANTUL Cahyani, Faticha Dwi; Nugroho, R. Haryo; Siswatibudi, Harpeni; Hidayat, Anas Rahmad; Joko Pamungkas, Wahyu
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 2 (2025): Volume 16 Nomor 2, November 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.377

Abstract

Ketidaksesuaian antropometri sarana kerja dapat menimbulkan gangguan muskuloskeletal dan menurunkan efisiensi kerja petugas pendaftaran. Mengetahui kesesuaian antropometri sarana kerja (kursi, meja, layar monitor) dengan standar ergonomi pada petugas pendaftaran rawat jalan di RS Nur Hidayah Bantul. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan teknik pengambilan data melalui observasi. Jenis data berupa data kuantitatif yang merupakan hasil pengukuran antropometri, kursi kerja, meja kerja, dan layar monitor. Sebagian besar sarana kerja (kursi dan meja) di lokasi penelitian belum ergonomis menurut Permenkes No.48/2016,sedangkan layar monitor sesuai standar. Rekomendasi: penyesuaian dimensi sarana dan evaluasi berkala untuk mencegah keluhan muskuloskeletal. antropometri, ergonomi, pendaftaran rawat jalan, Permenkes No.48/2016. Pengukuran sarana kerja petugas berdasarkan perbandingan antropometri petugas. Pengukuran dimensi tubuh tertinggi yaitu dengan tinggi poplitea 42 cm, Panjang poplitea 42 cm, lebar pinggul 52 cm, tinggi bahu duduk 71 cm, lebar bahu 50 cm, tinggi siku duduk 77 cm, Panjang rentang tangan 170 cm, jangkauan tangan ke depan 78 cm, untuk jarak petugas ke layar monitor 68 cm. Hasil pengukuran kursi kerja dan meja kerja belum ergonomis, sedangkan untuk layar monitor sudah ergonomis
Analisis Faktor Penyebab Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Upt Puskesmas Karang Rejo Kabupaten Langkat Tahun 2025: diare Samosir, Rut Desmayanti; Iswandari, Hargianti Dini; Hidayat, Anas Rahmad
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.12527

Abstract

Diare merupakan suatu kondisi yang dimana terjadinya proses metabolisme melalui melalui organ anus pada saat buang air besar dengan konsistensi cair, dengan frekuensi tiga kali atau lebih dari biasanya dalam sehari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi hubungan faktor penyebab (lingkungan, perilaku, Sosial Ekonomi, Fasilitas Kesehatan dan gizi dengan kejadian diare pada Balita di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Karang Rejo Kabupaten langkat Tahun 2025. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Dengan pendekatan desain penelitian Cross Sectional . Sebanyak 98 responden terlibat dalam penelitian ini, teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Analisa data menggunakan analisi univariat, analisi bivariate dan analisis multivariate menngunakan regresi logistic . Berdasarkan hasil uji statistik dengan Chi-square diperoleh p value = 0,000 ada hubungan yang signifikan antara Kualitas Sanitasi dengan penyebab Kejadian Diare , p value = 0,006 ada hubungan yang signifikan antara Kualitas Air dengan penyebab Kejadian Diare diperoleh p value = 0,032 ada hubungan yang signifikan antara Kebersihan Lingkungan Rumah dengan Penyebab Kejadian Diare diperoleh p value = 0,000 ada hubungan yang signifikan antara Pengetahuan dengan Penyebab Kejadian Diare diperoleh p value = 0,028 ada hubungan yang signifikan antara Kebiasaan Mencuci Tangan dengan Penyebab Kejadian Diare diperoleh p value = 0,015 bahwa ada hubungan yang signifikan antara Kebiasaan Membuang Tinja dengan Penyebab Kejadian p value = 0,001 (p<α), sehingga memperlihatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Pendapatan dengan Penyebab Kejadian Diare. diperoleh p value = 0,009 (p<α), ada hubungan yang signifikan antara Status Gizi dengan Kejadian Diare di UPT Puskesmas Karang Rejo Kabupaten Langkat Tahun 2025. Variabel yang paling mempengaruhi adalah Variabel kualitas sanitasi. Agar meningkatkan pengetahuan tentang diare.
Efektivitas Peer Education dan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Awal Sekolah Dasar Di Kecamatan Denpasar Barat Putu Eka Suryani S, Luh; Pabidang, siswanto; Rahmad Hidayat, Anas; Sumarmi; Mediastuti, Fitriani
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya kasus kesehatan reproduksi pada remaja di Bali seperti HIV pada usia remaja, ibu hamil di usia remaja dan mengidap penyakit kelamin dan kista ovarium. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan metode peer education dengan metode penyuluhan  dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja awal sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan metode Quasy Eksperimen (Pretest-Posttest Control Group Desain). Teknik pemilihan sampel dengan Multistage Sampling yaitu menggabungkan teknik Simple Random Sampling dan Purposive Sampling. Teknik Analisis data dengan uji non parametrik Wilcoxon Test dan Mann Whitney Test. Jumlah populasi dalam penelitian ini 215 remaja awal sekolah dasar dengan jumlah sampel yaitu 124 remaja awal sekolah dasar yang terbagi atas 62 remaja awal sekolah dasar di SD Negeri 19 Pemecutan dan 62 remaja di SD Negeri 27 Pemecutan. Hasil analisis uji Wilcoxon dengan nilai signifikan pada masing-masing kelompok 0,000<0,05 yaitu ada perbedaan pengetahuan dan sikap remaja awal sekolah dasar sebelum dan setelah pemberian peer education dan penyuluhan kesehatan reproduksi dan hasil uji Mann Whitney dengan nilai signifikan 0,000<0,05 yaitu ada perbedaan efektivitas peer education dan penyuluhan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan dan sikap remaja awal sekolah dasar di Kecamatan Denpasar Barat. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Peer education secara keseluruhan lebih efektif dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja awal sekolah dasar dibandingkan penyuluhan.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN KADER DENGAN PELAKSANAAN SISTEM INFORMASI POSYANDU DI WILAYAH PUSKESMAS LONGKIB KOTA SUBULUSSALAM PROVINSI ACEH Siti Makrifah; Anas Rahmad Hidayat; Siswanto Pabidang
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5775

Abstract

Peran kader dalam penyelenggaraan Posyandu sangat besar diantaranya sebagai Pengelola, Penggerak dan Pelaksana dalam memberikan Pelayanan di Posyandu. 4 dari 5 Meja Pelayanan di Posyandu dilakukan oleh Kader. Dalam proses kegiatan Posyandu ada 25 Ketrampilan Dasar Kader Bidang Kesehatan yang wajib diketahui dan diterapkan oleh kader Posyandu, salah satu nya adalah Melakukan Pencatatan dan Pelaporan. Pencatatan tersebut dibuat dalam beberapa buku yang disebut sebagai Sistem Informasi Posyandu (SIP). Tujuan penelitian yaitu menganalisis Hubungan Karakteristik dan Pengetahuan Kader Dengan Pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu. Desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebanyak 80 kader. Hasil uji chi-square didapatkan bahwa variabel karakteristik kader tidak berhubungan dengan pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu (SIP) karena mimiliki nilai p > 0,05, yaitu usia kader (0,131), Pendidikan (0,127) dan pekerjaan (1,000). Sedangkan Variabel Pengetahuan memiliki Hubungan dengan pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu (SIP) karena memiliki nilai p = 0,000 < 0,05. Kesimpulannya Tidak ada hubungan karakteristik kader dengan pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu (SIP) dan Ada hubungan Pengetahuan dengan Pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu (SIP) di Wilayah Puskesmas Longkib Kota Subulussalam.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN KADER DENGAN PELAKSANAAN SISTEM INFORMASI POSYANDU DI WILAYAH PUSKESMAS LONGKIB KOTA SUBULUSSALAM PROVINSI ACEH Siti Makrifah; Anas Rahmad Hidayat; Siswanto Pabidang
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5775

Abstract

Peran kader dalam penyelenggaraan Posyandu sangat besar diantaranya sebagai Pengelola, Penggerak dan Pelaksana dalam memberikan Pelayanan di Posyandu. 4 dari 5 Meja Pelayanan di Posyandu dilakukan oleh Kader. Dalam proses kegiatan Posyandu ada 25 Ketrampilan Dasar Kader Bidang Kesehatan yang wajib diketahui dan diterapkan oleh kader Posyandu, salah satu nya adalah Melakukan Pencatatan dan Pelaporan. Pencatatan tersebut dibuat dalam beberapa buku yang disebut sebagai Sistem Informasi Posyandu (SIP). Tujuan penelitian yaitu menganalisis Hubungan Karakteristik dan Pengetahuan Kader Dengan Pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu. Desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebanyak 80 kader. Hasil uji chi-square didapatkan bahwa variabel karakteristik kader tidak berhubungan dengan pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu (SIP) karena mimiliki nilai p > 0,05, yaitu usia kader (0,131), Pendidikan (0,127) dan pekerjaan (1,000). Sedangkan Variabel Pengetahuan memiliki Hubungan dengan pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu (SIP) karena memiliki nilai p = 0,000 < 0,05. Kesimpulannya Tidak ada hubungan karakteristik kader dengan pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu (SIP) dan Ada hubungan Pengetahuan dengan Pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu (SIP) di Wilayah Puskesmas Longkib Kota Subulussalam.
Pelatihan Pembuatan Password Yang Kuat, Pengenalan Bahaya Phishing Dan Prinsip Perlindungan Data Pribadi Ahmad Yani Noor; azis wahyudi; Anas Rahmad Hidayat
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Volume 6, Nomor 1 , April 2026
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v6i1.393

Abstract

The increased use of digital services in higher education and healthcare facilities is accompanied by a growing risk of cybersecurity incidents, particularly phishing attacks and personal data leaks. Evidence from multiple incidents suggests that human factors remain a major vulnerability; therefore, digital security literacy should be strengthened through measurable educational interventions. This community service program aimed to improve participants’ knowledge and awareness of (1) phishing characteristics and tactics, (2) strong password practices and password hygiene, and (3) personal data protection principles, especially for health data. The online training was conducted via Zoom on March 14, 2026 (3 hours) with 47 participants (students, lecturers, and practitioners) from RSKIA Sadewa, RS DKT Dr. Soetarto, and RSUD Saras Adhyatma Bantul. The program used interactive lectures, case-based simulations, discussion, and pre–post evaluation using Google Forms. Results showed increased correct responses for phishing type recognition (32% to 88%) and phishing message/email identification (28% to 85%). Understanding of personal data protection principles improved (45% to 80%), as did the ability to apply basic digital security practices (41% to 89%). The program effectively improved cybersecurity literacy across participant groups and is feasible to replicate to mitigate risks of data leakage and account compromise in academic and healthcare contexts.