Claim Missing Document
Check
Articles

ANALYSIS OF THE EFFECT OF TYPE OF WORK AND DURATION OF WORK AMONG PREGNANT WOMEN ON THE INCIDENCE OF LOW BIRTH WEIGHT Sunartono; Anas Rahmad Hidayat; devi aprianti
Jurnal Penelitian Vol 7 No 1 (2025): JURNAL PENELITIAN
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/jp.v7i1.678

Abstract

Background: The Length of work is the period or the length of time that the workforce works in a place. The period starts from when a pregnant woman starts to work as an employee in a company until a certain period. Pregnant women who work too hard will spend a lot of energy and fatigue if not balanced with balanced food consumption and sufficient rest, then the nutritional needs of the fetus are not met properly, so that the weight in baby to be born has a small weight. Objective: Analyze the type of work and length of work of the mother during her pregnancy on the incidence of Low Birth Weight (LBW) at the UPTD Ma'u Health Center, Ma'u District, Nias Regency. Method: The research design used is a case-control study. In the case-control study, subject identification (cases) is carried out. Thus, there is a case group, namely mothers who gave birth to LBW babies, and a control group, namely mothers who gave birth to babies with normal weight at the Ma'u Health Center. The number of samples is 60 respondents, consisting of 30 respondents who gave birth to LBW babies and 30 respondents who gave birth to non-LBW babies. Univariate data analysis and bivariate analysis with chi-square test and linear regression test analysis. Results: Linear regression test f value count = 3.719 with a significance level of 0.030 <0.05, which means there is a real relationship with the presence of independent variables. When viewed from the significance value, there is a significant relationship between the type of work and the length of work on the incidence of LBW. Conclusion: a significant relationship between the type of work and length of work on the incidence of LBW.
ANALISIS KEBUTUHAN PEREKAM MEDIS BERDASARKAN BEBAN KERJA PADA UNIT REKAM MEDIS MENGGUNAKAN METODE FTE DI RUMAH SAKIT PANTI NUGROHO Putri Hapsari, Dini; Rahmad Hidayat, Anas; Nur Seha, Harinto
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 2 (2024): Volume 15, Nomor 2, November 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.322

Abstract

Ketidaksesuaian antara jumlah kebutuhan petugas dengan jumlah petugas yang tersedia. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala rekam medis yang dilakukan pada 13 Januari 2024 diketahui bahwa jumlah petugas rekam medis berjumlah 15 orang dengan waktu kerja 7 jam, namun dengan jumlah petugas yang ada, masih terdapat petugas yang sering kali bekerja melebihi jam kerja normal dan harus mengambil alih tugas tambahan, kepala rekam medis juga mengungkapkan bahwa adanya ketidakseimbangan antara beban kerja dengan jumlah petugas yang tersedia. Tujuan dari penelitian untuk menghitung jumlah kebutuhan tenaga kerja rekam medis yang dibutuhkan di unit rekam medis Rumah Sakit Panti Nugroho dengan metode FTE. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah petugas di unit rekam medis yang berjumlah dua orang dan objek dalam penelitian ini adalah jumlah kebutuhan perekam medis berdasarkan beban kerja. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode FTE didapatkan hasil bahwa total kebutuhan tenaga kerja pada unit rekam medis di Rumah Sakit Panti Nugroho yaitu 18 orang petugas. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu total Kebutuhan SDM di unit rekam medis Rumah Sakit Panti Nugroho adalah 18 orang petugas, sedangkan di Rumah Sakit Panti Nugroho memiliki 15 orang petugas sehingga perlu ditambahkan 3 orang petugas.
KELENGKAPAN PENGISIAN LEMBAR DISCHARGE SUMMARY RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT TK.III DR. SOETARTO (DKT) Rahmad Hidayat, Anas
Jurnal Permata Indonesia Vol 14 No 1 (2023): Volume 14, Nomer 1, Mei 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v14i1.228

Abstract

Kelengkapan isi dari catatan atau dokumen pada lembar ringkasan pulang (discharge summary) berisi semuainformasi klinis yang sangat penting berkaitan tentang identitas serta diagnosa pasien. Sebagai bagian daripeningkatan mutu pelayanan, kinerja rumah sakit harus secara teratur melakukan penilaian terhadap isi dankelengkapan berkas rekammedis terutama pada lembar ringkasan pulang pasien (discharge summary) yangtercantum dalam SNARS Edisi 1 pada MIRM 15. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penilaian skorpengisian dan kelengkapan pengisian berkas rekam medis rawat inap pada lembar discharge summary berdasarkanSNARS Edisi 1 di Rumah Sakit TK.III Dr.Soetarto (DKT). Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptifkuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Dengan variabel analisis kelengkapan berkas rekammedis rawat inap pada lembar discharge summary dan analisis data menggunakan Ms. Excel for Windows. Hasilpenelitian kelengkapan pengisian berkas rekam medis rawat inap pada lembar discharge summary sebanyak 30berkas rekam medis rawat inap pada lembar discharge summary hanya sebesar 33.33%. Berdasarkan regulasi hasilkelengkapan SNARS Edisi 1 pada komponen EP 1 terisi lengkap, pada komponen EP 2 terisi sebagian, padakomponen EP 3 terisi sebagian, pada komponen EP 4 terisi lengkap, pada komponen EP 5 terisi lengkap, padakomponen EP 6 terisi lengkap. Kesimpulan penelitian ini Penilaian skor pengisian pada berkas rekam medis rawatinap pada lembar discharge summary tergolong kedalam kategori kurang karena hanya terisi sebagian.Kelengkapan pengisian berkas rekam medis rawat inap pada lembar discharge summary tergolong kedalamkategori kurang lengkap sehingga tidak sesuai dengan standar yang ada di SNARS Edisi 1.
The Effect of Layer Leaves on Reducing Uric Acid in the Elderly: A Systematic Review Nurhayati, Isnani; Hidayat, Anas Rahmad; Yuniarti, Tri; Widiyanto, Aris
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 1 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i1.2740

Abstract

Gout is an inflammatory disease of the joints caused by excess uric acid content in the blood, resulting in a buildup of uric acid crystals in the joints and other soft tissues. Bay leaf or with the Latin name Syzygium Polyanthum is a plant that can be used to treat gout. This study aims to estimate the effect of bay leaves on reducing uric acid levels in the elderly. This research is a systematic review research using the PRISMA diagram. Article searches were carried out based on the PICO Model eligibility criteria. P= Elderly; I= Drink boiled bay leaves; C= Do not drink bay leaf decoction; O= Uric acid. The articles used come from 1 database, namely: Google Scholar. With keywords including "gout" AND "bay leaf" AND "elderly" In 5 articles from 2016-2022, it can be concluded that regarding the effect of bay leaves on gout in the elderly, it shows that boiling bay leaf water can reduce uric acid in the elderly.
The Association Between Green Tea Consumption with Cardiovascular Related Mortality: A Meta-Analysis Nurhayati, Isnani; Hidayat, Anas Rahmad; Yuniarti, Tri; Budi, Harpeni Siswati
Journal of Epidemiology and Public Health Vol. 6 No. 4 (2021)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Tea (green or black) are among the most widely consumed beverages in adults worldwide. Recently, numerous studies claimed that green tea intake have been associated with reduced mortality, including cardiovascular disease related mortality. This study was aimed to investigate the association between green tea consumption with cardiovascular related mortality.Subjects and Method: This was a systematic review and meta-analysis study used articles which published in 2000 to 2021 from online databases, such as PubMed, ResearchGate, Science Direct, Google Scholar, and EBSCO. The dependent variable was cardiovascular related mortality. The independent variables was green tea consumption. The data was analyzed by RevMan 5.3 software. This study used the eligibility criteria with the PICO model, populations: COVID-19 general adults, intervention: >1 cups green tea consumption. comparison: null or <1 cup green tea consumption, outcome: cardiovascular related mortality. The inclusion criteria were an article describing the effect or relationship of green tea consumption with cardiovascular related mortality, original research, and study of cohort contain effect size of hazard ratio and match with the intervention design. The keywords used to search the database were
Effect of Short Sleep Duration on the Risk of Cardiovascular Diseases: A Meta-Analysis Hidayat, Anas Rahmad; Siswatibudi, Harpeni; Purwokusumo, R. Haryo Nugroho
Journal of Epidemiology and Public Health Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/jepublichealth.2025.10.05.11

Abstract

Background: Understanding the impact of short sleep duration on cardiovascular disease incidence is crucial for comprehending its potential health implications. This study aimed to analyze and estimate the magnitude of the effect of short sleep duration on the risk of cardiovascular disease incidence based on similar previous primary studies.Subjects and Method: This research is a systematic review and meta-analysis conducted by following the PRISMA flow diagram and PICO model. Population: general population without prior cardiovascular diseases, Intervention: short sleep duration, Comparison: adequate sleep duration, and Outcome: the Incidence of cardiovascular diseases. The process of searching for articles through Google Scholar, ProQuest, and PubMed journal databases by selecting articles published from 2010 to 2024. The keywords used include: "Cardiovascular Diseases," AND "Incidence," AND "Sleep Duration," AND "cohort Studies. The inclusion criteria were full paper articles, open access with a cohort study design, and articles in English. Data were analyzed using RevMan 5.3.Results: A total of 9 cohort studies involving 564,287 respondents from Africa, Europe, and Asia were selected for a systematic review and meta-analysis. The results of the meta-analysis showed that people with short sleep duration had a 1.20 times risk of experiencing cardiovascular disease compared to people with adequate sleep duration (aHR = 1.20; 95% Cl = 1.14 to 1.25; p<0.001). This meta-analysis has heterogeneity I2= 39%, so it uses a fixed effect model.Conclusion: Insufficient sleep duration could elevate the likelihood of cardiovascular disease occurrence.
Environmental Knowledge and Participation in Waste Banks: Promoting Plastic Waste Reduction in Borobudur, Magelang, Central Java, Indonesia Sutaryono; Ashar, Hadi; Dyah Kusumawardani, Hastin; Rahmad Hidayat, Anas; Purwanti; Lestari, Puji; Sukamsi; Setyaji, Teguh; Ernawati, Dhanik; Prasasti Ragil Putri Widyaningrum, Maria; Susilowati, Tuti; Subaris Kasjono, Heru
Journal of Epidemiology and Public Health Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/jepublichealth.2025.10.02.06

Abstract

Background: Public awareness of environmental health in waste management is one of the causes of government problems in waste management, especially in tourist destination areas. The behavior of carrying shopping bags is one of the efforts to reduce the volume of non organic waste. The success of this behavior has many influencing factors, so the purpose of this study is to determine the factors associated with the behavior of carrying shopping bags in Borobudur District, Magelang Regency, Central Java, Indonesia.Subjects and Method: Cross sectional analytic survey research in the Borobudur District area of 374 respondents. The time of this research was in November 2023, with a random sampling technique, and the research instrument was a questionnaire. This study analyzes six independent variables , and participants in the waste bank, on the dependent variable. We used the regression test. Logistics in the final stage.Results: High knowledge of waste management (AOR= 2.43; 95% CI= 1.04 to 5.65; p= 0.040) and participate in a waste bank (AOR= 3.27, 95% CI 1.92 to 5.58; p= 0.001) increased plastic waste reduction behavior. This study showed that there was no relationship between education, gender, occupation, and participants in the Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Waste Management Site program on the shopping bag carrying behavior. Conclusion: High knowledge of waste management and participate in a waste bank increase plastic waste reduction behavior.
PENYULUHAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) UNTUK MENUMBUHKAN KESADARAN PENCEGAHAN PADA MASYARAKAT GANDOK, CONDONCATUR, SLEMAN, YOGYAKARTA Rahmad Hidayat, Anas; Pamungkas, wahyu Joko
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2, Oktober 2022
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v2i2.181

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit kronis yang tidak dapat ditularkan dariorang ke orang. Kematian akibat PTM diperkirakan akan terus meningkat di seluruh dunia,peningkatan terbesar akan terjadi di Negara menengah dan miskin. Penyakit Tidak Menular(PTM) juga penyakit yang tidak ditularkan dan tidak ditransmisikan kepada orang lain denganbentuk kontak apapun, menyebabkan kematian dan membunuh sekitar 35 juta manusia setiaptahunnya. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah dengan penyuluhan, karenamasyarakat lebih mudah menerima apa yang disampaikan dibanding apa yang dicari.Sosialisasi merupakan cara yang mudah dan efektif dalam sebuah penyampaian pesan.Tujuan pengabdian masyarakat untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular, padamasyarakat Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta Jenis kegiatan yangdilakukan berupa penyuluhan kesehatan, oleh karena itu sosialisasi dan edukasi sangatpenting dilakukan mengenai Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan jugacara mererapkan CERDIK di masyarakat Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman, YogyakartaKata Kunci : Penyuluhan, pencegahan, Pengendalian, Penyakit Tidak Menular
MANAJEMEN PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA REKAM MEDIS DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN Rahmad Hidayat, Anas; Rupita Sektriani, Aglita Janis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2, Oktober 2023
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekam medis mempunyai nilai guna sebagai informasi pemeliharaan kesehatan dan pengobatan pasien sebagai alat bukti dalam proses penegakan hukum, membina disiplin tenaga medis, penegakan etika kedokteran, untuk keperluan pendidikan dan penelitian, dasar pembiayaan pelayanan kesehatan dan untuk menyusun statistik kesehatan. Oleh karena itu pengisian rekam medis ini harus lengkap dan tidak boleh ditunda pengisiannya baik bagi pasien ataupun tenaga kesehatan. Namun, banyak masyarakat yang belum mengetahui fungsi penting dari melengkapi rekam medis dan keterbukaan informasi pribadinya yang harus diberikan kepada fasilitas pelayanan kesehatan bahkan tenaga kesehatan yang merawatnya dalam menunjang mutu informasi pada rekam medis tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya rekam medis bagi masyarakat yang berobat di fasilitas pelayanan kesehatan. Materi yang disampaikan terkait penerapan mutu di rekam medis dapat terlaksana mulai dari penyusunan indikator, kemudian metode yang digunakan dapat berupa analisis kuantitatif dan kualitatif, dimensi yang tergambar dalam pelayanan rekam medis yaitu tangible (bukti fisik), reliability (kehandalan), responsivness (daya tanggap), assurance (jaminan) dan emphaty ( empati), dan ketertarikannya dengan kendali mutu dan biaya. Peserta materi beriteraksi dengan baik selama pelaksanaan pengabdian masyarakat berlangsung.
PEMBERDAYAAN PETUGAS REKAM MEDIS DALAM PERANAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) TERHADAP SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT DI RUMAH SAKIT PERMATA BUNDA YOGYAKARTA Rahmad Hidayat, Anas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 4 No 1 (2024): Volume 4 No. 1, April 2024
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v4i1.285

Abstract

Indonesia dikenal dengan Rekam Medis Elektronik (RME). Rekam Medik Elektronik sudah digunakan di berbagai rumah sakit di dunia sebagai pengganti atau pelengkap rekam kesehatan berbentuk kertas. RME menjadi pusat informasi dalam sistem informasi rumah sakit. RME mulai digunakan di beberapa rumah sakit di Indonesia khususnya rumah sakit dengan penanam modal asing (PMA). Pengabdian ini mengidentifikasi manfaat RME dalam mempercepat akses informasi pasien, meningkatkan koordinasi antara tim medis, dan mengurangi risiko kesalahan dalam pencatatan data medis. Namun, tantangan seperti keamanan data dan pelatihan staf juga dihadapi dalam implementasi. Dengan demikian, Implementasi RME merupakan sebuah proses dan proyek besar dari sistem teknologi informasi karena penuh dengan tantangan. Pengelola tidak selalu dapat menerima tantangan dan mengatur dengan efektif dan kritis agar dapat melakukan perubahan sistem informasi dan teknologi yang baru. Pada akhirnya teknologiinformasi elektronik yang baru diharapkan dapat meningkatkan privacy dan confidentiality. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Rumah Sakit Permata Bunda. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan eduksdi melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi dan refleksi hal ini bertujuan guna memberikan pemahaman akan pentingnya RME