Claim Missing Document
Check
Articles

Red Onion (Bawang Merah) sebagai Solusi Tradisional untuk Menurunkan Demam pada Anak: Review Literatur Nurhayati, Isnani; Karmadi, Karmadi; Hidayat, Anas Rahmad; Anasulfalah, Hakim; Widiyanto, Aris
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5440

Abstract

Demam adalah kondisi umum pada anak yang dapat menyebabkan komplikasi seperti kejang dan dehidrasi. Metode kompres bawang merah telah lama digunakan secara tradisional untuk menurunkan suhu tubuh secara alami, berkat kandungan senyawa aktif yang dipercaya efektif dalam meningkatkan pelepasan panas. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan melibatkan 11 studi terkait efek kompres bawang merah pada anak demam. Desain penelitian yang digunakan meliputi quasi-eksperimen pre-test dan post-test serta studi kasus. Artikel yang digunakan dari tahun 2019-2023 dengan menggunakan PICO: “Terapi Bawang Merah” AND Demam AND Anak. Tinjauan literatur menunjukkan bahwa kompres bawang merah secara signifikan menurunkan suhu tubuh anak demam dari rata-rata 38,35°C menjadi 36,17°C. Mekanisme penurunan suhu ini disebabkan oleh efek vasodilatasi bawang merah yang meningkatkan penguapan panas melalui kulit. Temuan ini mendukung kompres bawang merah sebagai alternatif pengobatan non-farmakologis yang aman dan efektif untuk mengatasi demam pada anak. Hal ini menjadi pilihan terapi awal yang ideal bagi orang tua dalam situasi di mana akses ke perawatan medis terbatas atau sebagai pelengkap terapi medis. Kompres bawang merah adalah metode sederhana dan efektif untuk menurunkan suhu tubuh pada anak demam, menunjukkan potensi sebagai pengobatan rumahan yang aman dan bermanfaat.
MANAJEMEN PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA REKAM MEDIS DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN Rahmad Hidayat, Anas; Rupita Sektriani, Aglita Janis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2, Oktober 2023
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekam medis mempunyai nilai guna sebagai informasi pemeliharaan kesehatan dan pengobatan pasien sebagai alat bukti dalam proses penegakan hukum, membina disiplin tenaga medis, penegakan etika kedokteran, untuk keperluan pendidikan dan penelitian, dasar pembiayaan pelayanan kesehatan dan untuk menyusun statistik kesehatan. Oleh karena itu pengisian rekam medis ini harus lengkap dan tidak boleh ditunda pengisiannya baik bagi pasien ataupun tenaga kesehatan. Namun, banyak masyarakat yang belum mengetahui fungsi penting dari melengkapi rekam medis dan keterbukaan informasi pribadinya yang harus diberikan kepada fasilitas pelayanan kesehatan bahkan tenaga kesehatan yang merawatnya dalam menunjang mutu informasi pada rekam medis tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya rekam medis bagi masyarakat yang berobat di fasilitas pelayanan kesehatan. Materi yang disampaikan terkait penerapan mutu di rekam medis dapat terlaksana mulai dari penyusunan indikator, kemudian metode yang digunakan dapat berupa analisis kuantitatif dan kualitatif, dimensi yang tergambar dalam pelayanan rekam medis yaitu tangible (bukti fisik), reliability (kehandalan), responsivness (daya tanggap), assurance (jaminan) dan emphaty ( empati), dan ketertarikannya dengan kendali mutu dan biaya. Peserta materi beriteraksi dengan baik selama pelaksanaan pengabdian masyarakat berlangsung.
OPTIMALISASI PERAN KADER KESEHATAN MELALUI PELATIHAN ADMINISTRASI DAN PENCATATAN REKAM KESEHATAN MASYARAKAT Rahmad Hidayat, Anas; Yani Noor, Ahmad; Joko Pamungkas, Wahyu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 8 No 1 (2025): Volume 8, Nomor 1 , April 2025
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v8i1.342

Abstract

Kader kesehatan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat dasar, terutama dalam kegiatan promotif dan preventif di lingkungan masyarakat. Namun, kemampuan kader dalam hal administrasi dan pencatatan rekamkesehatan masyarakat masih terbatas, sehingga berdampak pada ketepatan data dan efektivitas pelayanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan melalui pelatihan administrasi dasar dan pencatatan rekam kesehatan masyarakat yang sistematis, akurat, dan sesuai standar. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan pendekatan ceramah interaktif, simulasi pencatatan, serta pendampingan langsung di lapangan. Sasaran kegiatan adalah kader kesehatan di wilayah binaan yang aktif di Posyandu dan kegiatan kesehatan masyarakat lainnya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan kader dalam menyusun laporan administrasi serta pencatatan rekam kesehatan masyarakat secara manual maupun semi-digital. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung penguatan sistem informasi kesehatan berbasis masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat desa/kelurahan.
KEPUASAN KERJA PETUGAS REKAM MEDIS DALAM PERSPEKTIF KESEIMBANGAN BEBAN KERJA DAN DUKUNGAN MANAJERIAL DI RSUD SLEMAN Rahmad Hidayat, Anas; Siswatibudi, Harpeni; Setyaningsih Sunardi, Kartika; Artika Sari, Asti
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 1 (2025): Volume 16, Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v17i1.349

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan kerja merupakan sikap (tindakan-kognisi), perasaan senang (ungkapan-afeksi), atau kesenjangan (gab) antara apa yang telah diperoleh dengan yang diharapkan. Sikap senang yang ditunjukkan oleh seseorang dalam bekerja merupakan ekspresi karena apa yang menjadi tanggungjawabnya telah dijalankan dengan baik dan merasa puas atas hasil kerjanya. Sebaliknya apabila seseorang dalam bekerja tidak didukung oleh peralatan kerja yang memadai, lingkungan kerja yang tidak kondusif, dan rendahnya perhatian dari pimpinan, maka hal itu akan menimbulkan ketidakpuasan kerja. Tujuan: Mengetahui tingkat kepuasan kerja petugas rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Sleman. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 30 petugas rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Sleman. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat. Instrumen penelitian ini menggunakan kuisioner yang dibagikan pada responden. Hasil: Kepuasan kerja petugas rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Sleman sebagian besar dalam kategori cukup (80%). Adapun yang merasa puas dan tidak puas masing-masing (10%). Kesimpulan: Tingkat kepuasan kerja petugas rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Sleman yaitu cukup puas dengan arti bahwa petugas merasa senang dengan pemberian gaji, promosi, supervisi, tunjangan tambahan, penghargaan, prosedur dan peraturan kerja, rekan kerja, pekerjaan itu sendiri, dan komunikasi.
OPTIMALISASI PERAN KADER KESEHATAN MELALUI PELATIHAN ADMINISTRASI DAN PENCATATAN REKAM KESEHATAN MASYARAKAT Rahmad Hidayat, Anas; Yani Noor, Ahmad; Joko Pamungkas, Wahyu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 8 No 1 (2025): Volume 8, Nomor 1 , April 2025
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v8i1.342

Abstract

Kader kesehatan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat dasar, terutama dalam kegiatan promotif dan preventif di lingkungan masyarakat. Namun, kemampuan kader dalam hal administrasi dan pencatatan rekamkesehatan masyarakat masih terbatas, sehingga berdampak pada ketepatan data dan efektivitas pelayanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan melalui pelatihan administrasi dasar dan pencatatan rekam kesehatan masyarakat yang sistematis, akurat, dan sesuai standar. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan pendekatan ceramah interaktif, simulasi pencatatan, serta pendampingan langsung di lapangan. Sasaran kegiatan adalah kader kesehatan di wilayah binaan yang aktif di Posyandu dan kegiatan kesehatan masyarakat lainnya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan kader dalam menyusun laporan administrasi serta pencatatan rekam kesehatan masyarakat secara manual maupun semi-digital. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung penguatan sistem informasi kesehatan berbasis masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat desa/kelurahan.
ANALYSIS OF THE EFFECT OF TYPE OF WORK AND DURATION OF WORK AMONG PREGNANT WOMEN ON THE INCIDENCE OF LOW BIRTH WEIGHT Sunartono; Anas Rahmad Hidayat; devi aprianti
Jurnal Penelitian Vol 7 No 1 (2025): JURNAL PENELITIAN
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/jp.v7i1.678

Abstract

Background: The Length of work is the period or the length of time that the workforce works in a place. The period starts from when a pregnant woman starts to work as an employee in a company until a certain period. Pregnant women who work too hard will spend a lot of energy and fatigue if not balanced with balanced food consumption and sufficient rest, then the nutritional needs of the fetus are not met properly, so that the weight in baby to be born has a small weight. Objective: Analyze the type of work and length of work of the mother during her pregnancy on the incidence of Low Birth Weight (LBW) at the UPTD Ma'u Health Center, Ma'u District, Nias Regency. Method: The research design used is a case-control study. In the case-control study, subject identification (cases) is carried out. Thus, there is a case group, namely mothers who gave birth to LBW babies, and a control group, namely mothers who gave birth to babies with normal weight at the Ma'u Health Center. The number of samples is 60 respondents, consisting of 30 respondents who gave birth to LBW babies and 30 respondents who gave birth to non-LBW babies. Univariate data analysis and bivariate analysis with chi-square test and linear regression test analysis. Results: Linear regression test f value count = 3.719 with a significance level of 0.030 <0.05, which means there is a real relationship with the presence of independent variables. When viewed from the significance value, there is a significant relationship between the type of work and the length of work on the incidence of LBW. Conclusion: a significant relationship between the type of work and length of work on the incidence of LBW.
ANALISIS KEBUTUHAN PEREKAM MEDIS BERDASARKAN BEBAN KERJA PADA UNIT REKAM MEDIS MENGGUNAKAN METODE FTE DI RUMAH SAKIT PANTI NUGROHO Putri Hapsari, Dini; Rahmad Hidayat, Anas; Nur Seha, Harinto
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 2 (2024): Volume 15, Nomor 2, November 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.322

Abstract

Ketidaksesuaian antara jumlah kebutuhan petugas dengan jumlah petugas yang tersedia. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala rekam medis yang dilakukan pada 13 Januari 2024 diketahui bahwa jumlah petugas rekam medis berjumlah 15 orang dengan waktu kerja 7 jam, namun dengan jumlah petugas yang ada, masih terdapat petugas yang sering kali bekerja melebihi jam kerja normal dan harus mengambil alih tugas tambahan, kepala rekam medis juga mengungkapkan bahwa adanya ketidakseimbangan antara beban kerja dengan jumlah petugas yang tersedia. Tujuan dari penelitian untuk menghitung jumlah kebutuhan tenaga kerja rekam medis yang dibutuhkan di unit rekam medis Rumah Sakit Panti Nugroho dengan metode FTE. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah petugas di unit rekam medis yang berjumlah dua orang dan objek dalam penelitian ini adalah jumlah kebutuhan perekam medis berdasarkan beban kerja. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode FTE didapatkan hasil bahwa total kebutuhan tenaga kerja pada unit rekam medis di Rumah Sakit Panti Nugroho yaitu 18 orang petugas. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu total Kebutuhan SDM di unit rekam medis Rumah Sakit Panti Nugroho adalah 18 orang petugas, sedangkan di Rumah Sakit Panti Nugroho memiliki 15 orang petugas sehingga perlu ditambahkan 3 orang petugas.
KELENGKAPAN PENGISIAN LEMBAR DISCHARGE SUMMARY RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT TK.III DR. SOETARTO (DKT) Rahmad Hidayat, Anas
Jurnal Permata Indonesia Vol 14 No 1 (2023): Volume 14, Nomer 1, Mei 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v14i1.228

Abstract

Kelengkapan isi dari catatan atau dokumen pada lembar ringkasan pulang (discharge summary) berisi semuainformasi klinis yang sangat penting berkaitan tentang identitas serta diagnosa pasien. Sebagai bagian daripeningkatan mutu pelayanan, kinerja rumah sakit harus secara teratur melakukan penilaian terhadap isi dankelengkapan berkas rekammedis terutama pada lembar ringkasan pulang pasien (discharge summary) yangtercantum dalam SNARS Edisi 1 pada MIRM 15. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penilaian skorpengisian dan kelengkapan pengisian berkas rekam medis rawat inap pada lembar discharge summary berdasarkanSNARS Edisi 1 di Rumah Sakit TK.III Dr.Soetarto (DKT). Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptifkuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Dengan variabel analisis kelengkapan berkas rekammedis rawat inap pada lembar discharge summary dan analisis data menggunakan Ms. Excel for Windows. Hasilpenelitian kelengkapan pengisian berkas rekam medis rawat inap pada lembar discharge summary sebanyak 30berkas rekam medis rawat inap pada lembar discharge summary hanya sebesar 33.33%. Berdasarkan regulasi hasilkelengkapan SNARS Edisi 1 pada komponen EP 1 terisi lengkap, pada komponen EP 2 terisi sebagian, padakomponen EP 3 terisi sebagian, pada komponen EP 4 terisi lengkap, pada komponen EP 5 terisi lengkap, padakomponen EP 6 terisi lengkap. Kesimpulan penelitian ini Penilaian skor pengisian pada berkas rekam medis rawatinap pada lembar discharge summary tergolong kedalam kategori kurang karena hanya terisi sebagian.Kelengkapan pengisian berkas rekam medis rawat inap pada lembar discharge summary tergolong kedalamkategori kurang lengkap sehingga tidak sesuai dengan standar yang ada di SNARS Edisi 1.
The Effect of Layer Leaves on Reducing Uric Acid in the Elderly: A Systematic Review Nurhayati, Isnani; Hidayat, Anas Rahmad; Yuniarti, Tri; Widiyanto, Aris
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 1 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i1.2740

Abstract

Gout is an inflammatory disease of the joints caused by excess uric acid content in the blood, resulting in a buildup of uric acid crystals in the joints and other soft tissues. Bay leaf or with the Latin name Syzygium Polyanthum is a plant that can be used to treat gout. This study aims to estimate the effect of bay leaves on reducing uric acid levels in the elderly. This research is a systematic review research using the PRISMA diagram. Article searches were carried out based on the PICO Model eligibility criteria. P= Elderly; I= Drink boiled bay leaves; C= Do not drink bay leaf decoction; O= Uric acid. The articles used come from 1 database, namely: Google Scholar. With keywords including "gout" AND "bay leaf" AND "elderly" In 5 articles from 2016-2022, it can be concluded that regarding the effect of bay leaves on gout in the elderly, it shows that boiling bay leaf water can reduce uric acid in the elderly.
PENYULUHAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) UNTUK MENUMBUHKAN KESADARAN PENCEGAHAN PADA MASYARAKAT GANDOK, CONDONCATUR, SLEMAN, YOGYAKARTA Rahmad Hidayat, Anas; Pamungkas, wahyu Joko
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2, Oktober 2022
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v2i2.181

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit kronis yang tidak dapat ditularkan dariorang ke orang. Kematian akibat PTM diperkirakan akan terus meningkat di seluruh dunia,peningkatan terbesar akan terjadi di Negara menengah dan miskin. Penyakit Tidak Menular(PTM) juga penyakit yang tidak ditularkan dan tidak ditransmisikan kepada orang lain denganbentuk kontak apapun, menyebabkan kematian dan membunuh sekitar 35 juta manusia setiaptahunnya. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah dengan penyuluhan, karenamasyarakat lebih mudah menerima apa yang disampaikan dibanding apa yang dicari.Sosialisasi merupakan cara yang mudah dan efektif dalam sebuah penyampaian pesan.Tujuan pengabdian masyarakat untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular, padamasyarakat Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta Jenis kegiatan yangdilakukan berupa penyuluhan kesehatan, oleh karena itu sosialisasi dan edukasi sangatpenting dilakukan mengenai Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan jugacara mererapkan CERDIK di masyarakat Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman, YogyakartaKata Kunci : Penyuluhan, pencegahan, Pengendalian, Penyakit Tidak Menular