Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Lensa

Analisis Kinerja Plant Produksi PT. JCC Dengan Menggunakan Perhitungan Overall Equipment Evectiveness (OEE) Khaerul Fahmi; Setiawan; Wanto; Wikrama Wardana
Lensa Vol 16 No 1 (2022): Lensa
Publisher : LPPM Universitas Pramita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58872/lensa.v16i1.24

Abstract

PT. JCC Established in April 1973, PT Jembo Cable Company Tbk. started by producing Low Voltage Electrical Cables - copper conductors. Then continue to add product varieties, such as Low Voltage Cable - aluminum conductor, Medium Voltage Cable, Telephone Cable and Fiber Optic Cable and also expand its market. Production Plant performance can be improved or maintained by conducting regular evaluations of the process. The evaluation carried out is by analyzing OEE (Overall Equipment Effectiveness). OEE (Overall Equipment Effectiveness) is a calculation method used to determine the effectiveness of a process that is being implemented by identifying the percentage of production time that is truly productive which is influenced by three factors, namely availability, performance, and quality. reached 85% or above. The research was conducted by observing the cable production process at the Aluminum Cable Plant and the Copper Cable Plant. Based on the observations made from January 2021 to June 2021, the highest OEE value was obtained for the Aluminum Cable Plant in January and February, namely 97% and 94% while for the next month below 90%. For the Copper Cable Plant, since observing from January 2021 to June 2021, it has not yet reached the required OEE value, which is 85% and above. From the results of the analysis, the main factor is not achieving the OEE Value influenced by the low availability ratio It's because almost 50% of the machines in the Aluminum Cable Plant and 25% of the machines in the Copper Cable Plant don't get a workload.
Pentingnya Qualitas Trafo Arus (Current Transformer) Dengan Menerapkan Quality Plan Dalam Proses Assembly Indah Sri Wahyuni; Khaerul Fahmi
Lensa Vol 15 No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Pramita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58872/lensa.v15i2.12

Abstract

Saat ini beberapa sektor manufaktur di Indonesia sudah memasuki era Industry 4.0 dimana proses produksinya melalui sistem robotic dan mengintegrasikan kemampuan internet. Sektor manufaktur nasional akan menuju perubahan besar dalam menghadapi revolusi Industri 4.0. Konsekuensinya, pendekatan dan kemampuan baru diperlukan untuk membangun sistem produksi yang inovatif dan berkelanjutan. Dalam rangka memasuki era industri 4.0 dimana peran digital lebih ditonjolkan, pasokan ketenagalistrikan tentunya menjadi hal krusial yang mendukung berjalannya era industri tersebut. "Listrik masih mendominasi dari seluruh aspek kehidupan, jadi listrik adalah hal utama. Saat ini suka tidak suka kita masuk era digitalisasi. Bagaimana kita bicara memasuki era Industry 4.0 apabila listriknya tidak ada. Untuk itu supply energy listrik yang ada harus diusahakan seoptimal mungkin seiring dengan semakin meningkatnya konsumsi energy listrik. Kualitas dari pelayanan energy listrik ini sangat ditentukan oleh keandalan peralatan-peralatan transmisi ataupun distribusinya. Untuk itu Perlunya menjaga kualitas product yang dibuat dalam hal ini Trafo Arus (Current Transformer) dengan beberapa dimensi qualitas yang harus ada yaitu Performance (Kinerja), Features (karakteristik pelengkap/tambahan), Reliability (Keandalan), Conformance (Kesesuaian), Durability (Daya Tahan), dan Serviceability (Pelayanan). Sehingga diperlukannya Quality Plan untuk memastikan mutu dari hasil pelaksanaan pembuatan product dalam hal ini Trafo Arus (Current Transformer) serta mengatur bagaimana pengawalan mutu (QA) dan pengontrolan mutu QC) selama Proses Assembly (Assembly Process) trafo arus. Secara garis besar, Quality Plan bertujuan mengidentifikasi dan menetapkan standar mutu yang relevan bagi product dan merumuskan strategi pencapaiannya untuk memastikan product yang dibuat dapat memehuhi standar mutu yang dapat diterima dengan kualitas yang baik. Transformator arus (Current Transformer/CT) merupakan suatu peralatan yang ada pada system transmisi ataupun distribusi energy listrik yang berada di gardu induk. Transformator arus berfungsi untuk menurunkan arus besar pada tengangan tinggi atau menengah menjadi arus kecil pada tegangan rendah yang dipakai untuk pengukuran dan proteksi dan mengisolasi rangkaian sekunder terhadap rangkaian primer serta memungkinkan standarisasi rating arus peralatan sisi sekunder. Transformator arus juga merupakan peralatan yang dipergunakan sebagai alat ukur dan untuk melindungi rele pada industry yang memakai tegangan tinggi dimana Transformator Arus (Current Transformer/ CT) ini mempunyai fasilitas pengukuran yang aman untuk mengukur jumlah arus yang besar dan juga dengan tegangan yang tinggi