Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Kerajinan Batik Ecoprint Bagi Ibu-Ibu PKK RT 005 Cibiru Asri Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung Mulyana, Yayan; Afriani Kusumadewi, Afriani Kusumadewi; Luciana, Luciana; Feny Nurherawati, Feny Nurherawati; Filly Pravitasari, Filly Pravitasari; Andri Riswandi, Andri Riswandi; Susi Maulinawati, Susi Maulinawati; Tiara Nurhuda, Tiara Nurhuda; Selly Musdalivakh, Selly Musdalivakh; Muhammad Zaidun Muchtar, Muhammad Zaidun Muchtar; Nelly Hapsari, Nelly Hapsari
ABDITEK NUSANTARA Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik ecoprint adalah teknik mencetak pada kain menggunakan pewarna alami dan membuat motif dari daun secara manual dengan menempelkannya hingga motif muncul pada kain. Salah satu teknik pewarnaan dalam eco-print adalah teknik meninju atau memukul. Teknik ini dianggap lebih sederhana dan lebih mudah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pelatihan keterampilan teknik penumbuk ecoprint, memberikan wawasan botani tentang daun yang memiliki jejak yang baik menggunakan teknik ekocetak tumbuk, dan memberikan wawasan kewirausahaan agar peserta dapat memanfaatkan teknik tubuk ekocetak untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di induk PKK RT 005 Cibiru Asri, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut diikuti oleh 25 orang termasuk ibu PKK RT 005 Cibiru Asri, dosen dan perwakilan mahasiswa. Metode pelatihan yang digunakan adalah metode kuliah, metode presentasi dan dokumentasi. Hasil dari pelatihan ini adalah peserta dapat menerapkan ecoprint menggunakan teknik pounding, selain itu hasil variasi tata letak motif daun berdasarkan selera peserta pelatihan terlihat unik dan indah dengan warna yang sesuai dengan warna asli daun yang digunakan
PENGARUH VARIASI BINDER PADA PENCAPAN ZAT WARNA PIGMEN TERHADAP KETAHANAN LUNTUR WARNA DAN PEGANGAN KAIN POLYESTER Kusumadewi, Afriani; Luciana; Nurherawati, Feny; Pravitasari, Filly; Riswandi, Andri; Maulinawati, Susi
Jurnal Tekstil Vol 8 No 1 (2025): Vol 8 No 1 Juni 2025
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v8i1.140

Abstract

Pencapan dengan zat warna pigmen dapat digunakan pada semua jenis serat. Zat warna pigmen tidak mempunyai afinitas terhadap serat, maka fiksasinya ke dalam serat diperlukan bantuan zat pengikat yaitu binder. Kekuatan ikatan antara zat warna pigmen dengan serat tergantung pada daya ikat dari binder yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi binder terhadap ketahanan luntur warna dan handfeel kain poliester yang dicap dengan zat warna pigmen. Variasi konsentrasi binder yang digunakan adalah 7%, 10%, dan 20%. Pada  penelitian ini akan mengevaluasi dari sifat kelunturan warnanya dan daya handfeel dari hasil pencapan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi binder memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketahanan luntur warna dan handfeel terhadap hasil pencapan kain poliester dengan zat warna pigmen. Semakin tinggi konsentrasi binder, semakin baik ketahanan luntur warna kain terhadap gosokan kering, gosokan basah, dan pencucian. Namun, semakin tinggi konsentrasi binder juga akan membuat handfeel kain semakin kaku. Berdasarkan hasil pengujian, konsentrasi binder 7% pada proses pencapan kain polyester dengan zat warna pigmen menghasilkan ketahanan luntur warna yang  kurang baik dilihat dari nilai gray staining-nya pada angka 3,walaupun daya handfeel-nya lembut. Sedangkan binder dengan konsentrasi 20%, memiliki kelunturan warna yang sangat baik dilihat dari nilai staining gray scale-nya pada angka 4-5, namun daya handfeel kainnya begitu kaku. Binder dengan konsetrasi 10% memberikan hasil yang lebih seimbang, dengan memiliki nilai staining gray scale 3-4 dan daya handfeel kain yang masih cukup nyaman. sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi binder 10% memberikan hasil yang optimal baik dari segi kelunturan warnanya dan sifat handfeel-nya.
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TERHADAP EFEK HANDFEEL (PEGANGAN) DENGAN PENAMBAHAN SOFTENER PADA PROSES PENYEMPURNAAN KAIN RAYON 100% Mulyana, Yayan; Afriani Kusumadewi, Afriani Kusumadewi
TEKNOLOGI NUSANTARA Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri tekstil di era globalisasi ini sangatlah pesat. Hal ini dapat diketahui dari persaingan antar perusahaan yang semakin meningkat. Bukan hanya perusahaan berskala besar dan internasional, bahkan perusahaan kecil pun juga mengalami persaingan global. Salah satu cara agar perusahaan mampu bertahan yaitu dengan menjaga dan meningkatkan kualitas barang produksinya agar tidak ditinggalkan para konsumen, berbicara soal kualitas, tidak terlepas dari standar operasional prosedur (SOP) yang mencakup segala kegiatan produksi. Proses produksi di dalam industri tekstil salah satu diantaranya adalah proses penyempurnaan. Penyempurnaan adalah proses yang mengubah kain tenun atau rajutan menjadi bahan yang dapat digunakan lebih khusus lagi setelah pencelupan benang atau kain untuk meningkatkan tampilan, kinerja, atau tangan (rasa) hasil akhir. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan proses penyempurnaan, salah satunya adalah parameter temperatur, karena temperatur yang optimal pada proses penyempurnaan diperlukan untuk mendapatkan hasil akhir kain yang diinginkan seperti efek handfeel yang lembut, gramasi serta dimensional stability yang konsisten. Purnama Tirtatex memproduksi berbagai jenis kain yang digunakan untuk bahan pakaian. Jenis produksinya adalah poliester, rayon dan campuran dari keduanya yang digunakan untuk bahan formal yaitu kemeja. Untuk memenuhi keinginan dari konsumen maka pada proses akhir dilakukan proses penyempurnaan. Proses penyempurnaan yang dilakukan adalah dengan menambahkan softener supaya didapatkan efek handfeel yang lembut sesuai dengan standar yang diinginkan konsumen. Ketika menambahkan softener pada proses penyempurnaan, seringkali terjadi masalah seperti efek kekuningan setelah proses penyempurnaan. Hal ini salah satunya disebabkan oleh faktor temperatur yang berbeda-beda pada saat proses penyempurnaan. CV. Purnama Tirtatex seringkali melakukan uji coba temperatur pada saat proses penyempurnaan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan temperature yang optimal pada saat proses penyempurnaan, sehingga hasil akhir tidak hanya memiliki efek handfeel lembut saja akan tetapi juga tidak merubah warna asli menjadi kekuningan karena penerapan temperatur yang terlalu panas. Adapun pada penelitian ini temperatur divariasikan menjadi 3 macam diantaranya adalah 1500C, 1800C dan 1900C.
PROSES PENYEMPURNAAN KAIN POLYESTER DENGAN PENAMBAHAN RESIN PVAC A501 BERDASARKAN VARIASI KONSENTRASI RESIN PADA EFEK PEGANGAN (HANDFEEL) Kusumadewi, Afriani; Haryanto, Agung; Abdullah, Fadil
Jurnal Inkofar Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v9i1.442

Abstract

Penyempurnaan tekstil menggunakan senyawa resin merupakan salah satu usaha untuk memperbaiki sifat serat yang kurang dikehendaki. Penyempurnaan resin ini termasuk penyempurnaan kain secara kimiawi karena menggunakan zat kimia seperti resin sintetik. Bahan ini dapat digunakan secara eksternal dan internal, pada penggunaan eksternal senyawa resin hanya menempel atau terserap pada permukaan bahan saja. Hasil dan pembahasan pengamatan ini terdiri dari dua jenis variabel: variabel dependen dan independen. Dalam pengamatan ini, variabel dependen adalah mesin finishing stenter, sedangkan variabel independen adalah variasi resin terhadap kain polyester. Pada tulisan ini, disajikan data pengamatan yang diperoleh dari hasil variasi resin 60 gram/liter, 80 gram/liter dan 100 gram/liter. Analisis yang akan dilakukan adalah untuk memberikan gambaran seberapa jauh pengamatan mengenai pengaruh konsentrasi variasi resin pada proses finishing dengan mesin stenter terhadap hasil gramasi kain, hasil pengujian ketebalan kain dan efek handfeel yang ditimbulkan.
PROGRAM PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH KAIN PERCA (PATCH WORK) UNTUK INTERIOR RUANGAN PADA GURU DAN ORANG TUA MURID RUMAH NGAJI AL UKHUWAH Afriani Kusumadewi; Feny Nurherawati; Filly Pravitasari
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 04 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan limbah kain sisa merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang mendasari diciptakannya produk daur ulang (recycles). Pemanfaatan limbah kain perca ini bisa dioptimalkan karena adanya keterampilan pembuatan kerajinan yang berasal dari kain perca dimana sisa kain dari produksi pakaian dijadikan sebagai material utama produk daur ulang (recycles). Perancangan ini menggunakan limbah kain perca yang dapat menciptakan produk baru yang ramah lingkungan sehingga dapat memberikan kontribusi dalam bidang desain produk dengan mengembangkan potensi pengolahan limbah tekstil. Proses perancangan limbah kain perca dilakukan dengan teknik Patchwork yang menyusun dan menggabungkan kain perca aneka warna dan motif mengikuti pola berulang dengan cara dijahit tangan atau mesin, sedangkan teknik Applique adalah seni membentuk gambar dari potongan kain dan ditempel diatas permukaan kain dengan menggunakan jahitan tangan atau mesin pula. Kerajinan dan perlengkapan rumah tangga seperti tas, sarung bantal, taplak meja dan alas gelas termasuk kepada barang yang selalu kita gunakan dirumah dan dibutuhkan dalam aktifitas sehari-hari. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para guru dan orang tua murid di Rumah Ngaji Al Ukhuwah adalah melalui pemberian pelatihan penggunaan kain perca dan pakaian bekas untuk pembuatan tas, sarung bantal, taplak meja dan alas gelas dengan jarum jahit tangan dan mesin jahit listrik portable. Metode yang telah dilakukan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan dan pelatihan kepada para guru dan orang tua murid di Rumah Ngaji Al Ukhuwah tentang cara pembuatan tas, sarung bantal, taplak meja dan alas gelas.
THE The Effect Of Ring Frame Thread Number And Winding Machine Counter On The Weight Of 69G Lot Cones On Winding Machine Number 8 Pravitasari, Filly; Kusumadewi, Afriani; Nurherawaty, Feny; Sulistio, Rino
Sainteks: Jurnal Sain dan Teknik Vol 6 No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/sainteks.v6i1.655

Abstract

Abstract: A good and appropriate product quality control system can maintain product quality in accordance with the standards set by the company. Fabrics produced at PT X still has problems, namely the existence of product defects that exceed the maximum tolerance limit for defective products that have been set by the company, which is 2%. Types of fabric defects that often occur include color not ok (WTO), spot defects, crease marks and dirty color, so it is necessary to do an analysis for product quality control in each process using statistical quality control methods. ). Statistical quality control can detect the existence of special causes in variations or process errors through analysis of data from the past and the future by finding the cause of damage or product defects through existing data. Based on the results of the p control chart (p-chart) it was found that the quality of 100% viscose rayon fabric was outside the control limit, it was shown that there were still points that were outside the control limit and these points fluctuated very high and irregularly. This is an indication that the process is in an uncontrolled state or is still experiencing deviations. Furthermore, the results of the causal diagram analysis can identify the factors that cause defects in the production process, which are derived from factors of workers, production machines, work methods, and dyestuff/material. The data from the statistical quality control results can be quickly corrected so that the same mistakes do not happen again. Keywords : Quality Control, Fabric Defects, fishbone diagram
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TERHADAP EFEK HANDFEEL (PEGANGAN) DENGAN PENAMBAHAN SOFTENER PADA PROSES PENYEMPURNAAN KAIN RAYON 100% Mulyana, Yayan; Afriani Kusumadewi, Afriani Kusumadewi
Teknologi Nusantara Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri tekstil di era globalisasi ini sangatlah pesat. Hal ini dapat diketahui dari persaingan antar perusahaan yang semakin meningkat. Bukan hanya perusahaan berskala besar dan internasional, bahkan perusahaan kecil pun juga mengalami persaingan global. Salah satu cara agar perusahaan mampu bertahan yaitu dengan menjaga dan meningkatkan kualitas barang produksinya agar tidak ditinggalkan para konsumen, berbicara soal kualitas, tidak terlepas dari standar operasional prosedur (SOP) yang mencakup segala kegiatan produksi. Proses produksi di dalam industri tekstil salah satu diantaranya adalah proses penyempurnaan. Penyempurnaan adalah proses yang mengubah kain tenun atau rajutan menjadi bahan yang dapat digunakan lebih khusus lagi setelah pencelupan benang atau kain untuk meningkatkan tampilan, kinerja, atau tangan (rasa) hasil akhir. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan proses penyempurnaan, salah satunya adalah parameter temperatur, karena temperatur yang optimal pada proses penyempurnaan diperlukan untuk mendapatkan hasil akhir kain yang diinginkan seperti efek handfeel yang lembut, gramasi serta dimensional stability yang konsisten. Purnama Tirtatex memproduksi berbagai jenis kain yang digunakan untuk bahan pakaian. Jenis produksinya adalah poliester, rayon dan campuran dari keduanya yang digunakan untuk bahan formal yaitu kemeja. Untuk memenuhi keinginan dari konsumen maka pada proses akhir dilakukan proses penyempurnaan. Proses penyempurnaan yang dilakukan adalah dengan menambahkan softener supaya didapatkan efek handfeel yang lembut sesuai dengan standar yang diinginkan konsumen. Ketika menambahkan softener pada proses penyempurnaan, seringkali terjadi masalah seperti efek kekuningan setelah proses penyempurnaan. Hal ini salah satunya disebabkan oleh faktor temperatur yang berbeda-beda pada saat proses penyempurnaan. CV. Purnama Tirtatex seringkali melakukan uji coba temperatur pada saat proses penyempurnaan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan temperature yang optimal pada saat proses penyempurnaan, sehingga hasil akhir tidak hanya memiliki efek handfeel lembut saja akan tetapi juga tidak merubah warna asli menjadi kekuningan karena penerapan temperatur yang terlalu panas. Adapun pada penelitian ini temperatur divariasikan menjadi 3 macam diantaranya adalah 1500C, 1800C dan 1900C.
Pembuatan Sabun Padat Transparan Dengan Penambahan Eco-enzyme Atau Aloevera Sebagai Antibakteri di Desa Palasari, Kabupaten Subang Iis Ananda Astari; Galu Murdikaningrum; Selly Dini Musdalivakh; Adisti Ramadan; Rini Siskayanti; Lia Muliati; Luciana Luciana; R Kiki Abdul Muluk; Afriani Kusumadewi
JAMARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol 1 No 01 (2024): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v1i01.684

Abstract

Sabun memiliki peran yang penting dalam kehidupan. Sabun mandi telah menjadi andalan masyarakat untuk menjaga kesehatan kulit dan memiliki beragam variasi baik dari segi bentuk, aroma hingga harga. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada peserta cara membuat sabun padat transparan dengan penambahan eco-enzyme dan aloevera sebagai zat antibakteri. Tahapan kegiatan pengabdian diawali dengan pemilihan lokasi, yaitu di Desa Palasari Kecamatan Ciater Kabupaten Subang, dilanjutkan penyiapan alat dan bahan serta eksperimen di labratorium untuk memperoleh kondisi dan resep yang optimal, dan terakhir adalah pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Pada pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode ceramah dalam penyampaian materi serta praktek pembuatan sabun padat transparan antibakteri yang melibatkan peserta kegiatan dan dilanjutkan dengan diskusi. Kegiatan berlangsung lancar dan peserta mengikuti dan terlibat pada praktik pembuatan sabun dengan antusias. Dampak positif dari kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan sabun padat antibakteri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang bisa diperoleh di lingkungan sekitar, sehingga harapannya masyarakat bisa mengaplikasikan pelatihan ini dalam karya nyata sebagai penghasilan tambahan.
Edukasi Manfaat Tanaman Herbal Bagi Tubuh Manusia Pada Anak-anak Kelompok Belajar RA Ibnu Sahnun Filly Pravitasari; Feni Nurherawati; Afriani Kusumadewi; Luciana Luciana
JAMARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol 1 No 01 (2024): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v1i01.685

Abstract

Keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia begitu beragam, salah satunya adalah tanaman herbal. Tanaman herbal sangat mudah dijumpai dalam kehidupan sehari – hari. Pemanfaatan tanaman herbal dapat dijadikan sebagai bumbu masakan atau sebagai obat keluarga. Jenis tanaman herbal yang dimiliki Indonesia beragam, sebagian kecil diantaranya adalah jahe, kunyit, kencur, daun sirih, serai, lidah buaya, lengkuas dll. Edukasi pengenalan tanaman herbal pada Anak-Anak memiliki tujuan agar Anak-Anak mengetahu sejak dini manfaat masing masing tanaman herbal dan perbedaan fisik, aroma dan warna masing masing tanaman herbal. Edukasi pada Anak-Anak kelompok belajar RA Ibnu sahnun dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan langsung dan memberikan sampel olahan tanaman herbal berupa minuman kunyit asam.
Pembuatan Hand Sanitizer Berbahan Eco-enzyme di SMK Logistik Sumedang Rifa Mar’atul Fikriyah; Rini Siskayanti; Alfi Aulia Ajilan; Lia Muliati; Rani Pramudyo Ningtyas; Galu Murdikaningrum; Luciana Luciana; Afriani Kusumadewi; Filly Pravitasari; Feny Nurherawati
JAMARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol 1 No 01 (2024): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v1i01.700

Abstract

Hand sanitizer merupakan produk kesehatan yang memiliki beragam variasi dari segi aroma, warna, dan harga. Pemanfaatan hand sanitizer dari enzim alami (eco-enxym) hasil limbah organik yang difermentasi ini dapat menjadi upaya dalam meminimalisir angka kematian akibat Covid-19 serta menjadi ajang masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan memanfaatkan sampah rumah tangganya menjadi sebuah produk yang bermanfaat juga memiliki nilai ekonomi. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada peserta cara membuat hand sanitizer dengan penambahan eco-enzyme sebagai zat antibakteri. adapun tahapan kegiatan pengabdian diawali dengan pemilihan lokasi, yaitu di SMK Logistik Sumedang, dimana kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama antar SMK Logistik Sumedang dengan Universitas Insan Cendekia Mandiri, selanjutnya penyiapan alat dan bahan serta melakukan uji coba produk hasil penelitan dan terakhir adalah pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Pada pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pemaparan materi sambil praktek langsung pembuatan hand sanitizer yang melibatkan peserta kegiatan, mahasiswa dan dosen. Kegiatan berlangsung lancar, peserta terlibat langsung pada praktik pembuatan hand sanitizer dengan antusias. Dampak positif dari kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan hand sanitizer sekaligus kegiatan mengurangi sampah di masyarakat, sehingga harapannya masyarakat bisa mengaplikasikan pelatihan ini dalam karya nyata sebagai penghasilan tambahan hand sanitizer pada PkM ini merupakan hasil penelitian mahasiswa Universitas Insan Cendekia Mandiri yang sudah diuji secara klinis dan terbukti aman digunakan.