Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Implementasi Program Kampus Mengajar Angkatan 4 dan Dampaknya Terhadap Budaya Literasi Siswa di SDN 43 Cakranegara Hesti Andriyani; Muh. Zubair; Bagdawansyah Alqadri; Mohammad Mustari
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1200

Abstract

Kampus Mengajar merupakan salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan untuk membantu meningkatkan literasi, numerasi, adaptasi teknologi dan administrasi sekolah. Hadirnya program kampus mengajar ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa di seluruh indonesia untuk meningkatan kemampuan soft skill dan hard skill  nya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk implementasi program kampus mengajar, hambatan yang dihadapi serta dampak dari program kampus mengajar terhadap budaya literasi siswa di SDN 43 Cakranegara. Penelitian ini menggunakan penedekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik observasi, Wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan data yang telah diambil menunjukkan bahwa bentuk implementasi program kampus mengajar angkatan 4 di SDN 43 Cakranegara  berupa pembuatan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS), pembuatan media Pojok Baca, Pengaktifan perpustakaan, Tarik tali keberuntungan, dan Peta Literasi. Hambatan yang dihadapi dalam pegimplementasian program kampus mengajar yakni kurangnya koordinasi pemerintah pusat dengan daerah/sekolah serta sarana dan prasarana yang tidak memadai. Adapun dampak dari Implementasi program kampus mengajar angkatan 4 terhadap Budaya Literasi Siswa dapat dilihat dari hasil tes kemampuan literasi siswa dengan menggunakan portal MBKM yang menunjukkan adanya perubahan sebesar 25,64% dari rentan 0-100%. Jadi program-program yang di implementasikan oleh mahasiswa kampus mengajar dapat memberikan dampak terhadap budaya literasi siswa, meskipun sedikit jika di ukur dari rentang yang ditentukan.
Peran Guru PPKn dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMA Muhammadiyah Sumbawa Edy Kurniawansyah; Ahmad Fauzan; Mohammad Mustari
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i2.1454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Guru PPKn dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMA Muhammadiyah Sumbawa. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang berisi jenis pertanyaan-pertanyaan yang akan dibagikan. Adapun subjek penelitian atau informan yang terlibat dalam penelitian ini ada guru dan siswa SMA Muhammadiyah Sumbawa. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan guru PPKn dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Muhammadiyah Sumbawa antara lain memberikan angka yang objektif, memberikan hadiah kepada siswa yang mendapatkan juara perlombaan antar kelas dan juara kelas, guru memberikan pujian kepada siswa yang dapat menjawab pertanyaan yang diberikan pada saat pelajaran atau saat mendapatkan nilai yang memuaskan setelah ulangan atau tugas, memberikan hukuman berupa memberikan tugas tambahan, memberikan masukan kepada siswa yang prestasinya masih kurang standar Kendala yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
Manajemen Kepemimpinan Sekolah (Leaddership) Di SMPN 2 Mataram Farhuriah; Mohammad Mustari
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6618

Abstract

Manajemen kepemimpinan dalam Lembaga Pendidikan di SMPN 2 Mataram Dimana karakter kepemimpinan yang efektif memudahkan proses koordinasi dalam mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Kepemimpinan Pendidikan di pahami sebagai kemampuan mendorong terselenggaranya proses Pendidikan sehingga sasaran pendidikan dapat di capai secara optimal, efektif, dan efisien. Manajemen kepemimpinan di gambarkan sebagai peran manajerial yang mampu memengarhui individu maupun kelompok dalam meraih hasil yang di sepakati bersama. Kepala sekolah di harapkan hadir sebagai pemimpin kepala sekolah menjadi factor utama dalam keberhasilan penyelenggaraan Pendidikan di sekolah. Secara hakikat, kepemimpinan merupakan kemampuan untuk membina, membimbing, mengarahkan, serta menggerakkan orang lain agar dapat bekerja sama mencapai tujuan organisasi. Dalam prosesnya pemimpin meenjalankan berbagai fungsi untuk mengarahkan pihak-pihak yang terlibat dalam organisasi yang di pimpinya, kepemimpinan merupakan bagian dari fungsi manajemen yang mencakup perencanaan dan pengorganisasian, namun focus utamanya adalah memengaruhi anggota organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Pemimpin yang kompeten akan mendorong peningkatan kinerja setiap anggota, sementara pemimpinan yang kurang efektif dapat menghambat tercapai tujuan Lembaga. Penelitian menggunakan metode Pendekatan kualitatif,  Temuan menemukan bahwa pemimpin perlu  mampu mengendalikan dirinya terlebih dahulu sebelum mengarahkan orang lain. Visi dan misi sekolah di SMPN 2 Mataram dapat terealisasi secara efektif melalui kepemimpinan kepala sekolah yang memiliki visi yang jelas, mengutamakan peningkatan prestasi peserta didik dan kinerja sekolah  menjalankan program yang positif dan terarah, memanfaatkan sumber belajar secara optimal, serta melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan agar kelebihan dan kelemahan dapat di identifikasikan
Analisis Evaluasi Kepuasan Mahasiswa Terhadap Performa Dosen (Studi Pada Prodi PPKn FKIP Unram) Edy Kurniawansyah; Lalu Sumardi; Mohammad Mustari; Hassa Noviana
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3620

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan proses untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan dalam menentukan sejauh mana dan bagaimana pembelajaran yang telah berjalan agar dapat membuat penilaian (judgement) dan perbaikan yang dibutuhkan untuk memaksimalkan hasilnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan mahasiswa terhadap performa dosen pada Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FKIP Universitas Mataram. Penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran dosen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan perlunya evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja dosen. Metode yang digunakan adalah metode survei deskriptif melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa pada semester ganjil tahun akademik 2024/2025. Data yang diperoleh dianalisis oleh Gugus Penjaminan Mutu Prodi untuk dijadikan bahan evaluasi dan peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa merasa puas terhadap performa dosen, terutama dalam aspek motivasi belajar, metode pembelajaran, penguasaan materi, serta komunikasi dosen dengan mahasiswa. Namun, masih ditemukan beberapa kelemahan salah satunya dosen yang jarang hadir. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perbaikan strategi pembelajaran dan pengembangan profesional dosen guna meningkatkan mutu pendidikan di Prodi PPKn.
Penguatan konsep dan identifikasi kearifan lokal untuk asesmen afektif melalui workshop partisipatif Candra Candra; Heri Hadi Saputra; Mohammad Mustari; Muh. Zubair
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39317

Abstract

Abstrak      Transformasi Kurikulum Merdeka menuntut pengembangan Profil Pelajar Pancasila, yang mensyaratkan guru menguasai asesmen ranah afektif dengan validitas kontekstual dan reliabilitas yang memadai. Tantangan mendasar adalah rendahnya pemahaman konseptual guru mengenai kaidah psikometris instrumen non-tes dan kegagalan mengaitkan penilaian afektif dengan ekologi budaya lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menguatkan pemahaman konseptual guru dan meningkatkan kemampuan mereka mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal dalam tari rudat untuk ditransformasi menjadi kisi-kisi indikator perilaku operasional. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) Tahap Awal, dikombinasikan dengan workshop intensif dan pendampingan reflektif pada 15 guru sekolah dasar negeri 2 pemenang timur Lombok utara. Keberhasilan program diukur secara kuantitatif melalui Uji-t Sampel Berpasangan (Paired Sample T-Test) pada hasil Pre-Test dan Post-Test untuk mengukur peningkatan pemahaman konseptual dan teknis. Hasil kualitatif berfokus pada analisis kualitas kisi-kisi indikator operasional yang dirumuskan guru. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan kompetensi konseptual yang sangat signifikan (rata-rata skor Post-Test 88,52; p < 0,001), melampaui target luaran program sebesar 20%. Secara kualitatif, guru berhasil mentransformasi nilai abstrak menjadi kisi-kisi indikator perilaku yang Spesifik dari budaya tari rudat, yang merupakan prasyarat Validitas Kontekstual instrumen. Kegiatan ini merekomendasikan tindak lanjut PkM untuk praktik penyusunan instrumen pada tahap berikutnya. Kata kunci: asesmen afektif; kearifan lokal; workshop partisipatif. Abstract      The transformation of the Merdeka Curriculum demands the development of the Pancasila Student Profile, requiring teachers to master affective domain assessment with adequate contextual validity and reliability. The fundamental challenge is the low conceptual understanding of teachers regarding the psychometric rules of non-test instruments and the failure to link character assessment with local cultural ecology. This community service activity aims to strengthen teachers' conceptual understanding and increase their ability to identify local wisdom values tari rudat to be transformed into blueprints of operational behavioral indicators. The method used is the Initial Phase of Participatory Action Research (PAR), combined with intensive workshops and reflective mentoring for 15 primary school teachers in the East Pemenang 2 State Elementary School, Lombok uatara. Program success was measured quantitatively using a Paired Sample T-Test on Pre-Test and Post-Test results to measure the increase in conceptual and technical understanding. Qualitative results focused on the analysis of the quality of the operational indicator blueprints formulated by the teachers. Quantitative results showed a highly significant increase in conceptual competence (average Post-Test score 88.52; p < 0.001), exceeding the program's minimum target of 20%. Qualitatively, teachers successfully transformed abstract values into specific and culturally sensitive behavioral indicator blueprints, which is a prerequisite for Contextual Validity of instruments. This activity recommends a follow-up Community Service activity for the practical drafting of instruments in the next phase. Keywords: affective assessment; local wisdom; participatory workshop.