Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Penggunaan Lingkaran Nama-Nama Hari untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Matematika Kelas 1 SDABC Gunung Sitoli [The Use of the Names of the Days as a Teaching Aid to Increase Mathematics Cognitive Achievement of Grade 1 Students at ABC Elementary School in Gunungsitoli] Beti Lamba; Widiastuti Widiastuti
Polyglot Vol 12, No 1 (2016): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v12i1.385

Abstract

The outcome of cognitive learning is a measurement of the students’ success during the learning process. The students’ learning outcome in putting the names of the days in order is considered in the low range. This is because the students misunderstood the concept of putting the names of the days in order and so the names of the days teaching aid is needed. The aim of this research is to improve the students’ cognitive learning outcomes using the names of the days teaching aid. The method of this research is Classroom Action Research (CAR) using four steps: planning, action, observation, and reflection, which is then analyzed using a descriptive analysis technique. The subject of this research is Grade 1 students of ABC Gunungsitoli elementary school. The instruments used in this research are observation sheet, check list, worksheet, student questionnaire sheet, mentor’s feedback sheet, reflection, and interview. Every cycle done is based on all the pre-planned lessons created by the researcher.  According to the result of the research using the name of the days teaching aid, there were 26 students out of 28 students who improved their cognitive learning outcome by as much as 93%, which resulted in achieving the KKM standard (the standard is 65). This improvement was achieved by giving the students the names of the days teaching aid. Finally, it is concluded that using the names of the days teaching aid can improve the students’ learning outcomes in mathematic lessons in grade 1 at ABC elementary school in Gunungsitoli.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Hasil belajar kognitif merupakan suatu pengukuran untuk melihat keberhasilan siswa selama proses belajar. Hasil belajar mengurutkan nama-nama hari tentang sebelum dan sesudah, terbilang cukup rendah. Hal ini dikarenakan pemahaman konsep dari ilmu pengetahuan siswa yang salah dalam mengurutkan nama-nama hari. Oleh karenanya, dibutuhkan alat peraga lingkaran nama-nama hari. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa melalui penggunaan alat peraga lingkaran nama-nama hari. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas menggunakan empat tahapan yaitu; perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi yang dianalisis secara deskriptif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 1 SD yang dilakukan pada salah satu sekolah ABC Gunungsitoli. Penelitian ini menggunakan instrumen lembar observasi, lembar daftar cek (Check List), Lembar tes, lembar angket siswa, lembar umpan balik guru mentor, refleksi, dan wawancara. Setiap siklusnya dilakukan sesuai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan alat peraga lingkaran nama-nama hari, didapatkan 26 siswa dari 28 siswa hasil belajar kognitif meningkat yaitu 93% yang mencapai nilai standar KKM 65. Peningkatan tersebut dilakukan dengan cara memberikan alat peraga lingkaran nama-nama hari kepada setiap siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga lingkaran nama-nama hari dapat meningkatkan hasil belajar kognitif pada mata pelajaran Matematika siswa kelas 1 SD ABC Gunungsitoli.
MENGATASI KETERBATASAN SARANA PRASARANA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI [OVERCOMING FACILITIES LIMITATIONS AFFECTING PHYSICAL EDUCATION LEARNING ACTIVITIES] Widiastuti Widiastuti
Polyglot Vol 15, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v15i1.1091

Abstract

Movement and physical activity are at the center of physical education and the availability of adequate facilities is necessary for the success of learning activities. The limited availability of facilities can hinder physical education classes from running effectively and as expected. A physical education learning strategy is needed to overcome difficulties due to limited physical education facilities. This research is qualitative based on a case study. The instruments used in this research are observation, interviews, and questionnaires. The data is analyzed descriptively. The research shows that the teaching and learning strategies used to overcome limited physical education facilities can include the modification of teaching materials to suit the available facilities, modification of the facilities to suit the teaching materials, or adjusting the available time allocation for the class.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Pembelajaran di dalam pendidikan jasmani tidak lepas dari aktivitas jasmani atau gerak, sehingga sarana prasarana merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani. Kondisi sarana prasarana yang terbatas dapat menghambat pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi pembelajaran pendidikan jasmani untuk mengatasi keterbatasan sarana prasarana tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan tentang strategi pembelajaran pendidikan jasmani dalam mengatasi keterbatasan sarana prasarana. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Instrumen penelitian berupa observasi, wawancara, dan kuisioner. Data diolah dengan analisis deskripsi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang digunakan untuk mengatasi keterbatasan sarana prasarana adalah dengan pemilihan materi pendidikan jasmani yang disesuaikan dengan sarana prasarana yang ada di sekolah, memodifikasi sarana prasarana, dan menyesuaikan alokasi waktu yang tersedia.
Penerapan Metode Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif IPA di SD Kristen Gunungsitoli Utara [The Implementation of the Numbered Heads Together (NHT) Strategy to Increase Cognitive Achievement of Grade IV Students in a Science Class Learning about Plants at a Christian Primary School in Gunung Sitoli Utara] Ayunda Putri Putranti; Widiastuti -
Polyglot Vol 12, No 2 (2016): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v12i2.370

Abstract

Science learning in grade IV requires students to be able explain the structure and function of plants. Students who could not explain the structure and the function of plants had low  cognitive learning scores. The researcher used the Numbered Heads Together (NHT) strategy to increase the students’ cognitive learning score and also to discover the steps involved in applying NHT in a science class learning about plants structures. The research method used was Classroom Action Research model by  Kemmis and Taggart for 2 cycles. The research was conducted at SD Kristen Gunungsitoli Utara grade IV on 26 October 2016. The instruments that were used were test sheets, students’ questionnaire sheets, researcher checklist sheets, mentor’s observation sheets, mentor’s interview sheets, students’ interview sheets, mentor’s feedback sheets, and the researcher's reflective journal. The result from this research showed that the NHT method could increase the students’ cognitive learning score when students were divided into groups, given questions,  thought together, and answered the given questions. It could be concluded that the Numbered Heads Together strategy is the right method to increase cognitive learning scores. BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Pembelajaran IPA kelas IV menuntut siswa untuk mampu menjelaskan struktur dan fungsi tumbuhan. Namun realitanya siswa belum mampu menjelaskan struktur dan fungsi tumbuhan dengan tepat sehingga menyebabkan perolehan hasil belajar kognitif siswa menjadi rendah. Peneliti menggunakan metode Numbered Heads Together (NHT) untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa melalui metode NHT dan juga untuk mengetahui langkah penerapan metode NHT pada pembelajaran IPA materi bagian tumbuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart selama dua siklus. Penelitian dilaksanakan di SD Kristen Gunungsitoli Utara kelas IV tanggal 26 Oktober 2016 sampai 29 Oktober 2016. Instrumen yang digunakan selama siklus antara lain lembar tes, lembar angket siswa, lembar check-list peneliti, lembar observasi guru pamong, lembar wawancara guru pamong, lembar wawancara siswa, lembar feedback guru pamong, dan jurnal refleksi peneliti. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode NHT dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa kelas IV pada mata pelajaran IPA materi bagian tumbuhan dengan cara melakukan pembagian kelompok, memberikan pertanyaan, berpikir bersama dan menjawab pertanyaan yang diberikan. Maka dapat disimpulkan bahwa metode Numbered Heads Together merupakan metode yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar kognitif.
Penerapan Media Pembelajaran Visual Dalam Membangun Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Yonathan Hae; Year Rezeki Patricia Tantu; Widiastuti Widiastuti
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v3i4.522

Abstract

Pemberian media pembelajaran yang tepat sesuai karakteristik anak SD dapat mendorong peningkatan motivasi belajar siswa. Realita yang dialami oleh siswa SD kelas 5 di salah satu sekolah yang ada di Sulawesi Utara adalah siswa kurang aktif dan tidak begitu tertarik kepada penyajian materi dan pertanyaan yang diberikan oleh guru. Hal ini disebabkan kurangnya penggunaan gambar visual dan penjelasan yang dilakukan lebih banyak menggunakan teks. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan media pembelajaran visual dalam membangun motivasi belajar siswa SD kelas 5. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2020. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, studi dokumentasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan dengan pemberian media pembelajaran visual yang menekankan kepada prinsip kesederhanaan, penekanan, dan keterpaduan dapat membangun motivasi belajar siswa kelas 5 SD saat belajar. Selain itu, media pembelajaran visual perlu dirancang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditentukan
MENGATASI PERMASALAHAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI BIMBINGAN BELAJAR SIGMA [OVERCOMING STUDENTS' LEARNING MOTIVATION PROBLEMS IN SIGMA LEARNING HOUSE] Tanti Listiani; Melda Jaya Saragih; Oce Datu Appulembang; Widiastuti Widiastuti
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 6, No 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v6i1.5122

Abstract

SIGMA tutoring is conducted in a church, namely the HKBP Binong Permai Tangerang. Because of the pandemic of COVID-19 in 2021, parents of church congregations have complaints about learning difficulties experienced by their children while online learning. The problem arises because the material studied by their children is quite difficult for their parents to guide. A solution is needed to overcome these problems, namely through Sigma tutoring. Sigma tutoring is implemented online by providing individual guidance for students. Online tutoring is being implemented currently according to government recommendations, it is prohibited to conduct face-to-face meetings between individuals. Even though by online learning, Sigma tutoring has a positive impact, namely that students/tutees feel helped by their learning difficulties, and tutors who are students can further hone their teaching skills through this Sigma tutoring. BAHASA INDONESIA ABASTRACT: Bimbingan belajar SIGMA dilaksanakan di sebuah gereja yakni HKBP Binong Permai Tangerang. Akibat Pandemi akibat COVID-19 pada tahun 2021 ini, orang tua dari jemaat gereja memiliki keluhan atas kesulitan belajar yang dialami anak-anaknya saat belajar online. Permasalahan muncul karena materi yang dipelajari oleh anak-anaknya cukup sulit untuk  dibimbing oleh orang tua mereka. Dibutuhkan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, yakni melalui bimbingan belajar Sigma. Bimbingan belajar Sigma adalah bimbingan belajar yang dilaksanakan secara online, dengan memberikan bimbingan per individu untuk peserta didik. Bimbingan belajar secara online sedang marak dilaksanakan karena saat ini sesuai anjuran pemerintah melarang untuk melakukan pertemuan  tatap muka antar personal. Meskipun  dilakukan secara online, bimbingan belajar Sigma memberikan dampak positif yakni peserta didik/tutee merasa terbantu kesulitan belajarnya serta Tutor yang adalah mahasiswa dapat semakin mengasah kemampuan mengajarnya melalui bimbingan belajar Sigma ini.
Studi Eksplorasi Program Edunation dalam Mempersiapkan Fasilitator Belajar di Yayasan Emmanuel Yubali Ani; Ashiong Parhehean Munthe; Widiastuti Widiastuti
Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2019): The Journal of Innovation in Elementary Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.158 KB) | DOI: 10.22236/jipd.v5i1.88

Abstract

The Edunation Program at Emmanuel Foundation is a program that prepares the learning facilitators (instructors) who are sitting at the high school level to be able to teach elementary students in the surrounding environment. The purpose of this study was to explore: (1) the activities that needed to prepare learning facilitators at Emmanuel Foundation; (2) the implementation of the Edunation program in preparing this learning facilitator; (3) material provided in preparing learning facilitators; (4) benefits obtained by learning facilitators, Emmanuel Foundation, and students taught through this program; and (5) obstacles faced in implementing the Edu-nation program in preparing facilitators. The research method was descriptive qualitative research exploration methods. Research subject was 20 students. The research was conducted from March-June 2018. Data collection techniques were interviews and observation. The results of this research included: 1) training, direct practice, visited to the place of teaching facilitators, making teaching aids, varied games; 2) there were eight time sessions for one semester; 3) the material provided was pedagogy, basic content (read-write-calculate), class management, and self-recognition; 4) learning facilitators became more concerned with school-age students in their environment, Emmanuel Foundation achieved the expected vision of each student, and students become more enthusiastic in learning; 5) the constraints faced were the time involved with school activities from one of the participating schools.
Penerapan Rules and Procedures Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Lina Lumbantoruan; Widiastuti Widiastuti; Wiyun Philipus Tangkin
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 2 (2021): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i2.1084

Abstract

Kedisiplinan sangat diperlukan dalam proses pembelajaran, namun kenyataannya masih banyak siswa yang menunjukkan sikap tidak disiplin. Berdasarkan hasil observasi di beberapa kelas di salah satu Sekolah Menengah Pertama Kristen di Medan, di dapati bahawa masih terdapat siswa yang tidak mengumpulkan tugasnya lebih banyak disbanding yang mengumpulkan. Oleh karena itu, diperlukan pernerapan rules and procedures. Tujuan dari karya tulis ini untuk memaparkan tentang penerapan rules and procedures untuk meningkatkan kedisiplinan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa guru sebagai penuntun dalam penerapan rules and procedures berperan sebagai pribadi yang berotoritas untuk mengelola kelas serta mengajarkan siswa bertanggung jawab. Siswa yang melanggar rules menerima konsekuensi logis sedangkan siswa yang melanggar procedures akan dinasihati dan dimotivasi. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, sebelum penerapan rule and prosedur tingkat kedisiplinan siswa di bawah 50 % tetapi sesudah penerapan rules and procedures didukung pemberian konsekuensi logis, nasihat dan motivasi kedisiplinan siswa meningkat di atas 50 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan rules and procedures dapat meningkatkan kedisiplinan siswa. Adapun saran kedepannya adalah penerapan rules and procedures akan lebih baik dijelaskan secara tatap muka (synchronous) saat pembelajaran online agar siswa lebih mudah memahami penjelasan dari guru.
Penerapan Strategi Komunikasi Instruksional Dalam Pemberian Instruksi Siswa TK Selama Pembelajaran Online Esther Natalia Sihombing; Widiastuti Widiastuti
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 4 (2021): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i4.1685

Abstract

Pemberian instruksi yang jelas sangat penting dalam proses pembelajaran, terlebih pada saat pembelajaran online, dimana interaksi antara guru dan siswa sangat terbatas. Instruksi yang jelas membantu siswa dalam memahami hal-hal yang harus dilakukan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada salah satu Taman Kanak-Kanak (TK) di Medan, ditemukan siswa mengalami kesalahpahaman terhadap instruksi yang diberikan guru. Hal ini disebabkan instruksi yang diberikan guru kurang jelas sehingga siswa sulit memahami instruksi yang harus dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemberian instruksional untuk mengatasi permasalahan tersebut. Adapun tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan strategi komunikasi instruksional dalam pemberian instruksi siswa TK selama pembelajaran online. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi komunikasi instruksional dalam pemberian instruksi pada siswa TK selama pembelajaran online perlu memperhatikan karakteristik siswa dan tahap perkembangan siswa. Dalam penerapannya, instruksi dapat diberikan secara berulang-ulang dan konsisten. Pemberian instruksi juga perlu memperhatikan artikulasi yang lamban dan sistematis. Bahasa dan kalimat yang digunakan dalam instruksi juga harus sederhana. Instruksi diberikan secara lisan dan tertulis serta dalam memberikan instruksi dalam lembar kerja siswa (LKS) disertai contoh kongkrit dan langkah-langkah pengerjaannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi komunikasi instruksional dapat membantu siswa dalam memahami instruksi selama pembelajaran berlangsung, dalam mengerjakan lembar kerja siswa (LKS), dan tujuan pembelajaran pun dapat tercapai.
Pelatihan Fasilitator Belajar Untuk Tingkat Sma Tahun Ajaran 2019 Yubali Ani; Ashiong Parhehean Munthe; Widiastuti Widiastuti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.983 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.305

Abstract

This activity is a continuation of the 2018-2019 FY training, with the training of high school students from class X and XI as a participant. All students involved were foster children from the Emmanuel Foundation. Compensation from scholarships, high school students are required to assist in learning to read and write for children of primary and early school age around their homes. The high school students certainly do not have the ability to teach, because they are not teachers. Therefore, the Emmanuel Foundation equips these high school students with training for learning facilitators. The purpose of this activity is that students are able to present a learning exhibition about: 1) the ability to spell and read; 2) basic mathematics; 3) making mind mapping; 4) telling stories through story books; 5) explain simple games; and 6) explain the procedure. This training activity was held on Saturday as many as eight meetings for one semester in the Sentul area. Saturday schedule for activities, at 09.00-15.00 and carried out in January-June 2019. The training activities went well, the students in the group were able to present each lesson that was made in accordance with the assessment rubric. Keywords: training, facilitator, learning, mind mapping, class procedures
Pengembangan Diri Sebagai Fasilitator Belajar Pada Program Education Di Sentul Bogor Widiastuti tc; Yubali Ani, Ashiong Parhehean Munthe
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.211 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.307

Abstract

This activity is a continuation of the collaboration that began from the 2018-2019 term I academic year between the Pelita Harapan PGSD-FIP and the Emmanuel Foundation. Activities carried out include; this training is dedicated for learning facilitators to be able to teach creatively and practice their teaching skills at the location of their learning community. The objectives of the training activities are: 1) developing high school students themselves as learning facilitators; 2) lead learners who learn; 3) able to solve problems (problem solver), both for themselves and the environment; 4) being a creative learner; 5) excel in learning achievement; 6) direct practice in the learning community they lead. Implementation of activities in the form of training, including: 1) the provision of material; 2) question and answer session; 3) designing learning plans, making teaching aids, and compiling an assessment of the learning done; 4) games in groups with mentors; and 5) the practice of teaching directly individually in accordance with the plan for implementing the learning they have arranged. The activity takes place from July to December 2018, every Saturday 2 times a month. The training activities are provided help students have knowledge in the field of teaching, such as planning a lesson, making teaching aids, making simple judgments, and carrying out learning. Keywords: development, facilitator, problem solver, learning community