Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pemberdayaan Fasilitator Belajar Siswa Sma Pada Level Menengah Yubali Ani; Ashiong Munthe; Widiastuti Widiastuti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.591 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.766

Abstract

Kegiatan pemberdayaan fasilitator belajar yang dilakukan kepada siswa SMA level menengah (dua) adalah untuk memperlengkapi para peserta di dalam menjawab kebutuhan yang ada di lapangan. Kegiatan pemberdayaan ini diperuntukkan kepada siswa/I SMA yang sudah lulus mengikuti pemberdayaan level dasar (satu). Tujuannya adalah adalah agar para fasilitator belajar mampu merencanakan, melaksanakan, dan melakukan penilaian dengan baik terhadap kegiatan belajar dan mengajar yang mereka lakukan di lingkungan masing-masing. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pemberian materi, latihan mandiri dan kelompok, diskusi, tanya jawab, mentoring, dan presentasi. Kegiatan dilakukan setiap hari Sabtu 2x dalam sebulan, bertempat di daerah Sentul. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini, tidak berjalan sesuai dengan rencana dengan maksimal dikarenakan Pandemi Covid-19. Para peserta lebih dilatih untuk terbiasa menggunakan perangkat HP dan aplikasi yang ada didalamnya. Hal ini dikarenakan keterbatasan perangkat yang dimiliki oleh para peserta. Oleh karena itu, kegiatan ini kami beri nama “Pra-kegiatan” dimana para peserta dipersiapkan untuk dapat mengikuti kegiatan selanjutnya di semester depan dengan terbiasa menggunakan perangkat baik Hp maupun Laptop.
Penyuluhan Orang Tua Dalam Mendukung Pendidikan Anak Sebagai Fasilitator Belajar Widiastuti Widiastuti; Yubali Ani; Ashiong Munthe
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.659 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.777

Abstract

Berdasarkan hasil evaluasi dari pelaksanaan progam Edunation selama dua tahun terakhir, bahwa masih terdapat beberapa fasilitator belajar yang mengundurkan diri di tengah-tengah berlangsungnya pelatihan fasilitator belajar. Hal ini dikarenakan kurangnya dukungan dari orang tua mereka, beberapa orang tua beranggapan bahwa program Edunation ini tidak penting dan membuang waktu sehingga anak tidak bisa membantu orang tua bekerja mencari uang. Pada hal, program ini merupakan salah satu bentuk kompensasi beasiswa yang sudah mereka terima dari Yayasan Emmanuel. Oleh karena itu, diperlukan penyuluhan bagi orang tua yang anaknya ikut serta dalam pelatihan fasilitator belajar. Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk memberikan gambaran tentang manfaat program Edunation dan peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak. Metode kegiatan dilakukan dengan menganalisis situasi terlebih dahulu, kemudian menyusun materi yang dibutuhkan, menyusun rencana pelaksanaan penyuluhan dan terakhir melakukan evaluasi kegiatan penyuluhan. Adapun hasil dari kegiatan penyuluhan tersebut adalah 1.) Orang tua mengetahui pentingnya pendidikan bagi masa depan anak; 2.) Orang tua memiliki pengetahuan bagaimana mendukung anak dalam menjalankan pendidikan; 3.) Orang tua mengetahui tujuan dan manfaat dari anak mengikuti pelatihan fasilitator belajar; 4.) Orang tua mengetahui dampak dari anak menjadi fasilitator belajar di lingkungan mereka; 5.) Orang tua memberikan dukungan terhadap anaknya dalam mengikuti pelatihan sebagai fasilitator belajar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan orang tua efektif untuk memberikan gambaran bagi para orang tua tentang pentingnya pendidikan bagi anak dan manfaat program Edunation.
Bimbingan Belajar Online Dalam Membantu Kebutuhan Belajar Siswa Melda Jaya Saragih; Oce Datu Appulembang; Siane Indriani; Tanti Listiani; Widiastuti Widiastuti
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.854 KB) | DOI: 10.54314/jpstm.v2i2.1109

Abstract

Selama pandemi, kebutuhan belajar siswa beralih menjadi online. Pembelajaran secara online juga membawa beberapa dampak dalam pembelajaran, ditemuai banyak kehilangan pembelajaran, sehingga tidak heran banyak ditemui kesulitan belajar sehingga perlu pendampingan bagi siswa pada saat belajar. Adanya kebutuhan pendampingan belajar bagi anak-anak jemaat di HKBP Binong, bimbingan belajar SIGMA menyediakan pelayanan les gratis secara online bagi warga jemaat HKBP Binong Permai khususnya anak-anak dari bangku SD sampai SMA, namun kegiatan bimbel ini juga terbuka untuk banyak siswa diberbagai daerah dan tidak terbatasi tempat, karena dilakukan secara online. Kegiatan bimbel dilakukan secara online setiap sabtu selama 2 jam, tujuannya agar siswa dapat terbantu untuk memahami pembelajaran di sekolah dan siswa juga dapat semakin termotivasi untuk belajar. Setelah dilaksanakan bimbingan belajar kemudian dievaluasi pelaksanaannya. Terlihat siswa semakin bertambah pengetahuannya dan juga ada siswa yang antusias mengikuti bimbel dimana siswa antusias siswa menanyakan pelajaran diluar jadwal bimbel, namun tidak dipungkiri juga bahwa ada siswa yang malas. Orang tua juga antusias mendorong anaknya untuk mengikuti bimbel, terlihat dari ada orang tua yang meminta PPT ketika anaknya lupa mencatat, mengingatkan anaknya jadwal les, duduk disamping anaknya selama les
APPLICATION OF THE CARD SORT ACTIVE LEARNING METHOD TO IMPROVE STUDENT LEARNING ACTIVITY IN CLASS Della Mora; Oce Datu Appulembang; Widiastuti Widiastuti
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 7 No 2 (2025): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v7i2.1373

Abstract

Learning activeness is an activity that focuses on student development physically, intellectually, emotionally, and mentally so that students are not only recipients of information but are involved in learning. Student activeness is very important because it affects student motivation, engagement, and learning outcomes. Low student activeness can be seen from students being sleepy, not paying attention to the teacher's explanation, not focusing, and not having the courage to ask questions and express opinions. The writing of this final project aims to describe student learning activity through the application of card-sort-type active learning methods in the fifth grade. The research method used is descriptive qualitative. The results showed that, after applying the card sort method, the average learning activeness of fifth-grade elementary school students increased from 53.33% to 80.67%. In conclusion, the card sort type of active learning method can enhance learning activities by providing opportunities for students to be actively involved in the learning process. The author's suggestion for future researchers is to continue investigating the application of active learning methods such as card sort, to enhance learning motivation.
TEACHING READINESS ANALYSIS OF PRESERVICE PRIMARY TEACHERS IN PHYSICAL EDUCATION THROUGH MICROTEACHING Widiastuti Widiastuti; Oce Datu Appulembang; Lastiar Roselyna Sitompul
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 7 No 2 (2025): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v7i2.1399

Abstract

Microteaching serves as a scaled-down teaching practice platform designed to hone fundamental instructional skills among preservice primary teachers. Delivering physical education at the primary level demands specialized competencies distinct from other subjects, given its inherent movement-based nature and outdoor implementation requirements. This study examines the readiness of preservice primary teachers to teach physical education through microteaching activities. Employing a quantitative descriptive approach, we analyzed physical education microteaching assessment data from 28 preservice primary teachers (February-May 2025), evaluating eight core teaching competencies. Results revealed a tripartite competency distribution: High Achievers (16 students): Demonstrated comprehensive mastery of essential microteaching skills, including creative lesson delivery and adaptive classroom management. Intermediate Performers (10 students): Exhibited foundational competence but required refinement in questioning techniques, time management, and instructional transitions. Developing Practitioners (2 students): Showed significant gaps in lesson preparation and teaching confidence, necessitating targeted intervention. The findings underscore two critical implications for teacher preparation: First, most candidates achieved teaching readiness through structured microteaching experiences, validating its efficacy in skill development. Second, the identified competency gaps—particularly in pedagogical content knowledge and self-efficacy-highlight the need for differentiated training approaches. This research emphasizes the indispensable role of microteaching in equipping future elementary teachers with the unique skill set required for effective physical education instruction
MENGATASI PERMASALAHAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI BIMBINGAN BELAJAR SIGMA [OVERCOMING STUDENTS' LEARNING MOTIVATION PROBLEMS IN SIGMA LEARNING HOUSE] Tanti Listiani; Melda Jaya Saragih; Oce Datu Appulembang; Widiastuti Widiastuti
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 6 No. 1 (2021): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v6i1.5122

Abstract

SIGMA tutoring is conducted in a church, namely the HKBP Binong Permai Tangerang. Because of the pandemic of COVID-19 in 2021, parents of church congregations have complaints about learning difficulties experienced by their children while online learning. The problem arises because the material studied by their children is quite difficult for their parents to guide. A solution is needed to overcome these problems, namely through Sigma tutoring. Sigma tutoring is implemented online by providing individual guidance for students. Online tutoring is being implemented currently according to government recommendations, it is prohibited to conduct face-to-face meetings between individuals. Even though by online learning, Sigma tutoring has a positive impact, namely that students/tutees feel helped by their learning difficulties, and tutors who are students can further hone their teaching skills through this Sigma tutoring. BAHASA INDONESIA ABASTRACT: Bimbingan belajar SIGMA dilaksanakan di sebuah gereja yakni HKBP Binong Permai Tangerang. Akibat Pandemi akibat COVID-19 pada tahun 2021 ini, orang tua dari jemaat gereja memiliki keluhan atas kesulitan belajar yang dialami anak-anaknya saat belajar online. Permasalahan muncul karena materi yang dipelajari oleh anak-anaknya cukup sulit untuk  dibimbing oleh orang tua mereka. Dibutuhkan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, yakni melalui bimbingan belajar Sigma. Bimbingan belajar Sigma adalah bimbingan belajar yang dilaksanakan secara online, dengan memberikan bimbingan per individu untuk peserta didik. Bimbingan belajar secara online sedang marak dilaksanakan karena saat ini sesuai anjuran pemerintah melarang untuk melakukan pertemuan  tatap muka antar personal. Meskipun  dilakukan secara online, bimbingan belajar Sigma memberikan dampak positif yakni peserta didik/tutee merasa terbantu kesulitan belajarnya serta Tutor yang adalah mahasiswa dapat semakin mengasah kemampuan mengajarnya melalui bimbingan belajar Sigma ini.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI YANG MENYENANGKAN DI RUMAH BELAJAR VICTORIA, GBI VICTORIA PARK-TANGERANG Christina Purwanti; Thomas Pureklolon; Year Rezeki Patricia Tantu; Hanna Suteja; Widiastuti Widiastuti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2600

Abstract

Pembelajaran merupakan proses yang kompleks dan dinamis yang melibatkan interaksi antara peserta didik, pendidik, metode, strategi, serta sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar yang dirancang secara sistematis. Dalam konteks pendidikan, pembelajaran berperan penting dalam mendukung perkembangan kognitif dan afektif peserta didik dari berbagai jenjang. Salah satu bentuk kompetensi penting yang krusial untuk ditanamkan sejak dini hingga remaja adalah numerasi. Numerasi tidak hanya mencakup keterampilan berhitung, tetapi juga kemampuan untuk menggunakan pengetahuan matematika dalam menyelesaikan persoalan nyata. Untuk menjawab tantangan pembelajaran yang semakin beragam, strategi pembelajaran berdiferensiasi dapat diterapkan guna menyesuaikan pengajaran dengan kesiapan, minat, dan gaua belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi melalui pendekatan pembelajaran berdiferensiasi yang dikemas dalam suasana menyenangkan. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Belajar Victoria, dengan melibatkan mahasiswa TC UPH sebagai tutor dan peserta didik dari jenjang SD hingga SMA. Strategi pembelajaran dirancang melalui permainan edukatif, proyek numerasi tematik, dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman numerasi peserta didik, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar serta memperkuat kapasitas pedagogis para tutor.
PENGARUH KEMAMPUAN MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TERHADAP KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR DALAM PRAKTIK MICROTEACHING MATA KULIAH PERENCANAAN STRATEGI ASESMEN PEMBELAJARAN: [THE EFFECT OF THE ABILITY TO DEVELOP LESSON PLANS ON BASIC TEACHING SKILLS IN MICROTEACHING PRACTICE FOR THE COURSE PLANNING STRATEGIES ASSESSMENT LEARNING] Lastiar Roselyna Sitompul; Asih Enggar Susanti; Oce Datu Appulembang; Widiastuti
Polyglot Vol 22 No 2 (2026): Polyglot: Jurnal Ilmiah
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v22i2.11575

Abstract

The ability to develop lesson plans (RPP) and carry out effective teaching practice is a competency that must be mastered by student teachers. However, in practice, many student teachers still lack basic teaching skills. This study aims to examine the effect of lesson-planning ability on students' basic teaching skills during microteaching practice. This study employed a quantitative approach using simple linear regression. The population consisted of all fifth-semester students of the 2023 cohort in the Biology Education, Christian Religious Education, and Social Studies Education study programs at Universitas Pelita Harapan, totaling 43 students. The sample was selected using the saturated (total) sampling technique, in which all members of the population were included as the research sample. Data were collected by assessing lesson plan documents and basic teaching skills during microteaching. The results show that lesson planning ability has a positive and significant effect on students' basic teaching skills in microteaching practice (F-count = 28.672 > F-table = 4.079; t-count = 5.355 > t-table = 2.020; Sig. = 0.001 < 0.05). The correlation coefficient of r = 0.642 indicates a strong relationship, accounting for 41.2% of the variance. Therefore, strengthening lesson-planning competency should be a priority for lecturers in the Lesson Planning, Strategy, and Assessment course to prepare students for teaching practice. Abstrak Bahasa Indonesia Kemampuan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan melaksanakan praktik mengajar efektif merupakan kompetensi yang harus dikuasai oleh calon guru. Namun, kondisi di lapangan masih ditemukan mahasiswa calon guru yang belum menguasai keterampilan dasar mengajar. Penelitian yang mengkaji hubungan antara kemampuan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dengan keterampilan dasar mengajar mahasiswa, masih terbatas, sehingga penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kemampuan menyusun RPP terhadap keterampilan dasar mengajar mahasiswa dalam praktik microteaching. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier sederhana. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, Pendidikan Guru Agama Kristen dan Pendidikan IPS pada semester 5 angkatan 2023 di Universitas Pelita Harapan, berjumlah 43 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh, yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sampel. Data dikumpulkan melalui penilaian dokumen RPP dan penilaian keterampilan dasar mengajar dalam microteaching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menyusun RPP berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterampilan dasar mengajar mahasiswa dalam praktik microteaching (F hitung = 28,672 > F tabel = 4,079; t hitung = 5,355 > t tabel = 2,020; Sig. = 0,001 < 0,05). Koefisien korelasi sebesar r = 0,642 berada pada kategori kuat, dengan kontribusi sebesar 41,2%. Dengan demikian, penguatan kompetensi perencanaan pembelajaran perlu menjadi prioritas bagi dosen pengampu mata kuliah Perencanaan, Strategi dan Asesmen Pembelajaran dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi praktik mengajar.
Bimbingan Belajar Online Dalam Membantu Kebutuhan Belajar Siswa Melda Jaya Saragih; Oce Datu Appulembang; Siane Indriani; Tanti Listiani; Widiastuti Widiastuti
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v2i2.1109

Abstract

Selama pandemi, kebutuhan belajar siswa beralih menjadi online. Pembelajaran secara online juga membawa beberapa dampak dalam pembelajaran, ditemuai banyak kehilangan pembelajaran, sehingga tidak heran banyak ditemui kesulitan belajar sehingga perlu pendampingan bagi siswa pada saat belajar. Adanya kebutuhan pendampingan belajar bagi anak-anak jemaat di HKBP Binong, bimbingan belajar SIGMA menyediakan pelayanan les gratis secara online bagi warga jemaat  HKBP Binong Permai khususnya anak-anak dari bangku SD sampai SMA, namun kegiatan bimbel ini juga terbuka untuk banyak siswa diberbagai daerah dan tidak terbatasi tempat, karena dilakukan secara online. Kegiatan bimbel dilakukan secara online setiap sabtu selama 2 jam, tujuannya agar siswa dapat terbantu untuk memahami pembelajaran di sekolah dan siswa juga dapat semakin termotivasi untuk belajar. Setelah dilaksanakan bimbingan belajar kemudian dievaluasi pelaksanaannya. Terlihat siswa semakin bertambah pengetahuannya dan juga ada siswa yang antusias mengikuti bimbel dimana siswa antusias siswa menanyakan pelajaran diluar jadwal bimbel, namun tidak dipungkiri juga bahwa ada siswa yang malas. Orang tua juga antusias mendorong anaknya untuk mengikuti bimbel, terlihat dari ada orang tua yang meminta PPT ketika anaknya lupa mencatat, mengingatkan anaknya jadwal les, duduk disamping anaknya selama les
Program Pembelajaran Kreatif bagi Anak TK dan SD, di Lembaga Bimbingan Belajar Eagle Nest Cabang Golden Karawaci, Tangerang Widiastuti Widiastuti; Indra Praja Kusumah; Erlan Silalahi
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.47530

Abstract

The Eagle Nest Tutoring Program is a non-profit learning initiative designed to address educational disparities for children from underprivileged families in the Golden Karawaci area, Tangerang. Established in August 2018, this program is a collaboration between community partners and the Primary Teacher Education Program at Universitas Pelita Harapan, aimed at tackling the root causes of low motivation and academic achievement due to resource limitations. The implementation method employs a creative learning approach based on social constructivism, where student teachers act as tutors applying various techniques such as visual aids, game-based learning, interactive worksheets, ice-breaking activities, and peer tutoring. The learning process is supported by a routine monitoring system through weekly evaluations as well as pre-tests and post-tests. The results of the one-year academic implementation show significant improvements in various aspects, including: participant attendance (80%), academic concept comprehension (33%), learning independence (50%), and students' self-confidence (75%). Evaluation of the effectiveness of creative learning indicates that 83% of the techniques applied fall into the effective to highly effective categories. This program has not only succeeded in enhancing academic competencies but also in developing students' character, simultaneously proving that a creative learning model supported by university-community partnerships can be an innovative and sustainable solution for improving education quality in marginalized communities. The success of this program is expected to be replicated in other locations with similar characteristics through the development of standardized modules and the involvement of local stakeholders.   Bimbingan Belajar Eagle Nest merupakan program pembelajaran non-profit yang ditujukan untuk menjawab tantangan kesenjangan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di sekitar Golden Karawaci, Tangerang. Program yang telah berjalan sejak Agustus 2018 ini merupakan kolaborasi antara mitra masyarakat dengan Program Studi PGSD Universitas Pelita Harapan, dirancang untuk mengatasi akar masalah rendahnya motivasi dan capaian akademik akibat keterbatasan sumber daya. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pembelajaran kreatif berbasis konstruktivisme sosial, di mana mahasiswa PGSD bertindak sebagai tutor yang menerapkan berbagai teknik seperti alat peraga visual, game-based learning, LKS interaktif, ice breaking, dan tutor sebaya. Proses pembelajaran didukung oleh sistem monitoring rutin melalui evaluasi mingguan serta pre-test dan post-test. Hasil implementasi selama satu tahun akademik menunjukkan peningkatan yang signifikan pada berbagai aspek, antara lain: kehadiran peserta (80%), pemahaman konsep akademik (33%), kemandirian belajar (50%), dan kepercayaan diri peserta didik (75%). Evaluasi efektivitas pembelajaran kreatif menunjukkan 83% teknik yang diterapkan berada pada kategori efektif hingga sangat efektif. Program ini tidak hanya berhasil meningkatkan kompetensi akademik tetapi juga mengembangkan karakter peserta didik, sekaligus membuktikan bahwa model pembelajaran kreatif yang didukung kemitraan universitas-masyarakat dapat menjadi solusi inovatif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di komunitas marginal. Keberhasilan program ini diharapkan dapat direplikasi di lokasi lain dengan karakteristik serupa melalui pengembangan modul terstandarisasi dan pelibatan pemangku kepentingan loka The Eagle Nest Tutoring Program is a non-profit learning initiative designed to address educational disparities for children from underprivileged families in the Golden Karawaci area, Tangerang. Established in August 2018, this program is a collaboration between community partners and the Primary Teacher Education Program at Universitas Pelita Harapan, aimed at tackling the root causes of low motivation and academic achievement due to resource limitations. The implementation method employs a creative learning approach based on social constructivism, where student teachers act as tutors applying various techniques such as visual aids, game-based learning, interactive worksheets, ice-breaking activities, and peer tutoring. The learning process is supported by a routine monitoring system through weekly evaluations as well as pre-tests and post-tests. The results of the one-year academic implementation show significant improvements in various aspects, including: participant attendance (80%), academic concept comprehension (33%), learning independence (50%), and students' self-confidence (75%). Evaluation of the effectiveness of creative learning indicates that 83% of the techniques applied fall into the effective to highly effective categories. This program has not only succeeded in enhancing academic competencies but also in developing students' character, simultaneously proving that a creative learning model supported by university-community partnerships can be an innovative and sustainable solution for improving education quality in marginalized communities. The success of this program is expected to be replicated in other locations with similar characteristics through the development of standardized modules and the involvement of local stakeholders.