Claim Missing Document
Check
Articles

Education Parenting in Preventting Temper Tantrum Empowerment of Healthcare Workers and Mothers of Toddlers at Independent Midwifery Practice in South Denpasar Somoyani, Ni Ketut; Yuni Rahyani, Ni Komang
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 7, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v7i1.3794

Abstract

Temper tantrums are episodes of extreme anger and frustration, which appear as a loss of control as characterized by crying, screaming, and violent or aggressive body movements such as throwing things, rolling on the floor, banging the head, and stomping the floor. One of the factors that causes temper tantrums is the form of parenting from those closest to them or their mother Parental knowledge can be increased by providing education or counseling about parenting patterns in preventing temper tantrum behavior in children from an early age. Activities will be held from May-September 2023, at Midwife”s Independent Practice  Luh Ayu Koriawati and Ni Wayan Gatri, with a target number of 50 mothers of toddlers. The results of the service show that the most age characteristics are 21-30 years old at 66%, the majority of education is high school at 66% and the majority (30%) of the targets are not working. The level of target knowledge regarding temper tantrums and parenting patterns in preventing temper tantrums has increased from 0% to 100%. Establishment of a consultation forum for toddler mothers regarding parenting patterns to prevent temper tantrums in toddlers  and Increasing the role of midwives/health workers in providing education on parenting patterns to prevent temper tantrums in toddlers from 0% to 50 %. The conclusion of this community service activity is that the education provided and the existence of a consultation forum increases the knowledge of mothers of toddlers about parenting patterns in preventing temper tantrums in toddlers. Suggestions to midwife to increase the role of existing health workers to provide education regarding parenting patterns in preventing temper tantrums.
PERBEDAAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG SKRINING HIPOTIROID KONGENITAL SEBELUM DAN SETELAH DIBERIKAN PENYULUHAN DENGAN MEDIA VIDEO Antarini Dewi, Ni Putu Yuli; Rahyani, Ni Komang Yuni
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13 No 1 (2025): KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/kjik.v13i1.349

Abstract

Kekurangan hormon pada bayi sejak lahir dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan, perkembangan dan keterbelakangan mental. Diketahui sebagian besar ibu hamil belum mengetahui mengenai skrining hipotiroid kongenital. Upaya peningkatan pengetahuan mengenai skrining hipotiroid kongenital melalui penyuluhan dengan media video. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan skor pengetahuan ibu hamil trimester III tentang skrining hipotiroid kongenital yang diberikan penyuluhan dengan media video. Jenis penelitian ini pre-experiment dengan menggunakan desain one group pretest posttest. Sampel terdiri dari 35 orang ibu hamil trimester III yang dipilih dengan metode sampling yang digunakan adalah non probability sampling yakni purposive sampling. Hasil analisis univariat yaitu sebelum diberikan penyuluhan didapatkan rata-rata nilai pengetahuan yaitu 73,72, dengan standar deviasi 6,828, nilai terendah 66 dan nilai tertinggi 87.  Setelah diberikan penyuluhan rata-rata nilai pengetahuan ibu hamil trimester III meningkat menjadi 97,51, dengan standar deviasi 3,285, nilai terendah 93 dan nilai tertinggi 100.Hasil analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon ? < 0,05 dengan nilai p = 0,000 < ? (0,05). Simpulannya adalah ada perbedaan skor pengetahuan ibu hamil trimester III tentang skrining hipotiroid kongenital (SHK) sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dengan media video. Layanan dan petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan dengan media video secara berkesinambungan mengenai SHK untuk bayi baru lahir kepada ibu hamil trimester III. Kata kunci: hipotiroid kongenital; ibu hamil; penyuluhan; skrining; trimester III, video Hormone deficiency in babies from birth can result in impaired growth, development and mental retardation. It is known that most pregnant women do not know about screening for congenital hypothyroidism. Efforts to increase knowledge regarding congenital hypothyroid screening through education using video media. The aim of the research was to determine the difference in knowledge scores of third trimester pregnant women regarding congenital hypothyroid screening who were given counseling using video media. This type of research is a pre-experiment using a one group pretest posttest design. The sample consisted of 35 pregnant women in the third trimester who were selected using the sampling method used, namely non-probability sampling, namely purposive sampling. The results of the univariate analysis, namely that before the counseling was given, the average knowledge score was 73.72, with a standard deviation of 6.828, the lowest score was 66 and the highest score was 87. After being given the counseling, the average knowledge score for third trimester pregnant women increased to 97.51, with standard deviation 3.285, lowest value 93 and highest value 100. The results of bivariate analysis used the Wilcoxon test ? < 0.05 with p value = 0.000 < ? (0.05). The conclusion is that there is a difference in the knowledge scores of third trimester pregnant women regarding congenital hypothyroidism screening before and after being given counseling using video media. Health services and workers can provide continuous education via video media regarding  for newborn babies to pregnant women in the third trimester. Keywords: congenital hypothyroidism screening, third trimester pregnant women, counseling, video
Education Parenting in Preventting Temper Tantrum Empowerment of Healthcare Workers and Mothers of Toddlers at Independent Midwifery Practice in South Denpasar Somoyani, Ni Ketut; Yuni Rahyani, Ni Komang
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 7, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v7i1.3794

Abstract

Temper tantrums are episodes of extreme anger and frustration, which appear as a loss of control as characterized by crying, screaming, and violent or aggressive body movements such as throwing things, rolling on the floor, banging the head, and stomping the floor. One of the factors that causes temper tantrums is the form of parenting from those closest to them or their mother Parental knowledge can be increased by providing education or counseling about parenting patterns in preventing temper tantrum behavior in children from an early age. Activities will be held from May-September 2023, at Midwife”s Independent Practice  Luh Ayu Koriawati and Ni Wayan Gatri, with a target number of 50 mothers of toddlers. The results of the service show that the most age characteristics are 21-30 years old at 66%, the majority of education is high school at 66% and the majority (30%) of the targets are not working. The level of target knowledge regarding temper tantrums and parenting patterns in preventing temper tantrums has increased from 0% to 100%. Establishment of a consultation forum for toddler mothers regarding parenting patterns to prevent temper tantrums in toddlers  and Increasing the role of midwives/health workers in providing education on parenting patterns to prevent temper tantrums in toddlers from 0% to 50 %. The conclusion of this community service activity is that the education provided and the existence of a consultation forum increases the knowledge of mothers of toddlers about parenting patterns in preventing temper tantrums in toddlers. Suggestions to midwife to increase the role of existing health workers to provide education regarding parenting patterns in preventing temper tantrums.
Deteksi Dini Anemia Melalui Pemeriksaan Hemoglobin Dan Penyuluhan Di Desa Batubulan Kangin Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar Tirtawati, Gusti Ayu; Somoyani, Ni Ketut; Rahyani, Ni Komang Yuni; Erawati, Ni Luh Putu Sri; Mahayati, Ni Made Dwi; Purnamayanti, Ni Made Dwi
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v3i2.299

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini anemia melalui pemeriksaan hemoglobin dan memberikan penyuluhan kesehatan kepada remaja di Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim Jurusan Kebidanan pada tanggal 19 Oktober 2024 di Banjar Bude Ireng, Desa Batubulan Kangin. Kegiatan meliputi skrining anemia melalui pemeriksaan hemoglobin dan penyuluhan tentang pencegahan anemia pada remaja. Hasil kegiatan pengabdian yaitu sebanyak 17 remaja berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil skrining menunjukkan 7 orang (41%) terdeteksi mengalami anemia, sementara 10 orang (59%) tidak mengalami anemia. Penyuluhan tentang pencegahan anemia dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat. Kegiatan ini berhasil mengidentifikasi prevalensi anemia yang cukup tinggi di kalangan remaja peserta. Kombinasi antara skrining dan penyuluhan merupakan pendekatan efektif dalam upaya deteksi dini dan pencegahan anemia pada remaja. Namun, untuk mencapai hasil optimal, program pencegahan anemia perlu mempertimbangkan berbagai faktor seperti asupan gizi seimbang, pola makan, dan gaya hidup sehat secara menyeluruh. Penggunaan metode inovatif seperti pendidikan sebaya dan media online dapat meningkatkan efektivitas program di masa mendatang
Perilaku Seks Pranikah Remaja Rahyani, Komang Yuni; Utarini, Adi; Wilopo, Siswanto Agus; Hakimi, Mohammad
Kesmas Vol. 7, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan seksual sebelum nikah pada remaja merupakan masalah yang serius, berhubungan dengan peningkatan penularan penyakit menular seksual, mempunyai pasangan lebih dari satu, dan kehamilan dini. Suatu kerangka kerja model perilaku terintegrasi (Integrated Behavioral Model, IBM) digunakan untuk menilai berbagai faktor prediktor hubungan seksual prematur pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi inisiasi hubungan seksual sebelum nikah pada remaja level 10 dan 11 berdasarkan kerangka kerja IBM, meliputi komunikasi tentang seks kelompok peers, orang tua, paparan perilaku pornografi, kepercayaan normatif, agen personal, dan keinginan hubungan seksual. Metode yang digunakan adalah menyertakan 626 responden dalam survei awal. Responden adalah siswa sekolah menengah atas level 10 – 11 di kota Denpasar. Data dikumpulkan dengan kuesioner laporan sendiri khususnya prediktor inisiasi hubungan seksual sebelum menikah. Penelitian ini menemukan bahwa pajanan pornografi, perilaku langsung dan tidak langsung berhubungan secara signifikan dengan inisiasi hubungan seksual sebelum nikah (nilai p < 0,05). Remaja laki-laki tampaknya melakukan lebih banyak aktivitas seksual daripada remaja perempuan. Penelitian ini berimplikasi terhadap pemahaman perilaku langsung dan pajanan pornografi mungkin digunakan dalam meningkatkan program kesehatan dan kesehatan remaja. Premarital sexual inisiation on adolescence is a serious problem, associated with increased transmition sexually transmitted disease/STD, had having more partners, and early pregnancy. An Integrated Behavioral Model (IBM) framework used to assess predictors of premarital sexual on adolescents. The purpose of this research is to explore predictors of premarital sexual inisiation in adolescents grade 10 and 11 based on IBM framework, includes: communication about sex with peers, parents, pornography exposure, attitude, normative belief, personal agency, and intention to have sex. Method that used is 626 respondent included in earlier survey, and respondent were students of senior high school grade 10 – 11 in Denpasar City. Data collected with self reported questionaire particularly predictor of premarital sexual initiation. The result found that pornography exposure, indirectly attitude, and directly attitude were significantly associated with premarital sexual initiation (p < 0,05). Male adolescents engage in more sexual activity like premarital sexual inisiation than female adolescents. This study has implications for understanding how directly attitude and pornography exposure may be used in intervention to promoting adolescents health program and adolescents ressiliency.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG TRIAD KRR (SEKSUALITAS, HIV/AIDS, DAN NAPZA) Trisnayanti, Kadek Ayu; Rahyani, Ni Komang Yuni; Dewi, I Gusti Agung Ayu Novya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.23255

Abstract

Secara global masalah kesehatan pada remaja dipicu oleh perilaku remaja yang berisiko seperti berpacaran yang tidak sehat, merokok, mengonsumsi alkohol dan menggunakan narkoba menjadi perhatian utama di seluruh dunia. Sustainable Development Goals (SDG’s) kesehatan pada tahun 2030, pemerintah wajib memastikan akses pelayanan kesehatan seksual serta reproduksi mencakup keluarga, pendidikan serta integrasi kesehatan sebagai strategi dan program kesehatan. Namun, sosialiasi di beberapa daerah kepada kelompok sasaran masih belum berjalan secara optimal. Penelitian bertujuan membuktikan adanya pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi melalui media video terhadap pengetahuan remaja tentang TRIAD KRR (Seksualitas, HIV/AIDS, dan NAPZA). Jenis penelitian Quasi Eksperimental Design dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel penelitian ini siswa kelas XI SMA Negeri 2 Kuta sebanyak 42 responden kelompok kontrol dan 42 responden kelompok eksperimen menggunakan teknik probality sampling metode proportional random sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen (nilai p 0,000). Pengetahuan kelompok kontrol diperoleh mean rank 32,55 dan kelompok eksperimen diperoleh mean rank 52,45 (nilai p 0,000). Hasil ini menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi melalui media video terhadap pengetahuan remaja tentang TRIAD KRR (Seksualitas, HIV/AIDS, dan NAPZA). Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan intervensi yang berbeda mengenai TRIAD KRR pada remaja.  
Perbedaan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Perilaku Seks Pranikah Yang Diberikan Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Dan Lembar Balik Di Posyandu Remaja Desa Tibubeneng Tahun 2024 Ida Ayu Putu Radnyani; Ni Komang Yuni Rahyani; Ni Made Dwi Mahayati; Ni Nyoman Suindri; Ni Wayan Suarniti; Putu Arik Herliawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.29840

Abstract

Risk factors for risky behavior in adolescents include a lack of knowledge about reproductive health and the impact of sexual behavior. The aim of this research is to determine differences in knowledge of young women about premarital sexual behavior who are given health education using video media and flip sheets. This type of research is pretest-posttest with control group design. Implementation in April 2024 with random sampling involving 60 teenagers divided into 2 groups. Data collection by distributing knowledge questionnaires that have been declared valid and reliable. Data analysis using univariate and bivariate. The difference between pretest and posttest knowledge scores in the video group obtained an average N-gain score of 66%, which is quite effective in increasing teenagers' knowledge. Meanwhile, the average N-gain score for the flip sheet group was 41%, which was included in the less effective category in increasing teenagers' knowledge. The results of the Mann Whitney test obtained a p-value of 0.08 (p<0.1), which means that there is a significant difference in knowledge scores and health education through video media is more effective than flip-sheet media so there is a difference in health education through video and sheet media. feedback on the knowledge of young women about premarital sexual behavior at the youth posyandu in Tibubeneng Village. It is hoped that Community Health Centers can consider video media in providing health education because it is more effective in increasing teenagers' knowledge regarding premarital sexual behavior.
Perbedaan Skor Pengetahuan dan Sikap Wanita Usia Subur (WUS) Tentang Deteksi Dini Kanker Serviks Antara Pemanfaatan E-Booklet dengan Lembar Balik Ni Made Ari Suciani; Ni Komang Yuni Rahyani; Ni Nyoman Suindri; Ni Luh Putu Sri Erawati; Listina Ade Widya Ningtyas
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.29842

Abstract

Women often struggle to detect cervical cancer early because of a lack of awareness and knowledge. Puskesmas Kuta Utara's data shows that the early detection coverage for cervical cancer is 102 people (1.46%) in 2023, still below the target (80%). This study aims to compare the knowledge and attitudes of women regarding early detection of cervical cancer using an e-booklet and flip sheet among women of childbearing age. Researchers utilized a Quasi-Experimental Design research approach involving a pretest-posttest control group design. Purposeful sampling involved two groups of WUS, with 30 individuals in the e-booklet group and 30 in the flipchart group. The sampling technique used was purposive sampling.The research was conducted in April 2024, and data was collected by distributing questionnaires on knowledge and attitudes. The data was analyzed using univariate and bivariate methods, including wicolxon and mann-whitney because the results of the data normality test show that the data is not normally distributed. The results revealed that the knowledge scores for the e-booklet group were compared to the flipchart group, yielding a of p 0.04 (p<0.05). Similarly, the attitude scores for the e-booklet group compared to the flipchart group resulted in a of p 0.02 (p<0.05). It can be concluded that there is a difference in the knowledge scores and attitudes of women of childbearing age (WUS) regarding early detection of cervical cancer when compared with the use of e-booklets and flip charts. Health workers are expected to use e-booklets for health promotion because they are more effective in increasing knowledge and changing women's attitudes towards early detection of cervical cancer.
Hubungan Waktu Pertama Menyusui pada Ibu Post Seksio Sesaria dengan Kejadian Bendungan ASI Ni Made Ari Sumaryanti; I Komang Lindayani; Ni Komang Yuni Rahyani
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v10i1.1535

Abstract

Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi dan diberikan sedini mungkin setelah ibu melahirkan. Kebijakan pemberian ASI antara lain Inisiasi Menyusui Dini (IMD) membantu ibu menyusui sedini mungkin setelah melahirkan sudah tertuang dalam Standar Prosedur Operasional di RSD Mangusada Kabupaten Badung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan waktu pertama menyusui pada ibu post seksio sesaria dengan kejadian bendungan ASI.  Penelitian dilakukan pada tanggal 27 Maret  - 15 Mei 2021 di Ruang  Nifas RSD Mangusada Kabupaten Badung.  Jenis penelitian analitik dengan metode pendekatan cross sectional, data yang dikumpulkan adalah data primer waktu pertama menyusui ibu post seksio sesaria dengan kejadian bendungan ASI dengan jumlah sampel 55 orang.  Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi.  Data dianalisis dengan menggunakan uji Fishers Exact Test dengan nilai p <0,001. Hasil penelitian dari 35 orang ibu post seksio sesaria yang menyusui dengan waktu pertama menyusui >6 jam terdapat 45,7% yang mengalami bendungan ASI. Terdapat  hubungan yang signifikan antara waktu pertama menyusui  dengan kejadian bendungan ASI.  Saran kepada petugas agar meningkatkan informasinya dalam hal perawatan payudara dan  pemberian ASI segera setelah melahirkan sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang berlaku.
Karakteristik Ibu Postpartum dengan Baby Blues Syndrome Ni Wayan Eka Wahyuni; Ni Komang Yuni Rahyani; Asep Arifin Senjaya
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v11i1.2440

Abstract

Baby blues syndrome merupakan gangguan perasaan akibat penyesuaian terhadap kelahiran bayi dengan gejala memuncak pada hari ke lima postpartum yang dipicu oleh banyak faktor antara lain faktor umur, pendidikan, pekerjaan, paritas dan dukungan suami  . Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi karakterisik ibu postpartum berdasarkan umur, pendidikan, paritas, dan pekerjaan, mengidentifikasi ibu postpartum dengan baby blues syndrome dan dukungan suami. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD Puskesmas Petang 1 tanggal 12 Maret-12 Mei 2022 dengan teknik sampling yaitu purposive sampling. Populasi sebanyak 44 orang dan sampel sebanyak 34 orang. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa terdapat 24 responden (80.6%) memiliki umur 20-35 tahun, berpendidikan tinggi sebanyak 16 responden (51.6%), merupakan kehamilan pertama sebanyak 18 responden (58.1%) dan bekerja sebanyak 20 responden (64.5%), serta dukungan suami dalam kategori baik 25 responden (80.6%). Ibu yang  mengalami gejala baby blues syndrome sebanyak 6 responden (19.4%) dengan dukungan suami dalam kategori cukup. Simpulan penelitian ini bahwa karakteristik ibu postpartum dan dukungan suami sangat mempengaruhi baby blues syndrome.
Co-Authors Adi Utarini Antarini Dewi, Ni Putu Yuli Ariastini, Ni Luh Ariesta, Gusti Ayu Viorya Ganes Asep Arifin Senjaya Ayu Vira Sadvika Vidanti Ayuk Rama Dewi Buadiani, Ni Nyoman Budhi, Gusti Made Ayu Agung Burhannudin Burhannudin Desak Ketut Ayu Ardani Djani, Gaudensia Cindy Claresta Ekawiyadnyani, Ida Ayu Putu Erawati, Ni Luh Putu Sri Gusti Ayu Marhaeni Gusti Kompiang Sriasih I Gusti Agung Ayu Novya Dewi I Ketut Suardana I Komang Lindayani I Wayan Ambartana, I Wayan I Wayan Juniarsana Ida Ayu Mirah Astuti Ida Ayu Putu Radnyani Ida Bagus Putra Mahendra IGN Sri Partini Julieta da Costa Juwi Amalia Kadek Ayu Trisnayanti Kadek Yeni Prihandani Kamiladhini Putri Hartsani Kamiladhini Putri Hartsani Listiana Ade Widya Ningtyas Listina Ade Widya Ningtyas Luh Eka Pratiwi Made Dwi Mahayati Made Widhi Gunapria Darmapatni Maya Umul Hamidah Mohammad Hakimi Ni Gusti Kompiang Sriasih Ni Kadek Dina Ardani Asih Ni Kadek Rinda Anindya Putri Ni Ketut Somoyani Ni Ketut Sudiari Ni Komang Erny Astiti Ni Luh Putu Lisa Dewi Cahyani Ni Luh Putu Melani Cintia Dewi Ni Luh Putu Sri Erawati Ni Made Ari Suciani Ni Made Ari Sumaryanti Ni Made Budiartini Ni Made Desri Purwani Ni Made Dwi Mahayati Ni Made Purnama Dewi Ni Nyoman Kalih Karmika Ni Nyoman Suindri Ni Nyoman Suindri Ni Nyoman Sumiasih Ni Putu Dyah Yadnya Swari Widjaya Puja Ni Wayan Ariyani Ni Wayan Armini Ni Wayan Armini Ni Wayan Eka Wahyuni Ni Wayan Eka Wahyuni Ni Wayan Putri Sariani Ni Wayan Suarniti Ni Wayan Suarniti Purnamayanti, Ni Made Dwi Putu Arik Herliawati Regina Tedjasulaksana Senjaya, Asep Arifin Siswanto Agus Wilopo Sri Rahayu Sudani, Ni Luh Sri Sujiati Sujiati suratiah, suratiah Tirtawati , Gusti Ayu Trisnayanti, Kadek Ayu Utarini, Gusti Ayu Eka Widiantari, Gusti Ayu Made Yuni Wirata, I Nyoman