Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

BIMBINGAN YOGA DAN TOTOK WAJAH UNTUK MENCEGAH BABY BLUES DAN DEPRESI POSTPARTUM DI UPTD DINAS KESEHATAN I KECAMATAN DENPASAR TIMUR Ni Komang Yuni Rahyani; Ni Komang Erny Astiti
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v3i1.296

Abstract

Rekomendasi WHO terkait asuhan nifas mencakup dukungan psikososial untuk mencegah depresi postpartum. Pemahaman dan pelibatan anggota keluarga terkait baby blues dan depresi postpartum sangat dibutuhkan. Media edukasi yang tepat dan sederhana juga perlu disiapkan sehingga memudahkan penyampaian pesan kepada sasaran. Tujuan pengabdian adalah memberikan informasi pada ibu hamil dan ibu nifas di Wilayah Kerja UPTD Dinas kesehatan I Kecamatan Denpasar Timur upaya mengenal dan tatalaksana baby blues serta depresi postpartum. Metode pengabdian adalah dengan menggunakan pendekatan quasi eksperimen, yaitu pretest-posttest without control group. Instrumen pengabdian menggunakan kuesioner Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9). Kegiatan pengabdian dilaksanakan sejak Juli sampai September 2023. Luaran wajib berupa media lembar balik dan sertifikat hak kekayaan intelektual, serta luaran tambahan berupa publikasi hasil pengabdian pada jurnal pengabmas nasional. Hasil yang diperoleh, responden yang dilibatkan sejumlah 28 orang ibu hamil trimester III akhir. Berdasarkan karakteristik responden rata-rata berusia 25,71 tahun, sebagian berpendidikan menengah (18 orang/64,29%), riwayat kehamilan adalah multigravida (16 orang/57,14%), dan sebagian besar responden (25 orang/89,29%) tidak mengalami komplikasi selama proses kehamilan sampai nifas. Hasil skore posttest dan pretest yoga menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan (p-value <0,000. Skor depresi postpartum pada postest mengalami penurunan secara signifikan (p<0,000) jika dibandingkan dengan skor pretest. Upaya mengenal tanda gejala baby blues dan depresi postpartum perlu dilaksanakan secara kontinyu dan inovatif. Upaya bimbingan yoga dan totok wajah yang memberikan efek relaksasi serta mudah dilaksanakan sebagai alternative utama. Kata Kunci: Baby Blues; Depresi postpartum; the Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) questionnaire; Yoga; Totok Wajah
GAMBARAN FAKTOR RESIKO PLASENTA PREVIA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT PROF. DR.I.G.N.G. NGOERAH : GAMBARAN FAKTOR RESIKO PLASENTA PREVIA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT PROF. DR.I.G.N.G. NGOERAH Sudani, Ni Luh Sri; Sriasih, Ni Gusti Kompiang; Rahyani, Ni Komang Yuni
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 1 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Edisi Khusus)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v12i1A.2703

Abstract

Plasenta previa merupakan keadaan plasenta yang letaknya tidak normal, yaitu berada di segmen bawah rahim dengan insiden yang tinggi dan berdampak perdarahan serta menimbulkan resiko kematian apabila tidak tidak ditangani dengan baik. Terdapat beberapa faktor resiko terjadinya plasenta previa antara lain usia melahirkan yang < 20 tahun atau > 35 tahun, persalinan Sectio Caesaria (SC), paritas > 3, riwayat kuretase, riwayat kehamilan ganda, serta riwayat tumor/mioma uteri. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui gambaran faktor resiko kejadian plasenta previa di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah pada Tahun 2022-2023. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah, jumlah sampel 122 responden dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berada dalam kategori umur 20-35 tahun 88 responden (72,13%), memiliki riwayat SC 84 responden (68,85%), kategori multipara sebanyak 112 responden (91,8 %), tidak memiliki riwayat kuretase 89 responden (72,95 %), tanpa riwayat kehamilan ganda dan tanpa riwayat mioma uteri 119 (97,4). Faktor resiko terbanyak yang di temukan di RSUP Prof Ngoerah yaitu memiliki riwayat multipara dan Sectio Caesarea sejalan dengan beberapa penelitian dan teori yang ada. Bagi tenaga kesehatan agar memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu yang merencanakan kehamilan untuk mengenal faktor- faktor resiko yang menyebabkan plasenta previa, sehingga kejadian plasenta previa dapat dicegah.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN KARSINOMA SERVIKS DALAM MENJALANI TINDAKAN BRAKHITERAPI: GAMBARAN PENGETAHUAN DAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN KARSINOMA SERVIKS DALAM MENJALANI TINDAKAN BRAKHITERAPI Ariastini, Ni Luh; Rahyani, Ni Komang Yuni; Buadiani, Ni Nyoman
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 1 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Edisi Khusus)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v12i1A.2776

Abstract

WHO mencatat kasus kanker di Indonesia di tahun 2020 mencapai 396.914, dimana kanker serviks menempati urutan kedua dengan 36.633 kasus. Penatalaksanaan kanker stadium IA1 bisa dilakukan dengan operasi dan brakhiterapi. Tindakan Brakhiterapi menyebabkan kecemasan pada pasien terkait prosedur sehingga perlu diberikan informasi rinci sebelum penerapannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan pasien karsinoma serviks yang menjalani brakhiterapi berdasarkan pengetahuan pasien tentang terapi brakhiterapi di Rumah Sakit Umum Pusat Prof DR I Gusti Ngurah Gede Ngoerah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional yang dilakukan dari Bulan April sampai Bulan Mei 2024. Teknik pengukuran besar sampel yang digunakan adalah Non Probability Sampling dengan total sampel yang berjumlah 82 orang. Data primer yang dikumpulkan meliputi umur, jenis kelamin, usia, pendidikan dan pekerjaannya. Kecemasan diukur dengan kuisioner Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS) dan pengetahuan juga diukur dengan menggunakan kuisioner. Analisis data menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang prosedur dan efek samping tindakan brakhiterapi kategori cukup, yaitu sebanyak 43 orang (52,4%) dan sebagian besar responden dengan tingkat kecemasan ringan, yaitu sebanyak 42 orang (51,2%). Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar bagi pihak rumah sakit untuk memberikan edukasi tentang prosedur dan pelaksanaan brakhiterapi.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL YANG MENERAPKAN SELF HYNOSIS DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PUSKESMAS KEDIRI II TABANAN Ekawiyadnyani, Ida Ayu Putu; Rahyani, Ni Komang Yuni; Suarniti, Ni Wayan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 11 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2024.v11.i01.p18

Abstract

Kecemasan ibu hamil mengakibatkan persalinan lama, inersia uteri, perdarahan pasca persalinan, dan kematian pada bayi. Self hypnosis merupakan authohypnosis bermakna sebagai upaya terprogram yang dilakukan sendiri dengan memasukan program-program positif untuk meningkatkan faktor positif diri sendiri. Tujuan penelitian mengetahui gambaran tingkat kecemasan ibu hamil yang menerapkan self hypnosis di UPTD Puskesmas Kediri II. Jenis penelitian deskriptif yang mendeskripsikan tingkat kecemasan ibu hamil yang menerapkan self hypnosis berdasarkan karakteristik sosiodemografi dan dukungan suami. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2023. Teknik sampling yaitu total sampling sebanyak 40 responden. Metode pengumpulan data dengan kuesioner. Jenis data adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan 57,5% ibu hamil berusia 20-35 tahun tidak mengalami kecemasan, 47,5% ibu hamil berpendidikan menengah tidak mengalami kecemasan, 40% responden merupakan multigravida tidak mengalami kecemasan, 45% ibu hamil dengan ekonomi sejahtera tidak mengalami kecemasan dan 50% ibu hamil dengan dukungan suami positif tidak mengalami kecemasan. Tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan informasi dan edukasi self hypnosis kepada ibu hamil untuk mengatasi kecemasan yang dapat timbul selama kehamilan. Kata kunci: kecemasan, kehamilan, self hypnosis
BIMBINGAN YOGA DAN TOTOK WAJAH UNTUK MENCEGAH BABY BLUES DAN DEPRESI POSTPARTUM DI UPTD DINAS KESEHATAN I KECAMATAN DENPASAR TIMUR Erny Astiti, Ni Komang; Yuni Rahyani, Ni Komang
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v3i1.296

Abstract

Rekomendasi WHO terkait asuhan nifas mencakup dukungan psikososial untuk mencegah depresi postpartum. Pemahaman dan pelibatan anggota keluarga terkait baby blues dan depresi postpartum sangat dibutuhkan. Media edukasi yang tepat dan sederhana juga perlu disiapkan sehingga memudahkan penyampaian pesan kepada sasaran. Tujuan pengabdian adalah  membimbing  ibu hamil dan ibu nifas di UPTD Dinas kesehatan I Kecamatan Denpasar Timur upaya mengenal dan tatalaksana baby blues serta depresi postpartum melalui yoga dan totok wajah. Metode pengabdian adalah dengan melakukan bimbingan dan pendampingan pada ibu hamil Trimester III akhir sampai masa postpartum minggu keempat. Untuk mengamati dampak atau efek dari kegiatan bimbingan tentang yoga dan totok wajah melalui kelas ibu hamil. Sebelum diberikan bimbingan, ibu hamil diberikan pretest, selanjutnya dilakukan demonstrasi oleh pengabdi dan bidan di puskesmas tentang yoga dan totok wajah. Media yang digunakan adalah lembar balik tentang yoga dan totok wajah. Kegiatan pengabdian dilaksanakan sejak Juli sampai September 2023. Luaran wajib berupa media lembar balik dan sertifikat hak kekayaan intelektual, serta luaran tambahan berupa publikasi hasil pengabdian pada jurnal pengabmas nasional. Hasil yang diperoleh, responden yang dilibatkan sejumlah 28 orang ibu hamil trimester III akhir. Berdasarkan karakteristik responden rata-rata berusia 25,71 tahun, sebagian berpendidikan menengah (18 orang/64,29%), riwayat kehamilan adalah multigravida (16 orang/57,14%) dan sebagian besar responden (25 orang/89,29%) tidak mengalami komplikasi selama proses kehamilan sampai nifas. Hasil skor posttest dan pretest yoga menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan (p-value <0,000). Skor depresi postpartum pada postest mengalami penurunan secara signifikan (p<0,000) jika dibandingkan dengan skor pretest.  Upaya mengenal tanda gejala baby blues dan depresi postpartum perlu dilaksanakan secara kontinyu dan inovatif. Upaya bimbingan yoga dan totok wajah yang memberikan efek relaksasi serta mudah dilaksanakan sebagai alternatif utama.   Kata kunci: baby blues, depresi postpartum, totok wajah, yoga   WHO recommendations regarding postpartum care include psychosocial support to prevent postpartum depression. Understanding and involving family members regarding baby blues and postpartum depression is needed. Appropriate and simple educational media also need to be prepared so that it makes it easier to convey the message to the target. The aim of the service is to guide pregnant and postpartum mothers at UPTD Dinas Kesehatan I Kecamatan Denpasar Timur, in efforts to recognize and treat baby blues and postpartum depression through yoga and facial acupressure. The service method is by providing guidance and assistance to pregnant women in the third trimester until the fourth week of postpartum. To observe the impact or effects of guidance activities on yoga and facial acupressure through classes for pregnant women. Before being given guidance, pregnant women are given a pretest, then a demonstration is carried out by community health workers and midwives at the community health center about yoga and facial acupressure. The media used are flip sheets about yoga and facial acupressure. Service activities will be carried out from July to September 2023. Obligatory outputs are in the form of flip media and intellectual property rights certificates, as well as additional outputs in the form of publication of service results in national community service journals. The results obtained were that the respondents involved were 28 pregnant women in the final third trimester. Based on the characteristics of the respondents, the average age was 25.71 years, some had secondary education (18 people/64.29%), pregnancy history was multigravida (16 people/57.14%), and the majority of respondents (25 people/89.29 %) did not experience complications during pregnancy until postpartum. The results of the yoga posttest and pretest scores showed a very significant difference (p-value <0.000. The postpartum depression score in the posttest decreased significantly (p<0.000) when compared with the pretest score. Efforts to recognize the signs of baby blues and postpartum depression need to be carried out carefully. continuous and innovative. Yoga guidance and facial acupressure efforts which provide a relaxing effect and are easy to implement are the main alternative.   Keywords: baby blues, postpartum depression, yoga, facial acupressure
Pendampingan Kader Posyandu Balita dalam Pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Banua Kintamani Bangli Dewi, I Gusti Agung Ayu Novya; Mahayati, Ni Made Dwi; Rahyani, Ni Komang Yuni; Wirata, I Nyoman; Suarniti, Ni Wayan
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2024): IJPM - Desember 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.599

Abstract

Stunting merupakan prioritas masalah gizi di Indonesia yang memberikan dampak kehidupan anak sampai dewasa. Prevalensi stunting di Indonesia mencapai 30,8% kemudian menurun dari 24,4% (2021) menjadi 21,6% di tahun 2022, namun masih melebihi standar WHO (<20%)(No TitleStrategi mencegah stunting, n.d.). Proporsi Stunting di Kabupaten Bangli menduduki posisi tertinggi di Bali yaitu 28,2 % dan meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 27,5%. Masalah prioritas adalah pemanfaatan buku KIA kurang maksimal, karena masih ada ibu tidak membawa Buku KIA ke posyandu, pengisian Buku KIA belum lengkap, pengisian berat badan, tinggi badan belum lengkap, penyegaran kader terkait stunting sangat minimal. Tujuan pengabmas meningkatkan perlaku kader dalam pemanfaatan buku Kesehatan ibu dan anak dalam upaya pencegahan stunting. Prioritas kebutuhan yaitu belum pernah dilakukan kegiatan pendampingan bagi kader Posyandu balita tentang Buku KIA dengan menggunakan media yang lebih bervariasi. Metode yang digunakan adalah pendampingan kader posyandu balita dengan media video, diawali pretest perilaku kader, dilanjutkan pemberian edukasi dan sharing peran kader saat kegiatan posyandu, penayangan video edukasi. Selanjutnya video dibagikan melalui whatsaff group kader melalui link youtube pengabdi. Diakhir evaluasi pretest saat kegiatan posyandu balita. Hasilnya adalah sebanyak 30 kader dilakukan pendampingan, Terdapat peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan kader posyandu balita, artinya pendampingan dengan metode yang bervariasi dan media video bermanfaat dalam meningkatkan perilaku kader.
Perbedaan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Perilaku Seks Pranikah Yang Diberikan Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Dan Lembar Balik Di Posyandu Remaja Desa Tibubeneng Tahun 2024 Radnyani, Ida Ayu Putu; Rahyani, Ni Komang Yuni; Mahayati, Ni Made Dwi; Suindri, Ni Nyoman; Suarniti, Ni Wayan; Herliawati, Putu Arik
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.29840

Abstract

Risk factors for risky behavior in adolescents include a lack of knowledge about reproductive health and the impact of sexual behavior. The aim of this research is to determine differences in knowledge of young women about premarital sexual behavior who are given health education using video media and flip sheets. This type of research is pretest-posttest with control group design. Implementation in April 2024 with random sampling involving 60 teenagers divided into 2 groups. Data collection by distributing knowledge questionnaires that have been declared valid and reliable. Data analysis using univariate and bivariate. The difference between pretest and posttest knowledge scores in the video group obtained an average N-gain score of 66%, which is quite effective in increasing teenagers' knowledge. Meanwhile, the average N-gain score for the flip sheet group was 41%, which was included in the less effective category in increasing teenagers' knowledge. The results of the Mann Whitney test obtained a p-value of 0.08 (p<0.1), which means that there is a significant difference in knowledge scores and health education through video media is more effective than flip-sheet media so there is a difference in health education through video and sheet media. feedback on the knowledge of young women about premarital sexual behavior at the youth posyandu in Tibubeneng Village. It is hoped that Community Health Centers can consider video media in providing health education because it is more effective in increasing teenagers' knowledge regarding premarital sexual behavior.
Perbedaan Skor Pengetahuan dan Sikap Wanita Usia Subur (WUS) Tentang Deteksi Dini Kanker Serviks Antara Pemanfaatan E-Booklet dengan Lembar Balik Suciani, Ni Made Ari; Rahyani, Ni Komang Yuni; Suindri, Ni Nyoman; Erawati, Ni Luh Putu Sri; Ningtyas, Listina Ade Widya
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.29842

Abstract

Women often struggle to detect cervical cancer early because of a lack of awareness and knowledge. Puskesmas Kuta Utara's data shows that the early detection coverage for cervical cancer is 102 people (1.46%) in 2023, still below the target (80%). This study aims to compare the knowledge and attitudes of women regarding early detection of cervical cancer using an e-booklet and flip sheet among women of childbearing age. Researchers utilized a Quasi-Experimental Design research approach involving a pretest-posttest control group design. Purposeful sampling involved two groups of WUS, with 30 individuals in the e-booklet group and 30 in the flipchart group. The sampling technique used was purposive sampling.The research was conducted in April 2024, and data was collected by distributing questionnaires on knowledge and attitudes. The data was analyzed using univariate and bivariate methods, including wicolxon and mann-whitney because the results of the data normality test show that the data is not normally distributed. The results revealed that the knowledge scores for the e-booklet group were compared to the flipchart group, yielding a of p 0.04 (p<0.05). Similarly, the attitude scores for the e-booklet group compared to the flipchart group resulted in a of p 0.02 (p<0.05). It can be concluded that there is a difference in the knowledge scores and attitudes of women of childbearing age (WUS) regarding early detection of cervical cancer when compared with the use of e-booklets and flip charts. Health workers are expected to use e-booklets for health promotion because they are more effective in increasing knowledge and changing women's attitudes towards early detection of cervical cancer.
Predictor Factors Affecting the Use of Implants Contraceptives by Reproductive Age Couples Martyanti, Ni Putu Wiwin Sofi; Suarniti, Ni Wayan; Rahyani, Ni Komang Yuni
Media Keperawatan Indonesia Vol 7, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.7.4.2024.313-319

Abstract

The World Health Organization (WHO) reports an increase in contraceptive use in various parts of the world. However, the use of contraceptive implants is still the lowest, at only 7.3%. In Indonesia, the use of Long-Term Contraceptive Methods (MKJP), including implants, is still lower than the use of non-MKJP. Preliminary study at UPTD. The Klungkung I Community Health Center shows that there are still many couples of childbearing age (PUS) who have not used contraception, namely 47.62%. This study aims to determine the factors associated with PUS participation in the use of implantable contraceptives in the UPTD in the working area of Klungkung I Community Health Center. The type of research is analytical observational with a cross-sectional approach. The sample size was 54 respondents. The results of the study using the Fisher-exact test showed the characteristics of parity p<0.05, husband's support p<0.05, and knowledge p<0.05. The conclusion of this research is that there is a relationship between parity, husband's support, and knowledge with the participation of couples of childbearing age in the use of contraceptive implants in the UPTD work area. Klungkung I Community Health Center.
Gambaran Dampak Pasca Abortus Spontan Pada Wanita Usia Subur di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Widiantari, Gusti Ayu Made Yuni; Rahyani, Ni Komang Yuni; Suarniti, Ni Wayan; Wirata, I Nyoman; Senjaya, Asep Arifin
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 2 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i2.5571

Abstract

Abortus spontan termasuk dalam perdarahan obstetrik merupakan salah satu penyebab Angka Kematian Ibu yang dialami oleh wanita usia subur. Abortus spontan dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik, mental dan sosial ibu. Dalam penelitian ini, digunakan recall memory yaitu mengingat kembali dengan petunjuk seperti menjawab soal. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran dampak pasca abortus spontan pada wanita usia subur di Rumah Sakit Ibu dan Anak. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2024 menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 52 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner melalui google form menggunakan analisis data univariate. Hasil: Hasil Penelitian menunjukkan proporsi dampak fisik jangka pendek: perdarahan pervaginam 55,8%, nyeri abdomen/kram perut 88,5%, kelelahan 59,6%, dampak fisik jangka panjang: perubahan siklus menstruasi 51,9%, infertilitas 38,5%, infeksi 23,1%, dampak psikologis: kesedihan 96,2%, kecemasan 73,1%, rasa bersalah dan penyesalan 88,5%, mimpi buruk 51,9%, trauma emosional 76,9%, depresi 11,5%, dampak sosial: interaksi sosial langsung 19,2%, perubahan hubungan sosial 15,4%, keputusan kehamilan masa depan 55,8%. Simpulan penelitian: dampak fisik, psikologis dan sosial yang dominan dialami oleh sebagian besar responden pasca abortus adalah nyeri abdomen/kram perut, kesedihan dan keputusan kehamilan masa depan. Sebagai upaya untuk mengurangi dampak fisik, psikologis dan sosial pasca abortus spontan diharapkan dari pihak Rumah Sakit melaksanakan asuhan komprehensif seperti pemberian edukasi dan konseling pasca abortus.