Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT DESA WINNING BERKAITAN DENGAN KEWENANGAN PEMBENTUKAN UNDANG-UNDANG La Ode Muhammad. Ricard Zeldi Putra; Rizki Mustika Suhartono; Jayanto Jayanto; Roman Haderi; Samsir Andi; Nasrin Nasrin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16157

Abstract

Dalam pasal 1 ayat (3) UUD 1945 Pasca Amandemen ke-4 menjelaskan bahwa Indonesia adalah Negara hukum. Dalam konsep Negara hukum ini maka kekuasaan Negara kemudian dibagi dan dipisahkan kedalam organ-organ Negara yang diatur didalam konstitusi atau UUD 1945. Pemisahan kekuasaan dimaksudkan untuk mencegah penyalahgunaan oleh pihak yang berkuasa. Pemisahan kekuasaan dilaksananakan sesuai dengan prinsip checks and balances. Dalam pengabdian masyarakat ini menggunakan metode sosialisasi dan pendidikan hukum kepada masyarakat dengan cara melakukan melakukan penyuluhan dan memberikan penjelasan serta ceramah kepada masyarakat desa winning Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran tentang pengetahuan dibidang peraturan perundang-undangan berkaitan dengan kewenangan membentuk UU pada lembaga Negara di Indonesia. Dalam struktur ketatanegaraan Indonesia, kewenangan membentuk Undang-Undang adalah Dewan Perwakilan Rakyat yang dilakukan secara bersama-sama dengan Presiden untuk mendapatkan persetujuan bersama. Sedangkan DPD sebagai kamar kedua, peranannya hanya bersifat supporting terhadap wewenang DPR dan Presiden. DPD sebagai lembaga yang mengusulkan suatu rancangan undang-undang yang berkaitan dengan kepentingan daerah dan tidak bersifat mandiri seperti DPR dan Presiden. Perlunya penguatan kelembagaan DPD dalam sistem ketatanegaraan Indonesia kemudian perlunya sosialisasi yang berkala berkaitan dengan tema –tema pembentukan suatu undang-undang yang melibatkan partisipasi masyarakat Secara Luas.
Penerbitan Izin Kapal Perikanan di Bawah 5 Gross Tonage (GT) Melalui Aplikasi SIMKADA di Dinas Perikanan Kota Baubau Rizki Mustika Suhartono; Rahmawansyah Badawie; L. M. Ricard Zeldi Putra; Eko Satria; Al Hiday Nur
Sultra Research of Law Vol 2 No 1 (2020): Sultra Research Of Law
Publisher : Pascasarjana Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/surel.v2i1.15

Abstract

Penerbitan Izin Kapal Perikanan Dibawah 5 Gt melalui Sistem Informasi Izin Kapal Daerah Di Dinas Perikanan Kota Baubau. Penelitian ini adalah penelitian hukum empiris (sosiologis). Teknik pengumpulan datanya meliputi: untuk data primer melalui wawancara dan observasi lapangan. Sedangkan untuk data sekunder melalui penelusuran terhadap peraturan daerah dan buku-buku yang relevan dengan penelitian ini. Jumlah responden adalah 11 orang terdiri dari Kepala Dinas Perikanan, Kepala Bidang Perizinan dan Pengelolaan TPI, Kepala Seksi Perizinan Usaha Perikanan , Staf Perizinan Usaha Perikanan, dan Masyarakat yang memiliki Kapal Perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerbitan Izin Kapal Perikanan Dibawah 5 Gt melalui Sistem Informasi Izin Kapal Daerah di Dinas Perikanan Kota Baubau yaitu a.) Pas Kecil merupakan Tanda Kebangsaan Kapal yang wajib dimiliki oleh nelayan yang mempunyai kapal dibawah 5 Gross Tonage (GT) yang merupakan wewenang Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas I Baubau dalam penerbitannya. b.) Bukti Pencatatan Kapal Perikanan dibawah 5 Gross Tonage (GT) melalui aplikasi SIMKADA pada Seksi Perizinan Usaha Perikanan. Namun belum optimal ditunjukkan dengan tingkat kesadaran masyarakat nelayan/pemilik kapal daerah dalam pengurusan dokumen kapal perikanan dibawah 5 Gross Tonage (GT) secara mandiri masih sangat rendah yang memiliki tingkat persentase sebesar 2 %.
PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA SMA NEGERI 6 PASARWAJO KABUPATEN BUTON TERHADAP MINUMAN BERALKOHOL La Ode Muhammad Ricard Zeldi Putra; Mashendra Mashendra; Agusalim Agusalim; Ernawati Ernawati; Nasrin Nasrin
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Januari 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i1.282

Abstract

Alcoholic drinks are drinks that contain ethanol. Ethanol is a psychoactive substance and its consumption causes loss of consciousness. According to WHO, alcohol is a psychotropic substance that is often abused. The abuse of alcohol in liquor in society is no longer the first incident to occur but has become a growing problem, especially among adolescents and tends to increase from year to year. Alcohol abuse also results in several forms of social problems such as fights, juvenile delinquency, immoral acts and even teenagers who then increasingly have no norms and tend to find it difficult to control their emotions. For example, for students of SMA Negeri 6 Pasarwajo, Buton Regency, the importance of socialization in terms of controlling and eradicating alcoholic beverages among students, especially at SMA Negeri 6 Pasarwajo, Buton Regency, in this study used the socialization method, namely counseling or giving explanations to students of SMA Negeri 6 Pasarwajo about impact of consuming liquor for students.
Strategic Implementation of Regional Food Reserves: A Case Study of Buton Regency's Food Price Control Efforts Sinusir, Sinusir; Zeldi Putra, L.M. Ricard; Gurusi, La; Samsul, Samsul
APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities Vol. 3 No. 2 (2024): APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities
Publisher : Lembaga Junal dan Publikasi, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/aplikatif.v3i2.441

Abstract

This study investigates the effectiveness of Buton Regency's Regional Regulation Number 7 of 2022 on Regional Food Reserves in controlling food price volatility, a critical issue linked to Indonesia's broader food security challenges. The research focuses on two key questions: the process of distributing regional food reserves to mitigate price surges and the factors hindering the successful implementation of the regulation. Using an empirical legal research model, this study examines the functioning of law within the community, integrating primary and secondary data collected through legal document analysis, observation, and interviews with local policymakers and stakeholders. The findings reveal that, while the regulation outlines procedures for managing and distributing food reserves during price surges, these reserves have not been distributed as intended. Key barriers include the lack of supporting regulations, particularly the absence of a regent regulation to provide operational guidelines, and logistical challenges such as inadequate storage facilities. This study highlights the need for stronger regulatory frameworks and operational strategies to ensure effective implementation, contributing to the discourse on food security policy in Indonesia.
Pelatihan Pencatatan dan Pelaporan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Wilayah Hukum Kabupaten Buton Samsul, Samsul; Gurusi, La; Muthmainna, Waode Novita Ayu; Satria, Eko; Putra, L.M Ricard Zeldi; Nur, Al Hiday; Asiri, La
Journal of Community Development Vol. 5 No. 3 (2025): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i3.290

Abstract

The numerous legal instruments and various agencies involved in the protection of women and children have not led to a reduction in violence against women and children; rather, the incidence has been increasing annually. The primary reasons for the rise in violence against women and children are the lack of education and awareness regarding human rights, gender equality, and gender-based violence, as well as the insufficient support from communities or social networks closest to the victims. This can result in victims feeling isolated and without a place to report or seek help. The method used in this community service program was training on case recording and reporting of violence against women and children. The result of the training was an increase in participants' knowledge regarding the forms of violence against women and children, the roles and duties of the Village Task Force for the Protection of Women and Children (PPA), as well as the procedure for handling cases of violence against women and children. The success of this program was measured using questionnaires administered before and after the training to assess the participants' knowledge and understanding of case recording and reporting of violence against women and children.
Socialization and Assistance Program Patnership Parents, School and Societies involvement In Early Childhood Education Jeti, La; Manan, Manan; Putra, L.M Ricard Zeldi; Asnawati, Asnawati; Muliati, Muliati
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 4 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v4i2.110

Abstract

This service aims to socialize and assist the partnership program of parents, schools, and the community in involvement in the implementation of early childhood education, as mandated by the Minister of Education and Culture No. 30 of 2017 concerning Family Involvement in Education. This activity was carried out in Lawela Village, South Buton Regency. This service activity consists of 3 stages. The first stage is the Community Service Team together with parents, schools and communities to carry out FGD (Forum Group Discussion) to socialize the partnership program. The second stage is partnership assistance to families, schools and communities. Third Stage The Service Team conducts interviews and observations to parents, teachers and the community regarding involvement in children's education at the Lawela Village Kindergarten. The results of this service show that through the socialization and assistance of the partnership program, a partnership relationship is built between parents, schools and the community, towards the implementation of early childhood education. These three elements of education are mutually involved in parenting programs, building communication for early childhood education, learning activities at home, and joint decision making.
The Role of the Pamong Praja Police Unit in Enforcing Regional Regulation Number 2 of 2020 concerning the Implementation of Peace, Public Order, and Community Protection Almuzamil Falaq; Mashendra; Putra, L.M. Ricard Zeldi; Waode Novita Ayu Muthmainna
AIQU: Journal Multidiscipliner of Science Vol. 2 No. 3 (2024): SEPTEMBER, AIQU: Journal Multidiscipliner of Science
Publisher : Institute Journal and Publication Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia, as the world's largest archipelagic country, possesses an extensive coastline of 99,093 kilometers, making it rich in marine biodiversity and fisheries potential. Coastal areas provide significant economic benefits, serving as both a livelihood source for local communities and a major attraction for marine tourism. However, these regions are increasingly threatened by environmental degradation due to rapid population growth, illegal settlements, excessive resource exploitation, and poor waste management. These issues necessitate strong regulatory frameworks to ensure sustainable coastal management. This study examines the enforcement of Buton Regency Regional Regulation No. 2 of 2020 concerning Orderly Coastal Areas, with a focus on the role of Satpol PP (Civil Service Police Unit) in maintaining public order and environmental conservation in Kambula-Bulana Village. Utilizing an empirical legal research approach, data was collected through field observations and interviews with key stakeholders. Findings indicate that regulatory enforcement remains suboptimal due to inadequate funding, low public awareness, and weak cross-sector coordination. Illegal construction and improper waste disposal persist as major challenges, emphasizing the need for stronger law enforcement, community engagement, and integrated policy implementation to achieve sustainable coastal governance.
Peningkatan Pemahaman Masyarakat Buton Tentang Restorative Justice Dalam Nilai Kearifan Lokal Sarapatanguna Kesultanan Buton Putra, L.M. Ricard Zeldi; Jayanto, Jayanto; Nur, Al Hiday; Andi, Samsir; Wabula, Yeni A.; Pratama, Ronal
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 4 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i4.431

Abstract

Dalam tulisan ini, rumusan masalah yang didapatkan yaitu bagaimana penerapan Restorative Justice dalam perspektif Sarapatanguna pada masyarakat Buton, sementara tujuan penulisan adalah memahami bagaimana konsep tersebut dapat diaplikasikan dalam kerangka nilai lokal. Tulisan ini menyelidiki implementasi Restorative Justice dalam kerangka nilai-nilai kearifan lokal Sarapatanguna di masyarakat Buton. Falsafah Sarapatanguna, dengan nilai-nilai seperti pomae-maeaka (saling menghargai) dan popia-piara (saling memelihara), menciptakan dasar untuk perilaku masyarakat Buton. Restorative Justice dianggap sebagai pendekatan yang sesuai dengan nilai-nilai lokal tersebut, menempatkan penekanan pada pemulihan hubungan dan keadilan. Pembahasan menguraikan bahwa Restorative Justice tidak hanya tentang hukuman, tetapi juga membangun kembali hubungan antar individu dan komunitas. Hal ini diharapkan dapat memperkuat ikatan sosial, meningkatkan legitimasi sistem hukum, dan memberikan contoh bagi daerah lain di Indonesia, seiring dengan visi Indonesia sebagai bangsa yang inklusif dan menjunjung tinggi keadilan sosial.
Sosialisasi Hukum Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual Nur, AL hiday; Putra, LM. Ricard Zeldi; Andi, Samsir; Sapril, Sapril
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 4 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i4.1285

Abstract

Setiap orang berhak mendapatkan pelindungan dari kekerasan dan berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta kekerasan seksual bertentangan dengan nilai ketuhanan dan kemanusiaan serta mengganggu keamanan dan ketenteraman masyarakat, selain itu peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kekerasan seksual belum optimal dalam memberikan pencegahan, pelindungan, akses keadilan, dan pemulihan, belum memenuhi kebutuhan hak korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual, serta belum komprehensif dalam mengatur mengenai hukum acara. Undang-undang ini adalah terbaru masyrakat belum banyak yang mengetahui. Dalam Undang-undang ini diatur mengenai Tindak Pidana Kekerasan Seksual secara verbal dan non verbal dimana optimalisasi pencegahanya lebih tegas dibandingkan dengan KUHP, tujuan dari penelitian ini untuk memberikan kesadaran hukum bagi masyrakat Desa Mantowu Kecamatan Pasarwajo khusunya para kalangan remaja , orang tua, Kabupaten Buton. Tindak Pidana Kekerasan Seksual adalah segala perbuatan yang memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. Metode Penelitian yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab dengan menyampaikan materi penyuluhan yang bersifat kognitif namun dikemas dengan informasi yang menyenangkan.
Tinjauan Yuridis Peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Buton Dalam Proses Pembentukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah di Kabupaten Buton Darmawan, Darmawan; Zeldi Putra, L.M. Ricard; Suhartono, Rizki Mustika; Nur, AL Hiday
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8839

Abstract

Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah, pertama adalah bagaimana peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton dalani proses pembentukan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah. Kedua adalah apa saja faktor penghambat peran DPRD Kabupaten Buton dalam pembentukan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah. Tujuan dari penelitian ini, pertama adalah untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton dalam proses pembentukan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah. Kedua adalah untuk mengetahui dan menganalisis faktor penghambat yang dialami DPRD Kabupaten Buton dalam pembentukan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah. Hasil penelitian penulis, yang pertama adalah peran dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) kabupaten buton dalam proses pembentukan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah adalah legislasi, anggaran dan pengawasan. Kedua adalah faktor penghambat dprd kabupaten buton dalam proses pembentukan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah yaitu terkait dengan jumlah dana, faktor waktu, faktor komunikasi dan faktor kesibukan.