Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Tinjauan Perbandingan Kekuasaan Legislasi Dalam Konstitusi Indonesia Dan Amerika Serikat Putra, L.M. Ricard Zeldi; Nur, Al Hiday; Dagani, Gamlan; Andi, Samsir; Putra, Ronal Pratama
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9404

Abstract

Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah, bagaimana perbandingan Kekuasaan Legislasi Antara Indonesia dan Amerika Serikat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Perbandingan Kekuasaan Legislasi Antara Indonesia dan Amerika Serikat. Hasil penelitian penulis, dalam struktur ketatanegaraan Indonesia, bahwa pemegang fungsi legislasi adalah Dewan Perwakilan Rakyat yang dilakukan secara bersama-sama dengan Presiden untuk mendapatkan persetujuan bersama. Apabila tidak mendapatkan persetujuan bersama maka RUU tersebut tidak dapat menjadi undang-undang. Sehingga fungsi legislasi di Indonesia bersifat Joint function. Sedangkan DPD sebagai kamar kedua, peranannya hanya bersifat supporting terhadap wewenang DPR dan Presiden. Konstitusi Amerika Serikat menegaskan bahwa kekuasaan untuk membentuk undang-undang berada di tangan sebuah Lembaga legislatif biasa disebut Kongres. Kongres Amerika Serikat yang terdiri dari dua badan (bicameral) yaitu Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (House Of Representative). Fungsi legislasi di Amerika Serikat dipegang oleh dua kamar yang memiliki peranan dan fungsi legislasi yang seimbang dan setara. Semua undang-undang terlebih dahulu harus disetujui oleh kedua kamar tersebut.
Strategic Implementation of Regional Food Reserves: A Case Study of Buton Regency's Food Price Control Efforts Sinusir, Sinusir; Zeldi Putra, L.M. Ricard; Gurusi, La; Samsul, Samsul
APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities Vol. 3 No. 2 (2024): APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities
Publisher : Lembaga Junal dan Publikasi, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/aplikatif.v3i2.441

Abstract

This study investigates the effectiveness of Buton Regency's Regional Regulation Number 7 of 2022 on Regional Food Reserves in controlling food price volatility, a critical issue linked to Indonesia's broader food security challenges. The research focuses on two key questions: the process of distributing regional food reserves to mitigate price surges and the factors hindering the successful implementation of the regulation. Using an empirical legal research model, this study examines the functioning of law within the community, integrating primary and secondary data collected through legal document analysis, observation, and interviews with local policymakers and stakeholders. The findings reveal that, while the regulation outlines procedures for managing and distributing food reserves during price surges, these reserves have not been distributed as intended. Key barriers include the lack of supporting regulations, particularly the absence of a regent regulation to provide operational guidelines, and logistical challenges such as inadequate storage facilities. This study highlights the need for stronger regulatory frameworks and operational strategies to ensure effective implementation, contributing to the discourse on food security policy in Indonesia.