Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Upaya mencegah dampak cyberbullying terhadap kesehatan mental remaja Hasanah, Aulia Helsa Octari; Rahmah, Asih Setia; Sari, Syafni Gustina
Journal of Counseling, Education and Society Vol 4, No 2 (2023): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces366000

Abstract

Dalam era digital yang terus berkembang, cyber bullying menjadi ancaman serius terhadap kesehatan mental remaja. Artikel ini membahas upaya mencegah dampak negatif cyber bullying dengan fokus pada pendidikan dan kesadaran. Melalui peningkatan pemahaman tentang risiko dan konsekuensi cyber bullying, diharapkan masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan online yang aman.Selain itu, artikel ini mengeksplorasi peran penting sekolah dan orang tua dalam mendukung remaja menghadapi tantangan ini. Pendidikan formal di sekolah tentang etika digital, tanggung jawab online, dan cara melaporkan kasus cyber bullying dapat menjadi langkah krusial. Di sisi lain, peran orang tua dalam memantau aktivitas online anak-anak mereka dan memberikan dukungan emosional sangat diperlukan.Dengan langkah-langkah preventif ini, diharapkan dapat mengurangi insiden cyber bullying dan melindungi kesehatan mental remaja secara efektif. Dengan kerjasama antara pihak sekolah, orang tua, dan komunitas online, kita dapat menciptakan lingkungan di mana remaja dapat tumbuh dan berkembang tanpa terpengaruh oleh dampak negatif cyber bullying. Dalam merespon ancaman serius cyber bullying terhadap kesehatan mental remaja, artikel ini menggunakan metode literatur untuk menyelidiki upaya pencegahan yang telah diusulkan dan diimplementasikan. Melalui telaah literatur, kami mengidentifikasi pendekatan pendidikan, kesadaran, dan pengembangan kultur positif online yang telah terbukti efektif. Kami juga mengeksplorasi perkembangan teknologi pelaporan dan evaluasi dampaknya dalam menanggapi kasus cyber bullying. Artikel ini memberikan tinjauan komprehensif tentang peran sekolah, orang tua, dan komunitas dalam pencegahan cyber bullying, dengan memanfaatkan penelitian dan temuan terbaru dalam bidang ini. Dengan menggabungkan perspektif literatur dari berbagai sumber, artikel ini memberikan dasar yang kuat untuk memahami kompleksitas isu ini dan merumuskan rekomendasi berbasis bukti untuk mencegah dampak negatif cyber bullying pada kesehatan mental remaja.
Upaya mencegah dampak cyberbullying terhadap kesehatan mental remaja Hasanah, Aulia Helsa Octari; Rahmah, Asih Setia; Sari, Syafni Gustina
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 4 No. 2 (2023): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces366000

Abstract

Dalam era digital yang terus berkembang, cyber bullying menjadi ancaman serius terhadap kesehatan mental remaja. Artikel ini membahas upaya mencegah dampak negatif cyber bullying dengan fokus pada pendidikan dan kesadaran. Melalui peningkatan pemahaman tentang risiko dan konsekuensi cyber bullying, diharapkan masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan online yang aman.Selain itu, artikel ini mengeksplorasi peran penting sekolah dan orang tua dalam mendukung remaja menghadapi tantangan ini. Pendidikan formal di sekolah tentang etika digital, tanggung jawab online, dan cara melaporkan kasus cyber bullying dapat menjadi langkah krusial. Di sisi lain, peran orang tua dalam memantau aktivitas online anak-anak mereka dan memberikan dukungan emosional sangat diperlukan.Dengan langkah-langkah preventif ini, diharapkan dapat mengurangi insiden cyber bullying dan melindungi kesehatan mental remaja secara efektif. Dengan kerjasama antara pihak sekolah, orang tua, dan komunitas online, kita dapat menciptakan lingkungan di mana remaja dapat tumbuh dan berkembang tanpa terpengaruh oleh dampak negatif cyber bullying. Dalam merespon ancaman serius cyber bullying terhadap kesehatan mental remaja, artikel ini menggunakan metode literatur untuk menyelidiki upaya pencegahan yang telah diusulkan dan diimplementasikan. Melalui telaah literatur, kami mengidentifikasi pendekatan pendidikan, kesadaran, dan pengembangan kultur positif online yang telah terbukti efektif. Kami juga mengeksplorasi perkembangan teknologi pelaporan dan evaluasi dampaknya dalam menanggapi kasus cyber bullying. Artikel ini memberikan tinjauan komprehensif tentang peran sekolah, orang tua, dan komunitas dalam pencegahan cyber bullying, dengan memanfaatkan penelitian dan temuan terbaru dalam bidang ini. Dengan menggabungkan perspektif literatur dari berbagai sumber, artikel ini memberikan dasar yang kuat untuk memahami kompleksitas isu ini dan merumuskan rekomendasi berbasis bukti untuk mencegah dampak negatif cyber bullying pada kesehatan mental remaja.
Analysis of Critical Thinking, Creative Thinking and Problem Solving Skills on Elementary School Students: A Descriptive Correlation Study Amrina, Zulfa; Alfino, Joni; Sari, Syafni Gustina; Hahsa, Nurham
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 25, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The 21st-century competencies have become a primary focus for enhancing human resource capacity in Indonesia. The 21st-century competencies refer to a set of skills necessary for development in the modern era. These competencies include creative thinking, critical thinking and problem solving, communication, and collaboration, collectively known as the 4C skills. The 4C skills of students in Indonesia tend to be low. Based on the observations and interviews conducted by the author with teachers and students in several schools in Padang City, it was found that the majority of students did not achieve mastery in mathematics learning. They struggled to solve the mathematical problems presented to them. This research aims to analyze the relationship between critical and creative thinking skills toward problem-solving abilities of elementary school students in Padang City. This is correlational descriptive research. The study was conducted on fifth-grade students at SD 22 Kampung Dalam Padang. A random sample of 127 students was taken. The instruments used included a questionnaire for critical thinking skills, a questionnaire for creative thinking skills, and an essay test on problem-solving abilities. Data were analyzed descriptively, quantitatively, and inferentially. The results of the data analysis indicated that there was a significant relationship between critical and creative thinking skills toward students' problem-solving abilities.        Keywords: critical, creative and problem-solving skill, mathematics.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpmipa/v25i2.pp784-791
Pengembangan E-Modul Berbasis Multimedia Interaktif Dengan Pendekatan Contekstual Teaching and Learning Untuk Siswa Sekolah Dasar Pada Materi Bangun Ruang Alyusfitri, Rieke; Sari, Syafni Gustina; Jusar, Ira Rahmayuni; Pratiwi, Nindya
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 1: Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i1.1750

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and development /R&D) yang bertujuan untuk menghasilkan dan mendiskripsikan e-modul pembelajaran matematika berbasis CTL yang valid dan praktis. Model pengembangan pada penelitian ini adalah model pengembangan 4–D (four D), yang yang dibatasi pada 3-D yaitu define, design, dan develop. Instrumen penelitian meliputi lembar validitas dan lembar praktikalitas (angket respon guru dan siswa). Validator terdiri dari 2 orang dosen ahli yaitu validator materi dan desain. Berdasarkan modul yang telah dikembangkan, validasi modul yang dilakukan dari aspek materi diperoleh presentase kevalidan 84,44% dengan kriteria valid dan dari aspek desain diperoleh presentase kevalidan 94,58% dengan kriteria sangat valid, sehingga diperoleh rata-rata validitas E-Modul Pembelajaran Matematika berbasis multimedia interaktif dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi bangun ruang memenuhi kriteria sangat valid dengan presentase kevalidan 89,51%. Uji praktikalitas terdiri dari 1 orang guru kelas dan 25 orang siswa, dari hasil praktikalitas oleh guru diperoleh presentase kepraktisan 91,3% dengan kriteria sangat praktis dan hasil praktikalitas oleh siswa diperoleh dengan presentase kepraktisan 89,8% dengan kriteria sangat praktis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa E-modul pembelajaran Matematika berbasis Multimedia Interaktif dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) memenuhi kriteria valid dan praktis yang dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar (SD) secara mandiri.
Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbasis Augmented Reality untuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Amrina, Zulfa; Sari, Syafni Gustina; Alfino, Joni; Mahdiansyah, Mahdiansyah
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 1: Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i1.1932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis Augmented Reality (AR) untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa. Media yang dikembangkan berupa AR Book Bangun Ruang yang dapat digunakan dalam Pembelajaran Matematika materi Bangun Ruang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (RnD), Model Pengembangan perangkat lunak waterfall. Model ini terdiri dari 5 tahapan yaitu comunication, planning, modelling, construction dan deployment. AR Book Bangun Ruang sebagai produk dari penelitian ini diujicobakan pada mahasiswa Prodi PGSD yang mengambil mata kuliah Pembelajaran Matematika. Uji coba dilakukan dengan tujuan untuk melihat validitas, praktikalitas dan efektifitas produk yang dihasilkan. Data penelitian ini berupa data hasil lembar validitas oleh expert, hasil praktikalitas dari dosen dan mahasiswa dan data hasil belajar pada mata kuliah pembelajaran matematika. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian dan hasil analisis data menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dihasilkan valid, praktis dan efektif. Sehingga media pembelajaran matematika yang dihasilkan akan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa PGSD FKIP Univesitas Bung Hatta.
Dampak Penggunaan Gadget terhadap Konsentrasi Belajar Peserta Didik Alma Lalahi; Salsabilla Fitri; Fadillah Tiara Putri; Syafni Gustina Sari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36299

Abstract

Perkembangan teknologi digital di masyarakat Indonesia sangat pesat dan cepat, menunjukkan tingkat penyesuaian yang baik terhadap kemajuan teknologi saat ini dan membuka peluang besar untuk perubahan digital di berbagai aspek kehidupan. Penggunaan gadget yang dilakukan secara konsisten atau terus menerus dapat memengaruhi perilaku dan kepribadian anak, bahkan sampai menjadikannya bagian yang tidak terpisahkan dari rutinitas harian mereka, sehingga dapat mengganggu aktivitas lain yang lebih penting, salah satunya adalah konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan gadget berdampak pada konsentrasi belajar siswa. Melalui pendekatan Tinjauan Pustaka Sistematis (TPS), penelitian ini menelaah sepuluh artikel ilmiah relevan yang diterbitkan pada rentang tahun 2020 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget yang berlebihan, khususnya untuk aktivitas non-pembelajaran seperti bermain gim dan mengakses media sosial, berdampak negatif terhadap kemampuan siswa dalam memusatkan perhatian, menjaga fokus, serta mempertahankan motivasi belajar. Namun demikian, penggunaan gadget juga dapat berfungsi sebagai sarana pendukung pembelajaran apabila dimanfaatkan secara tepat. Oleh karena itu, penggunaan gadget memiliki dampak yang bersifat dua sisi terhadap konsentrasi belajar siswa.
Membangun Minat Baca Siswa SD melalui Penerapan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Ummul Khairaniyura; Anggun Nuraini; Dwi Putri Kurnia Riarni; Syafni Gustina Sari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36385

Abstract

Minat baca siswa sekolah dasar di Indonesia masih tergolong rendah, sebagaimana tercermin dalam hasil Programme for International Student Assessment (PISA). Gerakan Literasi Sekolah (GLS) hadir sebagai upaya sistematis untuk menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran GLS dalam meningkatkan minat baca siswa sekolah dasar serta mengidentifikasi strategi implementasi yang efektif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap sepuluh artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2025. Data dianalisis menggunakan teknik analisis konten meliputi identifikasi, sintesis, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan GLS melalui tahapan pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran efektif meningkatkan minat baca siswa. Strategi yang berpengaruh meliputi pembiasaan membaca 15 menit, optimalisasi perpustakaan dan sudut baca, peran aktif guru, serta keterlibatan orang tua. Keberhasilan GLS dipengaruhi oleh komitmen sekolah, kompetensi guru, dan dukungan sarana prasarana.
Bridging Culture and Technology: Integrating Minangkabau Ethnomathematics into Virtual Reality for Geometry Learning Amrina, Zulfa; Alfino, Joni; Sari, Syafni Gustina; Madona, Ade Sri; Hahsa, Nurham
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 27, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmipa.v27i1.pp18-38

Abstract

This research is based on the fact that younger generations have difficulty understanding mathematics and are also less culturally aware. Observing this phenomenon, it is necessary to develop a culture-based (ethnomathematics) learning media. The purpose of this study is to develop an ethnomathematics-based mathematics learning media by exploring the Minangkabau Rumah Gadang (traditional house) through virtual reality technology. The research method used in this study was research and development (R&D), which followed the ADDIE model, which consists of five phases: analyze, design, develop, implement, and evaluate. The media was developed using the Artsteps application. The media developed was validated by experts before being tested on students as research subjects. Data were collected from two material-expert lecturers and one media-expert lecturer, as well as from one class of 44 students, serving as the product trial sample. The instruments used in this study were the material expert validation sheet, the media expert validation sheet, the student response questionnaire, and the mathematics learning achievement test. The results of this study showed that the material expert gave a score of 98%, the media expert 97%, and the practitioners (student responses) 98%, with an average score of 97.7%, which falls into the “excellent” category. Meanwhile, the mathematics learning achievement test showed that 84.1% of the students met the passing criteria in this course, while 15.9% failed. Based on the research results and discussion, it can be concluded that the Minangkabau culture-based ethnomathematics learning media developed through the ADDIE model meets the criteria for validity and practicality for implementation with Elementary School Teacher Education students. Keywords: ethnomathematics, virtual reality, mathematics, learning_media.
Culturally Responsive Teaching Approach in Learning Mathematics in Primary Schools under the Merdeka Curriculum Sari, Syafni Gustina; Nora, Yulfia; Afrioza, Lasri; Yeni, Nelda Anda; Zamardi, Randi Ali
KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 13, No 2 (2025): Kolokium: Publishing October 2025
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kolokium.v13i2.1180

Abstract

Mathematics learning in elementary schools is often perceived as abstract and difficult, resulting in low motivation, weak conceptual understanding, and limited confidence among students. This phenomenon poses a challenge in the implementation of the Merdeka Curriculum, which emphasizes differentiated, student-centered, and culturally relevant learning. To address this issue, Culturally Responsive Teaching (CRT) has been introduced as a pedagogical approach that integrates students’ cultural backgrounds into mathematics learning. This study employed a meta-analysis method by reviewing 10 national journal articles published within the last five years. Data were collected through documentation using Google Scholar with the keywords “Culturally Responsive Teaching in mathematics learning.” The analysis was conducted using Wilson and Kelley’s nine-step procedure, focusing on research purposes, design, data collection techniques, and data analysis methods. The results showed that 80% of studies aimed at improving learning outcomes, while 70% applied classroom action research designs. Most data were collected through tests and observations (50%), and analysis predominantly used combined quantitative and qualitative descriptive methods (50%). Overall, the findings indicate that CRT positively impacts students’ mathematical understanding, motivation, creativity, and problem-solving skills. Despite challenges in connecting abstract concepts with cultural contexts, CRT proves effective in creating inclusive, meaningful, and culturally relevant mathematics learning under the Merdeka Curriculum.