Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Evaluasi Postur Kerja Pada Pekerja Laboratorium QC Di PT Balikpapan Ready Mix Dengan Metode Reba (Rapid Entire Body Assessment) Rendy Andriawan Syaputra; Komeyni Rusba; Lina Yuliana
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.930

Abstract

K3 menjadi aspek penting di industri modern. Kecelakaan dapat terjadi akibat faktor manusia maupun lemahnya sistem keselamatan. Di manufaktur dan konstruksi, K3 mencakup risiko transportasi, kebakaran, mekanis, dan lingkungan. Aspek ergonomi juga krusial, terutama bagi pekerja QC yang rentan keluhan muskuloskeletal akibat postur tidak ergonomis, aktivitas berulang, serta penggunaan alat yang tidak sesuai dengan antropometri tubuh. Kondisi ini tidak hanya menurunkan kenyamanan kerja, tetapi juga berdampak pada produktivitas dan risiko cedera jangka panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif observasional untuk mengevaluasi risiko ergonomi pada aktivitas kerja di Laboratorium QC PT. Balikpapan Ready Mix. Penilaian ergonomi dilakukan dengan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA), digunakan untuk mengidentifikasi tingkat risiko muskuloskeletal berdasarkan postur kerja pekerja selama melakukan pengujian mutu beton. Hasil analisis menunjukkan aktivitas kerja di Laboratorium QC PT. Balikpapan Ready Mix masih melibatkan postur tidak ergonomis, terutama saat mengangkat cetakan beton, melakukan pengujian tekan, dan membersihkan benda uji. Skor akhir REBA 7–10 menunjukkan risiko sedang hingga tinggi terhadap gangguan muskuloskeletal. Faktor utama meliputi postur membungkuk, kerja statis, dan pengangkatan beban tanpa alat bantu. Sehingga diperlukan perbaikan sistem kerja dan penataan lingkungan kerja di laboratorium QC melalui penerapan prinsip ergonomi, guna menciptakan kondisi kerja yang lebih aman, nyaman, dan efisien bagi pekerja.
Implementasi Program Manajemen Kebakaran Dan Kinerja Unit Pemadam Ganda Di Kilang X Iqbal Nurhidayat; Lina Yuliana; Iwan Zulfikar
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan program manajemen kebakaran di fasilitas kilang melalui penilaian terhadap penyediaan sarana proteksi, kinerja unit pemadam ganda, serta efektivitas inspeksi peralatan keselamatan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan telaah dokumen teknis yang berkaitan dengan sistem perlindungan kebakaran di area proses. Analisis menunjukkan bahwa fasilitas telah menyediakan perlindungan aktif dan pasif secara terpadu, termasuk penggunaan unit pemadam ganda berkapasitas besar yang mampu memberikan respons cepat terhadap kebakaran berbahan bakar hidrokarbon. Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa kegiatan inspeksi dilaksanakan lebih sering daripada ketentuan minimal, sehingga meningkatkan kesiapan operasional peralatan pemadam. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi peralatan proteksi, perencanaan inspeksi, dan kompetensi operator berperan penting dalam memperkuat kesiapsiagaan fasilitas terhadap keadaan darurat. Penelitian ini memberikan gambaran empiris mengenai praktik pengendalian risiko kebakaran yang telah diterapkan secara sistematis di lingkungan industri kilang.
Proses Prakualifikasi Contractor Safety Management System (CSMS) Di PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant 12 Tarjun Abid Adyatma Widya Dhanawanto; Komeyni Rusba; Sudirman Noor; Lina Yuliana
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.991

Abstract

Contractor Safety Management System (CSMS) merupakan suatu sistem manajemen keselamatan yang dirancang untuk memastikan bahwa seluruh kontraktor yang melakukan pekerjaan pada suatu perusahaan mematuhi standar keselamatan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan. Penerapan CSMS dilakukan melalui proses seleksi, evaluasi, dan pengawasan kontraktor secara sistematis untuk mengidentifikasi potensi bahaya serta meminimalkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan CSMS dalam meningkatkan kinerja keselamatan kerja melalui penilaian dokumen, observasi lapangan, dan pengolahan data evaluasi kontraktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CSMS yang konsisten mampu menurunkan tingkat insiden kerja, meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur K3, serta mendorong budaya keselamatan yang lebih baik di lingkungan proyek. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa CSMS berperan penting dalam pengendalian risiko, penguatan manajemen K3, dan peningkatan performa keselamatan secara keseluruhan.
Kesiapsiagaan Dan Kapabilitas BASARNAS Dalam Menangani Insiden Road Crash Di Jalur Darat Josafat Ricard Delfranc Oley; Lina Yuliana; Mohammad Nasir; Iwan Zulfikar
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.993

Abstract

Insiden road crash di jalur darat merupakan salah satu keadaan darurat yang membutuhkan respons cepat, terkoordinasi, dan profesional untuk meminimalkan korban jiwa serta dampak kerugian lainnya. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) sebagai lembaga yang berwenang dalam pelaksanaan operasi Search and Rescue (SAR) memiliki peran penting dalam penanganan kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan dan kapabilitas BASARNAS dalam menangani insiden road crash berdasarkan aspek sumber daya manusia, peralatan SAR, prosedur operasi standar (SOP), serta koordinasi lintas instansi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur, analisis dokumen, dan wawancara terbatas dengan personel SAR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan BASARNAS berada pada kategori baik, ditunjukkan oleh pelaksanaan pelatihan rutin, simulasi SAR, serta ketersediaan personel bersertifikasi. Namun, beberapa tantangan masih ditemukan, seperti keterbatasan peralatan khusus extrication, variasi kecepatan respon antar wilayah, serta kebutuhan peningkatan koordinasi dengan pihak kepolisian, dinas perhubungan, dan fasilitas kesehatan. Kapabilitas BASARNAS dalam penanganan road crash dinilai efektif, namun masih perlu penguatan pada integrasi sistem komando insiden dan peningkatan kemampuan teknis rescue. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan untuk pengembangan strategi peningkatan kesiapsiagaan dan optimalisasi operasi SAR darat dalam menangani insiden road crash di Indonesia.
Peningkatan Kesiapsiagaan Darurat Melalui Program CPR Pada Kelompok Pekerja Berisiko Tinggi Muhammad Naufal Al Fajri; Lina Yuliana; Maslina Maslina
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.994

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam meminimalkan risiko kecelakaan dan kondisi darurat medis di lingkungan kerja, terutama pada sektor dengan tingkat bahaya tinggi. Salah satu keadaan darurat yang membutuhkan respons cepat adalah henti jantung mendadak, di mana tindakan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) dapat meningkatkan peluang keselamatan korban secara signifikan. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan darurat pekerja berisiko tinggi melalui pelatihan CPR yang mencakup materi teori, demonstrasi, dan praktik langsung. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, penyusunan materi, praktik terarah menggunakan manekin, serta evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan CPR, ditunjukkan melalui kemampuan mereka mengikuti prosedur kompresi dan ventilasi sesuai standar. Selain itu, pelatihan ini meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan darurat sebagai bagian dari budaya kerja aman. Program pengabdian ini membuktikan bahwa pelatihan CPR merupakan intervensi yang efektif dalam memperkuat implementasi K3 dan mengurangi risiko fatalitas akibat kejadian medis mendadak di tempat kerja.
Pemeliharaan Dan Inspeksi Hydrant Dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Di PT XYZ Jefriano Jefriano; Lina Yuliana; Febrianto Dedi Hosea
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.997

Abstract

Kegiatan pemeliharaan dan inspeksi pada peralatan pemadam kebakaran jenis hydrant dan alat pemadam api ringan (APAR) telah dilaksanakan di PT XYZ untuk meningkatkan keselamatan operasional. Masalah yang diidentifikasi berhubungan dengan potensi kegagalan fungsi peralatan pemadam kebakaran akibat kondisi lingkungan pertambangan yang berat serta kurangnya pemantauan berkala. Pendekatan yang digunakan meliputi pengumpulan data melalui observasi lapangan, pemeriksaan dokumen pemeliharaan, dan evaluasi penerapan standar keselamatan kebakaran yang berlaku di perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemeliharaan terjadwal dan inspeksi rutin yang di lakukan dalam satu bulan sekali telah meningkatkan kesiapan operasi hydrant dan alat pemadam api ringan serta mengurangi kemungkinan terjadinya kegagalan saat keadaan darurat. Temuan ini menyimpulkan bahwa pemeliharaan dan inspeksi yang konsisten berperan penting dalam mendukung pengendalian kebakaran dan memastikan lingkungan kerja yang aman di area pertambangan PT XYZ.
Pengembangan Protokol Jaringan Berbasis Keselamatan Kerja Untuk Mendukung Penggantian Trafo Yang Aman Dan Efisien Di PLN Muhammad Alfayed; Lina Yuliana; Budiansyah Budiansyah; Luqmantoro Luqmantoro
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.1018

Abstract

Pengabdian ini mengembangkan sebuah kerangka protokol jaringan yang terintegrasi dengan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk meningkatkan keamanan serta efisiensi pada proses penggantian trafo dalam operasi distribusi PLN. Berdasarkan observasi selama kegiatan praktik kerja lapangan di PLN ULP Ahmad Yani, ditemukan berbagai risiko yang berpotensi menghambat keselamatan dan kelancaran kerja, seperti bahaya listrik tegangan tinggi, pergerakan peralatan berat, keterbatasan koordinasi lapangan, hingga keterlambatan komunikasi antarunit yang dapat memicu miskomunikasi. Protokol yang diusulkan mencakup alur komunikasi digital yang lebih sistematis, mekanisme koordinasi real-time antarpetugas, sistem otorisasi kerja berbasis tingkat risiko, serta integrasi lapisan sinyal darurat untuk kondisi kritis. Temuan menunjukkan bahwa penerapan komunikasi terstruktur dapat mengurangi potensi human error, mempercepat respons operasional, dan selaras dengan standar keselamatan yang diterapkan PLN. Model ini diharapkan mampu mendukung kegiatan penggantian trafo agar berlangsung lebih aman, terkontrol, dan efisien.
Implementasi Program Sosialisasi Ke Pekerja Bangunan Dan Pemetaan Potensi Bahaya Listrik Sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Listrik Pada Masyarakat Di Sekitar Jaringan Distribusi PT PLN (Persero) ULP Samarinda Ulu Muhammad Fitrananda Dikyandika; Lina Yuliana; Tiara Dwi Permata Hadi; Luqmantoro Luqmantoro
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.1024

Abstract

Kecelakaan listrik pada masyarakat umum masih sering terjadi, khususnya di sekitar jaringan distribusi listrik tegangan menengah dan rendah. Rendahnya pengetahuan masyarakat serta pekerja bangunan terhadap potensi bahaya listrik menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi program sosialisasi keselamatan listrik kepada pekerja bangunan serta pemetaan potensi bahaya listrik sebagai upaya pencegahan kecelakaan listrik pada masyarakat di sekitar jaringan distribusi PT PLN (Persero) ULP Samarinda Ulu. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui kegiatan observasi lapangan, sosialisasi langsung, wawancara, serta dokumentasi. Pemetaan potensi bahaya dilakukan dengan metode hazard mapping pada titik-titik jaringan distribusi yang berada dekat dengan aktivitas masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi mampu meningkatkan pemahaman pekerja bangunan dan masyarakat terkait bahaya listrik serta perilaku aman di sekitar jaringan listrik. Selain itu, hazard mapping membantu mengidentifikasi titik rawan kecelakaan listrik sehingga dapat digunakan sebagai dasar tindakan pencegahan. Implementasi program ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran keselamatan dan meminimalkan risiko kecelakaan listrik di lingkungan masyarakat.
Evaluasi Penerapan Sistem Tanggap Darurat Dan Fasilitas Keselamatan Kerja Di Terminal Kargo PT Intergrasi Aviasi Solusi Cahya Julyan Haqqu; Iwan Zulfikar; Nabila Dienna Sabila; Lina Yuliana
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.1025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan sistem tanggap darurat dan jalur evakuasi di Terminal Kargo PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. Pengamatan dilaksanakan selama periode 6 Agustus hingga 6 November 2025 melalui observasi langsung, dokumentasi, serta pemeriksaan fasilitas keselamatan seperti APAR, kotak P3K, safety sign, dan jalur evakuasi pada beberapa area operasional, yaitu Office Terminal Kargo, RA (Regulated Agent), Incoming Domestic, Incoming International, dan SBU Cargo Service. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar fasilitas tanggap darurat telah tersedia namun belum sepenuhnya memenuhi standar ISO 45001:2018. Beberapa ketidaksesuaian ditemukan, antara lain APAR dengan tekanan rendah, isi kotak P3K yang tidak lengkap, safety sign yang memudar, serta jalur evakuasi yang belum memiliki penanda arah secara konsisten. Selain itu, inspeksi forklift, kendaraan operasional, dan kegiatan 5R juga menunjukkan perlunya peningkatan penataan area kerja untuk mendukung kelancaran proses evakuasi. Perbaikan dilakukan melalui pembuatan dan pemasangan layout jalur evakuasi baru, pemasangan safety sign tambahan, penggantian label inspeksi APAR, serta pengisian ulang P3K. Secara keseluruhan, penerapan sistem tanggap darurat di Terminal Kargo IAS telah berjalan namun masih membutuhkan optimalisasi agar sesuai dengan standar keselamatan kerja dan mampu meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pekerja dalam menghadapi kondisi darurat.
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Kegiatan Operasional Di PT X Muhammad Sultan Resky Andi Morang; Lina Yuliana; Iwan Zulfikar
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.1055

Abstract

Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada kegiatan operasional di PT X berdasarkan lima elemen utama SMK3 yang meliputi kebijakan K3, perencanaan K3, penerapan K3, pemantauan dan evaluasi, serta peninjauan dan peningkatan kinerja. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, inspeksi rutin, pendampingan toolbox meeting, penerbitan work permit, serta telaah dokumen HSE seperti HIRA, JSA, dan Lifting Plan selama periode 8 September hingga 8 November 2025. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan SMK3 secara umum telah berjalan dengan baik dengan kebijakan K3 yang terdokumentasi lengkap, perencanaan K3 melalui HIRA dan JSA yang tersusun, serta program K3 tahunan yang terencana. Namun ditemukan beberapa temuan minor yang perlu perbaikan meliputi sosialisasi kebijakan kepada pekerja baru yang belum optimal, inkonsistensi pelaksanaan pre-operation check pada alat angkat angkut, ketidakpatuhan penggunaan APD pada beberapa kondisi, penerbitan work permit yang kadang terlambat, kondisi beberapa unit APAR yang sudah expired, serta pelaksanaan drill evakuasi yang belum sesuai jadwal minimal dua kali setahun. Berdasarkan hasil analisis, direkomendasikan penguatan program induksi K3, peningkatan konsistensi pengawasan lapangan, optimalisasi jadwal pemeliharaan peralatan keselamatan, dan pelaksanaan program pelatihan serta drill secara berkala untuk meningkatkan efektivitas SMK3 secara berkelanjutan.