Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Embrio

PEMBERIAN KONSENTRASI PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI VARITAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.). ermawati erma; Milda Ernita
Jurnal Embrio Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.981 KB)

Abstract

Setiap varietas bawang merah berbeda interaksinya pada konsentrasi Kalium (K) baik terhadap pertumbuhan atau produksi. Kalium merupakan unsur makro yang dibutuhkan tanaman bawang merah, namun konsentrasi yang tepat belum diketahui sehingga diperlukan penelitian barbagai taraf konsentrasi K: 2 ml/liter, 3 ml/liter dan 4 ml/liter pada 4 varietas: Singkil Gajah, Medan, Cirebon, dan Bima. yang ingin dicapai. Pemberian konsentrasi pupuk kalium 2, 3 dan 4 ml/L memperlihatkan bobot umbi kering tidak pengaruh nyata, berturut turut bobot umbi kering adalah 14.00; 14.27 dan 13.82 t/ha. Berdasarkan kesimpulan disarankan untuk Menggunakan Varietas Singkil Medan Dengan perlakuan 2 ml/L pupuk kalium.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) yusniati yusniati; Jamila jamiilah; milda ernita
Jurnal Embrio Vol 11 No 01 (2019): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.585 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v11i01.426

Abstract

Penelitian pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) dan biochar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui interaksi pemberian POC dan biochar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan pemberian biochar yang terdiri 2 taraf yaitu 0 t ha-1 dan 5 t ha-1 dan pemberian POC US dengan taraf 0 ml L-1, 25 ml L-1, 50 ml L-1, 75 ml L-1 dan 100 ml L-1 setiap satuan percobaan dengan 3 ulangan. Data pengamatan dianalisis secara statistik dengan uji F, Jika F hitung lebih besar dari F table dilanjutkan dengan Duncan`s Multiple Range Test pada taraf nyata 5%. Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa interaksi Biochar dan POS US berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan, secara tunggal 75 ml L-1 POC US terbaik terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah dan dosis 5 ton ha-1 biochar memberikan hasil terbaik dengan bobot kering umbi 47,40 g/rumpun.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI MERAH (Capsicum annum L.) PADA PUPUK HAYATI DAN NPK Majemuk ermawati erma; Dedi Tak Olata; Milda Ernita
Jurnal Embrio Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.441 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v13i1.677

Abstract

Penelitian respon pertumbuhan cabai merah (Capsicum annum L.) pada pupuk hayati dan NPK majemuk telah dilaksanakan bulan November 2019-Februari 2020 di lahan Kelurahan Ampang, Kecamatan Kuranji kota Padang yang bertujuan untuk mengetahui interaksi pemberian pupuk hayati dan NPK majemuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah. Percobaan ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu faktor pertama jenis pupuk hayati Trichoderma (B) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : 0, 5, 10 ton/ha. Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK Majemuk yang terdiri dari 4 taraf yaitu: 0, 25, 50 %,75%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pemberian pupuk hayati secara tunggal mampu meningkatkan bobot buah per tanaman, bobot buah per plot dan bobot buah per hektar serta mempercepat umur panen pertama tanaman cabai merah. Pemberian NPK Majemuk secara tunggal mampu meningkatkan, bobot buah per tanaman, bobot buah per plot dan bobot buah per hektar tanaman cabai merah. Interaksi pemberian pupuk hayati dengan NPK Majemuk dapat meningkatkan pertumbuhan jumlah cabang primer tanaman cabai merah.
PENGARUH RIZOBAKTERI DAN JENIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN, HASIL DAN PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI PADA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L. ) milda Ernita; Yoki Fernanda
Jurnal Embrio Vol 11 No 02 (2019): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.188 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v11i02.473

Abstract

Penelitian pengaruh rizobakteri dan jenis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah bertujuan untuk mendapatkan interaksi rizobakteri dan jenis pupuk NPK terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Percobaan lapangan dilakukan dilahan bekas bawang merah dengan jenis tanah Ultisol pH 5,5, kandungan Nitrogen 2,45%, Phospor 0,17% dan Kalium 0,34% dengan ketiggian 1450 m dpl. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor, faktor pertama jenis rizobakteri: Pseudomonas sp, Bacillus sp, dan tanpa rizobakteri faktor kedua adalah jenis pupuk NPK yaitu NPK mutiara, NPK Grower dan NPK Booster. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah umbi per rumpun, bobot umbi basah dan umbi kering per rumpun, berat umbi basah dan umbi kering per plot, produksi umbi kering per hektar, persentase penyakit HBD (hawar daun bakteri). Hasil percobaan menunjukkan bahwa interaksi rizobakteri dan jenis pupuk NPK nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat umbi basah dan umbi kering per rumpun, jenis rizobakteri Bacillus sp berpengaruh meningkatkan jumlah daun per rumpun, jumlah umbi, dan meningkatkan bobot umbi basah dan umbi kering tanaman bawang merah.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA PEMBERIAN EKOENZIM DAN PUPUK NPK Triana, Neni; Ernita, Milda
Jurnal Embrio Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v15i2.928

Abstract

Percobaan dilakukan pada lahan kering milik Kelompok Tani Murni Nagari Surantiah Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan, yang dilaksanakan mulai April sampai Juli 2023, dengan ketinggian 13mdpl. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui interaksi yang terbaik pemberian ekoenzim dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Untuk mengetahui konsentrasi terbaik ekoenzim terhadappertumbuhan dan hasil bawang merah. Untuk mengetahui dosis terbaik pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, dengan dua faktor. Faktor pertama terdiri dari 3 taraf konsentrasi Ekoezim : 0 ml/L, 1 ml/L, dan 2 ml/L, faktor kedua yaitu 4 taraf dosis pupuk NPK : 0 %, 25 %, 50 %, dan 75 % dari rekomedasi 250 kg/ha, percobaan diulang 3 kali sehingga terdapat 36 petak percobaan. Data hasil pengamatan disidik ragam dengan uji F dan dilanjutkan dengan duncan’s multiple range test (DMRT) jika berpengaruh nyata pada taraf nyata 5% dan 1%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan : Tidak terdapat interaksi ekoenzim dan NPK dalam meningkatkanpertumbuhan dan hasil bawang merah. Terdapat konsentrasi ekoenzim terbaik untuk meningkatkanpertumbuhan dan hasil bawang merah. Terdapat dosis pupuk NPK terbaik untuk meningkatkanpertumbuhan dan hasil bawang merah. The experiment was carried out on dry land belonging to the Nagari Surantiah Murni Farmers Group, Sutera District, Pesisir Selatan Regency, which was carried out from April to July 2023, at an altitude of 13 meters above sea level. Research Objectives: To determine the best interaction between providing ecoenzymes and NPK fertilizer on the growth and yield of shallots. To find out the best concentration of ecoenzymes for the growth and yield of shallots. To find out the best dose of NPK fertilizer for the growth and yield of shallots. The experiment used a completely randomized factorial design (CRD), with two factors. The first factor consists of 3 levels of ecozyme concentration: 0 ml/L, 1 ml/L, and 2 ml/L, the second factor is 4 levels of NPK fertilizer dosage: 0%, 25%, 50%, and 75% of the recommended 250 kg /ha, the experiment was repeated 3 times so that there were 36 experimental plots. The observational data was investigated for variance using the F test and continued with Duncan's multiple range test (DMRT) if it had a significant effect at the 5% and 1% significance levels. Based on the research that has been carried out, it can be concluded: There is no interaction between ecoenzymes and NPK in increasing the growth and yield of shallots. There is the best concentration of ecoenzymes to increase the growth and yield of shallots. There is the best dose of NPK fertilizer to increase shallot growth and yield.
Uji Pertumbuhan dan Produksi beberapa Varietas Padi dengan System Rice of Intensification pada Titik Tanam Berbeda Utama, M. Zulman Harja; Misradelfita, Misradelfita; Ernita, Milda
Jurnal Embrio Vol 2 No 01 (2009): Jurnal embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Experiment was aimed to investigate the test growth and production of several rice variety with system rice of intensification on distance difference. Experiment was conducted in farmer land of Jorong Kampung Jambu Kenagarian Bayua, Tanjung Raya of Agam District, from April to August 2008. Experiment was conducted using random completed design of two factors. First factor was four applications of rice variety, mean while second factor was two distance difference. The results revealed that an addition of combination variety Cisadane with distance 10 cm give high success rate to growth and production, with yield 8.6 ton/ha
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN TEPUNG CANGKANG KERANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Srifatriati, Srifatriati; Ernita, Milda
Jurnal Embrio Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v15i2.935

Abstract

Pupuk kandang ayam berfungsi untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Kandungan abu cangkang kerang berupa kalsium karbonat (CaCO3) dapat meningkatkan pH tanah asam menjadi netral. pH tanah merupakan salah satu faktor yang cukup berpengaruh dalam keberhasilan budidaya tanaman. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan dosis pupuk kandang ayam dan tepung cangkang kerang yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil bawang merah telah dilakukan pada lahan jenis tanah Entisol di BPP Ranah Pesisir, Nagari Pasir Pelangai, Kabupaten Pesisir Selatan, dengan ketinggian 11 meter di atas permukaan laut, dari Januari-Mei 2023. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah Pupuk Kandang Ayam dengan 4 taraf yakni 0, 5, 10, dan 15 ton/ha. Faktor kedua adalah Tepung Cangkang Kerang dengan 3 taraf yakni 0, 0,5, dan 1 ton/ha. Kedua faktor dikombinasikan menjadi 12 perlakuan dan 3 kelompok sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa adanya interaksi pemberian pupuk kandang ayam dan tepung cangkang kerang dapat meningkatkan pertumbuhan hasil tanaman bawang merah. Pemberian dosis pupuk kandang ayam dan tepung cangkang kerang secara tunggal dapat dapat meningkatkan pertumbuhan hasil tanaman bawang merah dimana dosis terbaik yaitu 10 ton/ha pupuk kandang ayam dan 0,5 ton/ha tepung cangkang kerang. ABSTRACT Chicken manure functions to improve the physical, chemical and biological properties of the soil. The content of clam shell ash in the form of calcium carbonate (CaCO3) can increase the pH of acidic soil to neutral. Soil pH is one factor that is quite influential in the success of plant cultivation. This experiment aims to determine the effect and obtain the right dose of chicken manure and shellfish flour for the growth and yield of shallots. sea ??level, from January-May 2023. This experiment used a Factorial Randomized Block Design with 2 factors. The first factor was Chicken Manure with 4 levels namely 0, 5, 10 and 15 tons/ha. The second factor was clam shell flour with 3 levels namely 0, 0.5 and 1 ton/ha. The two factors were combined into 12 treatments and 3 groups to obtain 36 experimental units. Based on the experimental results, it can be concluded that the interaction of chicken manure and shellfish flour can increase the growth of shallot crop yields. Giving a single dose of chicken manure and shell flour alone can increase the growth of shallot crop yields where the best dose is 10 tons/ha of chicken manure and 0.5 tons/ha of shell flour.
RESPON BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TERHADAP KOMPOS PERVEG Ernita, milda; Ermawati, Ermawati; Thesiwati, Aslan Sari; Diyanti, afri Rona; sunadi, sunadi; Ediwirman, ediwirman
Jurnal Embrio Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v17i2.1269

Abstract

Kompos perveg merupakan kompos yang terdiri dari bahan organik yang mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos perveg terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah. Percobaan dilaksanakan di lahan kering ultisol di Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji Kota Padang, ketinggian tempat 15 m dpl, dari April - Juli 2025. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan dosis kompos perveg terdiri dari 6 taraf yaitu 0 ton/ha, 5 ton/ha, 10 ton/ha, 15 ton/ha, 20 ton/ha, dan 25 ton/ha. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi per rumpun, bobot basah umbi per rumpun, bobot basah umbi per plot, bobot kering umbi per rumpun, bobot kering umbi per plot dan produksi per hektar, dan kualifikasi umbi. Hasil penelitian menunjukan pemupukan kompos perveg berpengaruh terhadap jumlah anakan, jumlah umbi, bobot basah umbi per rumpun, bobot basah umbi per plot, bobot kering umbi per rumpun, bobot kering umbi per plot dan produksi per hektar. Dosis kompos perveg terbaik yaitu 25 ton/ha dengan produksi 28ton/ha. Untuk meningkatkan produksi bawang merah disarankan menggunakan kompos perveg dengan dosis 25 ton/ha.