Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Peran Guru Dalam Membangun Karakter Disiplin Pada Anak Usia 5-6 Tahun Priskila, Nicky; Aunurrahman, Aunurrahman; Ramadhani, Ariyani
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran guru dalam membangun karakter disiplin pada anak usia 5–6 tahun di PAUD PKK Sungai Bangkong Pontianak karena usia ini merupakan masa penting dalam perkembangan kepribadian anak. Dalam penelitian ini, pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, dan teknik pengumpulan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Seorang guru kelas dan kepala sekolah terlibat dalam penelitian, dan data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Selain itu, triangulasi teknik, waktu, dan sumber digunakan untuk memverifikasi validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjalankan peran sebagai pembimbing, motivator, dan panutan secara optimal. Sebagai pembimbing, guru membimbing anak untuk membentuk rutinitas yang mencerminkan sikap disiplin. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan positif kepada anak melalui pujian dan semangat. Sebagai panutan, guru menjadi teladan dalam menerapkan disiplin melalui perilaku dan sikap konsisten.Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru sangat berkontribusi dalam pembentukan karakter disiplin anak usia dini dan dapat dijadikan acuan dalam penguatan pendidikan karakter di lembaga PAUD
Peran Guru Dalam Membangun Karakter Disiplin Pada Anak Usia 5-6 Tahun Priskila, Nicky; Aunurrahman, Aunurrahman; Ramadhani, Ariyani
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran guru dalam membangun karakter disiplin pada anak usia 5–6 tahun di PAUD PKK Sungai Bangkong Pontianak karena usia ini merupakan masa penting dalam perkembangan kepribadian anak. Dalam penelitian ini, pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, dan teknik pengumpulan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Seorang guru kelas dan kepala sekolah terlibat dalam penelitian, dan data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Selain itu, triangulasi teknik, waktu, dan sumber digunakan untuk memverifikasi validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjalankan peran sebagai pembimbing, motivator, dan panutan secara optimal. Sebagai pembimbing, guru membimbing anak untuk membentuk rutinitas yang mencerminkan sikap disiplin. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan positif kepada anak melalui pujian dan semangat. Sebagai panutan, guru menjadi teladan dalam menerapkan disiplin melalui perilaku dan sikap konsisten.Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru sangat berkontribusi dalam pembentukan karakter disiplin anak usia dini dan dapat dijadikan acuan dalam penguatan pendidikan karakter di lembaga PAUD
Pelatihan Penggunaan Bahasa Melayu dalam Cerita Rakyat untuk Pengenalan Budaya Pontianak Perdina, Siska; Dias Khairina Sabila; Lukmanulhakim, Lukmanulhakim; Miranda, Dian; Amalia, Annisa; Ramadhani, Ariyani
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2025): JIPMP (in Progress)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jurnalinovasi.v6i1.43737

Abstract

Pelatihan penggunaan bahasa Melayu melalui cerita rakyat untuk pengenalan budaya Pontianak dirancang dalam kerangka penguatan identitas lokal dan peningkatan literasi budaya mahasiswa, sebagai respons terhadap kebutuhan pengajaran yang responsif terhadap budaya dalam pendidikan anak usia dini. Tujuan utamanya adalah membekali calon pendidik anak usia dini dengan keterampilan mengintegrasikan bahasa Melayu dan cerita rakyat ke dalam pembelajaran kontekstual. Dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan berbasis praktik, kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap: diskusi kelompok terfokus bersama tokoh budaya, pelatihan pedagogis, dan lokakarya kreatif. Hasil menunjukkan bahwa peserta mengembangkan pemahaman yang kuat tentang pentingnya pelestarian budaya lokal. Data kuesioner menunjukkan bahwa 92% peserta mengalami peningkatan minat yang signifikan terhadap bahasa Melayu, sementara 85% mencatat peningkatan keterampilan bercerita, khususnya dalam modulasi suara, penyusunan narasi, dan penggunaan kosakata khas budaya. Selain itu, program ini berkontribusi terhadap pengembangan kepercayaan diri peserta dalam menggunakan bahasa Melayu dan menyajikan konten budaya kepada audiens yang beragam. Seluruh peserta (100%) menyatakan bahwa kegiatan ini relevan dengan kebutuhan profesional mereka dan menunjukkan minat untuk mengikuti program serupa di masa mendatang. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan penguasaan kosakata dan kurangnya kebiasaan menggunakan bahasa Melayu di kalangan peserta non-Melayu. Meskipun demikian, penggunaan cerita rakyat terbukti menjadi pendekatan pedagogis yang efektif untuk menyampaikan nilai moral, narasi budaya, dan pendidikan karakter dalam konteks pembelajaran anak usia dini. Integrasi pendekatan berbasis budaya lokal dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan keterampilan komunikasi, tetapi juga berperan penting dalam membentuk identitas budaya generasi muda. Temuan ini menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat berbasis budaya dapat menjadi strategi yang relevan dan berkelanjutan untuk pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi tantangan modernisasi.
Stimulasi Guru dalam Perkembangan Kognitif dengan Alat Permainan Edukatif Puzzle pada Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD Ceria Kubu Raya Elisten, Ria; Halida, Halida; Ramadhani, Ariyani
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 6 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i6.4283

Abstract

This study aims to describe and obtain information regarding teacher stimulation in cognitive development using the educational game tool Puzzle for children aged 5-6 years at PAUD Ceria Kubu Raya. The research method used is qualitative descriptive. The researcher's presence in this study is as an observer collecting observational data about the teacher stimulating cognitive skills through playing with the educational game tool Puzzle in early childhood. The participants of this study are children aged 5-6 years in class B2, totaling 5 children, and 1 classroom teacher as a source for interviews. The data collection techniques used in this study are observation, interviews, and documentation. The data analysis conducted includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. The technique used to examine the validity of the data is source triangulation and technique triangulation. The results of the study through observation, interviews, and documentation show that teachers stimulate cognitive development with educational play tools, specifically puzzles, for children aged 5-6 years at PAUD Ceria Kubu Raya, in accordance with the observed indicators.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Virtual Reality terhadap Motivasi Belajar Anak Usia 5-6 tahun di PAUD Melati Kabupaten Sintang Maharani, Resti; Miranda, Dian; Ramadhani, Ariyani
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis virtual reality terhadap motivasi belajar anak usia 5-6 tahun di PAUD Melati Kabupaten Sintang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif bentuk eksperimen dengan menggunakan desain penelitian pre-eksperimental desain one group pretest-posttest. Sampel pada penelitian ini berjumlah 22 anak. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji normalitas, uji hipotesis (uji t-test), dan uji effect size. Didapatkan nilai rata-rata motivasi belajar anak sebelum penggunaan media pembelajaran berbasis virtual reality adalah 7,05 dengan kategori kadang-kadang (KK). Setelah penggunaan media pembelajaran berbasis virtual reality 8,86 dengan kategori selalu (S). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Sig. (2-tailed) pada uji hipotesis (uji t-test) sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya media pembelajaran berbasis virtual reality berpengaruh terhadap motivasi belajar. Hasil uji t menunjukan bahwa thitung > ttabel (-6,521 > -2,080) maka hipotesis Ha diterima dan H0 ditolak. Terdapat pengaruh dari penggunaan media pembelajaran berbasis virtual reality terhadap motivasi belajar anak usia 5-6 tahun di PAUD Melati Kabupaten Sintang sebesar 1,633 dilihat dari perhitungan uji effect size, menurut kategori masuk ke dalam kategori efek kuat atau strong effect karena memperoleh hasil 1,633 > 1,00.
Pengaruh Penggunaan Gadget terhadap Kemampuan Mengelola Emosi pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Mujahidin 1 Pontianak N, Astuti.; Miranda, Dian; Ramadhani, Ariyani
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gadget terhadap kemampuan mengelola emosi anak usia 5-6 tahun di TK Mujahidin 1 Pontianak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Sampel penelitian terdiri dari anak-anak usia 5-6 tahun di TK Mujahidin 1 Pontianak, dengan data yang dikumpulkan melalui angket yang diisi oleh orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget oleh anak-anak di TK Mujahidin 1 Pontianak relatif terkontrol, dengan durasi penggunaan yang tidak lebih dari dua jam per hari dan pengawasan aktif dari orang tua. Kemampuan mengelola emosi anak-anak menunjukkan variasi yang cukup signifikan, namun secara umum berada pada tingkat yang baik. Analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara penggunaan gadget dan kemampuan mengelola emosi anak (koefisien regresi = -0,045; p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa faktor lain, seperti pola asuh orang tua dan lingkungan sosial, memiliki peran yang lebih dominan dalam membentuk kemampuan anak dalam mengelola emosinya dibandingkan dengan penggunaan gadget itu sendiri. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengawasan orang tua dan interaksi yang baik antara orang tua dan anak dalam meminimalkan dampak negatif gadget serta mendukung perkembangan emosional anak.
Pemanfaatan Gadget sebagai Teknologi Digital sebagai Strategi dalam Meningkatkan Potensi Berbahasa Anak Usia Dini Ramadhani, Ariyani; Wardani, Sandra; Samsiar, Samsiar
Journal on Teacher Education Vol. 5 No. 3 (2024): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v5i3.26083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak pemanfaatan gadget sebagai teknologi digital terhadap potensi berbahasa anak usia dini. Anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan yang kaya akan teknologi digital, termasuk penggunaan gadget seperti smartphone dan tablet. Oleh karena itu, perlu dipahami bagaimana pemanfaatan gadget dapat diintegrasikan sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini. Kajian pustaka dilakukan untuk mengumpulkan informasi terkini tentang pengaruh penggunaan gadget pada perkembangan berbahasa anak usia dini. Penelusuran literatur mencakup studi empiris, teori-teori perkembangan berbahasa, serta pendekatan dan strategi pembelajaran yang telah diimplementasikan melalui teknologi digital. Analisis terhadap kajian pustaka menunjukkan bahwa pemanfaatan gadget dapat berperan sebagai strategi efektif dalam meningkatkan potensi berbahasa anak usia dini. Teknologi digital mampu memberikan pengalaman pembelajaran yang interaktif, personalisasi, dan sesuai dengan gaya belajar anak-anak. Dalam konteks ini, penting untuk memperhatikan aspek-aspek tertentu seperti durasi penggunaan, jenis konten, dan pendekatan pendidikan yang diimplementasikan untuk memaksimalkan hasil positif dan meminimalkan potensi risiko.