Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN HANDPHONE PADA ANAK DENGAN GANGGUAN PENGLIHATAN MIOPIA DI JAKARTA EYE CENTER ORBITA MAKASSAR Muhammad Sahlan Zamaa; Basri; Renaldi M; Jufri; Lenni Agus
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i1.395

Abstract

Latar belakang: Rabun jauh atau miopia merupakan kesalahan refraksi paling terkenal pada anak-anak di seluruh dunia. Rabun jauh atau Miopia merupakan salah satu pemicu berkurangnya penglihatan pada anak-anak dan dewasa berumur 8-12 tahun, antara usia 13-19 tahun. Penyesuaian miopia sebagian besar adalah dengan menggunakan kacamata atau lensa kontak, namun bukan itu jawaban untuk kasus ini, karena kacamata atau lensa kontak tidak dapat memperbaiki kerusakan mata namun hanya membantu menjelaskan penglihatan dengan mengarahkan cahaya sehingga dibiaskan tepat di retina. Di Indonesia prevalensinya mencapai 10% dari 66 juta anak Indonesia pada tahun 2015 dan meningkat pada tahun 2019 sebanyak 22,1%. Tujuan: Untuk mengetahui ada hubungan lama penggunaan handphone pada anak dengan gangguan penglihatan myopia. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Analitik dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 61 responden. Hasil: Penelitian menggunakan uji ststistik Pearson Chi Square menunjukkan nilai p = 0,051 (p >0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara lama penggunaan handphone dengan gangguan penglihatan Miopia. Kesimpulan: Dari penelitian ini yaitu tidak ada hubungan antara lama penggunaan handphone dengan gangguan penglihatan Miopia. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi dan masukan bagi peneliti selanjutnya agar terus mengembangkan ide terbaru untuk penelitian selanjutnya.
HUBUNGAN STRES DENGAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA AKHIR SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MAKASSAR Renaldi M; Basri; Ina Resratu Fordatkosu
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.510

Abstract

Latar belakang: Stres adalah suatu kondisi yang menyebabkan gangguan mental dan fisik pada seseorang, akibat interaksi antara orang tersebut dengan lingkungan, dan dianggap sebagai ancaman kesejahteraan seseorang. Kualitas tidur yaitu mengacu pada kebutuhan tidur yang cukup dan ditentukan tidak hanya oleh waktu tidur (jumlah tidur) tetapi juga oleh kedalaman tidur (kualitas tidur). Tuntutan tersebut menimbulkan permasalahan psikologis seperti stres, bahkan permasalahan fisik seperti perubahan pola tidur sehingga mempengaruhi kualitas tidur. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara stres dan kualitas tidur pada mahasiswa akhir. Metode: Jenis penelitian yang digunakan observasional analitik yang dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sempel yang digunakan adalah total sampling. Hasil: Dari hasil analisis hubungan kedua variabel menunjukan hasil yang diperoleh dengan uji chi square didapatkan nilai X2 hitung = 50,00 dengan nilai X2 tabel 3,841 (50,00>3,841), maka hal ini di interpretasikan bahwa terdapat hubungan stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa akhir di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar. Kesimpulan: Dari hasil penelitian berikut maka dapat disimpulkan terdapat hubungan kedua variabel yang signifikan. Disarankan pada mahasiswa yang mengalami kualitas tidur yang buruk agar bisa mengtasi stressnya agar kualitas tidur mahasiswa menjadi semakin membaik.
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA PUSKESMAS DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI PUSKESMAS MANNANTI KABUPATEN SINJAI Sulaiman; Muhammad Hatta; Jufri; Basri; Andi Ayumar; Hamzah Tasa; Dian Adriana Amri
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.638

Abstract

Latar belakang: Untuk mencapai tujuan organisasi, diperlukan adanya motivasi yang mampu memengaruhi dan membimbing sekelompok individu dalam lingkungan kerja. Salah satu faktor kunci yang berperan dalam meningkatkan motivasi kerja pegawai adalah gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala puskesmas dapat memberikan pengaruh terhadap tingkat motivasi kerja perawat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di tempat kerja. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan dengan motivasi kerja perawat di Puskesmas Mannanti. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 33 orang, adapun teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil: Gaya kepemimpinan di Puskesmas Mannanti tergolong dalam kategori sesuai (66,7%), dengan gaya kepemimpinan yang paling dominan diterapkan adalah gaya demokratis dan/atau liberal. Tingkat motivasi kerja perawat di Puskesmas Mannanti sebagian besar termasuk dalam kategori tinggi, yaitu sebanyak 18 orang (54,5%). Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Chi-Square, diperoleh nilai ρ = 0,026 < α = 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan kepala puskesmas dengan motivasi kerja perawat di Puskesmas Mannanti, Kabupaten Sinjai. Oleh karena itu, disarankan agar pihak Puskesmas Mannanti, khususnya kepala puskesmas, menerapkan gaya kepemimpinan demokratis dan/atau liberal guna meningkatkan motivasi kerja perawat sehingga kinerja dan pencapaian tujuan organisasi dapat lebih optimal.
Membangun Generasi Sehat: Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Komunitas Rentan di Pesisir Kelurahan Tallo Chitra Dewi; Basri; Muhammad Syahrir; Andi Tilka Muftiah Ridjal; Novi Dimara; Gloria Maria Rahandekut
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 2 No. 1 (2025): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/nnc9zt56

Abstract

Anak usia Sekolah Dasar menjadi kelompok yang paling rentan terhadap masalah kesehatan akibat perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang kurang baik. Hal ini juga berkaitan langsung dengan ketersediaan air bersih yang bisa digunakan untuk mencuci tangan anak. Kelurahan Tallo menjadi salah satu dari beberapa daerah di Kota Makassar yang memiliki keterbatasan terhadap akses air bersih. Secara tidak langsung, hal ini mempengaruhi implementasi PHBS terutama pada kelompok anak di wilayah tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak usia Sekolah Dasar tentang PHBS. Dengan demikian kegiatan ini akan menciptakan kondisi anak usia Sekolah Dasar yang lebih sehat, sehingga terbentuk komunitas dan lingkungan dengan peningkatan derajat kesehatan yang lebih baik di wilayah pesisir RW. 5 Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Pendekatan kegiatan ini melalui metode ceramah dan simulasi yang disertai dengan games. Jumlah peserta sebanyak 25 orang. Materi yang disampaikan mencakup PHBS, jajanan sehat, penggunaan jamban bersih dan sehat. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui pretest dan posttest. Rata-rata pengetahuan responden mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 40% setelah pengukuran. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan selama penyuluhan bisa diterima dan dipahami oleh responden.
EFEKTIVITAS EDUKASI DAMPAK PERNIKAHAN USIA DINI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN REMAJA DI MA ALWAHID BULUKAMASE Basri; Andi Wahyuni; Renaldi M; Sakina Nasya Lestaluhu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.593

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan di usia muda merupakan persoalan yang signifikan karena dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan, pendidikan, serta kondisi ekonomi perempuan muda. Minimnya pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan hak-hak perempuan turut memperburuk situasi tersebut. Tujuan: Mengedukasi masyarakat, terutama para remaja dan orang tua, guna menumbuhkan pemahaman dan kesadaran yang lebih baik mengenai bahaya serta dampak merugikan yang dapat ditimbulkan oleh pernikahan di usia dini. Metode: Penelitian ini menerapkan metode quasi-eksperimen dengan rancangan pre-test dan post- test. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari siswa dan siswi kelas 10 dan 11 di MA Alwahid Bulukamase. Hasil: Minimnya pemahaman remaja mengenai dampak pernikahan usia dini turut menjadi faktor tingginya angka pernikahan dini di Desa Bulukamase. Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di MA ALWAHID Bulukamase terbukti mampu meningkatkan pengetahuan siswa secara signifikan. Diharapkan, program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan oleh Pemerintah Kabupaten Sinjai Selatan melalui pendekatan pemberdayaan anak dan keluarga. Kesimpulan: Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya remaja dan orang tua, merupakan strategi efektif dalam mencegah terjadinya pernikahan di usia dini. Dengan pemahaman yang lebih menyeluruh terkait berbagai risiko dan dampak negatif pernikahan dini baik dari sisi kesehatan, psikologis, sosial, maupun pendidikan masyarakat cenderung membuat keputusan yang lebih bijak.
Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Pengrajin Emas Skala Rumah Tangga: Studi Kasus pada Komunitas Rappokalling: Behavior of Using Personal Protective Equipment in Household Scale Goldsmiths: A Case Study in the Rappokalling Communiny Basri; Riamila; Harvy Arens Tutuhatunewa
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i1.3169

Abstract

Latar belakang: Pekerja emas melakukan kontak langsung dengan merkuri tanpa alat pelindung diri (APD) apapun (100% tidak menggunakan APD) baik itu pada proses peleburan dan proses pembakaran. Lingkungan yang kurang bersih serta kurang memperhatikan keselamatan kerja jangka panjang dapat mengakibatkan pekerja maupun masyarakat yang tinggal disekitar lokasi pekerja emas berisiko terpapar bahaya merkuri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku penggunaan APD pada pengrajin emas skala rumah tangga di Kelurahan Rappokalling Kota Makassar. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif observational populasi dalam penelitian ini adalah Pengrajin emas yang berjumlah 75 orang di kelurahan Rappokalling Kota Makassar. dengan jumlah sampel 63 orang, penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel porpusive sampling berdasarkan penilaian kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan tentang penggunaan APD memiliki pengetahuan yang cukup berjumlah 61 orang (96,8%), Sikap penggunaan APD, yang memiliki sikap negatif berjumlah 18 orang (28,6%) dan tindakan/praktik penggunaan APD, tidak mendukung sebanyak 63 orang (100%). Kesimpulan: Pada penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan tentang penggunaan APD di kategorikan masih tergolong dalam ketegori cukup, Sikap penggunaan APD di kategorikan dalam kategori sikap positif, tindakan/praktik penggunaan APD di kategorikan masih tergolong dalam ketegori tidak mendukung.
Perilaku Pemanfaatan Air Bersih dan Jamban Keluarga dalam Dimensi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK): Behavior of Utilization of Clean Water and Family Latrines in the Dimensions of the Healthy Indonesia Program with a Family Approach (PIS-PK) Basri; Andi Yulia Kasma; Muhammad Hatta; Andi Ayumar
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3326

Abstract

Latar belakang: Keberadaan keluarga menjadi modal utama dalam promosi kesehatan keluarga yang efektif yang dalam konsep kesehatan yang diamanahkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2016 dikenal dengan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Salah satu indikator pencapaian PIS-PK adalah ketersediaan air besih dan jamban keluarga serta perilaku pemanfaatannya dalam keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan observasi terhadap perilaku masyarakat terhadap akses air bersih dan pemanfaatan jamban keluarga sebagai indicator capaian PIS-PK. Metode: Penelitian ini bersifat survey observasional yang dilaksanakan di kecamatan Sajoanging Kabupaten Wajo rentang waktu 2 bulan (Juni-Juli 2021). Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 729 orang yang tersebar pada tiga desa/kelurahan termasuk Akkajeng, Assorajeng dan Akkatongeng yang tentukan menggunakan exhaustic sampling. Dana dianalisis dan dikompilasi dalam bentuk tabel distribusi dan grafik menggunakan aplikasi SPSS ver. 16. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa sarana air bersih pada keluarga responden lebih banyak menggunakan ledeng dan sumur masing-masing 44,9% dan 23,2%, sedangkan sarana berupa sumur bor dan PDAM masih sangat terbatas (3,2% dan 1,6%). Kepemilikan dan pemanfaatran jamban keluarga lebih banyak menggunakan model kloset dan diikuti leher angsa dan cemplung yang masing-masing 90%, 8,2% dan 1,8%. Kesimpulan: Perilaku dan kepemilikan air bersih dan jamban keluarga dalam konteks pemberdayaan keluarga masih dianggap cukup memadai, meskipun diharapkan kepada pemerintah dan masyarakat untuk terus memberdayakan kelurga dalam mengotimalkan pemanfaatan dan kepemilikan sarana air bersih dan jamban keluarga.
Meningkatkan Produktivitas Pegawai : Analisis Hubungan Antara Stres Kerja dan Motivasi di BBKK Makassar : Improving Employee Productivity : Analyzing the Relationship Between Job Stress and Motivation at BBKK Makassar Basri; Ilham Syam; Ayu Annisa; Sulaiman
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 10 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i10.4189

Abstract

Latar belakang: Produktivitas merujuk pada kemampuan individu atau sekelompok individu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, mencakup kemampuan fisik dan keterampilan. Produktivitas memiliki pentingnya yang sangat besar dalam meningkatkan daya saing dalam lingkungan kantor. Salah satu variabel yang diyakini memengaruhi produktivitas kerja adalah tingkat stres kerja dan motivasi kerja, yang mencerminkan reaksi fisik dan emosional berbahaya yang muncul ketika individu terlibat dalam tugas yang tidak sesuai dengan kemampuannya. Tujuan: Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara faktor stress kerja dan motivasi kerja dengan produktivitas kerja Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitis dengan pendekatan lintas-seksi. Populasi yang diteliti mencakup seluruh Aparatur Sipil Negara di Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar. Sampel penelitian terdiri dari 90 Aparatur Sipil Negara yang dipilih melalui metode pengambilan sampel Quota Sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi kuesioner Survei Diagnosis Stres dan Skala Likert. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-Square, dengan pilihan alternatif Uji Fisher's Exact. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara stres kerja (p=0,007<0,05) dengan peningkatan produktivitas pegawai dan tidak terdapat hubungan antara motivasi kerja (p=0,596>0,05) dengan peningkatan produktivitas pegawai. Kesimpulan: Simpulan penelitian adalah terdapat hubungan antara stres kerja dengan peningkatan produktivitas pegawai dan tidak terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan peningkatan produktivitas pegawai.
Gambaran Pengetahuan dan Pola Makan pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Masyarakat Bugis Makassar di Puskesmas Pallangga Kab. Gowa Jufri; Muh. Hatta; Basri; Muh. Farid
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i1.313

Abstract

Diabetes yaitu suatu penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak lagi mampu menghasilkan insulin, atau ketika tubuh tidak dapat memanfaatkan insulin yang dihasilkan pankreas dengan baik. Data penderita DM di Sulawesi Selatan tahun 2015 berjumlah 17.842 orang Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran informasi dan contoh makan penderita DM tipe II pada kelompok masyarakat Bugis Makassar di Puskesmas Pallangga Kab. Gowa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita DM tipe 2 yang berjumlah 1027 orang di Kecamatan Pallangga Kab. Gowa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 54 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrument pengumpulan data penelitian. Hasil penelitian ini berdasarkan variabel pengetahuan di dapatkan data bahwa responden yang memiliki pengetahuan yang kurang berjumlah 2 responden (3.7%) dan responden yang memiliki pengetahuan yang cukup berjumlah 52 orang (96.3%). Hasil penelitian ini berdasarkan variabel pola makan didapatkan pola makan yang tidak terkontrol berjumlah 35 orang (64.8%) dan responden yang memiliki pola makan yang terkontrol berjumlah 19 orang (35.2%). Simpulan dari penelitian, bahwa mayoritas tingkat pengetahuan responden adalah cukup dan mayoritas pola makan responden adalah tidak terkontrol. Diharapkan responden dapat mengaplikasikan pengetahuan mereka tentang DM terutama dalam hal pola makan sehingga dapat mengontrol atau menurunkan gula darah mereka.