Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Environmental-Based Disease Study in the Gold Handicraft Industry Area in Rappokalling Village, Makassar City Andi Riska; Basri; Marisna Eka Yulianita
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 1 No. 1 (2022): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sanitasi lingkungan yang optimum akan berpengaruh positif terhadap status kesehatan yang optimum pula. Penyakit berbasis lingkungan adalah ilmu yang mempelajari proses kejadian kasus baru ataupun berulang pada kelompok masyarakat tertentu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi sanitasi lingkungan dan mengidentifikasi penyaktit berbasis lingkungan pada area Industri kerajinan emas. Motode: Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriktif dengan menggunakan metode survey deskriptif dengan jumlah sampel 60 yang diambil menggunakan Accidental sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan semua kondisi sanitasi lingkungan responden adalah baik sebanyak 60 responden (100%). Penyakit Berbasis Lingkungan yang diperoleh adalah Diare sebanyak 12 responden (20,0%) dan Tifoid sebanyak 4 responden (6,7%). Kesimpulan: Kondisi sanitasi lingkungan yang secara umum tergambar baik, namun terdapat kondisi sanitasi lingkungan yang masih kurang memenuhi standar, seperti sumber utama air minum, kualitas fisik air minum, dan tempat penampungan limbah air sisa mandi, mencuci, dan memasak. Hal ini berkontribusi terhadap kejadian Diare dan Tifoid di Kelurahan Rappokalling Kota Makassar.
Disparity in Basic Sanitation Facilities in Housing in Small-Scale Gold Mining Communities in The Bombana Area Basri Basri; Asriani Achmad
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 1 No. 1 (2022): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: industri pertambanan emas skala kecil (PESK) telah berkembang pesat di kabupaten Bombana sejak tahun 2010. Banyaknya jumlah penambang menyebabkan lahirnya pemukiman yang tidak memiliki sarana sanitasi dasar yang memadai dan kondisi perumahan yang memenuhi syarat. Struktur kerja yang lahir akibat kepemilikan lahan dan peralatan tambang ikut mempengaruhi disparitas sarana sanitasi dan perumahan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi disparitas sarana sanitasi dan perumahan berdasarkan struktur kerja di area PESK di Bombana. Metode: Penelitian ini dilaksanakan pada dua kecamatan dimana area PESK berlokasi yaitu kecamatan Rarowatu dan Rarowatu Utara. Sebagai area kontrol dipilih kecamatan Kasipute. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuessioner. Besar sample ada 81 responden yang dipilih secara purpossive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sedangkan pada kelompok koordinator lahan 100% memiliki sarana sanitasi yang baik. Kondisi sanitasi buruk ditunjukkan oleh kelompok pemilik lahan (3%) dan sarana sangat buruk lebih banyak didapatkan pada kelompok penambang (68,3%). Semua responden dari komunitas penambang memiliki kondisi perumahan sosial yang buruk. Sedangkan pemilik tanah, koordinator tanah dan pemilik trommel pada umumnya sudah berada di perumahan sosial yang cukup. Kesimpulan: Hasil penelitian mengindikasikan bahwa secara umum sarana sanitasi dasar dan perumahan di area PESK jauh lebih buruk dibandingkan dengan daerah kontrol yang merupakan area pemukiman umum. Struktur kerja yang terbentuk pada komunitas penambang juga akan menentukan tingkat pendapatan dan status sosial yang pada akhirnya akan menentukan kualitas sarana sanitasi dasar dan kondisi perumahan.
Pengaruh Pemberian Air Hangat Terhadap Frekuensi Pernapasan Pasien Tb Paru di RSUD Haji Makassar Ross Anna; Abd. Majid; Basri
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.277

Abstract

Tb paru adalah salah satu dari sepuluh penyebab utama kematian di dunia. Pada tahun 2018 jumlah penderita Tb paru di Indonesia mencapai 842 ribu kasus dan di Sulawesi Selatan mencapai 22.793 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian air hangat terhadap frekuensi pernafasan pasien Tb paru di RSUD Haji Makassar. Jenis penelitian menggunakan quasi experimental dengan rancangan two group pre test and post test design menggunakan metode purposive sampling dimana sampel sebanyak 32 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol sebanyak 16 orang dan kelompok intervensi sebanyak 16 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji t berpasangan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui rata-rata frekuensi pernafasan kelompok kontrol sebelum 25 x/menit dan setelah 23,5 x/menit. Sedangkan rata-rata frekuensi pernafasan kelompok intervensi sebelum pemberian air hangat 24,5 x/menit dan setelah pemberian air hangat 20,75 x/menit. Jadi penurunan rata-rata frekuensi pernafasan pada kelompok intervensi lebih besar daripada kelompok kontrol. Sehingga dari hasil uji analisis bivariat menggunakan uji t-test berpasangan maka diperoleh p-value=0,001 yang menunjukkan adanya pengaruh pemberian air hangat terhadap frekuensi pernafasan pasien Tb paru. Kesimpulan penelitian adalah pemberian air hangat dapat membantu menurunkan keluhan takipnoe pada pasien Tb paru yang mengalami batuk dan sesak karena air hangat mampu mengencerkan sputum sehingga peneliti menyarankan agar air hangat dapat dijadikan sebagai salah satu terapi non farmakologi pada pasien tuberkulosis paru dengan keluhan batuk dan sesak.
Gambaran Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Pengendalian Penularan Covid-19 Di Kantor Kelurahan Lajangiru Kota Makassar Jufri; Basri; Kasmira
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i2.295

Abstract

ABSTRAK : COVID-19 dapat menyebabkan penyakit flu biasa sampai penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernafasan timur tengah (Mers-CoV) dan sindrom pernafasan akut parah (SARS-CoV). Jika dilihat trend perkembangannya, kasus ini masih mengalami kecenderungan meningkat di beberapa negara tak terkecuali di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pengendalian Penularan COVID-19 di Kantor Kelurahan Lanjangiru Kota Makassar.. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah pengunjung kantor Kelurahan Lajangiru kota Makassar. Sampel penelitian ini berjumlah 33 orang yang ditentukan dengan Teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran protokol kesehatan di kantor Lurah Lajangiru dimana untuk variabel mencuci tangan (M1) memiliki 24 orang yang berada pada kategori melakukan dan ada 9 orang yang memiliki kriteria tidak melakukan. Variabel memakai masker (M2) memiliki 21 orang yang berkategori menggunakan dan 12 orang yang berkategori tidak menggunakan. Dan variabel menjaga jarak (M3) memiliki 20 orang yang kategori melakukan dan 13 orang yang berkategori tidak melakukan. Simpulan dalam peneltian ini masih ada beberapa responden yang belum menerapkan protokol kesehatan, diharapakan masyarakat setempat turut bekerjasama dalam membantu pemerintah penangan covid 19 dengan cara menerapkan protokol kesehatan, pemerintah setempat rutin melakukan sosialisasi serta memberi teguran kepada masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Kata kunci : Protokol kesehatan; mencuci tangan; menggunakan masker; menjaga jarak; COVID-19
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN HANDPHONE PADA ANAK DENGAN GANGGUAN PENGLIHATAN MIOPIA DI JAKARTA EYE CENTER ORBITA MAKASSAR Muhammad Sahlan Zamaa; Basri; Renaldi M; Jufri; Lenni Agus
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i1.395

Abstract

Latar belakang: Rabun jauh atau miopia merupakan kesalahan refraksi paling terkenal pada anak-anak di seluruh dunia. Rabun jauh atau Miopia merupakan salah satu pemicu berkurangnya penglihatan pada anak-anak dan dewasa berumur 8-12 tahun, antara usia 13-19 tahun. Penyesuaian miopia sebagian besar adalah dengan menggunakan kacamata atau lensa kontak, namun bukan itu jawaban untuk kasus ini, karena kacamata atau lensa kontak tidak dapat memperbaiki kerusakan mata namun hanya membantu menjelaskan penglihatan dengan mengarahkan cahaya sehingga dibiaskan tepat di retina. Di Indonesia prevalensinya mencapai 10% dari 66 juta anak Indonesia pada tahun 2015 dan meningkat pada tahun 2019 sebanyak 22,1%. Tujuan: Untuk mengetahui ada hubungan lama penggunaan handphone pada anak dengan gangguan penglihatan myopia. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Analitik dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 61 responden. Hasil: Penelitian menggunakan uji ststistik Pearson Chi Square menunjukkan nilai p = 0,051 (p >0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara lama penggunaan handphone dengan gangguan penglihatan Miopia. Kesimpulan: Dari penelitian ini yaitu tidak ada hubungan antara lama penggunaan handphone dengan gangguan penglihatan Miopia. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi dan masukan bagi peneliti selanjutnya agar terus mengembangkan ide terbaru untuk penelitian selanjutnya.
HUBUNGAN STRES DENGAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA AKHIR SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MAKASSAR Renaldi M; Basri; Ina Resratu Fordatkosu
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.510

Abstract

Latar belakang: Stres adalah suatu kondisi yang menyebabkan gangguan mental dan fisik pada seseorang, akibat interaksi antara orang tersebut dengan lingkungan, dan dianggap sebagai ancaman kesejahteraan seseorang. Kualitas tidur yaitu mengacu pada kebutuhan tidur yang cukup dan ditentukan tidak hanya oleh waktu tidur (jumlah tidur) tetapi juga oleh kedalaman tidur (kualitas tidur). Tuntutan tersebut menimbulkan permasalahan psikologis seperti stres, bahkan permasalahan fisik seperti perubahan pola tidur sehingga mempengaruhi kualitas tidur. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara stres dan kualitas tidur pada mahasiswa akhir. Metode: Jenis penelitian yang digunakan observasional analitik yang dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sempel yang digunakan adalah total sampling. Hasil: Dari hasil analisis hubungan kedua variabel menunjukan hasil yang diperoleh dengan uji chi square didapatkan nilai X2 hitung = 50,00 dengan nilai X2 tabel 3,841 (50,00>3,841), maka hal ini di interpretasikan bahwa terdapat hubungan stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa akhir di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar. Kesimpulan: Dari hasil penelitian berikut maka dapat disimpulkan terdapat hubungan kedua variabel yang signifikan. Disarankan pada mahasiswa yang mengalami kualitas tidur yang buruk agar bisa mengtasi stressnya agar kualitas tidur mahasiswa menjadi semakin membaik.
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA PUSKESMAS DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI PUSKESMAS MANNANTI KABUPATEN SINJAI Sulaiman; Muhammad Hatta; Jufri; Basri; Andi Ayumar; Hamzah Tasa; Dian Adriana Amri
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.638

Abstract

Latar belakang: Untuk mencapai tujuan organisasi, diperlukan adanya motivasi yang mampu memengaruhi dan membimbing sekelompok individu dalam lingkungan kerja. Salah satu faktor kunci yang berperan dalam meningkatkan motivasi kerja pegawai adalah gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala puskesmas dapat memberikan pengaruh terhadap tingkat motivasi kerja perawat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di tempat kerja. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan dengan motivasi kerja perawat di Puskesmas Mannanti. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 33 orang, adapun teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil: Gaya kepemimpinan di Puskesmas Mannanti tergolong dalam kategori sesuai (66,7%), dengan gaya kepemimpinan yang paling dominan diterapkan adalah gaya demokratis dan/atau liberal. Tingkat motivasi kerja perawat di Puskesmas Mannanti sebagian besar termasuk dalam kategori tinggi, yaitu sebanyak 18 orang (54,5%). Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Chi-Square, diperoleh nilai ρ = 0,026 < α = 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan kepala puskesmas dengan motivasi kerja perawat di Puskesmas Mannanti, Kabupaten Sinjai. Oleh karena itu, disarankan agar pihak Puskesmas Mannanti, khususnya kepala puskesmas, menerapkan gaya kepemimpinan demokratis dan/atau liberal guna meningkatkan motivasi kerja perawat sehingga kinerja dan pencapaian tujuan organisasi dapat lebih optimal.