Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Sewagati

Gamifikasi Upaya Menangkal Hoaks Terhadap Informasi Vaksinasi Covid-19 di Social Media dalam Scope Keluarga Nugrahardi Ramadhani; Rabendra Yudistira; Nurina Orta Darmawati; Didit Prasetyo; Putri Dwitasari; Renny Pradina Kusumawardani
Sewagati Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2006.421 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i1.143

Abstract

Setahun tepat pandemi covid-19 di tanah air ini diumumkan mulai menginfeksi 2 orang oleh Presiden Republik Indonesia, dan saat ini telah mencapai angka total 1,2 juta jiwa, artinya setiap bulannya kurang lebih 600.000 jiwa teridentifikasi covid-19. Perjalanan perjuangan bangsa ini melawan covid menorehkan perjalanan cukup pelik, mulai dari naik turunnya laju sebaran virus corona itu sendiri, jatuh bangun pemerintah menahan laju sebaran covid-19, informasi-informasi misleading dan hoaks begitu deras di masyarakat sehingga pandemi ini menjadi susah tertangani. Hoaks merupakan informasi bohong atau bisa separuh tidak benar, kemudian ditambahkan informasi lain yang bisa mengaburkan informasi aslinya. Penanganan covid-19 ini tidak lepas dari edukasi yang baik dan benar, sehingga masyarakat paham tentang bahaya virus yang telah merengut jutaan jiwa di seluruh dunia ini. Munculnya hoaks salah satunya disebabkan kurang informasi dan informasi bohong atau tidak benar yang muncul secara sistematis. Negara kita telah masuk pada pembentukan herd immunity melalui vaksin covid-19, muncul pro dan kontra ditengah masyarakat menambah deret pekerjaan rumah pemerintah untuk meyakinkan masyarakat ikut serta dalam program pemerintah ini. Sosial media berperan penting dalam mewadahi pendapat-pendapat masyarakat dengan bebas, media-media nasional juga memberikan dukungan melalui akun-akun resminya, sehingga opini baik positif maupun negatif terbentuk liar. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pembelajaran tentang hoaks vaksinasi sebagai media penyadaran masyarakat memakai gamifikasi yang diterapkan pada aplikasi berbasis web sebagai simulasi eduakasi dan literasi dalam scope kecil yakni keluarga.
Pengembangan Desain Kemasan Produk UMKM Olahan Hasil Laut di Kecamatan Paciran Kab. Lamongan dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing dan Perluasan Pemasaran Sayatman; Nugrahardi Ramadhani; Rabendra Yudistira
Sewagati Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.699 KB)

Abstract

Kabupaten Lamongan memiliki area penangkapan ikan laut cukup besar yang terpusat diperairan laut Jawa, yakni di wilayah Kecamatan Brondong dan Kecamatan Paciran. Potensi ini ditunjang dengan adanya Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong dan empat tempat pendaratan ikan (TPI) yang tersebar di wilayah pesisir Weru, Kranji, Labuhan dan Lohgung. Hasil tangkapan nelayan tersebut selain langsung dijual dalam bentuk ikan segar juga ada yang diolah melalui proses pemindangan, pengeringan dan pengasapan. Khususnya di Paciran, sebagian para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga ada yang memprosesnya dalam berbagai produk olahan, seperti; aneka macam kerupuk (krupuk ikan, krupuk cumi-cumi, krupuk rajungan), aneka olahan ikan teri, terasi, abon ikan, abon rajungan, tepung ikan, bakso ikan dll. Namun kecenderungan UMKM yang terlalu fokus pada aspek produksi, menyebabkan aspek pengemasannya sendiri terabaikan. Hal tersebut tentu berpengaruh pada lemahnya daya saing produk dan sulitnya melakukan pengembangan penjualan ke pasar-pasar modern yang mensyaratkan pengemasan dengan standar tertentu. Program ini bermaksud memberikan pembinaan dan pengembangan desain kemasan produk UMKM olahan hasil laut di Kecamatan Paciran Kab. Lamongan agar mereka lebih memahami aspek pengemasan produk yang memenuhi standar komoditas konsumsi. Setidaknya ada tiga manfaat penting yang diperoleh jika penerapan desain kemasan dilakukan dengan benar. Pertama, memberi perlindungan optimal terhadap isi/produk dari kemungkinan kerusakan oleh faktor luar. Kedua, sebagai sarana identifikasi dan informasi yang efektif bagi konsumen. Ketiga, dapat meningkatkan image (citra) produk di mata konsumennya. Program pengabdian kepada masyarakat ini, juga sejalan dengan rencana strategis Balitbang Kelautan dan Perikanan dalam melaksanakan program pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat nelayan/pesisir. Kedepan diharapkan produk-produk UMKM di Kecamatan Paciran dapat lebih berdaya saing dan dapat mengembangkan pemasaran produknya secara lebih luas.
Implementasi Program Penguatan Literasi Masyarakat di Wilayah Eks-Lokalisasi Dolly Kelurahan Putat Jaya Surabaya Kartika Nuswantara; Ismaini Zain; Nasori; Nisfu Asrul Sani; Nugrahardi Ramadhani; Gita Widi Bhawika
Sewagati Vol 4 No 3 (2020)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.243 KB)

Abstract

Penguatan literasi bagi masyarakat dengan cara pengembangan lingkungan literat. Sehingga sejalan dengan makna literasi sebagai instrument untuk menyelesaikan segala bentuk persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Silkus Deming yang dikenal dengan konsep PLAN-DO-CHECK-ACTION menjadi kerangka dalam melaksanakan kegiatan abmas yang dilatar belakangi oleh penguatan literasi bagi masyarakat. FGD dan observasi langsung menjadi pendekatan yang dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada dalam masyarakat sehingga selanjutnya dapat disusun sebuah rencana (PLAN). Dengan melibatkan 45 anak dari Kampung Kupang Gunung Timur RT 03 RW06 penelitian ini mengemplimentasikan PLAN kedalam tiga unsur pada tahap DO. Ketiga unsur tersebut meliputi dukungan, pendampingan dan keberlanjutan. Dengan menggunakan kuesioner, CHECK menjadi aktivitas untuk mengkur tingkat keberhasilan program. Akhirnya ACTION menyiapkan umpan balik untuk dimanfaatkan pada penelitian selanjutnya. Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi dari sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dengan mendeskripsikan kegiatan yang telah dilakukan diharapkan penelitian ini menjadi alat untuk mengefaluasi program yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber data untuk melanjutkan kegiatan pengabdian tersebut menjadi sebuah program berkelanjutan.
Pengembangan Desain Kemasan Makanan Olahan Ikan Laut Produksi UKM Dinny Home Industry guna Membangun Citra Kuliner Unggulan Pesisir Madura Noordyanto, Naufan; Sayatman, Sayatman; Ramadhani, Nugrahardi; Darmawan, Yurif Setya; Soewito, Bambang Mardiono; Prasetyo, Didit
Sewagati Vol 8 No 4 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i4.831

Abstract

Desa Branta Pesisir, terletak di wilayah pesisir pantai selatan Kabupaten Pamekasan, Madura, Provinsi Jawa Timur, dikenal akan sumber daya lautnya yang melimpah, terutama dalam pemasaran ikan laut segar atau kering. Di antara kurang lebih 180 Usaha Kecil Menengah (UKM) di Branta Pesisir, UKM Dinny Home Industry adalah industri rumahan yang mengolah dan memasarkan makanan laut. Produk utama UKM Dinny adalah ikan krispi dan rambak kulit ikan, namun kemasannya generik, sehingga kurang dikenal dan tidak mencolok di pasar. Desain kemasan tidak mencerminkan kualitas, harga, dan karakter produk sebagai kuliner pesisir asal Madura dengan baik. Kemasan yang kurang persuasif juga menghambat penjualan dan kepercayaan diri pemilik untuk memamerkan produknya di festival atau event kuliner. Karena itu, Tim Pengabdi dan UKM Dinny sepakat bahwa permasalahan ini menjadi prioritas karena kemasan adalah bagian integral dari program pemasaran UKM, yang memengaruhi daya saing di pasar dan kelangsungan usaha. Dengan kegiatan abmas berbasis produk ini, tim pengabdi mengembangkan desain kemasan yang representatif dan media promosi untuk mengenalkan produk dan kemasan yang baru. Kegiatan ini mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan menciptakan pekerjaan yang layak (SDG 8), dan mendorong pola konsumsi dan produksi berkelanjutan (SDG 12), yang sangat penting terutama pasca pandemi Covid-19.