Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR IPA ., Putu Deviana Pertiwi; ., Dra. Ni Ketut Rapi, M.Pd.; ., Dra. Ni Made Pujani,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.6365

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) meningkatkan motivasi belajar siswa, (2) meningkatkan hasil belajar IPA siswa, dan (3) mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan 34 orang siswa kelas VIIID SMPN 1 Banjar pada semester ganjil tahun akademik 2015/2016. Tindakan dilakukan dalam dua siklus pembelajaran. Setiap siklus dibagi menjadi 4 tahap kegiatan, yaitu 1) perencanaan; 2) tindakan; 3) evaluasi; dan 4) refleksi. Data motivasi siswa dan tanggapan terhadap model pembelajaran kooperatif tipe STAD dikumpulkan dengan angket. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan tes hasil belajar. Semua data dianalisis secara deskriptif. Penelitian berhasil jika, ketuntasan klasikal 76% dengan KKM 75, motivasi belajar siswa dalam kategori tinggi, dan tanggapan siswa berkategori positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan motivasi belajar ( siklus I = 151,21 dengan kategori tinggi dan Standar Devisiasi = 10,43, siklus II = 156 dengan kategori tinggi dan Standar Devisiasi = 13), 2) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa ( siklus I = 79,56 dan Standar Deviasi = 7,72 dengan ketuntasan klasikal 79,41%, siklus II = 85,69 dan Standar Deviasi = 6,99 dengan ketuntasan klasikal 94,11%); dan 3) tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berkategori positif. Kata Kunci : pembelajaran kooperatif tipe STAD, motivasi belajar, hasil belajar. This study aimed at (1) improving the students’ learning motivation, (2) improving the students’ learning outcomes, and (3) describing the students' responses toward the implementation of STAD type cooperative learning model. This research was a classroom action research which was conducted in two cycles of learning and involved 34 students of grade VIIID of SMPN 1 Banjar in odd semester of academic year 2015/2016. Actions were conducted in two cycles of learning and each cycle was divided into 4 stages of activities: 1) planning, 2) the action, 3) evaluation, and 4) reflection. Data of students' motivation and the responses toward the STAD type cooperative learning model were collected by questionnaire, while data of science learning result were collected by a multiple-choice test at the end of each cycle. Data were analyzed descriptively. Research succeed if, classical completeness 76% with KKM 75, student motivation is in the category “high”, and the student responses are categorized positive and in the category “high”. The results show that: 1) the implementation of STAD type cooperative learning model can increase learning motivation (cycle I = 151.21 with high category and standard deviation = 10.43, the second cycle = 156 with high category and standard deviation = 13), 2) the implementation of STAD type cooperative learning model can improve students’ science learning outcomes ( of cycle I = 79.56 and Standard Deviation = 7.72 with 79.41% classical completeness, of cycle 2 = 85.69 and standard deviation = 6.99 with 94.11% classical completeness); and 3) the students’ responses toward the implementation of STAD type cooperative learning model are in positive category.keyword : STAD type cooperative learning, learning motivation, learning outcomes.
PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR FORMAL DAN PEMAHAMAN KONSEP IPA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF. ., Putu Ririn Hitayani; ., Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd; ., Dra. Ni Ketut Rapi, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3213

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) menganalisis pengaruh kemampuan berpikir formal terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kota Singaraja, 2) menganalisis pengaruh pemahaman konsep IPA terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kota Singaraja, dan 3) menganalisis kemampuan berpikir formal dan pemahaman konsep IPA terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kota Singaraja. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto korelasional. Populasi penelitian ini terdiri 2252 siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kota Singaraja dengan sampel berjumlah 301 siswa. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif, teknik regresi linier sederhana, dan regresi ganda dua prediktor. Hasil penelitian diperoleh: : 1) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kemampuan berpikir formal terhadap keterampilan berpikir kreatif dengan persamaan regresi Ŷ = 39,635 + 0,238X1 dengan sumbangan efektif sebesar 7,90%; 2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pemahaman kosep IPA terhadap keterampilan berpikir kreatif dengan persamaan regresi Ŷ = 30,743 + 0,392X2 dengan sumbangan efektif sebesar 12,70%; dan 3) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kemampuan berpikir formal dan pemahaman konsep IPA secara bersama-sama terhadap keterampilan berpikir kreatif dengan persamaan regresi Ŷ = 23,775 + 0,132X1 + 0,366X2 dengan sumbangan efektif sebesar 20,60%.Kata Kunci : berpikir formal, pemahaman konsep, kreativitas The purpose of this research were: 1) to analyze the influence of formal thinking intelligence towards creative thinking of grade VIII students of Junior High School in Singaraja City, 2) to analyze the influence of IPA’s conceptual understanding towards creative thinking of grade VIII students of Junior High School in Singaraja City, and 3) to analyze the influence of formal thinking intelligence and conceptual IPA understanding towards creative thinking of grade VIII students of Junior High School in Singaraja City. This study were ex-post facto research. Population of the study were 2252 of VIII grade Junior High School students in Singaraja City with the sample at student were 301. That data mere analyzed by using descriptive statistics, simple linear regression techniques, and two predictor of multiple regression. The result of this study indicated that: 1) there was a positive and significant influence of formal thinking towards creative thinking with regression equation of Ŷ = 39,635 + 0,238X1 with 7,90% an effective contribution, 2) there was a positive and significant influence of IPA’s conceptual understanding towards creative thinking with regression equation Ŷ = 30,743 + 0,392X2 with 12,70 % an effective contribution, and 3) there was a positive and significant influence of formal thinking and IPA’s conceptual understanding towards creative thinking with regression equation Ŷ = 23,775 + 0,132X1 + 0,366X2 with 20,60% an effective contribution.keyword : Conceptual Understanding, Creative, Formal Thingking
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA ., Ni Putu Adi Gunasih; ., Dra. Ni Ketut Rapi, M.Pd.; ., Luh Putu Budi Yasmini, S.Pd., M.Sc.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.5420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar IPA siswa kelas VIIE SMP Negeri 3 Mengwi melalui penerapan model discovery learning. Penelitian ini ialah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas kelas VIIE SMP Negeri 3 Mengwi tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 32 orang. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan berpikir kritis, hasil belajar IPA, dan angket tanggapan. Hasil penelitian menunjukkan: 1) penerapan model discovery learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas VIIE dengan ketuntasan klasikal 75,00% pada siklus I dan 90,63% pada siklus II. 2) Penerapan model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIIE dengan ketuntasan klasikal 78,13% pada siklus I dan 93,75% pada siklus II. 3) Siswa kelas VIIE memberikan tanggapan sangat positif terhadap penerapan model discovery learning. Kata Kunci : discovery learning, keterampilan berpikir kritis, hasil belajar IPA This research aimed at improving critical thinking skills, and science learning outcomes at grade VIIE students of SMP Negeri 3 Mengwi through discovery learning model application. The research was classroom action research conducted by two cycles. The subjects were 32 grade VIIE students of SMP Negeri 3 Mengwi in academic year 2014/2015. Data were collected by critical thinking skills test, science learning outcomes test, and questionnaire responses test. The results shows that: 1) the application of discovery learning model can improve the students' critical thinking skills at grade VIIE students with the classical completeness 75,00% in first cycle and 90,63% in second cycle. 2) The application of discovery learning model can improve the students' science learning outcomes at grade VIIE students with the classical completeness 78,13% in first cycle and 78,13% in second cycle. 3) The student’ respons towards the application is positive.keyword : discovery learning, critical thinking skills, science learning outcomes
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI MIA 2 SMA NEGERI Unggasari, N.W; Rapi, Ni Ketut; Rachmawati, Dewi Oktofa
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v8i2.20641

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar dan prestasi belajarfisika siswa dalam proses pembelajaran. Untuk memecahkan masalah tersebut dapat dilakukan intervensi tindakan berupa implementasi pembelajaran inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian untuk meningkatkan motivasi belajar, prestasi belajar, dan mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap implementasi pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas(PTK) yang dilakukan pada siswa kelas XI MIA 2 SMA Negeri 1 Sukasada. Jumlah siswa sebagai partisipan adalah 35 orang siswa yang terdiri dari 22 orang siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Data tes prestasi belajar fisika dikumpulkan dengan tes pilihan ganda diperluas. Data motivasi belajar dan data tanggapan siswaKata-kata kunci: inkuiri terbimbing, motivasi belajar, prestasi belajar.
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU FISIKA: RELEVANSINYA DALAM PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 SINGARAJA ., I Ngh Edi Budiarta; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Dra. Ni Ketut Rapi, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.7984

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya upaya pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan strategi pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran fisika, 2) mendeskripsikan kualitas kemampuan bepikir kritis siswa dalam pembelajaran fisika, dan 3) mendeskripsikan strategi pembelajaran yang digunakan guru dalam upaya pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian adalah satu orang guru fisika dan empat orang siswa kelas XI. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa: 1) guru model menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran fisika, 2) siswa memiliki kemampuan untuk melakukan kedua belas aspek berpikir kritis akan tetapi dengan kualitas yang berbeda-beda dalam setiap aspek, dan 3) strategi yang digunakan guru model dalam upaya mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dilakukan dengan merumuskan tujuan pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas pemecahan masalah, penggunaan bahan pembelajaran yang menggunakan permasalahan kontekstual, kegiatan pembelajaran dalam diskusi kelompok dan tugas proyek, serta menggunakan metode pembelajaran yang berbasis pada aktivitas pemecahan masalahKata Kunci : strategi pembelajaran, kemampuan berpikir kritis This research was based on the fact that the effort in fostering critical thinking skills in physics was not optimal. This research aimed at: 1) describing the learning strategy implemented by physics teacher, 2) describing the quality of critical thinking skill of students, and 3) describing the learning strategy implemented by the teacher in order to foster the critical thinking skills of students in physics. The method used in this research was a qualitative method with a case study type. The research subjects were a physics teacher and four students in XI grade in natural science program. Research subject for teacher was determined by purposive sampling technique, while the subject for students were determined with snowball sampling techniques. The research subjects were a physics teacher and four students in XI grade in natural science program. The results reveal that: (1) the teacher tends to implement the problem based learning strategy (2) the students tend to have critical thinking skills on which its quality are various in each aspects, (3) the efforts in fostering critical thinking ability of the students are done by formulating the learning objectives that enclose the problem solving, using learning materials that enclose the contextual issues, learning activity in group discussion and project tasks, and using problem based learning methodkeyword : critical thinking and learning strategy, physics
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI MIA 2 SMA NEGERI Unggasari, N.W; Rapi, Ni Ketut; Rachmawati, Dewi Oktofa
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v8i2.20640

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar dan prestasi belajarfisika siswa dalam proses pembelajaran. Untuk memecahkan masalah tersebut dapat dilakukan intervensi tindakan berupa implementasi pembelajaran inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian untuk meningkatkan motivasi belajar, prestasi belajar, dan mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap implementasi pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas(PTK) yang dilakukan pada siswa kelas XI MIA 2 SMA Negeri 1 Sukasada. Jumlah siswa sebagai partisipan adalah 35 orang siswa yang terdiri dari 22 orang siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Data tes prestasi belajar fisika dikumpulkan dengan tes pilihan ganda diperluas. Data motivasi belajar dan data tanggapan siswaKata-kata kunci: inkuiri terbimbing, motivasi belajar, prestasi belajar.
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU FISIKA RELEVANSINYA DALAM PENGEMBANGAN EFIKASI DIRI DAN HASIL BELAJAR SMA NEGERI ., Ni Putu Sarnikadewi; ., Dra. Ni Made Pujani,M.Si; ., Dra. Ni Ketut Rapi, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.7682

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) strategi pembelajaran guru fisika, (2) efikasi diri, (3) hasil belajar fisika, dan (4) relevansi strategi pembelajaran guru fisika terhadap efikasi diri dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif (deskriptif analitik), dan subjek penelitiannya adalah 1 orang guru dan 12 siswa yang dipilih secara porposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, studi dokumen, kuesioner, dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, paparan data, serta penarikan simpulan & verifikasi data. Keabsahan data ditentukan melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) guru cenderung menggunakan strategi pembelajaran kooperatif, (2) efikasi diri siswa termasuk dalam kategori cukup dan masih perlu ditingkatkan, (3) hasil belajar fisika termasuk dalam katagori cukup dan masih perlu untuk ditingkatkan, dan (4) strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran sudah mengembangkan efikasi diri dan hasil belajar siswa.Kata Kunci : Efikasi diri, hasil belajar siswa, dan strategi pembelajaran This research aimed at describing: (1) the learning strategy of the physics teacher, (2) self-efficacy, (3) learning outcomes, and (4) relevance of physics teachers’ learning strategies towards self-efficacy and student learning outcomes. The type of this research was qualitative descriptive research. The subjects were one of the physics teacher and nine students selected by using purposive sampling. Data collections of this research were by using observation, interview, documents study, questionnaires, and tests of students’ learning outcomes. Data were analysed through three stages, namely data reduction, data exposure, and drawing the conclusions & data verification. The validity of data was determined through a credibility test, transferability, dependability, and conformability. The results of the research show that: (1) Teachers tend to use cooperative learning strategies, (2) self-efficacy of students included in the sufficient category and still needs to be improved. (3) The results of the studying physics is in the “fair” category and still need to be increased. (4) Learning strategies used by the teacher in the learning has developed self-efficacy and student learning outcomes.keyword : learning strategies, self-efficacy, and student learning outcome.
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA KELAS X DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA DALAM PEMBELAJARAN LISTRIK DINAMIS DI SMA NEGERI 2 KUTA ., Ni Putu Septariani Sunia Dewi; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Dra. Ni Ketut Rapi, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.7562

Abstract

Tujuan penelitian adalah (1) mendeskripsikan miskonsepsi fisika siswa kelas X SMA Negeri 2 Kuta pada materi listrik dinamis, (2) menganalisis penyebab timbulnya miskonsepsi yang dialami siswa kelas X SMA Negeri 2 Kuta pada materi listrik dinamis, (3) menganalisis cara menanggulangi miskonsepsi siswa kelas X SMA Negeri 2 Kuta, (4) mendeskripsikan keefektifan cara penanggulangan yang digunakan dalam upaya meremediasi miskonsepsi siswa, dan (5) menganalisis retensi miskonsepsi siswa kelas X terhadap konsep fisika. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen. Jumlah sampel penelitian adalah 35 orang siswa kelas X. Instrumen yang digunakan adalah (1) tes miskonsepsi materi listrik dinamis, (2) pedoman observasi, (3) pedoman wawancara, (4) pre-test dan post-test, (5) tes retensi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa variasi miskonsepsi siswa pada materi listrik dinamis sebanyak 27 miskonsepsi. Penyebab miskonsepsi adalah diri siswa, buku dan pengalaman. Penanggulangan miskonsepsi dilaksanakan dengan menerapkan model pembelajaran perubahan konseptual. Dari hasil analisis tes retensi diperoleh persentase retensi (R) sebesar 75,12%. Kata Kunci : miskonsepsi, retensi This research aimed at: (1) describing the students’ physics misconceptions at grade X of SMA Negeri 2 Kuta in dynamic electicity matter, (2) analysing the causes of students’ misconceptions at grade X of SMA Negeri 2 Kuta, (3) analyzing the way to overcome students’ misconceptions at grade X of SMA Negeri 2 Kuta, (4) describing the effectiveness of prevention methods used in efforts to remediate the students’ misconception, and (5) analyzing the students’ misconception retention at grade X towards physics concepts. The research design used in this study was pre-experiment. Samples used in this research were 35 students of grade X. Instruments used were (1) misconceptions test, (2) observation guide, (3) interviews guide, (4) pre-test and post-test, (5) retention test. The result shows that the variation of misconceptions on dynamic electricity are 27 misconceptions. The causes of misconceptions are from their self, books, and their experiences. The overcoming misconceptions is held by applying the conceptual change learning model. From the analysis test, it’s obtained that the retention percentage (R) is 75.12%. keyword : misconceptions, retentions
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU IPA YANG MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA DI SMP NEGERI 1 NEGARA ., Made Sri Astika Dewi; ., Prof. Dr. Ketut Suma, MS; ., Dra. Ni Ketut Rapi, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8148

Abstract

Permasalahan yang terjadi adalah bahwa penggunaan strategi pembelajaran guru untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif siswa masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan strategi pembelajaran guru yang mengembangkan keterampilan berpikir kreatif siswa, dan (2) mendeskripsikan keterampilan berpikir kreatif siswa. Sampel penelitian ini adalah dua orang guru serta 20 siswa kelas VIII A dan 20 siswa kelas VIII G. Metode yang digunakan adalah kualitatif, sedang Instrumen yang digunakan berupa pedoman wawancara, pedoman observasi, dan tes keterampilan berpikir kreatif. Teknik analisis data pada penelitian ini ada tiga, yaitu reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan pada keterampilan berpikir kreatif kelas VIII A dilihat dari nilai rata-rata pre-test keterampilan berpikir kreatif siswa 60,18 dengan SD = 6,69, dan nilai rata-rata post-test 70,90 dengan SD = 7,20. Sedangkan keterampilan berpikir kreatif siswa kelas VIII G belum menunjukkan adanya perkembangan dilihat dari nilai rata-rata pree-test siswa 39,36 dengan SD = 7,41 dan nilai rata-rata post-test 45,94 dengan SD = 9,52. Kata Kunci : strategi pembelajaran, guru IPA, berpikir kreatif The problem occured in the field was that the use of learning strategy to develop creative thinking skills of the students was still not optimal. This study aimed at (1) describing the learning strategy which developed students’ creative learning ability, and (2) describing the creative thinking of the students. The samples of this study were two science teachers, 20 students of class VIII A, and 20 class VIII G class. The method used was qualitative method. The instruments used were interview, observation, and creativity test. The were three analysis techniques used in this study such as data reduction, data display, and conclusion. The result of this study shows that (1) there is a progress in creative thinking ability in class VIII A which is shown with the median score of students’ creativity pre-test of 60.18 with SD = 6.69, and the post test median score of 70.90 with SD = 7.20. While, the students’ creativity of class VIII G does not show a progress yet which is shown with the median score of pre-test 39.36 with SD = 7.41, and the post-test median score of 45.94 with SD = 9.52.keyword : learning strategy, science teacher, creative thinking
HUBUNGAN MOTIVASI BERPRESTASI DAN KEMAMPUAN METAKOGNITIF DENGAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI MIA SMAN Saraswati Dewi, Putu Erika; Rapi, Ni Ketut; Rachmawati, Dewi Oktofa
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i1.20644

Abstract

Masalah utama yang dikaji pada penelitian ini adalah rendahnya prestasi belajar fisika siswa SMA Negeri di Kecamatan Kuta. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan hubungan motivasi berprestasi dan prestasi belajar fisika, 2) mendeskripsikan hubungan kemampuan metakognitif dan prestasi belajar fisika, dan 3) mendeskripsikan hubungan motivasi berprestasi dan kemampuan metakognitif dengan prestasi belajar fisika. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto dengan metode kuantitatif korelasional. Jumlah populasi sebanyak 478 siswa. Sampel penelitian berjumlah 214 yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Data motivasi berprestasi dan kemampuan metakognitif dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data prestasi belajar dikumpulkan menggunakan tes esai. Nilai koefisien reliabilitas kuesioner motivasi berprestasi dan kemampuan metakognitif masing-masing sebesar 0,869 dan 0,842, sedangkan tes prestasi sebesar 0,711. Uji asumsi yang dilakukan meliputi uji normalitas, linieritas dan keberartian arah regresi, multikolinieritas, autokorelasi, dan heterokedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berprestasi dan kemampuan metakognitif siswa masing-masing berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 104,08 dengan standar deviasi 13,87 dan 13,50 dengan standar deviasi 4,16. Selanjutnya, prestasi belajar fisika siswa berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata 53,63 dan standar deviasi sebesar 12,68. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat 1) hubungan positif dan signifikan antara motivasi berprestasi dan prestasi belajar fisika dengan R = 0,15 dan sumbangan efektif sebesar 0,50%, 2) hubungan positif dan signifikan antara kemampuan metakognitif dan prestasi belajar fisika dengan R = 0,24 dan sumbangan efektif sebesar 6,50%, 3) hubungan positif dan signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan metakognitif dengan prestasi belajar fisika dengan R = 0,26 dan sumbangan efektif sebesar 7,00%. Kata-kata Kunci: motivasi berprestasi, kemampuan metakognitif, dan prestasi belajar
Co-Authors ., Ayu Candra Dewi Wesnawati ., I Ngh Edi Budiarta ., I Nyoman Madu Sudana ., Luh Ayu Resita Dewi ., Ni Putu Sarnikadewi ., Ni Putu Septariani Sunia Dewi ., Pande Nyoman Raka Utama ., Putu Tirta Utami ., Tude Nugraha Mahantara Anggreni, Ni Luh Putu Arimbawa, P. A. Ayu Candra Dewi Wesnawati . Dewi Oktofa Rachmawati Dr. Ni Made Pujani,M.Si . Drs. Slamet Haryadi Suryo Wijoyo . Fitria Sarnita Gede Elen Merta JuliYasa Hajiriah, Titi Laily I DEWA GEDE AGUNG I Gede Arjana I Gusti Ayu Era Anggreni Era I Made Mariawan I Ngh Edi Budiarta . I Nyoman Madu Sudana . I Nyoman Suardana I Putu Wina Yasa Pramadi I Wayan Sadia I Wayan Santyasa I Wayan Santyasa I Wayan Suastra I Wayan Subagia Iwan Suswandi Kadek Lina Indriani . Kadek Lina Indriani ., Kadek Lina Indriani Ketut Suma Ketut Wira Udayana Luh Ayu Resita Dewi . Luh Putu Budi Yasmini Made Sri Astika Dewi . Merta JuliYasa, Gede Elen MS Prof. Dr. Ketut Suma . Muhamad Ramadhan N. P. P. D. Savitri N.W Unggasari Ni Luh Desi Lestari . Ni Luh Desi Lestari ., Ni Luh Desi Lestari Ni Made Lioni Garbriana . Ni Made Lioni Garbriana ., Ni Made Lioni Garbriana Ni Putu Adi Gunasih . Ni Putu Adi Gunasih ., Ni Putu Adi Gunasih Ni Putu Sarnikadewi . Ni Putu Septariani Sunia Dewi . Ni Wayan Lestari . Nurfa Risha P. A. Arimbawa Pande Nyoman Raka Utama . Poni Ariramdani Fariansyah Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si . Prof. Dr. Ketut Suma, MS . Purnamasari, Ade Putri Putu Budi Adnyana Putu Deviana Pertiwi . Putu Deviana Pertiwi ., Putu Deviana Pertiwi Putu Erika Saraswati Dewi Putu Ririn Hitayani . Putu Tirta Utami . Putu Widiarini Putu Widiarini Putu Yasa Saraswati Dewi, Putu Erika Savitri, N. P. P. D. Tude Nugraha Mahantara . Unggasari, N.W Utami, Ratni Ayu Wahyuni, I. G. A. Nyoman Sri Wahyuni, I. G. A. Nyoman Sri