Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Dan Pola Makan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Ueesi Kecamatan Ueesi Kabupaten Kolaka Timur Tahun 2023 Depitriani; Murlan; Rasma
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v3i2.77

Abstract

Latar Belakang: World Health Organization (WHO) menempatkan Indonesia menjadi negara ketiga dengan prevalensi stunting tertinggi di South-East Asian Region yaitu 36,4%. Berdasarkan data Dinas Provinsi Sulawesi Tenggara di tahun 2022 sebanyak 20.010 balita stunting (25.7%). Di wilayah kerja Puskesmas Ueesi pada tahun 2022 sebanyak 45 balita (21,4%) menderita stunting. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu, pola makan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Ueesi Kecamatan Ueesi Kabupaten Kolaka Timur. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional study. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 11 s/d 23 Desember 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak usia 0-5 tahun (Balita) di Desa Ueesi Kabupaten Kolaka Timur yang berjumlah 43 balita dengan jumlah sampel sebanyak 38 responden. Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner dan formulir food recall 24 jam. Analisis data menggunakan statistik inferensial dengan rumus Chi Square. Hasil: Hasil analisis uji statistik menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan responden dengan kejadian stunting pada balita, dengan nilai (p-value=0,014) dan ada hubungan antara pola pemberian makanan dengan kejadian stunting pada balita, dengan nilai (p-value=0,04). Kesimpulan: Ada hubungan signifikan antara pengetahuan dan pola makan dengan kejadian stunting pada balita
Hubungan Perilaku Caring Perawat Dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien Di Ruang ICU Rsud Bahtramas Tahun 2022 Rasma; Endang Susilawati
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v2i2.89

Abstract

Latar Belakang: Unit Perawatan Intensif (ICU) merupakan salah satu unit penting dari rumah sakit independen dengan staf yang sangat terspesialisasi dan bahkan peralatan khusus. Pasien yang masuk di ruang (CU adalah pasien yang tentu membutuhkan segera perawatan medis, dan tentu membuat keluarga pasien menjadi cemas. Oleh karena itu, perilaku perawat dalam memberikan asuhan keperawatan sangat dibutuhkan untuk membantu meringankan kecemasan keluarga pasien. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di ruang ICU di RSUD Bahtramas Tahun 2022. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan observasi untuk mendapatkan hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di ruang ICU di RSUD Bahtramas Tahun 2022. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 02 Oktober-02 November. Populasi yaitu keseluruhan yang menjadi objek penelitian, dimana pasien yang berada di ruang ICU sebanyak 550 keluarga pasien. sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 42 keluarga pasien di ruang ICU di RSUD Bahtramas. Hasil:. Dari hasil analisa yang di peroleh nilai p = 0,000, atau p < 0,05. dimana dari 42 responden memiliki Tingkat kecemasan tidak ada gejala yaitu 0 (0.0%), Tingkat Kecemasan Ringan yaitu 2 orang (2.5%), Tingkat Kecemasan Sedang yaitu 16 orang (34.5%), Tingkat Kecemasan Berat yaitu 17 orang (45.5%), dan Tingkat Kecemasan Sangat Berat yaitu 7 orang (17.5%). Kesimpulan: Hal ini menunjukan bahwa ada hubungan antara perilaku Caring dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien di ruang ICU
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Tipoid di Wilayah Kerja Puskesmas Lepo-Lepo Tahun 2024 Rizki Yulianti; Andi Herman; Rasma
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 3 No 3 (2024): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v3i3.111

Abstract

Latar Belakang: Demam tifoid adalah infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dan masih merupakan masalah kesehatan masyarakat penting di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Di wilayah Puskesmas Lepo-Lepo, kejadian demam tifoid menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Memahami faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid dapat membantu dalam pencegahan dan pengendalian penyakit ini.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid di wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah analitik pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel 36 orang. Teknik non probability sampling dengan pendekatan consecutive sampling. Mengetahui ada hubungan menggunakan uji chisquare dan uji kekuatan menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian di peroleh bahwa hubungan cuci tangan sebelum makan dengan kejadian demam tifoid pada nilai ρvalue = 0,000 (ρvalue < 0,05), ada hubungan kebiasaan makan dengan kejadian demam tifoid pada nilai ρvalue = 0,001 (ρvalue < 0,05) dan ada hubungan pengetahuan dengan kejadian demam tifoid pada nilai ρvalue = 0,001 (ρvalue < 0,05) di Wilayah Puskesmas Lepo-Lepo Kecamatan Baruga Kota Kendari 2024. Kesimpulan: Pola makan yang tidak sehat dan stres merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap cuci tangan sebelum makan, kebiasaan makan dan pengetahuan merupakan faktor yang berhubungan dengan dengan kejadian demam tifoid di Wilayah Puskesmas Lepo-Lepo Kecamatan Baruga Kota Kendari 2024. Bagi Puskesmas disarankan agar meningkatkan pelayanan kesehatan dengan cara menigkatkan perhatian ke pasien demam tifoid agar dapat mengurangi kasus
Hubungan Status Gizi, Pengetahuan dan Pendapatan dengan Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Wundulako Kabupaten Kolaka Tahun 2024 Mariyatni Rasyid; St. Marwah; Murlan; Rasma
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 3 No 3 (2024): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v3i3.112

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) paru adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Wundulako, Kabupaten Kolaka. Kejadian TB paru dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi lingkungan, status kesehatan individu, dan kebiasaan hidup. Memahami faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru sangat penting untuk merancang intervensi yang efektif dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Wundulako, Kabupaten Kolaka, dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap risiko terjadinya TB paru. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan case-control. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Wundulako dari Januari hingga Juni 2024. Populasi penelitian terdiri dari pasien TB paru yang terdaftar di Puskesmas serta individu yang tidak terjangkit TB paru sebagai kelompok kontrol. Sampel diambil sebanyak 62 orang yang terdiri dari 31 pasien TB paru dan 31 individu sehat, dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, pemeriksaan kesehatan, dan analisis data sekunder. Uji analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik untuk menentukan hubungan antara faktor-faktor risiko dan kejadian TB paru Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian TB paru, yaitu status gizi (p = 0,000). Faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian TB Paru adalah pengetahuan (p=1,000), sikap (p = 0,582), dan ekonomi (p = 1,000). Kesimpulan: penelitian ini pengetahuan, sikap dan status ekonomi tidak berhubungan dengan kejadian TB paru, sedangkan status gizi berhubungan dengan kejadian TB paru
FACTORS ASSOCIATED WITH THE INCIDENCE OF ANEMIA IN PREGNANT WOMEN Isra Wati; Rianti; Rasma; Murlan; La Ode Liaumin Azim
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 18 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v18i1.408

Abstract

Anemia in pregnant women is a public health problem that has a significant impact on the mother and fetus. Anemia can increase the risk of premature birth, low birth weight, and maternal and infant mortality. In the working area of Puskesmas Wonggeduku Barat, the prevalence of anemia in pregnant women is still relatively high (25.6%) so it is necessary to conduct research to find out the risk factors more specifically. This study aims to determine the risk factors for Fe tablet consumption compliance, knowledge and diet with the incidence of anemia in pregnant women in the working area of Puskesmas Wonggeduku Barat. This type of research is observational analytic with case control study design. The population in this study consisted of a case population of 39 people and a control population of 39 people, with the total sample size being the number of case populations plus the number of control populations using a 1:1 ratio with matching gestational age, namely trimester I, II, and III so that the total sample size was 78 people. The results of the Odds Ratio test showed that compliance with Fe tablet consumption obtained an OR value of 1.758, knowledge obtained an OR value of 1.777 and diet obtained an OR value of 1.657. Because OR> 1, compliance with Fe tablet consumption, knowledge and diet are risk factors for the incidence of anemia in pregnant women in the working area of Wonggeduku Barat Health Center. Keywords: Anemia, Pregnancy, Fe tablets, Knowledge, Dietary habit
Analisis Simbol Abjad pada Anak Tunarungu Kategori Sibi Disekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Watampone ( Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce): Penelitian Rasma; Irna Fitriana; Andi Srimularahmah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.467

Abstract

This study analyzes the use of alphabetic symbols among deaf children who use SIBI (Indonesian Sign System) at Sekolah Luar Biasa (Special Needs School) Negeri 1 Watampone, using the semiotic theory of Charles Sanders Peirce. The aim of this research is to understand how deaf children interpret and produce alphabetic symbols within the context of classroom learning. Peirce's semiotic theory, which divides signs into three main elements—representamen, object, and interpretant—is used to analyze this visual communication process. A qualitative method was employed in this study, with data collected through direct observation and interviews with teachers and students. The findings indicate that the use of alphabetic symbols in SIBI not only aids in language learning but also plays a role in the development of cognitive and communication skills in deaf children. Furthermore, the study found that the interpretation of alphabetic symbols by deaf children is strongly influenced by their learning context and individual experiences. Therefore, the use of SIBI has proven effective in supporting the communication needs of deaf children at SLB Negeri 1 Watampone.