Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding Semnastek

DESAIN PENGEMBANGAN MODEL ALAT UJI REAKTOR NUKLIR TIPE SMALL MODULAR REACTOR (SMR) MENGGUNAKAN NANOFLUIDA SEBAGAI FLUIDA PENDINGIN Erwin Dermawan; Rasma Rasma; Ery Diniardi; Anwar Ilmar Ramadhan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan  dan  penggunaan  energi  nuklir  saat  ini  berkembang  sangat  pesat,  untuk  mencapaiteknologi  yang  semakin  maju,  baik  dari  segi  desain,  faktor  ekonomi  dan  juga  faktorkeselamatannya.  Dari  aspek  termofluida   reaktor  nuklir  harus  dilakukan  dengan  perhitungan  dankondisi  yang  mendekati  sempurna.  Termasuk  saat  ini  mulai  dikembangkannya  reaktor  nuklirdengan daya rendah dibawah 300 MW, atau biasa disebut dengan Small Modular Reactor (SMR).Salah  satunya  adalah  CAREM-25  yang  dikembangkan  oleh  Argentina  dengan  daya  25  MW.Dimana pada CAREM sudah menggunakan sistem natural circulation dan penggunaan nanofluidasebagai fluida pendingin. Dalam penelitian ini akan dilakukan pemodelan analitik termohidrolikareaktor nuklir CAREM-25 ketika digunakan nanofluida Al2O3 sebagai fluida pendingin di sistempendingin reaktor nuklir. Selanjutnya untuk pemodelan analitik ini akan dilakukan pada CFD Code.
ANALISA PEMERIKSAAN ENGINE TIDAK BERFUNGSI SYSTEM COMMON RAIL INJECTION PADA UNIT HM 400 - 1 Rasma, Rasma; Diana, Apriana; Mahendra, Barda
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada suatu unit alat berat HM 400 -1 terdapat beberapa sistem, salah satunya adalah sistem bahan bakar CRI yang merupakan sistem injeksi bahan bakar ke dalam ruang bakar dengan sistem pembangkit tekanan yang terpisah dari injektor itu sendiri. Sistem CRI bekerja berdasarkan beberapa sensor yang terdapat pada mesin kemudian memberikan sinyal ke ECM sehingga dapat mengetahui kapan injektor membutuhkan bahan bakar untuk bahan bakar. Bahan bakar pada sistem CRI dialirkan menggunakan pompa bahan bakar melalui PCV kemudian menuju common rail, disini tekanan diatur oleh sensor bahan bakar common rail kemudian dialirkan menuju injektor melalui katup peredam aliran. Sistem CRI harus diperiksa dan dipelihara secara berkala agar tidak terjadi masalah pada sistem ini. Salah satu kerusakan yang dapat terjadi pada sistem CRI adalah kegagalan mesin yang disebabkan oleh rusaknya sensor common rail, dalam hal ini sensor common rail selalu membaca adanya tekanan tinggi pada common rail sehingga sensor common rail memberikan sinyal. ke ECM yang kemudian diteruskan ke katup PCV untuk menyediakan. Persediaan bahan bakar dalam jumlah sedikit mengakibatkan kebutuhan bahan bakar untuk pembakaran tidak terpenuhi. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengukuran maka dapat disimpulkan bahwa kerusakan yang terjadi pada sensor common rail disebabkan karena umur komponen tersebut karena unit sudah mempunyai jam kerja operasional selama 13.376 jam yang mengakibatkan terjadinya diafragma pada common rail. sensor rel tidak dapat kembali ke posisi normal.Kata Kunci : CRI, sistem bahan bakar, sinyal ke ECM.
Analysist Troubleshooting Suspension Too Hard On Unit Dump Truck Komatsu HD785-7 Lafah, Restu Karunia; Rasma, Rasma; Armas, Reza Febriano
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di PT United Tractors, site Tanjung Enim, Sumatera Selatan, dengan fokus pada analisa troubleshooting terhadap masalah suspensi terlalu keras pada unit dump truck Komatsu HD 785-7. Permasalahan ini sering dikeluhkan oleh operator karena menyebabkan getaran berlebih saat unit beroperasi di medan tambang yang tidak rata. Hal ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga berpotensi merusak komponen lain akibat distribusi beban yang tidak merata. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi inspeksi visual, pemeriksaan sistem hidrolik, pengecekan tekanan nitrogen pada cylinder accumulator, serta observasi performa suspensi selama pengujian lapangan. Hasil analisa menunjukkan bahwa tekanan nitrogen pada suspensi depan maupun belakang berada di bawah standar spesifikasi pabrikan, sehingga menyebabkan suspensi kehilangan sifat elastisnya dan bekerja lebih kaku dari seharusnya. Setelah dilakukan pengisian ulang nitrogen sesuai dengan tekanan yang dianjurkan, dilakukan uji coba operasional untuk memastikan hasil perbaikan. Unit kembali menunjukkan performa suspensi yang normal dan kenyamanan operator meningkat signifikan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemeliharaan sistem suspensi, khususnya pengecekan tekanan nitrogen secara berkala, sangat penting untuk menjaga performa unit dan keselamatan kerja di lapangan.