Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

IPTEKS BAGI MASYARAKAT DESA BANYUSIDI UNTUK PENGENTASAN KEMISKINAN 2 3 1 MELALUI AGRIBISNIS AYAM KAMPUNG Dwiarti, Rina; Utomo, Setyo; Rasminati, Nur
Jurnal Abdimas Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari Program IbM di desa Banyusidi adalah meningkatkan kesejahteraan Rumah Tangga Miskin (RTM) melalui usaha bisnisayam kampung secara semi intensif, dan peningkatan produktivitas ayam kampung melalui peningkatan manajemen produksi dan pemasaran. Program IbM di desa Banyusidi melibatkan dua kelompok mitra yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Sari di Pedukuhan Nglarangan dan KWT Larasati di Pedukuhan Dayugo. Dua kelompok mitra ini sebagian adalah masyarakat yang dikategorikan kelompok Rumah Tangga Miskin (RTM). Metode yang digunakan adalah, pertama, metode pelatihan, yang ditujukan untuk memberikan motivasi usaha ayam kampung dan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pembibitan dan memelihara ayamkampung, sistem perkandangan, manajemen usaha praktis agribisnis ayam, upaya pencegahan penyakit dan vaksinasi pada ayam kampung, kedua metode babonisasi yang dilakukan dengan mendistribusikan ayam babon kepada anggota KWT terpilih dengan ketentuan masuk kategori RTM, bersemangat untuk memelihara ayam kampung dan sanggup mengembalikan 2 ekor/induk yang diterima dengan umur ayam yang samapada saat menerima pada satu tahun kemudian, ketiga,metode diskusi dan pendampingan. Hasil kegiatan IbM ini ditunjukkan oleh meningkatnya motivasi warga untuk menjalankan usaha bisnis ayam kampung sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kesejahteraaan RTM di desa Banyusidi.Pelatihan yang telah dilakukan berhasil meningkatkan kualitas pengetahuan anggota KWT Larasati dan KWT Mekar Sari di desa Banyusidi untuk penanggulangan penyakit, cara pemeliharaan dan pemberian pakan, kemampuan melaksanakan vaksinasi secara berkala.
IPTEKS BAGI MASYARAKAT DESA BANYUSIDI UNTUK PENGENTASAN KEMISKINAN 2 3 1 MELALUI AGRIBISNIS AYAM KAMPUNG Dwiarti, Rina; Utomo, Setyo; Rasminati, Nur
Jurnal Abdimas Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari Program IbM di desa Banyusidi adalah meningkatkan kesejahteraan Rumah Tangga Miskin (RTM) melalui usaha bisnisayam kampung secara semi intensif, dan peningkatan produktivitas ayam kampung melalui peningkatan manajemen produksi dan pemasaran. Program IbM di desa Banyusidi melibatkan dua kelompok mitra yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Sari di Pedukuhan Nglarangan dan KWT Larasati di Pedukuhan Dayugo. Dua kelompok mitra ini sebagian adalah masyarakat yang dikategorikan kelompok Rumah Tangga Miskin (RTM). Metode yang digunakan adalah, pertama, metode pelatihan, yang ditujukan untuk memberikan motivasi usaha ayam kampung dan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pembibitan dan memelihara ayamkampung, sistem perkandangan, manajemen usaha praktis agribisnis ayam, upaya pencegahan penyakit dan vaksinasi pada ayam kampung, kedua metode babonisasi yang dilakukan dengan mendistribusikan ayam babon kepada anggota KWT terpilih dengan ketentuan masuk kategori RTM, bersemangat untuk memelihara ayam kampung dan sanggup mengembalikan 2 ekor/induk yang diterima dengan umur ayam yang samapada saat menerima pada satu tahun kemudian, ketiga,metode diskusi dan pendampingan. Hasil kegiatan IbM ini ditunjukkan oleh meningkatnya motivasi warga untuk menjalankan usaha bisnis ayam kampung sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kesejahteraaan RTM di desa Banyusidi.Pelatihan yang telah dilakukan berhasil meningkatkan kualitas pengetahuan anggota KWT Larasati dan KWT Mekar Sari di desa Banyusidi untuk penanggulangan penyakit, cara pemeliharaan dan pemberian pakan, kemampuan melaksanakan vaksinasi secara berkala.
PENERAPAN TECHNOBREEDING DAN TECHNOFEEDING BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA SIDOMULYO PENGASIH KULON PROGO Setyo Utomo; Nur Rasminati
DHARMA BAKTI Dharma Bakti Vol 1 No 1 April 2018
Publisher : LPPM IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/dharma.v1i1.295

Abstract

This activity aims to increase the economic empowerment of society through the application of appropriate technology and culture, held in 2 (two) groups of animals, Ngudi Rahayu and Sub Ngudi Rahayu, the number of participants are 15 people. Stages of activities starting from counseling, training, demonstration plots and mentoring. Activities that have been implemented are the economic empowerment goat breeders Ettawa crossbreed through continuous improvement of feed based on local resources are cheap and easy to obtain as well as the application of breeding technology. The results that have been achieved are demonstration plots of forage preservation was fermented using rice microbes and nutrients from a variety of ingredients such as fish, bamboo shoots, banana, turmeric, ginger, garlic and so on. Members of the group have been able to carry out the manufacture of rice microbial and sources of nutrients from a variety of organic materials available in the region. It was concluded that the villagers Sidomulyo represented by 2 groups of goat breeding business has implemented the concept of goat farm in a modern business through the use of local materials are available cheap, easily obtainable. Breeders also have understand the importance of good quality breed sources in order to improve the income communities.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KAMBING MELALUI TEKNOLOGI PAKAN DI KELOMPOK PKH DESA TEMPAK, CANDIMULYO, MAGELANG Nur Rasminati; Setyo Utomo
DHARMA BAKTI Dharma Bakti-Vol 3 No 1-April 2020
Publisher : LPPM IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/dharma.v3i1.2673

Abstract

This activities was aimed to improving the productivity of local goat throughimprovements of feed technologies. Location devotion in Tempak village, Candimulyo.Stages of activities were started from counseling, training, demonstration plots andmentoring. The number of participants were 20 farmers. The feed improvement was madethrough feed processing technology using local raw materials. Microbial starter isderived from rice fermented. As a nutritional supplement, local ingredients such as garlic,ginger, turmeric, bamboo shoots and banana are also fermented. Making silage using ricemicrobial and nutritional supplement produces good silage, with a fresh green color andfragrance. 100% farmer has made a rice microbial starter and nutritional supplement, butthat has been consciously practicing regularly and applying is 85%.
PENERAPAN TECHNOBREEDING TERNAK KAMBING BAGI MASYARAKAT DESA TEMPAK, CANDIMULYO, MAGELANG Setyo Utomo; Nur Rasminati
DHARMA BAKTI Dharma Bakti-Vol 3 No 1-April 2020
Publisher : LPPM IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/dharma.v3i1.2674

Abstract

In general, the poor try to increase their income by raising livestock especially goat from “gaduhan”. This community service activity aims to increase income through raising goat by applying technobreeding to obtain optimal production. The activity was held for one year, namely 2019 in Tempak village, Candimulyo sub-district, Magelang regency. Tempak Village is a priority for overcoming poor villages in Magelang district. Through the application of these two technologies, it was hoped that more healthy breeders and productive breeders would be produced. There were 30 poor farmers with an average of one goat. Methods of applying technology through awareness, training and mentoring. In general theywere very enthusiastic about this technologies, because they were very aware of the results in order to obtain profitable production. It was concluded that the community has the awareness and ability to implement technobreeding to increase the productivity of goat.
Budidaya Ayam Kampung Terintegrasi untuk Mengatasi Stunting di Desa Candisari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang Rasminati, Nur; Utomo, Setyo; Nugroho, Bambang
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2023): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candisari village is one of the villages in Windusari District, Magelang which has a problem of high stunting children. Stunting is a major threat to the quality of Indonesian society. This activity aims to assist the government in overcoming stunting through integrated native chicken cultivation. The methods used are raising awareness in the community, training and making demonstration plots. The target group is mothers who have children under five years old (toddlers) who are indicated to be stunted. The training carried out was how to raise native chickens integrated with vegetable crops, making supplementary food formulas for toddlers, demonstration plots of raising chickens integrated with vegetable plants. Chicken rearing activities are carried out by providing stimulus to 30 hens and 3 roosters. The results of the assistance reduced the stunting rate from 79 toddlers at the beginning of the activity to 46 toddlers at the end of the activity. Based on observations, all native chickens (100%) have laid eggs, with 100% hatchability and an average number of chicks of 10. In the cultivation of vegetable plants in the yard, it has succeeded 90% and has started to harvest the mustard, tomato and chili plants. The conclusion from this activity is that integrated chicken farming has a positive impact on reducing stunting rates.
Penanganan Stunting di Desa Candisari Dengan Peningkatan Produksi Telur Ayam Kampung Mendukung Program Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang “Gaspoldulur” Rasminati, Nur; Utomo, Setyo; Sudrajat, Ajat; Purwani, Tyastuti; Ismail, Fazhana
Farmers: Journal of Community Services Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v5i1.51821

Abstract

Stunting is a serious problem and needs to be solved properly, in order to improve the quality of health and good human resources. This service aims to help the government program of Candisari Village, Magelang in overcoming stunting. This service will be held in July-August 2023 in Candisari Village, Windusari, Magelang, Central Java and was attended by participants consisting of parents of toddlers affected by stunting. The method of implementing service is carried out by providing counseling on native chicken cultivation, distribution of hens and direct practice. The implementation stages start from coordinating activities, socialization and material presentation followed by a question and answer session. Then good native chicken maintenance management practices are carried out. The results of the service show that the knowledge of residents has increased as well as being more motivated in the production of family animal protein through the production of native chicken eggs, after this program runs residents who receive the help of the hen mother are now producing eggs every day and protein needs for toddlers independently can be met. It was concluded that the results of the service could increase knowledge and skills in residents and could help the Candisari Village government in handling stunting.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Susu Sapi Friesian Holstein di KPBS Pangalengan Kabupaten Bandung Sudrajat, Ajat; Rasminati, Nur; Utomo, Setyo; Subagyo, Yusuf; Khaerudin, Asep Rahmat; Christi, Raden Febrianto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 9, No 1 (2022): JITRO, January
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.49 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v9i1.19776

Abstract

ABSTRAKPenelitian inibertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi susu. Metode penelitian menggunakan metode survey, pengambilan data dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria sapi perah yang sudah laktasi dan melakukan sampling pada 47 responden anggota KPBS Pangalengan, Bandung. Variabel yang dianalisa adalah produksi susu sebagai variabel dependen (Y), dan variabel independen (X) meliputi pakan hijauan, pakan konsentrat, masa laktasi, masa kering, umur sapi, umur pertama estrus, umur petama beranak, days open dan service per conception. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analisis statistik mengunakan persamaan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi produksi susu yaitu faktor X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8 dan X9 secara bersama-sama berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi susu. Kinerja produksi susu dapat dipengaruhi olehfaktor-faktor independen sebesar 60,1% sedangkan 39,9% disebabkan oleh faktor lain diluar penelitian. Dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempunyai pengaruh sangat kuat terhadap produksi susu adalah masa laktasi sedangkan faktor yang mempunyai pengaruh yang rendah adalah masa kering. Kata Kunci: Sapi Friesian Holstein, produksi susu, Masa Laktasi, masa kering KPBS PangalenganFactors Affecting the Production of Friesian Holstein Dairy Cow at KPBS Pangalengan, Bandung RegencyABSTRACT This study aims to analyze the factors that affect milk production. The research method uses a survey method, data collection is carried out by purposive sampling with the criteria of lactating dairy cows and sampling on 47 respondents from KPBS Pangalengan, Bandung. The variables analyzed were milk production as the dependent variable (Y), and the independent variable (X) included forage feed, concentrate feed, lactation period, dry period, age of cows, age at first estrus, age at first calving, days open and service per conception. Data analysis was carried out descriptively and statistical analysis using multiple linear regression equations. The results showed that the factors that affect milk production, namely factors X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, and X9 together had a significant effect (p<0.05) on milk production. Milk production performance can be influenced by independent factors by 60.1% while 39.9% is caused by other factors outside the study. It can be concluded that the factor that has a very strong influence on milk production is the lactation period, while the factor that has a low influence is the dry period.
Penerapan Flushing Pakan untuk Meningkatkan Produktivitas Ternak Domba di Abita Farm Magelang Setyo Utomo; Nur Rasminati; Ajat Sudrajat; Allycia Ayu Pusparatri; Wawan Riyadi
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 3 No 1 (2025): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v3i1.1275

Abstract

Latar belakang: Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) “Abita Farm” berada di dusun Dayogo, Desa Banyusidi kecamatan Pakis, kabupaten Magelang. Permasalahan yang dihadapi oleh CV Abita farm adalah kinerja reproduksi ternak domba belum mencapai efisiensi reproduksi yang baik, sehingga perkembangan populasinyapun menjadi rendah, sehingga target penjualan anakan (cempe) siap potong (umur 5-6 bulan) kurang. Biaya protein yang tinggi menjadi kendala di pedesaan, namun bisa di atasi dengan menggunakan bahan-bahan local yang murah dan tersedia setiap waktu seperti kuning telur, ikan lele, rebung, jantung pisang, dengan starter nasi (MOL). Metode: Pengabdian dilaksanakan pada bulan Mei-November 2024, di Abita Farm Desa Banyusidi, Kecamatan pakis, Kabupaten Magelang, Jawa tengah. Metode pelaksanaan dengan cara memberikan edukasi dan praktik secara langsung. Tahapan pelaksanaan dimulai pemaparan materi dan diakhiri dengan sesi tanya jawab peserta dan narasumber. Selanjutnya dilakukan praktik aplikasi flushing pakan. Pelaksanaan PPM meliputi orientasi wilayah, kesepahaman dengan mitra, penyadaran dan peningkatan motivasi sesuai tema kegiatan, pelatihan teknis dan evaluasi kegiatan flushing. Hasil: Hasil penerapan flushing pakan menunjukan bahwa dari 30 ekor mengalami birahi (estrus) setelah flushing selama 10 hari, kemudian dilakukan IB (inseminasi Buatan) dan hasilnya adalah 80% mengalami kebuntingan dan beranak. Tingkat pemahaman anggota (5 orang) mengaku paham akan Teknik flushing pakan local (100%) namun pemahaman proses pembuatan bahan flushing sebanyak 4 orang paham (80%). Kesimpulan: Disimpulkan bahwa penerapan teknologi flushing pada UMKM Abita Farm berhasil meningkatkan efisiensi reproduksi, yaitu mampu beranak 3 kali per tahun dari semula 2 kali dalam 2 tahun.
Peningkatan Kualitas Produksi Ternak Ruminansia Kecil Melalui Terapan Technobreeding dan Technofeeding Di Kelompok Ternak Berkah Makmur Desa Banyusidi, Magelang, Jawa Tengah Rasminati, Nur; Utomo, Setyo; Sudrajat, Ajat; Raden, Raden Febrianto Christi
SENTRA DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Arlisaka Madani Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.69 KB) | DOI: 10.59823/dedikasi.v1i1.12

Abstract

Peternak harus mengenal teknologi pembibitan dan teknologi pakan yang baik supaya menghasilkan produksi yang baik. Pakan berupa hijauan, leguminosa, dan konsentrat umumnya diberikan kepada ternak domba maupun kambing dwiguna dengan tujuan pembibitan atau penggemukan. Tujuan pengabdian adalah memberikan pengetahuan tentang teknologi pembibitan dan teknologi pakan ruminansia kecil di Kelompok Peternak Berkah Makmur, Desa Banyusidi, Pakis, Magelang Jawa Tengah. Pengabdian ini telah dilaksanakan dan diikuti oleh peserta berjumlah 30 dengan berbagai tingkatan usia. Metode pelaksanaan dengan cara memberikan penyuluhan kepada peternak dengan pengenalan teknologi pembibitan yang salah satunya adalah inseminasi buatan dan pengenalan berbagai pakan serta teknologinya. Tahapan dimulai dengan sebaran kuisioner pre test sebelum kegiatan dilakukan dengan 10 pertanyaan yang diajukan, pemaparan materi pengenalan pakan, penyebaran kuisioner post test kepada peserta dan diakhiri dengan sesi tanya jawab peserta dan narasumber. Kemudian mengenalkan alat dan bahan inseminasi buatan (IB), keuntungan IB, pengenalan siklus estrus dan pengenalan pakan berupa hijauan seperti rumput gajah, raja, gamal, kaliandra dan ampas tahu yang bisa diberikan dengan potensi ketersediaan diwilayahnya, konsentrat serta teknologi pakan hasil fermentasi berupa silase serta pengolahan limbah menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomis. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang teknologi pembibitan dan teknologi pakan meningkat di tingkat peternak berdasarkan post test sehingga diharapkan dengan ilmu dan pengetahuan tersebut produktivitas ternaknya meningkat dengan pemberian pakan yang terbaik dan dapat memberikan keuntungan kepada peternak di kelompok ternak Berkah Makmur.