Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Flipbook Digital untuk Guru PAUD Se-Kabupaten Jember Khoiriyah; Adwitiya, Asti B.; Kartika, Sri; Suryani, Putri Wahidiyah; Tyar, Dewi Ayu
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v5i1.11274

Abstract

Inovasi pembelajaran untuk anak usia dini terus terjadi, terutama terkait dengan penggunaan teknologi digital. Para guru PAUD memerlukan peningkatan kemampuan dalam melakukan inovasi pembelajaran ini supaya dapat mengikuti Pengabdian ini dilakukan untuk membekali guru-guru PAUD di Kabupaten Jember dalam menyusun Flipbook Digital sebagai bentuk inovasi pembelajaran. Metode yang digunakan berupa pelatihan dimana para guru diberi materi terkait bagaimana cara membuat konten dan teknik menyusun konten tersebut dalam bentuk Flipbook digital yang dapat digunakan oleh anak, baik di rumah maupun di sekolah. Guru dilatih untuk menyusun konten dengan menggunakan AI dan aplikasi Canva kemudian menggunakan Heyzine untuk mengubah konten tersebut menjadi bentuk Flipbook. Pelatihan ini diikuti oleh 45 orang perwakilan guru PAUD dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jember. Dari kegiatan ini, para guru memperoleh kemampuan untuk menyusun Flipbook Digital yang dapat dimanfaatkan, baik secara praktis maupun administratif. Pelatihan ini dirasa sangat bermanfaat oleh para guru karena membuat para guru mampu membuat sebuah inovasi dalam proses belajar mengajar di sekolah dan menyediakan media pembelajaran yang bisa digunakan oleh anak dan orangtua di rumah.
Sosialisasi Upaya Hukum dan Literasi Keuangan Digital sebagai Solusi Hadapi Pinjaman Online Ilegal Aris Yuni Pawestri; Asti Bhawika Adwitiya; Wahyu Ramadani
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v9i1.650

Abstract

Seiring dengan penetrasi penggunaan media sosial di berbagai lapisan masyarakan, potensi paparan informasi yang bersifat membahayakan seperti pinjaman online illegal semakin tinggi. Ibu-ibu sebagai konsumen aktif media sosial rentan menjadi korban pinjaman online illegal. Pemahaman mengenai literasi keuangan digital sangat diperlukan untuk mengantisipasi dampak buruk dari informasi-informasi tersebut. Hal ini perlu ditanamkan sebagai faktor protektif terhadap risiko pinjaman online ilegal. Pinjaman online ilegal dapat mengancam masyarakat dalam bentuk kemiskinan dan menghambat pertumbuhan ekonomi lingkungan tersebut. Menjawab tantangan tersebut, dilakukanlah Pengabdian kepada Masyarakat (PkMS) dengan tema sosialisasi upaya hukum dan literasi keuangan digital sebagai solusi hadapi pinjaman online illegal. Metode yang digunakan adalah sosialisasi kepada pengurus dan anggota kelompok perkumpulan Dasawisma di Kabupaten Jember dengan model pembelajaran kontekstual yang meliputi tema Upaya Hukum dan Sosialisasi Literasi Keuangan Digital. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, anggota Dasawisma yang telah mengikuti sosialisasi ini mendapatkan peningkatan wawasan terkait dengan bahaya pinjaman online ilegal sehingga diharapkan dapat menjadi faktor protektif bagi diri sendiri dan keluarganya untuk menghindari risiko tersebut.
Need Analysis for Developing a Semiotic-Based Augmented Reality Media to Enhance Numeracy Literacy Among Deaf Children Christine Wulandari Suryaningrum; Nafiah Nafiah; Asti Bhawika Adwitiya; Syahrul Mubaroq
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 12 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i2.14943

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the needs for developing a semiotic-based Augmented Reality (AR) learning medium to enhance numeracy literacy among deaf students. A qualitative descriptive method was employed through open-ended questionnaires and interviews involving teachers at Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan, Jember Regency, Indonesia. The findings indicate that although 50% of teachers are familiar with AR technology, all participants expressed a strong need and enthusiasm for its implementation in numeracy instruction. Teachers perceived that the visual, interactive, and semiotic features of AR can transform abstract mathematical concepts into concrete and meaningful learning experiences that align with the visual learning strengths of deaf students. The study also revealed that color, animation, and three-dimensional visualization significantly enhance students’ attention and conceptual understanding. The integration of semiotic principles—icons, indices, and symbols—into AR design enables the representation of mathematical meaning through visual signs that are easily accessible and interpretable. This approach bridges the gap between symbolic understanding and experiential learning in mathematics. The findings highlight the significant potential of AR not only as a technological innovation but also as a semiotic learning environment that supports inclusive education for students with hearing impairments. Moreover, these results provide a theoretical and practical foundation for teacher training programs on the use of AR-based technology in special education contexts.Keywords: augmented reality, deaf learners, inclusive education, numeracy literacy semiotics.AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran Augmented Reality (AR) berbasis semiotik untuk meningkatkan literasi numerasi di kalangan siswa tuna rungu. Metode deskriptif kualitatif digunakan melalui kuesioner terbuka dan wawancara yang melibatkan guru di Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan, Kabupaten Jember, Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun 50% guru familiar dengan teknologi AR, semua peserta menyatakan kebutuhan dan antusiasme yang kuat untuk menggunakan AR dalam pembelajaran numerasi. Guru merasa bahwa fitur visual, interaktif, dan semiotik AR dapat mengubah konsep matematika abstrak menjadi pengalaman konkret dan bermakna yang selaras dengan kekuatan pembelajaran visual siswa tuna rungu. Penelitian ini juga menemukan bahwa warna, animasi, dan visualisasi tiga dimensi secara signifikan meningkatkan perhatian dan pemahaman konseptual. Mengintegrasikan prinsip-prinsip semiotik ikon, indeks, dan simbol ke dalam desain AR memungkinkan representasi makna matematika melalui tanda-tanda visual yang mudah diakses dan diinterpretasikan. Pendekatan ini menjembatani kesenjangan antara pemahaman simbolik dan pengalaman dalam matematika. Temuan ini mengindikasikan adanya potensi besar untuk mengembangkan dan mengimplementasikan media AR sebagai inovasi teknologi tetapi sebagai lingkungan belajar semiotik yang mendukung pendidikan inklusif bagi siswa dengan gangguan pendengaran sekaligus menjadi dasar bagi pelatihan guru dalam pemanfaatan teknologi berbasis AR di sekolah luar biasa. Kata kunci: augmented reality, siswa tuna rungu, pendidikan inklusif, literasi numerasi, semiotik.
Sosialisasi Strategi Pengembangan Kesiapan Sekolah Siswa TK di Masa Kurikulum Merdeka Belajar Asti B. Adwitiya; Anggraeni Swastika Sari; Nanda Gea Sabrinna; Vito Noer Dianratno
Journal of Community Development Vol. 5 No. 2 (2024): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i2.266

Abstract

Quality education is one aspect of the Sustainable Development Goals (SDGs) that needs to be considered from the early childhood education level. Early childhood school readiness will greatly determine the academic achievement of students at the primary school level. Therefore, to achieve quality education for children, synergy is needed from teachers and parents in encouraging kindergarten B students' school readiness to be optimal in participating in education at the elementary level. This service program was carried out to answer these challenges. This program is a follow-up to research on kindergarten B children's school readiness. Based on the results of the school readiness assessment in the previous research, a socialization was held related to the profile of children's school readiness along with strategies that can be done by teachers and parents in optimizing children's school readiness. This socialization was attended by teachers and parents of TK X in Jember Regency. A total of 44 participants had their satisfaction level measured to ensure that there were benefits gained from this program. In general, the participants of this socialization had high satisfaction (65%), while some others expressed a low level of satisfaction (35%). This socialization is expected to help teachers and parents work together to provide quality education for children according to their children's readiness.
Pengembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Tari Tradisional: Sebuah Literature Review Diah Ayu Puspita; Angraeny Unedia Rachman; Asti Bhawika Adwitiya
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8644

Abstract

Perkembangan motorik kasar merupakan aspek penting yang memerlukan stimulasi sejak usia dini melalui pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pembelajaran tari tradisional dalam mengembangkan motorik kasar anak usia dini. Penelitian menggunakan metode Studi literature review dengan menganalisis 15 artikel nasional dan 10 artikel internasional yang diterbitkan pada tahun 2021 sampai 2025. Artikel tersebut dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk mengidentifikasi pola temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran tari tradisional secara terus menerus meningkatkan koordinasi gerak, keseimbangan, kelincahan, kekuatan otot, serta kemampuan lokomotor dan nonlokomotor anak. Selain itu, kegiatan menari juga mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, kemampuan sosial, dan apresiasi terhadap budaya lokal. Dengan demikian, pembelajaran tari tradisional layak diterapkan sebagai alternatif pembelajaran yang efektif untuk mengoptimalkan perkembangan motorik kasar anak usia dini dan juga mendukung pelestarian budaya sejak usia dini.