Claim Missing Document
Check
Articles

BERMAIN DAN PERMAINAN ANAK USIA DINI DI TEMPAT PENITIPAN ANAK Putu Indah Lestari; Elizabeth Prima; Ni Putu Eny Sulistyadewi
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.747 KB)

Abstract

ABSTRAKProses pendidikan usia dini lebih diutamakan pada metode bermain sambil belajar. Hal ini dilakukan karena metode ini lebih sesuai dengan kondisi anak-anak yang cenderung lebih suka bermain. Melalui bermain, anak memperoleh dan memproses informasi mengenai hal-hal baru dan berlatih melalui keterampilan yang ada. Bermain disesuaikan dengan perkembangan anak. Permainan yang digunakan di Tempat Penitipan Anak (TPA) merupakan permainan yang merangsang kreativitas anak dan menyenangkan. Masalah yang dihadapi oleh Mitra TPA Bali Dewata adalah kurangnya sarana permainan edukatif dan rendahnya aktivitas bermain yang bermakna bagi anak-anak. Untuk itu, Tim PKM menawarkan solusi yaitu pelatihan bagi guru dalam menyiapkam permainan edukatif dan pendampingan ragam permainan bagi anak-anak di TPA Bali Dewata. Hasil pelatihan dan pendampingan yang dilakukan di TPA Bali Dewata yaitu 80% dari jumlah guru mampu menyiapkan permainan edukatif. Antusiame anak-anak saat pendampingan permainan edukatif sangat tinggi. Sebanyak 86% anak-anak terampil dalam memainkan ragam permainan edukatif.Kata kunci: bermain, anak usia dini, tempat penitipan anakABSTRACTThe process of early childhood education is preferred to the method of playing while learning. Because this method is more suitable for the conditions of children who tend to prefer to playing. Through playing, children acquire and process information about new things and practice existing skills. Playing is adjusted to the child's development. Games is used in Children Care Centers (TPA) are games that stimulate children's creativity and fun. The problem faced by the TPA Bali Dewata is the lack of educational game facilities and low play activities that are meaningful for children. For this reason, the PKM Team offers a solution that wa trained for teachers in preparing educational games and mentoring various games for children in the TPA Bali DewataThe results of training and mentoring conducted at the TPA Bali Dewata are 80% of the total number of teachers able to prepare educational games. The enthusiasm of children during mentoring educational games is very high. As many as 86% of children are skilled in playing various educational gamesKeywords: playing, early childhood, children care center
PKM APE Literasi Dalam Kurikulum Merdeka Belajar Di TK Yudistira Kumara II Sembung I Made Elia Cahaya; Christiani Endah Poerwati; Putu Indah Lestari; Ni Made Ayu Suryaningsih; Ni Komang Theda Febrina; Elizabeth Prima
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 5 (2022): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.435 KB)

Abstract

ABSTRAKKurikulum Merdeka Belajar merupakan kurikulum yang memberikan keleluasaan pada guru untuk mengembangkan perangkat pembelajaran dengan tetap memperhatikan kebutuhan, kemampuan dan minat anak. Salah satu capaian pembelajaran kurikulum merdeka belajar yaitu literasi yang meliputi capaian pada kemampuan berbicara, berhitung, memecahkan masalah, kemampuan memahami, dan menggunakan potensi diri. Literasi pada anak usia dini dapat diperkenalkan dengan cara yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan usia anak. Karakteristik anak yang mempunyai daya imajinasi yang tinggi, suka mengulang, dan memliki rasa ingin tahu yang besar dapat menjadi landasan dalam pengembangan literasi. Agar pembelajaran menjadi menyenangkan dan bermakna diperlukan APE (Alat Permainan Edukatif), mengingat kemampuan kognitif anak masih dalam tahap perkembangan pra operasional konkrit.Alat Peraga/Permainan Edukatif (APE) bagi anak usia dini sebagai media stimulasi dalam kegiatan pembelajaran dan bermain anak dalam mengembangkan kemampuan termasuk literasi. Bagi guru APE adalah sarana yang membantu dalam penyampaian pembelajaran. Pengadaan dan penggunaan APE seringkali terkendala pada keterbatasan guru dalam memanfaatkan APE yang telah disediakan lembaga, kreativitas dalam menggunakannya, serta keterbatasan dalam mengadakannya. Potensi kreatif guru PAUD perlu dibina dan dikembangkan agar mampu membuat APE sendiri, karena banyak bahan bahkan bahan bekas dapat dijadikan sebagai alternatif pembuatan APE. Sebagai Program Studi yang landasan ilmunya dalam bidang pendidikan, maka Prodi PG-PAUD mengabdikan potensi dan kapasitasnya di tengah masyarakat, secara khusus pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini dengan sasaran utama pendidik dan anak usia dini melalui program Pengabdian kepada Masyarakat memberi pelatihan pengetahuan dan keterampilan membuat APE (Alat Peraga Edukatif) dalam mengembangkan Literasi anak. Pada akhir kegiatan, dapat diperoleh kesimpulan yakni terjadinya peningkatan kemampuan mitra terkait pembuatan APE literasi.Kata kunci: Alat Permainan Edukatif (APE), Literasi, Merdeka Belajar
Program Pelatihan Guru-Guru Tentang Standar Proses Pembelajaran Kurikulum 2013 di TK Permata Bunda Elizabeth Prima; Putu Indah Lestari; Luh Made Indria Dewi
Paradharma (Jurnal Aplikasi IPTEK) Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Paradharma
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.874 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v1i1.215

Abstract

ABSTRAKUndang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dalam mengaplikasikan kurikulum, diperlukan pengetahuan yang memadai mengenai kurikulum itu sendiri. Oleh karena itu, tenaga pengajar dituntut untuk dapat mempelajari secara seksama mengenai bagaimana kurikulum tersebut dapat diterapkan didalam proses belajar mengajar disekolah. Metode pelatihan kepada guru-guru adalah metode yang akan dipergunakan untuk membantu para guru semakin berkompeten dalam membuat perangkat mengajarnya. Adapun yang hendak dicapai dari pelatihan bagi guru-guru adalah terkait standar perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan standar penilaian proses pembelajaran. Setiap guru diharapkan mampu membuat perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013. Selain itu, pelatihan untuk pengadaan perangkat pembelajaran juga diharapkan mampu membantu setiap guru membuat perangkat pembelajarannya sendiri terkait dengan tema sesuai dengan kurikulum 2013, dan serta pelatihan pengadaan media pembelajaran diharapkan juga mampu membuat guru lebih kreatif dan inovatif.Kata kunci : Pelatihan, Standar Proses, Kurikulum 2013ABSTRACTRegulatory law number 20 year 2003 on National Education System states that the curriculum is a set of plans and arrangements regarding the objectives, content and learning materials, as well the means used to guide the implementation of learning activities to achieve specific educational objectives. In applying the curriculum, an adequate understanding of the curriculum itself is paramount. Therefore, teachers are required to be able to learn carefully how the curriculum can be applied in the teaching and learning process in schools. The training methods for teachers are the method to be used to help teachers make competent learning and teaching tools. Teacher training is related to the learning process in planning standards, implementation of the learning process, as well as standards of learning assessment. Each teacher is expected to make the planning, implementation, and assessment of learning according to the curriculum 2013. Apart from that, the training for the procurement of the learning device is also expected to help every teacher makes learning device itself is linked to the theme according to the curriculum in 2013, and procurement training learning media also expected to make them to be more creative and innovative.Key words : Training, Standard Processes, Curriculum 2013
Pemertahanan Budaya Melalui Permainan Tradisional Bali di Desa Pemecutan Kaja Kecataman Denpasar Utara Putu Indah Lestari; Elizabeth Prima; Ni Made Diana Erfiani
Paradharma (Jurnal Aplikasi IPTEK) Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Paradharma
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.456 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v1i2.323

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pembelajaran di Taman Kanak-kanak  mengutamakan bermain sambil belajar. Salahsatu bentuk permainan yang dapat dipergunakan dalam proses pembelajaran adalah permainananak tradisional. Permainan tradisional sarat dengan nilai-nilai budaya yang sangat dibutuhkanbagi perkembangan dan pendidikan anak diantaranya nilai kebersamaan, saling tolongmenolong, dan nilai kepemimpinan. Tujuan dilaksnakannya Program Kemitraan Masyarakat(PKM) adalah penerapan permainan tradisional pada anak usia dini sebagai upayapemertahanan budaya Bali. Untuk itu terdapat 2 mitra yang dipilih yaitu TK Kumara Jati danTK Gita Sapta Kumara yang keduanya berlokasi di Desa Pemecutan Kaja, Kecamatan DenpasarUtara, Kota Denpasar, Propinsi Bali. Program Kemitraan Masyarakat di kedua mitra berupa 1)Workshop permainan tadisional kepada guru-guru; 2) Pelatihan dan pendampingan permainantradisional kepada siswa; 3) Penyediaan alat-alat permainan tradisional. Hasil dari kegiatanPKM ini adalah: 1) Peningkatan wawasan dan keterampilan guru tentang permainan tradisionalBali; 2) Peningkatan keterampilan siswa dalam memainkan permainan tradisional Bali; 3)Menetapkan hari Rabu sebagai Dina Mebasa Bali; 4) CD lagu anak tradisional BaliKata kunci : Permainan Tradisional Bali, pemertahan budaya, Desa Pemecutan Kaja ABSTRACTLearning activities in Kindergarten are focused on playing and learning activities. One form ofgame that can be used in the learning process is traditional game for children. This traditionalgame is full of cultural values that are needed for the development and education of childrensuch as the value of togetherness, mutual help, and leadership. The goal of Program KemitraanMasyarakat (Community Partnership Program) which is abbreviated as PKM is theimplementation of traditional games in early childhood as an effort to preserve Balineseculture. For that there were two partners that had been selected namely Kumara JatiKindergarten and Gita Sapta Kumara Kindergarten, which both are located in the VillagePemecutan Kaja, District North Denpasar, Denpasar City, Bali Province. Some of the activitiesundertaken in the Community Partnership Program in both partners were 1) Traditional gameworkshop for teachers; 2) Training and mentoring traditional games for students; 3) Provisionof traditional game tools. The results of this PKM activity are: 1) Increasing teacher's insightand skill about traditional Balinese game; 2) Improving students' skills in playing traditionalgames; 3) Establish Wednesday as Dina Mebasa Bali (Mother Language Day); 4) CD oftraditional Balinese children's songKeywords: Balinese Traditional Game, Cultural Preservation, Village Pemecutan Kaja
Meningkatkan Kemampuan Keaksaraan Anak Kelompok B Melalui Metode Bermain Menggunakan Kartu Kata Bergambar Ni Putu Intan Pradnya Swari; Elizabeth Prima; Ni Made Ayu Suryaningsih
Widya Kumara: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyakumara.v3i2.2421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan keaksaraan anak kelompok B di TK Pradnyandari I melalui metode bermain  menggunakan kartu kata bergambar. Subjek penelitiannya adalah anak kelompok B3 berjumlah 15 orang terdiri dari 7 perempuan dan 8 laki-laki. Jenis penelitan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil observasi awal menunjukkan terdapat 4 orang anak yang memenuhi kriteria ketuntasan 27%. Setelah diberikan kegiatan bermain menggunakan kartu kata bergambar pada Siklus I mengalami peningkatan    menjadi 47%. Meningkat lagi pada Siklus II mencapai ketuntasan sebesar 80%. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, disimpulkan bahwa bermain menggunakan kartu kata bergambar dapat meningkatkan kemampuan keaksaraan anak Kelompok B3 di TK Pradnyandari I.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BAKIAK UNTUK ANAK KELOMPOK B1 PAUD PELITA KASIH pudensia ratnasari; Elizabeth Prima; Christiani Endah Poerwati
PRATAMA WIDYA : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7 No 2 (2022): Pratama Widya Oktober 2022
Publisher : UHN I GUSTI BAGUS SUGRIWA DENPASAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v7i2.1864

Abstract

Early Childhood socio-emotional abilities are important to be developed and stimulated optimally by making use of learn-through-play activities. One of the stimulations applied is through the traditional game of clogs (in Bahasa: bakiak). This study aims to determine the improvement of social-emotional skills through traditional games of clogs for children in Group B1 PAUD Pelita Kasih. The research subjects were 18 children of Group B1 PAUD Pelita Kasih. This research was carried out in 2 cycles, namely Cycle I and Cycle II, with each stage, namely planning, implementation, observattion, and reflection. Based on the results of the study, it can be concluded that the traditional game of clogs can improve the social and emotional abilities of the students of Group B1 PAUD Pelita Kasih. This can be seen in the increase in the percentage of completeness that occurred in the initial condition that from 18 students only 4 children (22.22%) achieved completeness, in Cycle 1 it increased to 8 children (44.44%), and in Cycle II it increased again to 15 children. (83.33%). So it can be concluded that the traditional game of clogs can be an alternative stimulation in improving the social-emotional skills of early childhood in Group B1 PAUD Pelita Kasih
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN : TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AWAL Ni Komang Ayu Larasniati; Putu Indah Lestari; Elizabeth Prima
PRATAMA WIDYA : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8 No 2 (2023): Pratama Widya Oktober 2023
Publisher : UHN I GUSTI BAGUS SUGRIWA DENPASAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v8i2.2957

Abstract

Kecerdasan memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan bahasa anak-anak karena mempunyai dampak penting pada pembangunan bahasa anak. Pengembangan bahasa anak berfokus pada belajar, bermain, belajar, dan menulis. Penting untuk mengembangkan keterampilan membaca dini pada anak agar mereka siap memasuki sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca tahap awal pada kelompok B2 TK Widya Kumara Darmasaba. Fokus penelitian adalah untuk mengumpulkan informasi tentang keterampilan membaca awal. Hasil penelitian ini yakni kemampuan membaca awal kelompok B2 di TK Widya Kumara Darmasaba dapat ditingkatkan dengan menerapkan model pembelajaran tipe Numbered Head Together. Hal ini tercermin dari peningkatan angka ketuntasan pada keadaan awal sebanyak 18 anak, menurut observasi awal hanya 5 anak (27,78%) yang mencapai tingkat ketuntasan, pada siklus I meningkat menjadi 11 anak (61,11%), menjadi siklus kedua meningkat 16 anak (88,89%).  Perubahan kategori literasi awal anak pada baseline dan setiap Siklus dapat mempengaruhi tingkat literasi awal anak-anak di TK Widiya Kumara Dharmasaba Kelompok B2. Jika dibandingkan hasil observasi aktivitas belajar antara pertemuan siklus I dan siklus II, terlihat bahwa keterlibatan anak dalam kegiatan pembelajaran semakin meningkat. Hampir semua anak berpartisipasi aktif dalam kegiatan, memenuhi persyaratan peningkatan tingkat aktivitas.
Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis Anak Kelompok B1 Di TK Kumara Eka Santhi Margaretha Lalang Blegur; Elizabeth Prima; I Made Elia Cahaya
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 2 No. 3 (2023): JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v2i3.2656

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis anak Kelompok B1 TK Kumara Eka Santhi melalui penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning. Dalam penelitian tipe Penelitian Tindakan Kelas (PTK), 21 anak dari Kelompok B1 TK Kumara Eka Santhi menjadi subjek penelitian. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan berpikir logis anak-anak Kelompok B1 TK Kumara Eka Santhi selama penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Pada awal observasi, tingkat ketuntasan kemampuan berpikir logis hanya mencapai 19,05%. Namun, setelah Siklus I, tingkat ketuntasan meningkat menjadi 66,67%, dan pada Siklus II, mencapai 85,71%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis anak-anak Kelompok B1 TK Kumara Eka Santhi.
Gerak dan Lagu dalam Meningkatkan Perkembangan Dasar Anak Usia Dini Ni Komang Theda Febrina Subagia; Ni Made Ayu Suryaningsih; Elizabeth Prima
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v6i.2840

Abstract

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan pemaparan mengenai gerak dan lagu dalam meningkatkan perkembangan dasar anak usia dini. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) melalui aktivitas pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai sumber literatur yang berhubungan dengan pembahasan gerak dan lagu dalam meningkatkan perkembangan dasar anak usia dini. Berdasarkan kajian pustaka melalui beragai literatur dan penelitian-penelitian sebelumnya yang mengkaji hal serupa dinyatakan bahwa gerak dan lagu merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan perkembangan dasar pada anak usia dini yang meliputi perkembangan moral dan agama, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional dan seni. Aktivitas gerak dan lagu akan melibatkan anak secara aktif untuk mendengarkan, menyimak lagu selanjutnya melakukan berbagai gerakan kreatif yang mempresentasikan isi dari lagu tersebut. Sehingga melalui aktivitas gerak dan lagu semua aspek perkembangan dasar anak akan diasah dan dikembangkan secara bersamaan dalam satu kegiatan pembelajaran yang berarti dan menyenangkan.
PKM PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN LITERASI DAN NUMERASI DI TK KUMARA DHARMA KERTI II, ABIANSEMAL Ni Komang Theda Febrina Subagia; Christiani Endah Poerwati; I Made Elia Cahaya; Putu Indah Lestari; Ni Made Ayu Suryaningsih; Elizabeth Prima
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka Belajar merupakan sistem rencana pembelajaran yang memberikankebebasan kepada setiap guru untuk mengembangkan perangkat pembelajaran dengantetap memperhatikan kebutuhan dan karakteristik anak sebagai pesera didik. Literasi dannumerasi merupakan salah satu kompetensi dasar yang penting untuk dikuasai anak agaranak lebih siap dalam mengikuti proses pembelajaran ke jenjang lebih tinggi. Literasi adalah kemampuan berpikir kritis, berbahasa lisan, hingga pada kemampuanmembaca dan menulis yang berkaitan dengan keaksaraan awal. Sedangkan numerasimerupakan terkait dengan kemampuan pemecahan masalah dasar dan penerapanmatematika dalam kehidupan sehari-hari. Media pembelajaran menjadi suatu hal yang penting untuk mewujudkan pembelajaranyang menyenangkan dan bermakna. Bagi guru media pembelajaran merupakan sarana yangmembantu dalam penyampaian pembelajaran. Pengadaan dan penggunaan mediapembelajaran terkendala pada keterbatasan guru dalam memanfaatkan media yang ada, kreativitas dalam menggunakannya, keterbatasan fungsional dari media tersebut. Menjawabpermasalahan ini Program Studi PG-PAUD, melalui program Pengabdian kepada Masyarakatmemberi pelatihan pengetahuan dan keterampilan membuat media pembelajaran dalammengembangkan Literasi dan Numerasi anak usia dini. Hasil dari pelaksanaan ProgramPKMini dinyatakan bahwa terdapat peningkatan pemahaman dan keterampilan para guru di TKDharma Kumara Kerti II. Sebelum pelaksanaan PKM pemahaman dan keterampilan gurudalam pembuatan media pembelajaran literasi dan numerasi sebesar 44,00 dan setalahpelaksanaan program meningkat menjadi 82,00. Sehingga dinyatakan pelaksanaan programPKM Prodi PG-PAUD Undhira dalam pembuatan media pembelajaran literasi dan numerasi diTK Dharma Kumara Kerti II, Abiansemal dinyatakan berhasil.