Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI TOKEN ECONOMY DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK USIA DINI Prima, Elizabeth; Lestari, Putu Indah
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 2 (2017): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v1i2.301

Abstract

AbstrakMotivasi merupakan dorongan yang bisa datang dari dalam diri maupun dari luar anak sehingga menimbulkan gairah, usaha, perasaan senang, dan semangat untuk melakukan sebuah kegiatan dengan lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar anak usia dini melalui Token Economy. Penelitian ini dilaksanakan pada anak usia dini di PAUD Sayang Ibu, Denpasar. Jenis penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan menggunakan metode observasi. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok A PAUD Sayang Ibu, dengan objek penelitian meningkatkan motivasi belajar anak usia dini melalui Token Economy. Hasil yang diperoleh pada pengukuran motivasi belajar anak pada observasi awal menunjukkan ketuntasan sebesar 25%. Setelah pelaksanaan pembelajaran dengan Token Economy terjadi peningkatan ketuntasan 68,75% pada Siklus I dan kembali meningkat 87,5% pada Siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Token Economy dapat meningkatkan motivasi belajar anak-anak Kelompok A di PAUD Sayang Ibu, Denpasar.Kata Kunci : anak usia dini, motivasi belajar, Token EconomyAbstractMotivation is an encouragement that appear from inside and outside of the child so as to generate passion, effort, feelings of pleasure, and spirit to perform a better activity. This study aims to improve the motivation of early childhood learning through Token Economy. This study was conducted at early childhood at PAUD Sayang Ibu, Denpasar. The type of this research is Classroom Action Research conducted in 2 cycles by using observation method. The subjects of this study are children of group of PAUD Sayang Ibu, with the object of research to improve the motivation of early childhood learning through Token Economy. The results obtained on the measurement of children's learning motivation on preliminary observation showed a completeness of 25%. After the implementation of learning with Token Economy there is an increase in completeness 68.75% in Cycle I and increased once more 87.5% in Cycle II. The results showed that the implementation of Token Economy can raise the motivation of studying children of Group A in PAUD Sayang Ibu, Denpasar.Keywords : early childhood, motivation to learn, Token Economy
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN MERONCE BERBANTUAN BAHAN ALAM Krisna, Mrs; Suryaningsih, Ni Made Ayu; Prima, Elizabeth
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 2 No. 1 (2018): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v2i1.415

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kegiatan meronce berbantuan bahan alam dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak. Subjek penelitian adalah anak-anak Kelompok B1 TK Tiara Kasih Kerobokan yang berjumlah 26 anak. Pelaksanaan penelitian berlangsung pada siklus I dan berakhir pada siklus II. Empat tahap yang dilalui pada setiap siklus, yakni: Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan Refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis data deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil observasi awal sebelum dilakukannya tindakan menunjukkan anak yang memiliki ketuntasan kemampuan kognitif yakni 11,54%. Pada penerapan kegiatan meronce berbantuan bahan alam pada Siklus I mengalami peningkatan menjadi 53,85% dan Siklus II telah mencapai indikator keberhasilan, yaitu 84,62%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan meronce berbantuan bahan alam dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak Kelompok B TK Tiara Kasih Kerobokan.Kata Kunci: Kemampuan Kognitif, Anak Usia Dini, Meronce Berbantuan Bahan AlamAbstractThis study aims to determine the effectiveness of the natural materials meronce activities in improving children cognitive abilities. The subjects of this study were children of group B1 TK Tiara Kasih Kerobokan which amounted to 26 children. The implementation of the research took place in cycle I and ended in cycle II. The 4 stages of each cycle are planning, execution, observation and reflection. Data collection techniques were using observation sheets and documentation. Descriptive data analysis method with quantitative approach were applied in this research. The results of preliminary observations before the action shows that children who have mastery cognitive ability are 11.54%. In the implementation of the activities in thet cycle I has increased to 53.85% and cycle II has reached the success indicator of 84.62%. Based on these results it can be concluded that the natural materials meronce activities could improve the cognitive abilities of children in group B TK Tiara Kasih Kerobokan.Keywords: cognitive ability, early chilhood, natural materials meronce
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGENALAN KONSEP BILANGAN MELALUI PERMAINAN BOLING PADA ANAK USIA DINI KELOMPOK B1 DI TK WEDHA LESTARI Geon, Agustina Farinda Bulu; Cahaya, I Made Elia; Prima, Elizabeth
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2020): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v4i1.1333

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan melalui permainan boling. Subjek penelitian ini adalah peserta didik Kelompok B1 di TK Wedha Letari sebanyak 20 anak. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus; setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap tindakan, tahap pengamatan atau evaluasi dan tahap refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan metode analisis data deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil observasi awal sebelum dilakukannya tindakan menunjukkan anak memiliki ketuntasan kemampuan mengenal konsep bilangan sebesar 15%. Persentase kemampuan mengenal konsep bilangan ini meningkat pada Siklus I menjadi 45% dan pada siklus II menjadi 80%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan permainan boling dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak usia dini Kelompok B1 di TK Wedha Lestari.Kata kunci : permainan boling, konsep bilangan, anak usia diniAbstractThis study aims to find the improvement of students’ ability to recognize the concept of numbers through the game of bowling. The subjects of this study were 20 students of Kelompok B1 of TK Wedha Lestari. This study was a Classroom Action Research that conducted in two cycles with each cycle consisted of four stages: planning, implementing, observing and evaluating. Data were collected by observation dan documentation technique and then analyzed by descriptive data analysis method with a quantitative approach. The result of preliminary observations before any cycle done showed the students’ ability to recognize the concept of numbers is at 15%. This percentage increased to 45% in the first cycle and 80% in the second cycle. Based on these results, it can be conclude that the bowling game increased the recognition of numbers concept on early childhood of Kelompok B1 TK Wedha Lestari.Keywords : bowling game, the concept of numbers, early childhood
PEMBELAJARAN SAINS BAGI ANAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA MASA BELAJAR DARI RUMAH Prima, Elizabeth; Lestari, Putu Indah
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 5 No. 1 (2021): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v5i1.1461

Abstract

AbstrakMasa pandemi Covid-19 mengharuskan semua anak melaksanakan pembelajaran secara daring atau dikenaldengan nama Belajar Dari Rumah (BDR). Selama masa pandemi, mau tidak mau pihak sekolah dan orang tuamulai bekerjasama dalam proses pembelajaran yang akan berlangsung di rumah. Walapun hal ini tidak mudahuntuk dilakukan oleh kedua belah pihak, namun agar pembelajaran tetap dapat berlangsung maka kerjasamasangatlah dibutuhkan. Begitu pula dalam proses pembelajaran sains, dibutuhkan strategi guru untukmempersiapkan pembelajaran sains yang akan dilakukan oleh peserta didik selama belajar dari rumah (BDR).Guru dituntut untuk menjadi lebih kreatif dalam memilih konten sains yang tepat yang akan dilaksanakan dalampembelajaran di rumah selama masa pandemi. Hal ini dikarenakan keterlibatan orang tua dalam pembelajaransains anak selama belajar dari rumah (BDR) mulai dari persiapan, proses, sampai pada evaluasi. Oleh karena itukerjasama antara guru dan orang tua dalam pemahaman konsep sains melalui model Pembelajaran Berbasis Proyekpada anak diharapkan mampu membantu anak berpikir lebih kritis, memecahkan masalah, dan mengetahui sebabakibatdari sesuatu yang diamatinya.Kata Kunci : anak usia dini, belajar dari rumah, pembelajaran sains, pembelajaran berbasis proyekAbstractThe pandemic period makes all children carry out learning bravely or better known as Learning FromHome. During the pandemic, schools and parents have started a learning process which takes place at home. Thisis not easy for both parties to do, but cooperation is needed in order for learning to take place. Likewise in thescience learning process, teachers need a strategy to prepare science learning that will be carried out by studentswhile learning from home. Teachers are required to be more creative in choosing the right science content thatwill be carried out in home learning during the pandemic. This is because the association of parents in learningscience for children during learning from home starts from preparation, process, to evaluation. Therefore, thecollaboration between teachers and parents in understanding concepts through the Project Based Learning modelfor children is expected to be able to help children think more critically, solve problems, and see the cause andeffect of something they observe.Keywords: early childhood, home learning, science learning, project based learning,
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK KELOMPOK B1 MELALUI KEGIATAN MENGANYAM DI PAUD AISYIYAH DALUNG Mahiroh, Nadya Rusydah; Prima, Elizabeth; Poerwati, Christiani Endah
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 5 No. 2 (2021): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v5i2.1726

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kemampuan sosial emosional anak kelompok B1melalui kegiatan menganyam di PAUD Aisyiyah Dalung. Subjek penelitian adalah anak kelompok B1 di PAUDAisyiyah Dalung yang berjumlah 15 anak terdiri dari siswa perempuan 10 anak dan siswa laki-laki 5 anak. Jenispenelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiapsiklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan datamenggunakan metode observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Hasilobservasi awal sebelum dilakukan tindakan menunjukkan belum ada anak yang memenuhi kriteria ketuntasan(0%) setelah diberikan kegiatan menganyam, pada Siklus I mengalami peningkatan sebesar 40% dan pada SiklusII mencapai indikator ketuntasan sebesar 86,67%. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa kegiatanmenganyam mampu meningkatkan kemampuan sosial emosional pada 15 anak kelompok B1 di PAUD AisyiyahDalung.Kata Kunci : Sosial Emosional, Anak Usia Dini, MenganyamAbstractThis study aims to explore the increase in the social and emotional abilities of children in group B1through weaving activities at PAUD Aisyiyah Dalung. The research subjects were group B1 children in PAUDAisyiyah Dalung, totaling 15 children consisting of 10 female students and 5 male students. The type of researchused is Classroom Action Research (CAR), which is carried in two cycles. Each cycle consists of four stages, i.e.,planning, implementation, observation, and reflection. Data collection techniques used were the methods ofobservation and documentation. This research used the descriptive analysis method. The results of observationsbefore taking action showed that there were no children who met the criteria for completeness (0%) after beinggiven weaving activities. In Cycle 1, it increased by 40%. In Cycle 2, it achieved a completeness indicator of86.67%. Based on these results, can be concluded that weaving activities could improve the social-emotionalabilities of 15 children in group B1 at PAUD Aisyiyah Dalung.Keywords : Social-Emotional, Early Childhood, Weaving
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA KELOMPOK A DI TK WIDYA KUMARA DHARMA KUTA Anandari, Ni Made Ayu Manik; Prima, Elizabeth; Lestari, Putu Indah
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 5 No. 2 (2021): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v5i2.1727

Abstract

AbstrakPerkembangan kognitif mempunyai peranan penting bagi keberhasilan anak dalam belajar. Perkembangankognitif berhubungan dengan pola berpikir, pemecahan masalah, dan imajinasi anak. Upaya meningkatkanperkembangan kognitif pada anak dapat dilakukan melalui berbagai macam metode. Salah satu metode yang bisadilakukan yaitu melalui metode eksperimen. Melalui metode eksperimen anak dapat mempelajari konseppemecahan masalah, berpikir logis dan berpikir simbolik dengan cara yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif melalui metode eksperimen. Subjek penelitian ini adalah anakkelompok A di TK Widya Kumara Dharma yang berjumlah 15 anak. Jenis penelitian yang digunakan yaituPenelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapanyaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembarobservasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis data deskriptif. Hasil observasi awalmenunjukkan bahwa anak yang memiliki ketuntasan kemampuan kognitif adalah 14%. Setelah diberikan tindakanmelalui metode eksperimen pada Siklus I anak yang memenuhi ketuntasan sebanyak 47% dan mengalamipeningkatan pada Siklus II sebesar 80%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metodeeksperimen dapat meningkatkan kemampuan anak usia 4-5 tahun di Kelompok A TK Widya Kumara Dharma.Kata Kunci: Anak Usia Dini, Kemampuan Kognitif, Metode EksperimenAbstractChildren's cognitive development is critical to their academic performance. Children's cognitive developmentis related to their thinking processes, problem-solving abilities, and inventiveness. Efforts to boost children'scognitive development can take a variety of forms. One approach that can be applied is the experimental method.Children can learn problem-solving, logical reasoning, and symbolic thinking in a fun way using the experimentalapproach. The goal of this research is to use experimental methods to determine the increase in cognitive ability.The children in this research were from TK Widya Kumara Dharma Kuta's group A, which included a total of 15children. The type of research used is Classroom Action Research (CAR), which was carried out in two cycles.Each cycle consists of four stages, namely planning, implementing actions, observing, and reflecting. Datacollection techniques used are observation sheets and documentations. This research uses the descriptive dataanalysis method. Initial observations indicated that 14% of children possessed perfect cognitive capacity. In CycleI, children who met completion after being given action by the experimental approach were 47%, and in Cycle II,it grew by 80%. The study found that the experimental method may help children aged 4-5 years in Group A of TKWidya Kumara Dharma Kuta to increase their cognitive capacities.Keywords: Early Childhood, Cognitive Ability, Experimental Method
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS ANAK USIA DINI Veronika, Kiki; Prima, Elizabeth; Suryaningsih, Ni Made Ayu
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 6 No. 1 (2022): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v6i1.1895

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian dengan prosedur empat tahap, yaitu: Perencanaan, Pelaksanaan tindakan, Pengamatan, dan Refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Panduan rubrik untuk perekaman data mengenai kemampuan berpikir logis anak selama proses pembelajaran, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir logis anak selama implementasi model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Pada observasi awal, ketuntasan kemampuan berpikir logis anak sebanyak 6 anak (35,30%), pada Siklus I mencapai 10 anak (58,82%), dan pada Siklus II mencapai 15 anak (88,24%). Dapat dikatakan, model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw sebagai salah satu alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis anak usia 5-6 tahun.Kata Kunci : anak usia dini, model pembelajaran kooperatif, jigsaw, berpikir logisAbstractThis study aims to improve the logical thinking abilities of children aged 5-6 years. Research with a four-stage procedure, namely: Planning, Taking Action, Observasi, and Reflection. Data collection methods used are observation, interviews, and documentation. A rubric guide is used for recording data about children's logical thinking abilities during the learning process, which is then analyzed descriptively. The results showed an increase in children's logical thinking skills during the implementation of the jigsaw cooperative learning model. In the initial observation, the completeness of logical thinking skills of 6 children (35.30%), in Cycle I reached 10 children (58.82%), and in Cycle II it reached 15 children (88.24%). It can be said, the jigsaw cooperative learning model as an alternative learning model to improve the logical thinking skills of children aged 5-6 years.Keywords : early childhood, cooperative learning model, jigsaw, logical thinking
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN MELIPAT, MENGGUNTING DAN MENEMPEL (3M) POP UP BOOK PADA KELOMPOK B2 DI PAUD PELITA KASIH Setia, Matilde Crofatiana; Poerwati, Christiani Endah; Prima, Elizabeth
MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 8 No. 1 (2024): MEDIA EDUKASI : JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JUNI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jmk.v8i1.3068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan melipat, menggunting dan menempel (3M) pop up book pada Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih. Subjek dalam penelitian ini adalah anak Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih yang berjumlah 15 anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus dan masing-masing Siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis statistik deskriptif dan metode anlisisis kualitatf. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa persentase ketuntasan pada tahap observasi awal sebesar 6,67%. Setelah diberikan kegiatan melipat, menggunting dan menempel (3M) pop up book, pada Siklus I persentase ketuntasan anak meningkat menjadi 46,67% dan meningkat lagi pada Siklus II menjadi 86,67%. Berdasarkan hasil data tersebut, dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan melipat, menggunting dan menempel (3M) pop up book mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih.
Upaya Meningkatkan Motorik Halus Anak Kelompok B Melalui Kegiatan Kolase Berbantuan Bahan Alam Aripin, Nur; Prima, Elizabeth; Cahaya, I Made Elia
Jurnal Usia Dini Vol. 8 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : PG PAUD FIP UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jud.v8i2.41468

Abstract

Pengembangan fisik motorik merupakan salah satu pengembangan dasar bagi anak usia dini karena melalui kemampuan ini anak dapat mengembangkan berbagai keterampilan gerak tubuh yang akan mendukung anak dalam melakukan berbagai aktivitas. Keterampilan motorik halus merupakan kemampuan fisik anak dalam melakukan dan menggendalikan otot-otot halus melalui koordinasi gerak tangan dan mata. Upaya meningkatkan motorik halus pada anak dapat dilakukan melalui berbagai macam kegiatan. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan yaitu melalui kegiatan kolase berbantuan bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motorik halus anak Kelompok B melalui kegiatan kolase di PAUD Aisyiyah Dalung. Subjek penelitian adalah anak Kelompok B di PAUD Aisyiyah Dalung yang berjumlah 15 anak terdiri dari siswa perempuan 7 anak dan siswa laki-laki 8 anak. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil observasi awal sebelum dilakukan tindakan menunjukkan ada 1 anak yang memenuhi kriteria ketuntasan 6.67% setelah diberikan kegiatan kolase berbantuan bahan alam, pada Siklus I mengalami peningkatan sebesar 33.33% dan pada Siklus II mencapai ketuntasan sebesar 86.67%. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa kegiatan kolase berbantuan bahan alam mampu meningkatkan motorik halus pada 15 anak Kelompok B di PAUD Aisyiyah Dalung.
Implementation of the Picture and Picture Method to Model in Improve Early Childhood Speaking Skills Prima, Elizabeth; Putu Indah Lestari; Ni Komang Theda Febrina Subagia
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v8i1.88480

Abstract

Children's language development is strongly shaped by environmental stimulation from parents, teachers, and caregivers. Speaking ability is key for communication and social adaptation, yet many children still struggle to form simple sentences and express ideas verbally. The study aims to analyze the effectiveness of the Picture and Picture learning model in improving the speaking skills of early childhood children. This study used a quasi-experimental approach with a pre-test and post-test research design in the control group and experimental group. The research subjects were kindergarten children with a sample size of 60 children selected through random sampling technique. The experimental group consisted of 30 children who received learning using the Picture and Picture model, while the control group consisted of 30 children who received conventional learning. Data collection was carried out using an early childhood speaking ability assessment rubric before and after intervention, which was analysed using the One-Way Anova statistical test. The results showed that there was a significant difference between the experimental group and the control group in improving speaking ability. Data analysis shows that the treatment using Picture and Picture model gives a greater effect on improving speaking ability compared to conventional methods. The implications of this study indicate that the use of innovative image media in learning can be an effective strategy in improving early childhood speaking skills and providing a more interesting and interactive learning experience.