Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

DESAIN ALAT PROSES PELEPAS BIJI JAGUNG SECARA SEDERHANA DI KABUPATEN NABIRE Sthevwn Wakey; Errol Lesly Tokoro; Wardhana Wahyu Dharsono
Jurnal FATEKSA : Jurnal Teknologi dan Rekayasa Vol 7 No 1 (2022): Jurnal FATEKSA, Jurnal Teknologi dan Rekayasa
Publisher : Fakultas Teknologi dan Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung dalam bahasa latinya ( Zea mayes) merupakan komoditas tanaman pangan yang banyak di usahakan petani karena merupakan bahan pokok ke dua setelah beras. Pemamfaatan jagung sebagai bahan subtitusi beras juga dapat di gunakan untuk pakan ternak dan bahan baku industri. Penggunaan jagung sebagai bahan baku industry petani lebih luas dari beras. Hampir semua Bhan bagian tanaman jagung mempunyai kegunaan. Batang dan daun dapat digunakan untuk kertas dan papan dinding. Tongkol jagung dapat digunakan untuk bahan bakar, silosa dan furfural. Sendangkan biji jagung dapat diolah menjdi tepung dan pati jagung. Selanjutnya patil jagung dapat diolah lebih lanjut menjadi dekstrin, sirop gula, dan bahan lainya. Peningkatan produksi jagung melalui perbaikan teknologi budidaya dapat dikatakan cukup berhasil. Selama kurun waktu lima tahun terakhir produksi jagung terus meningkat. Berdasarkan latarbelakang yang telah di kemukakan diatas dengan judul Desain Alat Pelapas Biji Jagung secara Sederhana dengan melakukan 3 kali pegujian dengan hasil pegujian pertama dari 25 jagung yang siap dirontokan degan hasil rontokan 2 kg / 11,11 menit dan pengujian ke 4 kg dari 25 buah jagung yang siap dirintikan dalam 19,44 menit degan hasil 2 kg dan pada pengujian terahir atau pengujian ke 3 degan jumlah jagung yang siap dirintikan 9 buah jagung degan hasil rintokan 2 kg ,5,40 menit. Dengan mengunakan alat pelapas biji jagung secara sederhana ini dapat membantu dan meringankan beben petani jagung dalam aktifitas pemisahan biji jagung dari tongkolnya serta tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak untuk pelepas biji jagung serta mengurangi waktu kerja saat perontokan biji jagung.
Menurunkan Alufoil Macet Sebagai Penyebab Downtime Produksi di Mesin Filling pada Produksi Minuman PT ZYX dengan metode perbaikan Quality Control Circle (QCC) Wardhana Wahyu Dharsono
Jurnal FATEKSA : Jurnal Teknologi dan Rekayasa Vol 7 No 1 (2022): Jurnal FATEKSA, Jurnal Teknologi dan Rekayasa
Publisher : Fakultas Teknologi dan Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan mutu pada perusahan PT.XYZ khususnya di bagian proses produksi, yaitu dengan mengurangi lost time akibat kerusakan teknis (technical breakdown) pada mesin filling. Karena itu perlu dilakukan suatu perbaikan dengan menerapkan sistem PDCA cycle yaitu dengan metode perbaikan Quality Control Circle (QCC). Dengan Quality Control Circle 8 langkah 7 alat diharapkan dapat mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan downtime alufoil macet pada proses dan mengetahui perbaikan yang perlu dilakukanguna mengurangi downtime alufoil macet . Dengan melihat hasil yang cukup bagus dalam penanganan down time karena alufoil macet, sehingga bisa menurunkan waktu down time selama produksi, maka untuk rencana berikutnya tim akan berusaha menurunkan downtime yang diakibatkan sehingga dapat mencapai Effisiensi yang lebih baik lagi. Selama proses produksi sebelum down time 20 jam/minggu atau sama dengan 1 jam/batch dengan asumsi: 1 minggu samadengan 20 batch botol minuman kemasan, dimana waktu produksi ideal adalah 3 jam/batch sedangkan waktu produksi real adalah 4 jam/batch. Setelah program Quality Control Circle diterapkan dilini produksi bagian pegemasan, down time menjadi 5 jam/minggu batch atau 0,25 jam/batch, sedangkan waktu produksi real menjadi sebesar 3,25 jam/batch. Pertambahan omzet diperoleh dari waktu 15 jam down time yang berhasil dikurangi. (20-5) dimana omzet tambahan sebesar 15 jam/minggu atau sama dengan 3,25 jam/batch sampai dengan 4 batch/minggu , dan ini ada kenaikan omzet minuman botol kemasan sebesar 20%.
PEMBUATAN BRIKET DARI ARANG SERBUK GERGAJI KAYU MERBAU (Intsia spp.) DAN LEM TEPUNG SAGU DENGAN PENGERINGAN ALAMI Wardhana Wahyu Dharsono; Deby Siska Bogar
Jurnal FATEKSA : Jurnal Teknologi dan Rekayasa Vol 7 No 2 (2022): Jurnal FATEKSA, Jurnal Teknologi dan Rekayasa
Publisher : Fakultas Teknologi dan Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Papua kususnya kabupaten Nabire menyimpan banyak bahan baku kayu dan adanya proses pengolahan kayu merbau dengan limbahnya berupa serbuk kayu. Limbah serbuk gergajian kayu mempunyai potensi yang cukup besar untuk terus dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan briket arang. Guna lebih meningkatkan sifat fisis dan kimia briket arang serbuk gergajian kayu maka dilakukan penelitian dengan mepertibangkan kemampuan sumberdaya manusia, alam dan teknologi tepatguna. Serbuk gergaji kayu merbau belum termanfaatkan sepenuhnya, pada hal serbuk gergaji kayu merbau merupakan biomasa dengan nilai kalor yang relatif besar. Apabila serbuk gergaji kayu merbau tersebut diproses menjadi arang kemudian arang yang terbentuk dicampur dengan bahan perekat lem dari tepung sagu yang tersedia di alam Papua, maka akan menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif yang dapat terbarukan. Salah satu proses pembuatan briket yang perlu diperhatikan adalah proses pengeringan sebagai syarat meningkatnya nilai kalor, Kadar air diharapkan seredah mungkin karena semakin tinggi kadar air akan menyebabkan nilai kalornya menurun dan briket arang akan sulit dinyalakan. Dengan megunakan suberdaya alam dalam pengeringan briket dengan membadingkan lama pejemuran dan komposisi bahan briket. Faktor perubah yang digunakan dalam penelitian ini adalah campuran antara serbuk kayu merbau dengan tepung sagu sebagai perekat yaitu perbadingan, 1 : 0,25 (A) , 1 : 0,50 (B), 1 : 0,75 (C) , 1 : 1 (D). Selain pembading serbuk kayu berbau dan tepung sagu sebagai perekat, juga kita lakukan pembading pengeringan dengan sinar matahari di jemur dengan waktu 0, 12, 24, 36 jam. Dari hasil nya menujukan kadar air setelah dilakukan pejemuran selama 36 jam menujukan pada campuran A ; 7,56% Campuran B : 7,50% Campuran C : 7,38% dan Campuran D : 7,63%
PENERAPAN BARCODE PADA PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN BARANG Deby Siska Bogar; Wardhana Wahyu Dharsono; Matius Kendenan
Jurnal FATEKSA : Jurnal Teknologi dan Rekayasa Vol 7 No 2 (2022): Jurnal FATEKSA, Jurnal Teknologi dan Rekayasa
Publisher : Fakultas Teknologi dan Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin maju saat ini, menuntut suatu kinerja dalam perusahaan relatif cepat dan tepat untuk menghasilan informasi yang dibutuhkan. Salah satunya, penerapan komputer sebagai alat bantu yang mutlak dipakai dan diperlukan sebagai pendukung utama dalam bisnis dan dukungan sumber daya manusia yang baik. Komputer banyak digunakan oleh perusahaan mempermudah dan memperlancar pekerjaan, terutama pekerjaan yang berhubungan dengan pengolahan data yang banyak. Dalam dunia usaha, teknologi informasi sudah mnejadi bagian penting untuk meningkatkan efisiensi dan ke efektifan kerja. Salah satu pemanfaatan teknologi informasi adalah perancangan sistem informasi penjualan barang secara komputerisasi, dimana sistem tersebut dapat memberikan informasi tentang data jumlah stok barang masuk dan barang keluar. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Barcode pada perancangan Sistem Informasi Penjualan Barang. Toko Anugrah Jaya merupakan usaha yang bergerak dibidang perdagangan. Saat ini sistem pencatatan penjualan dan pembelian yang diterapkan masih manual serta berbagai kendala masih ditemui dalam proses bisnisnya. Oleh karena itu maka perlu dibuat suatu sistem yang dapat menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh Toko Anugra Jaya yaitu dengan merancang sistem informasi penjualan dengan menggunakan barcode. Diharapkan dengan adanya perancangan sistem ini pengelolaan data pada Toko Anugrah Jaya dapat lebih efisien dan akurat. Sementara fungsi Barcode yaitu untuk input dan mengecek data barang terutama harga. Perancangan sistem ini dilakukan dengan bahasa pemograman Visual Basic. Net dengan Database SQL Server 2005. Pengembangan sistem yang digunakan pada penelitian ini adalah SDLC model air terjun (waterfall). Pengujian sistem menggunakan metode Blackbox Testing. Hasil dari penelitian ini berupa Sistem Informasi penjualan pada Toko Anugrah Jaya.
MENGUATKAN KETAHANAN PANGAN DAERAH DENGAN MELIBATKAN MAHASISWA MEMBUDIDAYAKAN TANAMAN HORTIKULTURA DI LAHAN KAMPUS UNIVERSITAS SATYA WIYATA MANDALA NABIRE PAPUA Wardhana Wahyu Dharsono; Hans F. Liborang; Suryadi Suryadi; Ali Waromi; Erol L. Tokoro; Aris Widodo
Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Development Vol. 3 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Developme
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ijecsed.v3i1.97

Abstract

Seeing the situation and experiences of the surrounding community during the pandemic, an idea emerged from the Satya Wiyata Mandala University LPPM to play an active role with students in being involved in strengthening food security in the area by cultivating horticultural crops on the campus grounds, which is a real example for the surrounding community in land management. in the vicinity of the house. Seeing the availability of sufficient land and human resources, the Satya Wiyata Mandala University LPPM made the let's plant program integrated with KKN activities that focus on cultivating vegetable crops that can meet the needs of the surrounding community. There were three stages carried out by the team before carry out activities namely the first stage of preparation, the second stage of implementation, the third carry out activity evaluation. In PKM activities, positive things were obtained, namely the activities were welcomed by the community and also became a real learning process for students who did not know about cultivating vegetable plants on land, raising awareness of students and the surrounding community to utilize the existing land around their home environment
PROSES PEMBUATAN SILASE PENYEDIAAN HIJAUAN PAKAN TERNAK BERKUALITAS DAN KONTINU SEPANJANG TAHUN GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TERNAK RUMINANSIA DI NABIRE PAPUA Mery C. Simanjuntak; Trijaya Gane Putra; Wardhana Wahyu Dharsono
Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Development Vol. 3 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Developme
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ijecsed.v3i1.98

Abstract

Seeing the livestock population in the Nabire district of Papua, it is necessary to prepare the feed properly. Lack of feed during the dry season can be overcome by utilizing the abundance of feed during the rainy season. The strategy is to increase the shelf life of the forage that will be prepared as forage for use in the dry season by preserving the forage. One type of forage preservation is "silage". With the direct practice method of making silage under the guidance of a facilitator from a Lecturer in the Animal Husbandry Study Program, Faculty of Agriculture and Animal Husbandry, Satya Wiyata Mandala University. Activities are divided into 3 namely Preparation, Work Practice and Closing. From the results of the practice by the participants, it was found that physically (organoleptic) the quality of the silage produced was of relatively good quality because of the smell or aroma, texture, presence of mold and color of the silage as follows: 1. The smell or aroma of the silage smells sweet and sour and is free of bad smell . 2. The texture is crumbly/clear, not mushy, not lumpy and not slimy. 3. Silage is not moldy. 3. The color is greenish (bright) and looks cooked like boiling
Visual and Emotional Connections in Wooden Product Design: A Comprehensive Review of Neuro-architecture Principles Dharsono, Wardhana Wahyu
Journal of Artificial Intelligence in Architecture Vol. 4 No. 1 (2025): The AI-Driven Evolution: Transforming Architecture, Design, and Urban Spaces th
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jarina.v4i1.10160

Abstract

This systematic review investigates the integration of neuro-architecture principles in wooden product design, focusing on visual-emotional connections between users and wood materials. Through analysis of 134 studies incorporating neuroimaging techniques (fMRI, EEG) and psychological assessments, this review synthesises the current understanding of how wood's visual and tactile properties influence neural responses and emotional engagement. Key findings reveal that specific wood characteristics trigger distinct neural activation patterns: natural grain patterns activate the anterior insula and amygdala regions associated with emotional comfort, while different wood colours elicit varying responses in the prefrontal and posterior cingulate cortex, affecting alertness and calmness. Light-coloured woods promote openness and energy, while darker tones enhance focus and intimacy. The research establishes evidence-based design guidelines for optimising visual complexity, colour temperature balance, pattern rhythm, and texture gradients. These findings provide designers with neurologically informed strategies for creating wooden products that enhance psychological well-being. The review identifies future research directions, including the need for longitudinal studies and cross-cultural investigations, while acknowledging current methodological limitations. This comprehensive analysis bridges neuroscientific evidence with practical design applications, advancing the field of neuroarchitecture-informed wooden product design.
Pengembangan Aplikasi Kamus Elektronik Bahasa Napan Berbasis Android untuk Pelestarian Bahasa Daerah di Papua Tengah Bogar, Deby S.; Raymond, Christian P.; Yeninar, Riky F.; Dharsono, Wardhana Wahyu
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi dan Teknik Informatika (JISTI) Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Sistem Informasi dan Teknik Informatika (JISTI)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57093/jisti.v8i1.258

Abstract

Bahasa Napan di Papua Tengah terancam punah dengan jumlah penutur kurang dari 500 orang akibat urbanisasi dan dominasi bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe aplikasi kamus elektronik berbasis Android untuk bahasa Napan guna mendokumentasikan dan melestarikan bahasa tersebut, serta memfasilitasi komunikasi antara wisatawan dan masyarakat setempat. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dan prototipe menggunakan platform Kodular dan Android Open Source Project (AOSP). Pengumpulan data kosakata dilakukan melalui wawancara dengan penutur asli dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kamus elektronik bahasa Napan berhasil dikembangkan dengan antarmuka yang intuitif dan fitur pencarian kata yang efektif. Pengujian fungsionalitas dan evaluasi pengguna memvalidasi utilitas aplikasi dalam membantu penerjemahan kata dan frasa dasar antara bahasa Napan dan bahasa Indonesia. Penelitian ini berkontribusi terhadap pelestarian bahasa daerah di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi seluler dan dapat menjadi model untuk mengembangkan aplikasi serupa untuk bahasa daerah lain yang terancam punah.
Klasifikasi Jenis Burung Cendrawasih Menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) Berdasarkan Citra Thaniket, Rooy Marthen; Rahanra, Musa Henri Janto; Dharsono, Wardhana Wahyu
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi dan Teknik Informatika (JISTI) Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Sistem Informasi dan Teknik Informatika (JISTI)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57093/jisti.v8i1.280

Abstract

Birds of paradise are iconic symbols of Indonesia's biodiversity, especially in Papua, with more than 40 recorded species. Manual classification requires specific expertise and is time-consuming. This study aims to develop an automated classification system for birds of paradise using Convolutional Neural Network (CNN), specifically the MobileNetV2 architecture known for its efficiency in image processing. The dataset used comprises three species: Cicinnurus regius, Paradisaea apoda, and Paradisaea rubra. The preprocessing steps include image augmentation, resizing, and normalization. The training results show an accuracy of 98.49% and validation accuracy of 97.50%. Evaluation using a confusion matrix reveals high accuracy and minimal misclassification. This model shows great potential for use in conservation applications and automatic bird species identification
Pengaruh Pola Anyaman terhadap Sifat Mekanik Serat Kulit Pohon Melinjo untuk Pengembangan Produk Tas Noken Ramandey , Johanis M; Suryadi , Suryadi; Liborang, Hans F; Dharsono, Wardhana Wahyu
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 2 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i2.40122

Abstract

This study aims to optimize the tensile strength of woven melinjo tree bark fibers in noken bag products as a superior regional product based on local wisdom. The research method used is an experimental approach with stages of literature study, material selection, determination of test parameters, creation of woven patterns, and tensile strength testing. Melinjo tree bark fibers were woven in three different patterns: 1-1, 1-2, and 2-2. The results showed that the weaving pattern significantly influences the mechanical properties of the fibers. The 2-2 weave pattern performed best in terms of tensile strength, with tensile stresses ranging from 24.8-25.2 N/mm². The 1-1 weave pattern had the highest elasticity and flexibility with 2.8% strain and 2.8% flexibility. The optimal weave pattern depends on the specific application and product requirements. These findings can serve as a basis for future development of melinjo tree bark fiber-based products, particularly noken bags as a superior regional product based on local wisdom.