Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ASURANSI SYARI’AH ANTARA AJARAN SYARA’ DAN PEMBENARAN BUDAYA Muslim, Nur Aziz
JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) Vol 20, No 2 (2013): Islam, Budaya dan Ekonomi
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Islam sebagai agama universal harus tampil elegan dalam mengurai permasalahan kehidupan manusia. Meskipun ia hadir sebagai blue print dari Tuhan, kehadirannya tidak bisa lepas dari budaya. Meskipun kehadiran budaya sebagai sesuatu yang berada di luar blue print Tuhan, keberadaan budaya kerap kali memengaruhi diundangkannya suatu ketentuan hukum Dalam masalah mu’âmalah (ekonomi syari’ah) misalnya, asuransi yang merupakan hasil karya manusia harus direspon secara positif karena tidak ada larangan terhadapnya dan ia sejalan dengan prinsip universal ajaran  Islam, yakni saling menolong, saling melindungi, dan saling menanggung. Karena itu, memasukkan asuransi sebagai entry dalam ensiklopedi Islam merupakan keharusan, karena dalam Islam adat juga dapat digunakan sebagai sumber hukum Islam. Pertimbangan ini dikuatkan dengan adanya kemaslahatan yang ada di dalam asuransi itu sendiri bagi umat Islam. Meskipun tidak bisa dipungkiri adanya tarik ulur tentang halal atau tidaknya asuransi masih mewarnai ijtihad para ulama yang mempunyai otoritas tentang masalah itu, namun seyogyanya yang perlu dipertimbangkan juga adalah adanya sentimen positif dari masyarakat tentang keberadaan asuransi syari’ah dengan pertumbuhannya dari tahun ketahun yang menunjukkan pertumbuhan yang sangat fantastis. Abstract: As a universal religion, Islam should appears elegantly in describing social problems. Islam as a norms are the blue print of God, however, its implementation is not free from the influence of culture, as the out sider of God blue print. Culture often influences the enactment of Islamic legal provision. In case of mu’âmalah (Islamic economy), insurance for instant, is a man made system of economy that should be regarded positively since there is no prohibition on it  and it is in accordance with the universal Islamic teaching; helping each other, guarding one another and taking risk together. Therefore, taking it as an entry in Islamic encyclopedia is a must since culture, in some cases, is regarded as a source of Islamic law. This attempt is conducted by considering the advantage of insurance for muslims even though there is still a dispute about such matter among ulama. However, the fact is there is a positive response from people about the existence sharia insurance which is proved by the fantastic development of such kind of insurance from year to year. Kata Kunci: Asuransi, budaya, syari’ah, âqilah
HUKUM ISLAM DALAM PRESPEKTIF ORIENTALIS: MENELUSURI JEJAK PEMIKRAN JOSEPH SHACHT Muslim, Nur Aziz
Ahkam: Jurnal Hukum Islam Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.282 KB) | DOI: 10.21274/ahkam.2017.5.2.231-252

Abstract

Orientalism refers to studies conducted by western scholars on Islamic literatures which are considered closer to eastern habitants in term of the language used, literatures, civilization, culture, histories, set of beliefs, and the regulation. Anyway, the studies conducted by the orientalists, as a matter of fact, do not merely set targets as suspected by the majority of Moslems. To sort, the targets set by the orientalists in conducting their studies are classified into five: religion, colonialism, politic, science and technology, and economy. Joseph Shacht belongs to prominent figure of orientalist whose interest is in Hadits study. His study gives big impact on Islamic law. He mentionsb that Islamic law is not the product of theology and yurisdiction, but the product of history and sociology. His conclusion gives effect on the source of Islamic law. He views that Islamic law does not come from the God but totally the evolutional product of history and sociology. The validity of his conclusion is being questioned and criticized by Fazlurrahman. Although Joseph Shacht neglects the existence of Hadits in the hierarchy of Islamic law, his big contribution is that he has introduced the Islamic law to the secular western people.Keywords: Orientalism, Joseph Shacht, Five Targets, Historical, Sociological
ASURANSI SYARI’AH ANTARA AJARAN SYARA’ DAN PEMBENARAN BUDAYA Muslim, Nur Aziz
KARSA: Journal of Social and Islamic Culture Islam, Budaya dan Ekonomi
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v20i2.31

Abstract

Abstrak: Islam sebagai agama universal harus tampil elegan dalam mengurai permasalahan kehidupan manusia. Meskipun ia hadir sebagai blue print dari Tuhan, kehadirannya tidak bisa lepas dari budaya. Meskipun kehadiran budaya sebagai sesuatu yang berada di luar blue print Tuhan, keberadaan budaya kerap kali memengaruhi diundangkannya suatu ketentuan hukum Dalam masalah mu’âmalah (ekonomi syari’ah) misalnya, asuransi yang merupakan hasil karya manusia harus direspon secara positif karena tidak ada larangan terhadapnya dan ia sejalan dengan prinsip universal ajaran  Islam, yakni saling menolong, saling melindungi, dan saling menanggung. Karena itu, memasukkan asuransi sebagai entry dalam ensiklopedi Islam merupakan keharusan, karena dalam Islam adat juga dapat digunakan sebagai sumber hukum Islam. Pertimbangan ini dikuatkan dengan adanya kemaslahatan yang ada di dalam asuransi itu sendiri bagi umat Islam. Meskipun tidak bisa dipungkiri adanya tarik ulur tentang halal atau tidaknya asuransi masih mewarnai ijtihad para ulama yang mempunyai otoritas tentang masalah itu, namun seyogyanya yang perlu dipertimbangkan juga adalah adanya sentimen positif dari masyarakat tentang keberadaan asuransi syari’ah dengan pertumbuhannya dari tahun ketahun yang menunjukkan pertumbuhan yang sangat fantastis. Abstract: As a universal religion, Islam should appears elegantly in describing social problems. Islam as a norms are the blue print of God, however, its implementation is not free from the influence of culture, as the out sider of God blue print. Culture often influences the enactment of Islamic legal provision. In case of mu’âmalah (Islamic economy), insurance for instant, is a man made system of economy that should be regarded positively since there is no prohibition on it  and it is in accordance with the universal Islamic teaching; helping each other, guarding one another and taking risk together. Therefore, taking it as an entry in Islamic encyclopedia is a must since culture, in some cases, is regarded as a source of Islamic law. This attempt is conducted by considering the advantage of insurance for muslims even though there is still a dispute about such matter among ulama. However, the fact is there is a positive response from people about the existence sharia insurance which is proved by the fantastic development of such kind of insurance from year to year. Kata Kunci: Asuransi, budaya, syari’ah, âqilah
ASURANSI SYARI’AH ANTARA AJARAN SYARA’ DAN PEMBENARAN BUDAYA Nur Aziz Muslim
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture Islam, Budaya dan Ekonomi
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v20i2.31

Abstract

Abstrak: Islam sebagai agama universal harus tampil elegan dalam mengurai permasalahan kehidupan manusia. Meskipun ia hadir sebagai blue print dari Tuhan, kehadirannya tidak bisa lepas dari budaya. Meskipun kehadiran budaya sebagai sesuatu yang berada di luar blue print Tuhan, keberadaan budaya kerap kali memengaruhi diundangkannya suatu ketentuan hukum Dalam masalah mu’âmalah (ekonomi syari’ah) misalnya, asuransi yang merupakan hasil karya manusia harus direspon secara positif karena tidak ada larangan terhadapnya dan ia sejalan dengan prinsip universal ajaran  Islam, yakni saling menolong, saling melindungi, dan saling menanggung. Karena itu, memasukkan asuransi sebagai entry dalam ensiklopedi Islam merupakan keharusan, karena dalam Islam adat juga dapat digunakan sebagai sumber hukum Islam. Pertimbangan ini dikuatkan dengan adanya kemaslahatan yang ada di dalam asuransi itu sendiri bagi umat Islam. Meskipun tidak bisa dipungkiri adanya tarik ulur tentang halal atau tidaknya asuransi masih mewarnai ijtihad para ulama yang mempunyai otoritas tentang masalah itu, namun seyogyanya yang perlu dipertimbangkan juga adalah adanya sentimen positif dari masyarakat tentang keberadaan asuransi syari’ah dengan pertumbuhannya dari tahun ketahun yang menunjukkan pertumbuhan yang sangat fantastis. Abstract: As a universal religion, Islam should appears elegantly in describing social problems. Islam as a norms are the blue print of God, however, its implementation is not free from the influence of culture, as the out sider of God blue print. Culture often influences the enactment of Islamic legal provision. In case of mu’âmalah (Islamic economy), insurance for instant, is a man made system of economy that should be regarded positively since there is no prohibition on it  and it is in accordance with the universal Islamic teaching; helping each other, guarding one another and taking risk together. Therefore, taking it as an entry in Islamic encyclopedia is a must since culture, in some cases, is regarded as a source of Islamic law. This attempt is conducted by considering the advantage of insurance for muslims even though there is still a dispute about such matter among ulama. However, the fact is there is a positive response from people about the existence sharia insurance which is proved by the fantastic development of such kind of insurance from year to year. Kata Kunci: Asuransi, budaya, syari’ah, âqilah
Strategi Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Dalam Upaya Mengoptimalkan Potensi Human Capital Cindy Febrianti; Nur Aziz Muslim
Jurnal MBE Manajemen Bisnis, Equilibrium Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Manajemen Dan Bisnis Equilibrium
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/jurnal_mbe.v8i1.776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui strategi yang diterapkan oleh PT. Putra Jaya Nanas dalam memberdayakan sumber daya manusia yang dimiliki dalam upaya meningkatkan potensi human capital yang ada. Variabel penelitian difokuskan pada strategi yang diterapkan oleh perusahaan dalam memberdayakan sumber daya manusia yang dimiliki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, pengumpulan data diperoleh melalui pengamatan, wawancara, dan juga dokumentasi. Hasil analisis menunjukan bahwa dari beberapa strategi pemberdayaan yang sudah diimplementasikan oleh PT. Putra jaya nanas masih belum maksimal dalam mengoptimalkan potensi human capital karyawanya. Dari strategi yang sudah diimplementasikan keterbukaan komunikasi dan juga penciptaan ruang kompetisi dapat dikatakan sudah berjalan dengan baik, namun pada pelatihan karyawan masih memerlukan banyak perbaikan. Sedangkan dimensi yang sangat diperlukan namun belum dimiliki perusahaan adalah administrator sebagai fungsi HRD. Kata Kunci: Strategi, Pemberdayaan SDM, Human Capital
ANALISIS PENERIMAAN SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI DALAM PENINGKATAN PELAYANAN DIGITAL LIBRARY DI JURUSAN EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG Nur Aziz Muslim; Bamabang Triyono
Among Makarti Vol 12, No 1 (2019): AMONG MAKARTI
Publisher : Among Makarti, STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v12i1.177

Abstract

Abstract The research objective includes the content and formulation of research problems. The purpose of this study is a) to determine the effect of the reception of information systems and technology models in improving digital library services in the department of Islamic economics, Faculty of Economics and Business, Islamic Institute of Islamic Affairs, Tulungagung. b) Produce an acceptance model of information systems and technologies developed to improve the ease of student services. c) Describe the weaknesses found in the information system acceptance model and the technology that has been produced.Path coefficient analysis aims to see the significance of the path coefficient (regression weights estimate) to prove the effect. In the two-way test (two tailed), the results of the significant influence if the significance level of 0.05 value of the critical ratio> 1.96 and with a significance level of 0.01 the value of the critical ratio> 2.58. The suitability of the direction of the path relationship with the direction of the previously hypothesized relationship is also noted, if the direction of the relationship (positive or negative) in accordance with the critical ratio value also meets the requirements, it can be said that the influence of the tested variable has strong support. So it is possible with the existence of educational facilities it will be able to improve learning technology. Keywords: technology aceptance model, digital library
Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK) Mudharabah Anggota dan Liability Lembaga Lain Terhadap Return On Equity (Study Pada Lembaga Keuangan Syariah Non Bank di Tulungagung dan Blitar) Binti Nur Asiyah; Lantip Susilowati; Nur Aziz Muslim
IQTISHADIA Jurnal Ekonomi & Perbankan Syariah Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/iqtishadia.v5i1.1625

Abstract

This study is based on the limitations of non-bank syariah financial institutions (Baitul Maal wat Tamwil) in accessing funds from members. The Cooperative Act of 2012 provides an opportunity for Cooperatives to access funds from other institutions. This condition has an impact on profit performance for equity owners. If the profit is low then the institution's sustainability is threatened. The equity holder moves his funds into a more profitable business. This research aims to; 1) Analyzing the condition of Third Party Funds (DPK) mudharabah at BMT in Tulungagung and Blitar. 2) Analyzing other institutions' liability conditions in BMT Tulungagung and Blitar. 3). Analyzing the condition of return on equity at BMT in Tulungagung and Blitar. 4) Test the significant influence of Third Party Funds (DPK) mudharabah on return on equity at BMT in Tulungagung and Blitar. 5) Examining the significant influence of other institutions' liability on return on equity in BMT Tulungagung and Blitar. 6) Examine the significant influence of Third Party Funds (DPK) mudharabah and other institutional liability to return on equity in BMT Tulungagung and Blitar. This research was conducted with a quantitative approach and type of associative research. Data analysis was done by data normality test, classical assumption test (Multikolineritas, heterokedastisitas, autokorelasi), multiple regression test, hypothesis test, coefficient of determination test. The results of this study are 1). The condition of Third Party Funds (DPK) mudharabah members experience fluctuations in both BMT in Tulungagung, while in Blitar tend to decrease. 2) Liability of other institutions is more needed in BMT Blitar, than in Tulungagung. 3). Return on equity is greater on BMT in Blitar than in Tulungagung. 4) Mudharabah DPK has a positive but not statistically significant effect on the return on equity of non-bank Islamic financial institutions in Tulungagung and Blitar. 5) Liability to other institutions gives a negative and not statistically significant effect on the return on equity of non-bank Islamic financial institutions in Tulungagung and Blitar. 6) Simultaneously mudharabah DPK variable and liability at other institution give influence and not statistically significant to return on equity BMT in Tulungagung and Blitar
Asas Perjanjian Dalam Jual Beli Sistem Cimitan Mutia Izzatun Nurul Imamah; Nur Aziz Muslim; Ria Regita
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 1 No. 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/f8fj4v92

Abstract

Praktik jual beli dengan sistem cimitan merupakan salah satu bentuk transaksi tradisional yang masih eksis di pasar tradisional di Indonesia. Sistem ini memiliki karakteristik unik, karena dilakukan berdasarkan kepercayaan antara pembeli dan penjual, dan merupakan kebiasaan turun menurun. Artikel ini membahas bagaimana asas perjanjian khususnya asas keadilan, asas kebebasan berkontrak dan asas konsensualisme atau asas kerelaan, dan lain-lain dalam konteks jual beli sistem cimitan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana jual beli sistem cimitan memenuhi asas-asas perjanjian, serta bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya kejelasan dan keadilan dalam transaksi muamalah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan empiris studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem cimitan dalam praktiknya belum sepenuhnya memenuhi asas keadilan, namun demikian, jika dilakukan dengan transparasi, kerelaan kedua belah pihak, dan kesepakatan yang dituangkan secara jelas, maka jual beli sistem cimitan dapat dikatakan sah menurut hukum islam
Transformasi Asas Hukum Perjanjian Konvensional melalui Integrasi Nilai-Nilai Syariah Muhammad Haris Abdul Hakim; Nur Aziz Muslim; Aminatur Rosidah
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/sprg8r44

Abstract

Hukum perjanjian di Indonesia secara historis didasarkan pada prinsip-prinsip konvensional dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), seperti kebebasan berkontrak, konsensualisme, pacta sunt servanda, dan itikad baik. Namun, asas-asas tersebut sering kali belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai normatif dan etis yang hidup dalam masyarakat Indonesia, khususnya nilai-nilai syariah seperti keadilan (‘adl), kejujuran (sidq), keterbukaan (bayan), kerelaan sejati (tarāḍīn), amanah, serta larangan unsur haram (riba, gharar, dan maisir). Artikel ini bertujuan untuk menganalisis upaya transformasi asas-asas hukum perjanjian konvensional melalui integrasi nilai-nilai syariah dalam rangka membangun sistem hukum nasional yang lebih adil, etis, dan religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif-yuridis dengan metode analisis konseptual dan komparatif terhadap doktrin hukum, regulasi perundang-undangan nasional, serta literatur fikih muamalah klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai syariah tidak hanya memperkaya dan memperdalam makna asas-asas hukum perjanjian, tetapi juga menghadirkan koreksi moral yang signifikan terhadap praktik kontraktual yang berpotensi eksploitatif. Dengan demikian, integrasi ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan hukum kontrak yang responsif terhadap keadilan substansial dan nilai-nilai religius dalam masyarakat pluralistik seperti Indonesia.
Relevansi Legalitas Akad Syariah dalam Mewujudkan Kepastian Hukum dan Keadilan Ekonomi Islam Bagus Setya Puji Saputra; Muhammad Habib Nasrullah; Nur Aziz Muslim; Muhammad Haris Abdul Hakim
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qd375r30

Abstract

This study aims to examine the legality of contracts (akad) in sharia agreements using a normative-juridical approach and a conceptual review based on Islamic legal principles. The main focus lies on the position of akad as an essential element in establishing legal relationships between parties in sharia-based transactions. The analysis highlights the requirements for a valid akad, including its essential elements such as offer and acceptance (ijab qabul), legal subjects (contracting parties), contract objects, and compliance with sharia principles. The findings indicate that the validity of a contract in Islamic law is not solely based on mutual agreement but must also conform to values of justice, public interest (maslahah), and the prohibition of invalid elements such as gharar (uncertainty), maysir (gambling), and riba (usury). These results affirm that in Islamic economic practices, fulfilling the legal aspects of akad is fundamental to ensuring legal certainty and protecting the parties involved. The study recommends strengthening regulatory frameworks and fatwas that support contract practices aligned with maqashid shariah to enhance legal integrity within the sharia financial system.