Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN POLA MAKAN, OBESITAS, DAN KECEMASAN DENGAN PENURUNAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS KALIWUNGU Syahid Fatah Cokropranoto; Sukesih Sukesih; Rusnoto Rusnoto; Indanah Indanah; Ashri Maulida Rahmawati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3030

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang menjadi penyebab kematian ke-6 di dunia, dengan prevalensi yang terus meningkat dan kondisi yang sangat bergantung pada kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan simultan antara pola makan, obesitas, dan kecemasan dengan penurunan kadar gula darah pada pasien DM di Puskesmas Kaliwungu tahun 2024, sebagai kebaruan dari penelitian sebelumnya yang sering berfokus pada satu faktor saja. Metode observasi dengan desain cross-sectional digunakan untuk mengidentifikasi korelasi antara variabel bebas dan terikat. Populasi penelitian adalah 80 pasien DM di Puskesmas Kaliwungu, dengan sampel sebanyak 67 orang yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk pola makan, pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk obesitas, kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk kecemasan, dan alat glukometer untuk kadar gula darah sewaktu. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan, obesitas, dan kecemasan dengan kadar gula darah pasien DM, yang mengindikasikan bahwa pengelolaan ketiga faktor ini secara bersamaan penting untuk mengoptimalkan penurunan kadar gula darah. Peran perawat sangat penting dalam edukasi pola makan, manajemen berat badan, dan teknik relaksasi untuk meningkatkan kontrol gula darah pasien.
JUS PARE MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS Risah Wati Dewi; Sukesih Sukesih; Muhamad Jauhar; Noor Eswanti; Faridha Alfiatur Rohmaniah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i2.2520

Abstract

Diabetes mellitus (DM) menjadi masalah kesehatan di dunia selain penyakit menular yang juga masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat. DM ditandai dengan defisiensi insulin akibat pola hidup tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, pola makan, obesitas, dan keturunan. Dampak yang muncul antara lain penyakit ginjal dan kebutaan pada usia di bawah 65 tahun, kecacatan, bahkan kematian. Salah satu intervensi nonfarmakolgi komplementer yang dapat dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah adalah pemberian jus pare. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh jus pare terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Dawe. Desain Penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan pendekatan pretest posttest group with control design dengan variable independent (Jus Pare) dan dependen (kadar gula darah). Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Juli 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Dawe dengan jumlah sampel 19 responden untuk masing-masing kelompok. Kriteria inklusi yaitu terdiagnosis DM, GDS 140 mg/dL, mengkonsumsi obat anti DM. Kriteria eksklusi yaitu memiliki komplikasi, mendapatkan terapi nonfarmakologi lain. Instrumen penelitian menggunakan glukometer GCU type 301 dan lembar observasi. Terapi yang diberikan yaitu jus pare sebanyak 2 kali masing-masing 250 ml selama 1 minggu. Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik pemberian jus pare terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DM dengan nilai p = 0.000 (0,05). Jus pare menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus. Bentuk intervensi ini dapat diintegrasikan dalam program posbindu PTM, posbindu lansia, dan prolanis sebagai upaya dalam mengkontrol kadar gula darah pasien DM. @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1107305727 0 0 415 0;}p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; text-align:justify; text-indent:14.2pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:IN; mso-fareast-language:JA;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:11.0pt; mso-ansi-font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt; mso-ansi-language:EN-US;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; text-align:justify; text-indent:14.2pt;}div.WordSection1 {page:WordSection1;}
PEMBERIAN JUS BUAH NAGA MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA KLIEN DIABETES MELLITUS Trianita Siwi Utami; Sukesih Sukesih; Muhamad Jauhar; Lasmini Lasmini; Novi Tiara
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 1 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i1.2514

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) menjadi masalah kesehatan yang mengancam kehidupan masyarakat di dunia ditandai dengan meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit DM yang berhubungan dengan gaya hidup tidak sehat. Dampak DM yang terjadi yaitu berbagai macam komplikasi penyakit, disabilitas, dan kematian. Salah satu intervensi non farmakologi yang dapat mengontrol kadar gula darah yaitu pemberian jus buah naga sebagai salah satu terapi komplementer. Tujuan penelitian ini yaitumenganalisis pengaruh jus buah naga terhadap kadar gula darah pada klien DM. Desain penelitian menggunakan Quasi Experiment dengan pendekatan pre dan post-test with control group. Jumlah sampel sebanyak 19 responden untuk masing-masing kelompok intervensi dan kontrol. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Juli 2024 di wilayah kerja Puskesmas Ngemplak Kabupaten Kudus. Pemberian jus buah naga dilakukan sebanyak 2 kali/hari selama 7 hari. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan glukometer dengan merk Easy Touch Type ET-301. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney.Terdapat pengaruh pemberian jus buah naga terhadap kadar gula darah pada klien DM dengan nilai p = 0,000 (p0,05). Pemberian jus buah naga dapat menurunkan kadar gula darah. Oleh karena itu klien DM diharapkan dapat mengkonsumsi jus buah naga sebagai intervensi mandiri dalam menurunkan kadar gula darah. Bentuk intervensi ini dapat diintegrasikan dalam upaya Kesehatan masyarakat di wilayah kerja puskesmas melalui program prolanis atau posbindu penyakit tidak menular.
PENGARUH TERAPI BERPIKIR POSITIF TERHADAP KEPATUHAN CUCI TANGAN DALAM PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN COVID - 19 PADA IBU RUMAH TANGGA DI KELURAHAN PURWOSARI KUDUS Anny Rosiana Masithoh; Sukesih Sukesih; Afiyanti Riyana Dewi
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1467

Abstract

AbstrakCovid-19 telah menginfeksi seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kota Kudus, menurut data website resmi satgas Covid-19 pada tanggal 24 September 2020 telah mencpai 1.469 kasus positif, dan pada wilayah Kelurahan Purwosari menurut data pada tanggal 2 Oktober 2020 telah terdapat kasus positif sebanyak 15 kasus, dalam upaya pencegahanya diperlukan ketaatan dalam pelaksanakan protokol kesehatan terutama dalam hal mencuci tangan. Teori konspirasi dalam kasus Covid-19 terus berkembang sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi abai terhadap protokol kesehatan, untuk itulah diperlukan intervensi untuk mengurangi penyebaran Covid-19.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi berpikir positif terhadap kepatuhan cuci tangan dalam pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 pada ibu rumah tangga di Kelurahan Purwosari Kudus. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan menggunakan bentuk rancangan Control Group Pre Test Post Test. Peneliti menggunakan purposive sampling dengan mengambil jumlah populasi sebanyak 3143 ibu rumah tangga dan jumlah sampel sebanyak 66 orang. Analisa bivariat menggunakan uji wilcoxon dan instrument yang digunakan adalah lembar kuesioner dan buku terapi berpikir positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh terapi berpikir positif terhadap kepatuhan cuci tangan dalam pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 pada ibu rumah tangga di Kelurahan Purwosari Kudus 2021 dengan P Value sebesar 0,027 dengan α 5%. Ada pengaruh terapi berpikir positif terhadap kepatuhan cuci tangan dalam pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 pada ibu rumah tangga di Kelurahan Purwosari Kudus 2021
Pengaruh Black Garlic Terhadap Kekambuhan pada Penderita Gastritis di Desa Tubanan Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara Ninda Titian Asta Gini; Sukesih Sukesih; Diana Tri Lestari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46537

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Black Garlic terhadap kekambuhan pada penderita gastritis di desa Tubanan Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi experiment dengan pendekatan control group pretest-posttest. Penelitian ini menggunakan teknik purpasive sampling, sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 orang penderita gastritis, dikelompokkan menjadi 15 orang kelompok intervensi dan 15 orang kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan adapun teknik analisis data yang digunakan adalah uji Normalitas, uji Wilcoxon, dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan signifikan dalam frekuensi kekambuhan gastritis pada kelompok intervensi setelah diberikan black garlic, pada hasil uji Mann Whitney dapat diketahui bahwa nilai Asymp.Sig.(2-tailed) sebesar 0,002 sehingga dapat disimpulkan 0,002 < 0,05 dan hipotesis diterima. Jika hipotesis diterima maka artinya terdapat pengaruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian black garlic memiliki pengaruh terhadap penurunan frekuensi kekambuhan gastritis pada penderita di Desa Tubanan. Oleh karena itu, black garlic dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan dalam pengelolaan gastritis.
Pengaruh Senam Ergonomik Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii di Desa Kedalon Yurike Vika Agustin; Sukesih Sukesih; Tri Suwarto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52825

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan salah satu penyakit degeneratif yang dapat menyebabkan komplikasi serius pada penderita, terutama jika kadar gula darah tidak terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam ergonomik terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di Desa Kedalon, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Jenis penelitian ini adalah kuasi-eksperimental dengan rancangan pre-test post-test control group design. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 30 orang pasien diabetes melitus tipe II, yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu 15 orang pada kelompok intervensi yang melakukan senam ergonomik 3 kali seminggu, dan 15 orang pada kelompok kontrol yang mendapat edukasi tentang DM. Uji statistik yang digunakan adalah uji Paired Sample T-Test dan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan signifikan kadar gula darah pada kelompok intervensi setelah dilakukan senam ergonomik. Rata-rata kadar gula darah sebelum intervensi pada kelompok intervensi adalah 223.73 mg/dL, sementara setelah intervensi turun menjadi 163.07 mg/dL, dengan selisih rata-rata 60.67 mg/dL. Hasil uji PairedSample T-Test menunjukkan nilai p 0.000 (p < 0.05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan senam ergonomik terhadap penurunan kadar gula darah pada kelompok intervensi. Sebaliknya, pada kelompok kontrol, tidak terjadi perubahan signifikan, dengan p-value = 0.743 (p > 0.05). Berdasarkan hasil tersebut. dapat disimpulkan bahwa senam ergonomik efektif dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di Desa Kedalon. Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Hal ini menjadikan senam ergonomik sebagai salah satu terapi non-farmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II.
PENGARUH TERAPI OKUPASI MOTORIK HALUS MENGGUNTING DAN MENEMPEL TERHADAP KREATIVITAS ANAK TUNAGRAHITA DI SLB N PURWOSARI KUDUS Nadya Putri Kusumaningrum; Anny Rosiana Masithoh; Sukesih Sukesih
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.2879

Abstract

Kreativitas adalah potensi penting yang perlu dikembangkan sejak dini karena berperan dalam meningkatkan kepercayaan diri, imajinasi, dan kemandirian anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Pada anak tunagrahita, stimulasi kreativitas dapat dilakukan melalui terapi okupasi motorik halus, salah satunya melalui kegiatan menggunting dan menempel. Terapi okupasi adalah intervensi non-farmakologis yang bertujuan meningkatkan motorik halus dan kreativitas melalui aktivitas yang bermakna dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pelaksanaan terapi okupasi motorik halus melalui kegiatan menggunting dan menempel terhadap tingkat kreativitas anak tunagrahita di SLB N Purwosari Kudus. Metode : Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain One Group Pre-Test Post-Test. Sampel penelitian berjumlah 34 anak tunagrahita yang pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi kreativitas dan buku kerja terapi okupasi. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk membandingkan dua data berpasangan. Hasil : Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh terapi okupasi motorik halus menggunting dan menempel terhadap kreativitas anak tunagrahita di SLB N Purwosari Kudus, dengan nilai p value = 0,000 (0,05). Kesimpulan : Terapi okupasi motorik halus menggunting dan menempel terbukti efektif memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kreativitas anak tunagrahita di SLB N Purwosari Kudus.Kata Kunci: Anak Tunagrahita, Kreativitas, Menggunting dan Menempel, Motorik Halus, Terapi Okupasi  ABSTRACT Creativity is an important potential that needs to be developed from an early age, because it plays a role in increasing children's self-confidence, imagination, and independence in daily activities. For children with special needs, creativity stimulation can be done through fine motor occupational therapy, one of which is through cutting and pasting activities. Occupational therapy is a non-pharmacological intervention that aims to improve fine motor skills and creativity through meaningful and enjoyable activities. This study aims to examine the effect of implementing fine motor occupational therapy through cutting and pasting activities on the level of creativity of children with special needs at SLB N Purwosari Kudus. Method: This study was conducted using a quantitative approach with a One Group Pre-Test Post-Test design. The research sample was 34 children with special needs selected using a total sampling technique. The research instruments were creativity observation sheets and occupational therapy workbooks. Data analysis was carried out univariately to describe the characteristics of respondents and bivariately using the Wilcoxon Signed Rank Test to compare two sets of paired data. Results: This study shows the influence of fine motor occupational therapy with the cutting and sticking method on the creativity of children with intellectual disabilities at SLB N Purwosari Kudus, with a value (P value = 0.000). Conclusion: Fine motor occupational therapy with the cutting and sticking method has been proven to be effective in providing a positive influence on increasing the creativity of children with intellectual disabilities at SLB N Purwosari Kudus.Keywords: Children with Intellectual Disabilities, Creativity, Cutting and Pasting, Fine Motor Skills, Occupational Therapy.