Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENERAPAN PERMAINAN EDUKATIF ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN PEDULI LINGKUNGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KARANGAMPEL Mustika Fairus; Ika Tristanti; Naili Azizah; Yunita Andriyani; Nurul Iman; Ahmad Hariyanto
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 6, No 2 (2024): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v6i2.2723

Abstract

Isu lingkungan telah menjadi salah satu masalah global yang semakin mendesak untuk diselesaikan. Pemahaman edukasi terkait peduli lingkungan dengan pencegahan membuang sampah pada tempatnya dan sesuai jenisnya perlu dilakukan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa SDN 1 Karangampel dalam pemilahan sampah organik dan anorganik melalui permainan ular tangga. Metode pembelajaran dilakukan melalui sosialisasi dan penerapan pembelajaran melalui media permainan ular tangga. Selama permainan, siswa dihadapkan pada pertanyaan seputar pengelolaan sampah dan jenis sampah. Hasil kegiatan edukasi peduli lingkungan mampu menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa terkait dampak sampah  dari 36% menjadi 92% sedangkan pengetahuan cara pemilahan sampah dari 24% menjadi 86%. Pendekatan pembelajaran yang menyenangkan seperti permainan ular tangga, diharapkan siswa dapat lebih mudah mengingat dan mengaplikasikan pengetahuan tentang pengelolaan sampah dan menjaga lingkungan sekitar.
UPAYA UPSKILLING KADER POSYANDU DALAM DETEKSI DINI STUNTING DI DESA LORAM KULON , KUDUS Ika Tristanti; Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum; Ade Ima Afifa Himayati; Moh Aris Prasetiyanto; Yoga Awalludin Nugraha
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 1 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i1.1851

Abstract

Kader kesehatan merupakan komponen masyarakat yang sangat penting dalam pemberdayaan kesehatan masyarakat.Saat ini, masih banyak kader kesehatan di Desa Loram Kulon yang melaksanakan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan yang kurang sesuai dengan standar operasional prosedurnya (SOP). Tujuan kegiatan Upskilling kader kesehatan dalam deteksi dini stunting adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam melaksanakan tugas,fungsinya sebagai kader dan mampu melaksanakan pengukuran antropometri dengan benar. Metode pelaksanaan kegiatan melalui 2 tahap yaitu 1) Tahap sosialisasi dan survei sebelum pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, 2) Tahap pelaksanaan edukasi, pelatihan kader deteksi stunting . Kegiatan diikuti oleh 30 kader kesehatan, petugas desa dan Bidan Desa Loram Kulon. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah Hasil evaluasi pelaksanaan upskilling  kader kesehatan adalah adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan  kader kesehatan dalam melaksanakan tugasnya sebagai kader pada kegiatan posyandu dan kemampuannya dalam melakukan pengukuran antropometri bayi dan balita sebagai upaya deteksi dini stunting. Simpulan , Diharapkan semua kader kesehatan dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara maksimal. Pemerintah desa dan bidan desa diharapkan selalu melakukan monitoring dan evaluasi kinerja kader kesehatan dalam pelaksanaan posyandu dan deteksi dini stunting
Hubungan Dukungan Suami Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukolilo 2 Putri Putri; Diah Andriani Kusumastuti; Ika Tristanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara tingkat kecemasan ibu baru dan dukungan suami mereka. Populasi yang diteliti dalam studi cross sectional ini menggunakan metodologi analitik observasional adalah ibu-ibu pada periode pascapersalinan antara 0-42 hari setelah melahirkan. Sampel diambil dengan metode purposive sampling yang melibatkan 42 ibu nifas sebagai responden. Kuesioner digunakan untuk pengumpulan data, dan metode uji Spearman Rho digunakan untuk analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari total 42 ibu nifas, terdapat 27 ibu nifas yang menerima dukungan dari suami, sedangkan 15 ibu nifas lainnya tidak mendapatkan dukungan suami. Persentase ibu yang baru melahirkan dengan dukungan dari suami yang bebas dari kecemasan adalah 22 responden dengan 81,5%, cemas ringan 3 responden yang setara dengan 11,1 %, dan cemas sedang 2 responden yang mencakup 7.4%. Di sisi lain, ibu nifas tanpa dukungan suami terdiri dari 4 responden yaitu 26,7% yang tidak mengalami kecemasan, 8 responden atau 53,3% yang merasakan cemas ringan, dan 3 responden atau 20,0% yang mengalami kecemasan sedang. Dengan nilai p-value 0,000 <0,05 dan nilai r sebesar -0,671, temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan antara dukungan suami dan kecemasan pascapersalinan pada ibu. Studi ini menyimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kekhawatiran seorang ibu setelah melahirkan dan dukungan dari suaminya. Kecemasan ibu menurun seiring dengan meningkatnya dukungan dari suami.
Effectiveness of the "CEPAT" (Smart and Compliant) Health Promotion Model on Blood Pressure Control in Hypertensive Patients: A Quasi-Experimental Study Dewi Hartinah; Ika Tristanti; Iswatun Qasanah
Journal of Public Health Sciences Vol. 5 No. 02 (2026): In Press - Journal of Public Health Sciences
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.jphs.002077

Abstract

The necessity for efficient non-pharmacological methods to supplement medical therapy is highlighted by the fact that hypertension remains a major global public health concern. In Kudus Regency, Indonesia, this study looked at how well the CEPAT health promotion model worked to lower blood pressure in hypertensive individuals. Purposive sampling was used to choose 32 individuals from PRM 02 Pasuruhan Lor for a quasi-experimental study with a pre-test–post-test control group design. Participants were split equally between a control group (n = 16) and an intervention group. While the control group got standard care, the intervention group participated in a four-week CEPAT health promotion program. Following the intervention, the diastolic blood pressure decreased from 103.71 ± 1.03 mmHg to 93.13 ± 0.93 mmHg (p = 0.001) and the systolic blood pressure decreased significantly from 167.81 ± 32.19 mmHg to 135.63 ± 16.43 mmHg (p < 0.001). On the other hand, the control group showed no statistically significant changes. A substantial difference between the two groups was also shown by post-intervention analysis (p < 0.001). These results imply that the CEPAT health promotion model is a useful community-based intervention for improving blood pressure control and could be a useful tactic for managing hypertension.
Pengaruh Edukasi Tumbuh Kembang Terhadap Kepatuhan Kunjungan Ibu Balita Datang ke Posyandu Siti Nisrina; Diah Adriani K; Noor Azizah; Ika Tristanti
An-Najat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i3.3917

Abstract

Posyandu berperan penting dalam pemantauan tumbuh kembang balita, namun kepatuhan kunjungan ibu masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi tumbuh kembang balita terhadap tingkat kunjungan ibu di Posyandu Melati 2 Desa Mayong Jepara. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan non-equivalent control group. Penelitian melibatkan 35 ibu balita yang dipilih menggunakan teknik total sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi sebanyak 18 responden dan kelompok kontrol sebanyak 17 responden. Kelompok intervensi diberikan edukasi tumbuh kembang balita menggunakan media leaflet selama ±30 menit, sedangkan kelompok kontrol memperoleh pelayanan Posyandu rutin tanpa edukasi khusus. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05 untuk membandingkan proporsi kepatuhan kunjungan antara kelompok intervensi dan kontrol. Hasil menunjukkan bahwa proporsi ibu dengan kunjungan patuh pada kelompok yang memperoleh edukasi sebesar 88,9%, sedangkan pada kelompok tanpa edukasi sebesar 52,9%. Uji Pearson Chi-Square menunjukkan χ²=5,536 dan p=0,019 (p<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan proporsi kepatuhan kunjungan yang bermakna antara kedua kelompok. Edukasi tumbuh kembang berpotensi meningkatkan kepatuhan kunjungan ibu balita ke Posyandu dan dapat dipertimbangkan sebagai salah satu strategi promotif dalam meningkatkan pemanfaatan pelayanan Posyandu.
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DAN STATUS GIZI IBU DENGAN KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH (BBLR) DI SANTOSA HOSPITAL BANDUNG KOPO Isma Gita Nurani; Diah Andriani K; Ika Tristanti
Nusantara Hasana Journal Vol. 6 No. 3 (2026): Nusantara Hasana Journal, August 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v6i3.2330

Abstract

Low Birth Weight (LBW) is a neonatal health issue influenced by maternal conditions during pregnancy. Maternal hemoglobin levels and nutritional status play a crucial role in supporting fetal growth and development, including birth weight. This study aims to determine the relationship between maternal hemoglobin levels, nutritional status based on Body Mass Index (BMI), and the incidence of LBW at Santosa Hospital Bandung Kopo for the period of July–December 2025. This study utilized an analytical observational design with a retrospective cross-sectional approach. A sample of 100 respondents was selected using consecutive sampling. Data were retrieved from medical records, including maternal hemoglobin levels, maternal BMI, and birth weight. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods with the Chi-Square test. A total of 40% of infants experienced LBW, while 42% of mothers had anemia and 58% were non-anemic. The Chi-Square test revealed a significant relationship between maternal hemoglobin levels and the incidence of LBW (p-value = 0.001). Anemic mothers were 4.216 times more likely to deliver LBW infants compared to non-anemic mothers (OR = 4.216; 95% CI: 1.799–9.878). Meanwhile, no significant relationship was found between maternal nutritional status based on BMI and the incidence of LBW (p = 0.467). Maternal hemoglobin levels are significantly associated with the incidence of LBW, whereas maternal nutritional status based on BMI shows no significant association. Monitoring maternal hemoglobin levels and nutritional status during pregnancy remains essential as part of efforts to prevent LBW.