Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENTINGNYA EDUKASI GIZI SEIMBANG BAGI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Atun Wigati; Ana Zumrotun Nisak
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1517

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang penting diperhatikan karena merupakan masa transisi antara masa anak-anak dan dewasa. Gizi seimbang pada masa ini sangat menentukan kematangan mereka di masa depan. Seperti halnya pada remaja perempuan harus memperhatikan asupan makanan karena akan menjadi calon ibu yang akan melahirkan generasi penerus yang lebih baik. Kebutuhan anak laki-laki dan perempuan berbeda. Anak laki-laki banyak melakukan aktivitas fisik sehingga membutuhkan energi. Sedangkan, perempuan mengalami haid sehingga banyak memerlukan protein dan zat gizi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah Jekulo Kudus pada remaja putra dan putri kelas XII dengan memberikan pengarahan pentingnya gizi seimbang pada remaja, manfaat gizi seimbang, macam – macam gizi seimbang bagi kesehatan reproduksi remaja. Hasil yang diharapkan pada pengabdian ini adalah remaja dapat merubah perilaku dan pola pikir cara mengkonsumsi makanan dengan melihat kebutuhan gizi yang seimbang untuk persiapan kematangan kesehatan reproduksi, serta menghasilkan luaran modul tentang pentingnya edukasi gizi seimbang bagi remaja.
The correlation of husband’s assistance with the risk of postpartum blues in postpartum mothers Nadia Widiyanti; Dwi Astuti; Ana Zumrotun Nisak
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 11 (2026): February Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i11.2630

Abstract

Background: The postpartum period is a very important period of physical and psychological adaptation for mothers after giving birth. One psychological disorder is postpartum blues or baby blues. One important intervention in reducing the risk of postpartum blues is support and assistance from the husband. Purpose: To determine the correlation of husband assistance on the risk of postpartum blues in postpartum mothers. Method: This study is a quantitative study using a correlational analytical model. The population in this study consisted of all mothers who gave birth at the Fita Ari Murtini Bae Kudus Midwife Practice (PMB) between September and November 2025, totalling 90 mothers. The sample size was calculated using the Slovin formula, resulting in a sample size of 74 mothers. The test used in this study was the chi-square test. Results: Respondents who were accompanied by their husbands in the good category numbered 48 (64.9%) respondents, respondents who were not depressed numbered 51 (68.9%) compared to those who experienced postpartum depression, namely 23 (31.1%). Conclusion: There is a relationship between spousal support and the occurrence of postpartum depression blues with a p-value of 0.002. The odds ratio (OR) value of 5.056 means that respondents who received spousal support were five times less likely to be depressed than those who received less spousal support. Suggestion: Other researchers investigate other factors that influence the occurrence of postpartum blues, such as family support other than the husband, socioeconomic factors, and the mother's psychological condition before giving birth.
The relationship between the role of health workers and interest in using mow contraception Nia Trisanti Sari; Ana Zumrotun Nisak; Dwi Astuti
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 11 (2026): February Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i11.2651

Abstract

Background: Long-term contraceptive methods are contraceptives that can be used for more than two years. Factors that can influence the selection of MOW contraception include health workers. Health workers, in addition to providing physical services, are authorised to carry out Communication, Education and Information (IEC) to prospective birth control users. Purpose: To analyse the relationship between the role of health workers on the interest in using MOW contraception. Method: This research method uses an analytic correlation approach. The population of this study consisted of all patients who used contraception at Sebening Kasih Tayu Pati Hospital, totalling 246 patients. The sample needed in this study was 61 respondents. The instruments used were a questionnaire of the role of health workers and a questionnaire of interest in using MOW contraception. Statistical analysis using chisquare was analysed using statistical techniques, namely the C correlation test with a confidence level of 95% (α = 0.05). Results: Respondents who rated the role of health workers as poor were mostly not interested in using MOW, namely 23 respondents (37.7%), while only 5 respondents (8.2%) were interested. In contrast, respondents who rated the role of health workers as good were mostly interested in using MOW, namely 27 respondents (44.3%), and only 6 respondents (9.8%) were not interested. Conclusion: There is a significant relationship between the role of health workers and interest in using MOW contraception. Suggestion: Midwives are advised to always invite fertile couples to be able to accept and take the time when given health education and can make the right decision to use effective family planning as needed.
PENDAMPINGAN KELUARGA TERAPI STIMULASI ORAL TERHADAP REFLEK MENGHISAP DAN PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI BBLR Zahrotul Ulya; Noor Azizah; Ana Zumrotun Nisak
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 17, No 1 (2026): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v17i1.3278

Abstract

Pada bayi BBLR, kemampuan menyusu secara oral merupakan salah satu kriteria keluar dari rumah sakit. Ketidakmampuan refleks hisap pada bayi disebabkan oleh kemampuan otot menghisap masih lemah dan kemampuan oral belum stabil yang mengakibatkan berat badan belum optimal. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendampingan keluarga terapi stimulasi oral terhadap reflek menghisap dan peningkatan berat badan bayi BBLR di RSI Sultan Hadlirin Jepara. Dalam penelitian ini akan menggunakan jenis penelitian pra eksperimen dengan two group pre test - post test design yaitu penelitian ini terdapat dua kelompok intervensi dan kontrol yang mana setiap kelompok akan mendapat test dua kali sebelum dan sesudah intervensi. Kelompok intervensi diberikan tindakan stimulasi oral dan pendampingan keluarga sedangkan kelompok control mendapat perlakukan sesuai SOP rumah sakit untuk bayi BBLR. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi berat badan lahir rendah di ruang siti hajar RSI Sultan Hadlirin Jepara bulan November Tahun 2025 sebanyak 53 bayi BBLR. Jumlah sampel dihitung dengan rumus slovin didapatkan sampel sebanyak 47 bayi. Teknik sampel yaitu consecutif sampling (berurutan). Instrument yang digunakan adalah early feeding assessment dan penimbangan berat badan. Analisa data menggunakan uji uji paired t test. Hasil penelitian menjelaskan ada pengaruh pendampingan keluarga terapi stimulasi oral terhadap reflek menghisap pada bayi BBLR di RSI Sultan Hadlirin Jepara dengan nilai p = 0,000 kurang dari 0,05. Ada pengaruh pendampingan keluarga terapi stimulasi oral terhadap peningkatan berat badan bayi BBLR di RSI Sultan Hadlirin Jepara dengan nilai p = 0,000 kurang dari 0,05. Saran yang dapat diberikan pada penelitian selanjutnya yaitu menambahkan variabel lain yang mempengaruhi peningkatan berat badan bayi BBLR seperti faktor nutrisi ibu dan lama perawatan.
ANALISIS EMPAT TERLALU TERHADAP RISIKO TINGGI KEHAMILAN Evi Damayanti; Ana Zumrotun Nisak; Nasriyah Nasriyah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3040

Abstract

Kehamilan risiko tinggi masih menjadi tantangan kesehatan ibu yang signifikan di wilayah kerja Puskesmas Juwana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian kehamilan risiko tinggi di wilayah Puskesmas Juwana. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri atas 220 ibu hamil yang diambil secara total sampling dari data rekam medis periode Januari–Maret 2024. Pemilihan sampel menggunakan kriteria inklusi yaitu ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di wilayah kerja Puskesmas dan memiliki data lengkap, serta kriteria eksklusi yaitu ibu hamil dengan data 4 Terlalu yang tidak lengkap. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan data rekam medis untuk mengukur variabel empat terlalu (umur, jarak kelahiran, dan jumlah anak) serta status risiko kehamilan. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square . Hasil menunjukkan bahwa 18,2% ibu hamil mengalami kehamilan risiko tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,000), jarak kelahiran (p=0,000), dan paritas (p=0,000) dengan kejadian kehamilan risiko tinggi. Hasil ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan edukasi berkelanjutan untuk mencegah komplikasi selama kehamilan.  Diperlukan penguatan layanan antenatal di tingkat primer guna meningkatkan mutu kesehatan ibu dan janin.
DETERMINAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL Pungki Indriyani; Ana Zumrotun Nisak; Nasriyah Nasriyah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.2996

Abstract

Salah satu aspek yang masih mengakibatkan melonjaknya angka kematian ibu (AKI) di Indonesia yaitu masalah kehamilan yang sebenarnya dapat dicegah melalui kepatuhan dalam melakukan kunjungan antenatal care (ANC). Namun, ibu hamil trimester ketiga di Puskesmas Juwana masih menunjukkan tingkat kepatuhan yang rendah terhadap kunjungan ANC. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti usia, jumlah kelahiran (paritas), dan tingkat pendidikan. Oleh karenanya, studi ini tujuannya untuk menganalisa hubungan antara umur, paritas, dan pendidikan dengan kepatuhan terhadap kunjungan ANC. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif korelasional denganrancangan retrospektif. Penelitian dilakukan di Puskesmas Juwana pada 15 Maret–15 April 2025. Populasi penelitian mencakup 237 ibu hamil pada trimester ketiga yang menjalani pemeriksaan antenatal care, dengan sampel sebanyak 59 responden dipilih melalui total sampling  berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hanya data sekunder dari observasi dan kuesioner berdasarkan informasi dari rekam medis dan buku KIA yang dipakai pada studi ini. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis berbantuan aplikasi SPSS for Windows. Hasil menunjukkan bahwa umur, paritas, dan pendidikan merupakan faktor yang memengaruhi kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Juwana (p = 0,041; p = 0,000; p = 0,042). Secara khusus, hasil ini mengindikasikan bahwasanya primipara, ibu dengan pendidikan menengah, dan wanita umur non-risiko lebih cenderung mematuhi kunjungan ANC. Temuan ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan karakteristik ibu dalam upaya meningkatkan kepatuhan terhadap kunjungan ANC, yang pada akhirnya bertujuan untuk mencegah berbagai masalah kehamilan.
HUBUNGAN KEPATUHAN IBU DALAM PEMANTAUAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DENGAN HASIL KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN (KPSP) Aliyatur Rofi’ah; Islami Islami; Ana Zumrotun Nisak
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.2991

Abstract

Masa anak perlu dilakukan stimulasi agar tumbuh kembang anak berkualitas dan tidak terdapat penyimpangan. Faktor yang pertama yaitu keluarga, yang merupakan unit terpenting dalam pengembangan sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan ibu dalam pemantauan perkembangan anak usia 5-6 tahun dengan hasil kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP). Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelasi. Penelitian ini menggunakan populasi anak didik yang sekolah di RA Miftahul Huda Tondomulyo Jakenan Pati sebanyak 44 anak. Teknik sampling yang dipergunakan yaitu teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner KPSP dan kuesioner kepatuhan ibu. Analisa data yaitu chi square. Hasil penelitian menerangkan bahwa ibu responden patuh terhadap perkembangan anak sebanyak 30 (68,2%), sedangkan ada 14 (31,8%) ibu responden yang tidak patuh. Hasil kuesioner KPSP menggambarkan bahwa sebagian besar responden berkembang sesuai harapan sebanyak 25 (56,8%), meragukan sebanyak 16 (36,4 %), sedangkan ada 3 (6,8%) responden kurang. Uji chi square sebesar 0,001 artinya ada hubungan kepatuhan ibu dalam pemantauan perkembangan anak usia 5-6 tahun dengan hasil skrining KPSP di RA Miftahul Huda Tondomulyo Jakenan Pati.
HUBUNGAN ANEMIA IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN BAYI LAHIR Tut Indraningrum; Islami Islami; Ana Zumrotun Nisak
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3034

Abstract

Anemia selama kehamilan trimester III merupakan masalah kesehatan yang berisiko tinggi terhadap ibu dan bayi, termasuk berat badan lahir rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara anemia pada ibu hamil trimester III dengan berat badan bayi lahir di wilayah kerja Puskesmas Juwana. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik korelasional. Sampel sebanyak 52 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu memiliki data kadar hemoglobin, data berat badan bayi baru lahir, serta melahirkan di fasilitas kesehatan wilayah kerja Puskesmas, dan diambil dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis, meliputi kadar hemoglobin trimester III dan berat badan bayi saat lahir. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengalami anemia ringan (69,2%) dan melahirkan bayi dengan berat badan normal (75,0%). Hasil uji Spearman rho menunjukkan nilai p = 0,000 (0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara anemia ibu hamil dan berat badan bayi lahir. Disimpulkan bahwa semakin berat tingkat anemia, semakin besar kemungkinan bayi lahir dengan berat badan rendah. Diperlukan intervensi pencegahan anemia selama kehamilan untuk menekan risiko BBLR.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Ketuban Pecah Dini pada Ibu Bersalin di Puskesmas Kedung 1 Neneng Anisa; Ana Zumrotun Nisak; Nor Asiyah
Journal of Midwifery and Health Science of Sultan Agung Vol. 5 No. 1 (2026): JMHSA
Publisher : Sultan Agung Islamic University of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Premature rupture of membranes (PROM) is when the membranes rupture before labor and after waiting for one hour there are no signs of labor. Full-term or pre-term pregnancy can cause premature rupture of membranes, which increases the risk to the mother and fetus. In this study, factors that influence the possibility of premature rupture of membranes in pregnant women are discussed. such as parity, occupation, Smoking activity, Objective: To decide the components that impact the event of untimely crack of films in moms giving birth at the Kedung 1 Wellbeing Center Method: This study is a type of correlational research, namely examining the relationship between variables. With a sample size of 60 respondents, using a checklist filled in using Secondary data in this study were obtained by taking data on mothers giving birth with or without PROM accompanied by occupation, parity and family members who smoke. Analysis using the rho sperm test. Results: The results of the study showed that occupation obtained p rate 0.604, for parity obtained p rate 0.000 and for smoking activity p rate 0.000. Of the three results above, figure the impact the event of untimely crack of films in ladies giving birth at the Kedung 1 Community Helth Center include parity and smoking habits