Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KEMATANGAN KARIR PADA SISWA KELAS XII SMA N 2 KLATEN Anisa Listyowati; Tri Rejeki Andayani; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.639 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i2.23

Abstract

Perkembangan karir merupakan perkembangan yang dialami individu terkait karir yang ingin atau sedang dijalani. Perkembangan karir individu terjadi melalui beberapa tahapan, yaitu growth, exploration, establishment, maintenance, dan disengagement. Keberhasilan individu dalam menjalani satu tahapan menunjukkan kematangan karir dan kesiapan menjajaki tahapan perkembangan karir selanjutnya. Siswa Kelas XII berada pada fase remaja akhir, dimana remaja pada fase ini dituntut untuk memiliki kemandirian ekonomi. Hal ini tentunya tidak akan bisa tercapai apabila siswa belum membuat keputusan karir dan merencanakannya. Siswa yang memiliki kematangan karir yang tinggi mampu membuat keputusan karir yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan antara kebutuhan aktualisasi diri dengan kematangan karir, (2) hubungan antara dukungan sosial dengan kematangan karir, serta (3) hubungan antara kebutuhan aktualisasi dan dukungan sosial dengan kematangan karir. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XII SMA N 2 Klaten yang berjumlah sembilan kelas. Sampel penelitian berjumlah tiga kelas penelitian dengan total responden 89 orang yang diambil dengan cara cluster random sampling. Kelas penelitian tersebut adalah kelas XII IPA2 dengan jumlah responden 31 orang, kelas XII IPA4 dengan jumlah responden 33 orang, dan kelas XII IPS2 dengan jumlah responden 25 orang. Penelitian ini menggunakan Skala Kebutuhan Aktualisasi Diri dengan koefisien validitas 0,25 dan reliabilitas alpha 0,757, Skala Dukungan Sosial dengan koefisien validitas 0,25 dan reliabilitas alpha 0,852, dan Skala Kematangan Karir dengan koefisien validitas 0,25 dan reliabilitas alpha 0,880. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Analisis Regresi Berganda dan Analisis Korelasi Parsial. Hasil uji dengan Analisis Regresi Berganda menunjukkan bahwa secara bersama-sama kebutuhan aktualisasi diri dan dukungan sosial memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kematangan karir, terlihat dari p-value sebesar 0,000   (< p-value 0,05); Fhitung 19,365 > Ftabel 3,10; dan koefisien korelasi (R) 0,557. Sementara hasil Analisis Korelasi Parsial menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara kebutuhan aktualisasi diri dengan kematangan karir, serta antara dukungan sosial dengan kematangan karir, terlihat dari p-value masing-masing sebesar 0,000 dan 0,027 (< p-value 0,05) dan dengan koefisien korelasi (r) 0,45 dan 0,2. Kata kunci: kebutuhan aktualisasi diri, dukungan sosial, kematangan karir
Studi Meta-analisis: Empati dan Bullying Tri Rejeki Andayani
Buletin Psikologi Vol 20, No 1-2 (2012)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.676 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11947

Abstract

This article examines the corelation between empathy and bullying using meta-analytic techniques. The quantitave review includes 23 studies from 14 articles. Summary analysis providedsupport for the hypothesis that empathy has a negative correlation on bullying.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN ( INTELEKTUAL, EMOSI, SPIRITUAL ) DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA DEWASA MUDA PENYANDANG CACAT TUBUH DI BALAI BESAR REHABILITASI SOSIAL BINA DAKSA PROF. DR. SOEHARSO SURAKARTA Desi Anggraini; Sri Wiyanti; Tri Rejeki Andayani
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jip.v1i1.71944

Abstract

Penerimaan diri merupakan sikap positif terhadap diri sendiri, yang berarti mampu menerima segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, sekalipun itu kondisi cacat tubuh. Bagi dewasa muda hal tersebut tentu bukan hal yang mudah untuk diterima, baik itu cacat bawaan atau cacat sesudah lahir. Berbagai gejolak emosi yang muncul dari dalam dan luar seperti pandangan orang lain, akan mempengaruhi individu untuk bisa menerima diri atau malah menolak diri. Dalam hal ini peran ketiga jenis kecerdasan (intelektual,emosi,spiritual) sangat penting untuk membantu individu dewasa muda keluar dari tekanan yang ada dan mampu meraih kondisi penerimaan diri yang realistis. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui:1) hubungan antara kecerdasan intelektual, kecerdasan emosi, dan kecerdasan spiritual dengan penerimaan diri pada dewasa muda penyandang cacat tubuh; 2) hubungan antara kecerdasan intelektual dengan penerimaan diri; 3) hubungan antara kecerdasan emosi dengan penerimaan diri; dan 4) hubungan antara kecerdasan spiritual dengan penerimaan diri.. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa Prof. Dr. Soeharso Surakarta, berusia 20-30 tahun, pendidikan minimal SMP, berjumlah 40 orang. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Pengumpulan data penelitian menggunakan Skala Penerimaan Diri (validitas = 0,337-0,694; reliabilitas = 0,897), Skala Kecerdasan Emosi (validitas = 0,318-0,753; reliabilitas = 0,895), dan Skala Kecerdasan Spiritual (validitas = 0,336-0,726; reliabilitas = 0,912), dan Culture Fair Intelligence Test (CFIT) Skala3.Penelitian ini menggunakan teknik analisis multivariate non-parametrik Regresi Logistik Ordinal. Hasil Uji Simultan dengan menggunakan statistik Likelihood Ratio (LR) menunjukkan nilai X2=28,942 (X2hitung>X2tabel) dan p = 0,000 (p<0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan intelektual, kecerdasan emosi, dan kecerdasan spiritual dengan penerimaan diri pada penyandang cacat tubuh. Uji parsial dalam Regresi Logistik Ordinal adalah dengan Uji Wald. Hasil Uji Parsial dengan Uji Wald menunjukkan ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dengan penerimaan diri penyandang cacat tubuh (p=0,007; p<0,05), ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan spiritual dengan penerimaan diri penyandang cacat tubuh (p=0,042; p<0,05), serta terdapat hubungan yang sangat lemah meskipun tidak signifikan antara kecerdasan intelektual dengan penerimaan diri penyandang cacat tubuh (p=0,687; p>0,05).
Penyusunan dan Validasi Modul Self Compassion untuk Remaja Panti Asuhan Tri Rejeki Andayani
Nathiqiyyah Vol 5 No 2 (2022): Nathiqiyyah - Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Program Studi Psikologi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/nathiqiyyah.v5i2.603

Abstract

Remaja Panti Asuhan pada umumnya merupakan anak-anak yang tidak memiliki keluarga yang lengkap, baik secara fisik maupun psikologis. Untuk itu perlu dikembangkan welas asih pada dirinya sendiri agar nantinya memiliki welas asih pula pada sesama. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan menguji validitas modul Self Compassion bagi Remaja Panti Asuhan. Penyusunan dilakukan dengan pendekatan research and development, mulai dari analisis kebutuhan, pengembangan modul, dan validasi modul. Sementara untuk tahap implementasi dan evaluasi akan dilakukan pada riset selanjutnya. Validitas modul dari segi isi dilakukan oleh tiga orang pakar dan uji keterbacaan oleh pengguna yakni Remaja Panti Asuhan sebanyak 20 orang. Analisis data dengan kuantitatif deskriptif. Hasil pengujian modul menunjukkan nilai rata-rata dari penilaian pakar sebesar 80,7 dengan demikian modul dapat dikategorikan baik dan dapat digunakan setelah dilakukan revisi minor. Demikian pula dari penilaian keterbacaan pengguna diperoleh nilai rata-rata sebesar 81,7 sehingga dapat dikategorikan baik dan modul mudah dipahami. Modul Self Compassion yang disusun dalam penelitian ini terbukti valid dan dapat digunakan oleh remaja Panti Asuhan secara mandiri. Tahap penelitian selanjutnya yang akan dilakukan adalah menguji efektivitas penerapan modul melalui penelitian kuasi eksperimen.