Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengembangan kelompok usaha Anugrah Jaya bidang budi daya ikan, peternakan ayam, dan pengrajin sale & tempe Hodidjah Hodidjah; Yasbiati Yasbiati; Dadan Nugraha; Dwi Alia
Jurnal Abmas Vol. 17 No. 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.36781

Abstract

Program pengabdian ini dilaksanakan kepada masyarakat untuk pelatihan, pembinaan dan pendampingan pada kelompok usaha Anugrah Jaya di Desa Pangkalan Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. Metode pendekatan yang digunakan untuk realisasi pengabdian ini yaitu tahap persiapan, tahap assessment, tahap perencanaan alternative program, tahap pemformulasian rencana aksi, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tahap terminasi. Kegiatan ini bertujuan untuk 1) meningkatkan motivasi wirausaha; 2) meningkatkan pemahaman kelompok usaha tentang manajemen usaha, perencanaan bisnis dan manajemen keuangan; 3) meningkatkan keterampilan kelompok usaha dalam budi daya ikan, peternakan ayam dan pengrajin sale & tempe; 4) pembangunan sarana dan prasarana 5) meningkatkan pemahaman kelompok usaha tentang jejaring kewirausahaan dan penyusunan proposal kewirausahaan. Hasil dari kegiatan ini diantaranya adalah 1) meningkatkan jiwa entrepreneurship anggota kelompok usaha sebagai upaya menunjang kegiatan pengembangan kelompok; 2) kelompok usaha memiliki kemampuan manajemen usaha, perencanaan bisnis dan manajemen keuangan; 3) meningkatnya keterampilan kelompok usaha dalam budi daya ikan, peternakan ayam dan pengrajin sale & tempe; 4) terwujudnya sarana dan prasarana 5) meningkatnya pemahaman kelompok usaha tentang jejaring kewirausahaan dan penyusunan proposal kewirausahaan; 6) mampu meningkatkan partisipasi dosen dan mahasiswa UPI Kampus Tasikmalaya dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Transforming early language learning: Augmented reality flashcards for enhancing English vocabulary for young learners Erwin Rahayu Saputra; Seni Apriliya; Dwi Alia; Karmila Rafiqah Binti Mohd Rafiq Anbarasan; Zahara Fajriati Nizar
Studies in English Language and Education Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v13i2.1071

Abstract

With the prevalence of digital technologies worldwide, their inclusion to increase student motivation and comprehension in English vocabulary, especially at the elementary level, is an important factor. This paper aims to explore how to develop Augmented Reality (AR)-based learning media as a fun tool for learning vocabulary. This study focuses on developing an AR-based flashcard that uses three-dimensional (3D) visualization and native-speaker audio for pronunciation to help elementary learners master English vocabulary and increase engagement. Applying a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model, five systematic phases (needs analysis, design, development, implementation, and evaluation) involving diverse participants (students, teachers, and experts) and multiple methods (interviews, surveys, expert validation, and classroom observations) were conducted. The result shows that AR-based flashcards can enhance students’ vocabulary mastery by providing interesting and engaging 3D content and native-speaker audio pronunciation as sensory enhancements. This innovative research on the combination of an interactive 3D visualization and an audio supplement provides students with more effective assistance in mastering English vocabulary. Furthermore, this research can serve as a reference for developing innovative, technology-driven learning tools that address current educational needs. The result indicates that AR-based learning media can be used effectively to enhance students’ motivation to learn English vocabulary, thereby improving their learning outcomes in the early stages of language education.
Implementasi Computational Thinking Unplugged dalam Pembelajaran Seni Tari di Sekolah Indonesia Luar Negeri Davao, Filipina Rosarina Giyartini; Dwi Alia; Muhammad Rijal Wahid Muharram; Retno Uly Nevyanti
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2022): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v7i2.6720

Abstract

This service is based on an analysis of situations and problems, that until now dance learning at SILN Davao, Philippines is still using the dance studio education pattern. The orientation is that students memorize certain dance movements with imitates the teacher, without being given space to creatively. This has an impact on the closure of various intelligences possessed by students. SILN Davao, also often appears at state events to present the face of Indonesia to the public, but this is hampered by the lack of variety in dance learning in schools, which makes Indonesia seem to have minimal traditional arts. To hack this, this community service seeks to implement the concept of dance learning by applying unplugged computational thinking. The goal is that dance learning is not just a matter of memorizing motion, but students can creative ideas in the form of dance according to their level of development. To achieve this, methods used are community situation analysis, problem identification, setting goals, problem solving plans, social approaches, implementing activities, and evaluating. The results of this implementation show that the concept of dance learning at SILN Davao, Philippines that applies computational thinking unplugged can be applied to other SILNs.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN DIRI BERMUATAN LITERASI EMOSI DI SEKOLAH DASAR Berare Zekina Lestari; Seni Apriliya; Dwi Alia
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13258

Abstract

Emotional literacy is an essential competence that needs to be developed in elementary school students, as it helps them recognize, understand, and manage emotions in social interactions and learning. However, in practice, teachers do not yet have specific assessment instruments to systematically measure students’ emotional literacy. This study aims to analyze the need for developing a self-assessment instrument that integrates emotional literacy in elementary schools. This study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through interviews with two teachers and four fifth-grade students from two public elementary schools in Tasikmalaya City, supported by a literature review. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that students have demonstrated basic emotional literacy skills, such as recognizing emotions, showing empathy, managing emotions, resolving emotional conflicts, and building social relationships, although these abilities are not yet fully developed. Teachers reported that self-assessment is still implemented in simple forms and has not utilized specific instruments. Therefore, developing a self-assessment instrument that integrates emotional literacy is necessary to support teachers in assessing and fostering students’ emotional competencies systematically. ABSTRAK Literasi emosi merupakan kompetensi penting yang perlu dikembangkan pada peserta didik sekolah dasar karena berperan dalam membantu mereka mengenali, memahami, dan mengelola emosi dalam interaksi sosial serta pembelajaran. Namun, dalam praktiknya, guru belum memiliki instrumen penilaian khusus untuk mengukur literasi emosi secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan instrumen penilaian diri yang mengintegrasikan literasi emosi di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan dua guru dan empat peserta didik kelas V dari dua sekolah dasar negeri di Kota Tasikmalaya, serta didukung oleh studi literatur. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik telah memiliki kemampuan literasi emosi pada tingkat dasar, seperti mengenali emosi, berempati, mengelola emosi, menyelesaikan konflik emosional, serta membangun hubungan sosial, namun belum berkembang optimal. Guru menyatakan bahwa penilaian diri masih sederhana dan belum menggunakan instrumen khusus. Oleh karena itu, pengembangan instrumen penilaian diri bermuatan literasi emosi diperlukan untuk membantu guru menilai dan mengembangkan kompetensi emosional peserta didik secara sistematis.
Analisis kebutuhan e-modul ekoliterasi dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan di SD Salwa Rahma Sabila; Ghullam Hamdu; Dwi Alia
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 3 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i3.29036

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan e-modul ekoliterasi dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan di sekolah dasar. Analisis ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan instrumen berupa wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini berada di 2 sekolah yakni guru 2 orang, kepala sekolah 2 orang dan murid kelas tinggi sebanyak 30 orang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa e-modul ekoliterasi dibutuhkan di sekolah dasar sebagai bahan ajar dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan. Melalui Kebutuhan tersebut didasarkan pada belum tersedianya bahan ajar ekoliterasi yang secara utuh membantu menumbuhkan karakter peduli lingkungan baik bahan ajar fisik maupun non fisik (e-modul) dan pentingnya karakter peduli lingkungan melalui ekoliterasi ini ditumbuhkan kepada siswa sejak dini. Sehingga berdasarkan hasil tersebut e-modul ekoliterasi dibutuhkan ketersediannya di sekolah dasar. Modul ini dibutuhkan dalam membantu guru mengenalkan ekoliterasi secara bertahap dan menarik.