Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Bimbingan Klasikal Sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Bullying Siswa Tingkat Rendah Ismalandari Ismail; Audri Damayanti; Dita Putri Regina; Khairunnisa Az-Zahra Syamsuddin; Muhammad Ahsan As’ad
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3: Juni-September 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i3.2038

Abstract

Bullying merupakan salah satu masalah serius yang sering terjadi di kalangan siswa tingkat rendah di sekolah. Tindakan bullying dapat berdampak negatif pada kesejahteraan dan perkembangan sosial-emosional siswa, serta mengganggu proses pembelajaran di sekolah. Untuk itu, upaya pencegahan bullying perlu dilakukan secara efektif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan suportif bagi siswa. SD IT Dalam upaya tersebut, bimbingan klasikal dijadikan sebagai salah satu strategi pencegahan bullying yang dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial dan meningkatkan kesadaran tentang tindakan bullying. Metode yang digunakan yaitu bimbingan klasikal dengan media power point presentation. Hasil dari kegiatan bimbingan klasikal ini menunjukkan adanya penurunan perilaku bullying pada murid tingkat rendah.
Peran Kematangan Emosi dalam Mengurangi Somatic Symptom Burden pada Mahasiswa, dengan Stres Sebagai Mediator Baso, Syahrul Hidayat Putra; Fakhri, Nur Fitriany; Ismail, Ismalandari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16143

Abstract

The academic and social demands experienced by college students have triggered stress, which can impact physical health through the emergence of somatic symptoms. The purpose of this study was to examine the relationship between emotional maturity and somatic symptom burden in college students, with stress as a mediator. The method used in this study was a quantitative study, with 452 active college students aged 17-25 studying in Makassar and its surrounding areas as subjects. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Spearman correlation test and the Hayes Macro Process mediation test. The analysis showed that stress played a significant role as a mediator in the relationship between emotional maturity and somatic symptom burden in college students, with a correlation value of 0.0410 and a significance level of 0.000. Furthermore, it was concluded that there is a relationship between emotional maturity and somatic symptom burden in college students mediated by stress, meaning that stress plays a mediator in the relationship between emotional maturity and somatic symptom burden in college students.Keywords: emotional maturity; somatic symptoms; college students ABSTRAK Tuntutan akademik dan sosial yang dialami mahasiswa telah memicu terjadinya stres yang dapat memengaruhi kesehatan fisik dengan munculnya gejala somatis. Tujuan penelitian ini adalah menguji hubungan antara kematangan emosi dan somatic symptom burden pada mahasiswa, dengan stres sebagai variabel mediator. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan subjek penelitian adalah 452 mahasiswa aktif berusia 17-25 tahun yang berkuliah di Kota Makassar dan sekitarnya. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dan uji mediasi Process Macro Hayes. Hasil analisis menunjukkan bahwa stres berperan signifikan sebagai mediator pada hubungan kematangan emosi dengan somatic symptom burden pada mahasiswa dengan nilai korelasi sebesar 0,0410 dan taraf signifikansi 0,000. Selanjutnya disimpulkan bahwa ada hubungan antara kematangan emosi dengan somatic symptom burden pada mahasiswa yang dimediasi oleh stres, artinya stres berperan sebagai mediator dalam hubungan antara kematangan emosi dengan somatic symptom burden pada mahasiswa.Kata kunci: kematangan emosi; gejala somatis; mahasiswa 
PELATIHAN PSYCHOLOGICAL FIRST AID PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNM Ismalandari Ismail; Perdana Kusuma; St. Hadjar Nurul Istiqamah; Tri Sulastri; Nur Akmal
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2023): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i3.43320

Abstract

Psychological first aid (PFA) is a form of psychological intervention that can be given to victims of crises, such as natural disasters. Students are often involved as volunteers in disaster events, but are often more focused on distributing aid or donations. Psychological First Aid training was conducted to increase the knowledge of Marabunta Psychology UNM students who are disaster volunteers about the basic concept and application of PFA to disaster victims. The methods used in this training include lectures and role plays by the participants. The PFA training was divided into four stages including pretest, explanation of the PFA concept by resource persons, role play and relaxation, as well as posttest and evaluation. The results of the analysis of the pretest and posttest data showed that there was a significant increase in the participants' understanding of PFA knowledge.
MENCEGAH FENOMENA FEAR OF MISSING OUT PADA REMAJA Raka Rasyal; Muhammad Setiawan Sahib; Muhammad Alif Abdi Manaf; Ahmad Ridfah; Ismalandari Ismail
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2023): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i3.43397

Abstract

Fear of missing out is a great desire to stay connected with what other people are doing through cyberspace. This psychoeducation aims to add information to adolescents about the Fear of Missing Out phenomenon and how to prevent it. Psychoeducation was carried out by distributing posters and giving a survey using a Google form to several teenagers in Makassar and South Tangerang for three days. The results of implementing psychoeducation on 30 teenage respondents aged 17 to 20 years, namely psychoeducational activities provide information so that respondents become more aware of the Fear of Missing Out phenomenon and add insight. In addition, the insights obtained from psychoeducational activities are that respondents understand more about the Fear of Missing Out phenomenon and how to overcome it, the contents of the poster can be applied to themselves, know what to do when experiencing this situation, and get motivation after reading posters related to Fear of Missing Out prevention.
PROSES REKRUTMEN DAN SELEKSI UNTUK PEMENUHAN KARYAWAN TOKO DI PT. MIDI UTAMA INDONESIA, TBK BRANCH PALU Intan Sarina; Tri Sulastri; Ismalandari Ismail; St Hadjar Nurul Istiqamah; Muhrajan Piara
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2024): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i3.58209

Abstract

PT. Midi Utama Indonesia, Tbk merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang ritel yang tersebar di wilayah Indonesia salah satunya pada Branch Palu yang mencakup 10 kabupaten di Sulawesi Tengah. Hal ini membuat kebutuhan akan sumber daya manusia bertambah. Tujuan dari pengabdian di PT. Midi Utama Indonesia Tbk Branch palu yaitu memaksimalkan pemenuhan source atau karyawan toko di wilayah Poso, Tojo Una-una, Banggai, Pasangkayu dan Parigi Moutong. Pada pemenuhan source mahasiswa magang melakukan tahapan rekrutmen dan seleksi yang ada di PT. Midi Utama Indonesia, Tbk yaitu permintaan karyawan dari user, pengecekan main power plant standart versus actual, menyebarkan info lowongan kerja, screening curriculum vitae, pengundangan seleksi, seleksi psikotes, interview hr, interview user, tes teknikal, pemberkasan, pembentukan kelas training, dan tanda tangan kontrak. Kegiatan pengabdian mahasiswa magang di PT.Midi Utama Indonesia,Tbk branch palu selama periode agustus hingga desember 2023 calon kandidat yang telah berhasil mengikuti tahap rekrutmen dan seleksi hingga akhir pada wilayah pasangkayu 28 karyawan, Poso 21 karyawan, Tojo una-una 22 karyawan, Banggai 31 karyawan, wilayah Parigi moutong 78 karyawan.
Impostor Syndrome pada Mahasiswa: Kenali dan Atasi Sejak Dini Ahmad Ridfah; Ismalandari Ismail; Salsa Sania Putri; Rizky Dwi Ramadhani Rauf; Reisa Putri Salsabila Eda Pasaka; Siti Nurkaya Mulyadi
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i4.72675

Abstract

Fenomena Impostor Syndrome merupakan kondisi psikologis yang banyak dialami oleh mahasiswa, di mana individu merasa tidak layak atas pencapaiannya meskipun memiliki bukti nyata tentang kompetensinya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mahasiswa Universitas Negeri Makassar tentang Impostor Syndrome melalui psikoedukasi berbasis media sosial. Metode yang digunakan adalah penyebaran poster edukatif berjudul "Yuk! Kenali Apa Itu Impostor Syndrome" melalui Instagram, diikuti dengan pengumpulan data pre-test dan post-test melalui Google Form. Poster tersebut memuat informasi mengenai definisi, ciri-ciri, faktor penyebab, serta strategi menghadapi Impostor Syndrome. Survei dilakukan untuk mengukur efektivitas penyampaian informasi, dengan melibatkan 112 mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa 93% mahasiswa menilai informasi dalam poster sangat mudah dipahami, 87% menganggapnya sangat relevan, dan 98% mahasiswa menyatakan poster bermanfaat serta meningkatkan pemahaman mereka mengenai Impostor Syndrome. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan psikoedukasi ini efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait Impostor Syndrome. Keberhasilan ini membuka peluang untuk mengembangkan program serupa dengan cakupan yang lebih luas di masa depan guna mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa.
Psikoedukasi Non Pelatihan Melalui Media Poster untuk Mengurangi Kecemasan Akademik pada Mahasiswa Ahmad Ridfah; Ismalandari Ismail; Syawaliah Nurul Fitriah; Zahwa Aryani Putri Arif; St. Najwa Nurul Barqah; St. Nurhaliza Hermansyah
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i2.72577

Abstract

Kecemasan akademik merupakan masalah yang banyak dialami oleh mahasiswa. Dampak yang ditimbulkan oleh kecemasan akademik dapat memengaruhi kesehatan mental dan prestasi akademik mahasiswa. Hasil need assessment yang dilakukan terhadap 27 mahasiswa menunjukkan bahwa mayoritas mengalami gejala kecemasan akademik yang mempengaruhi kesehatan mental mereka, seperti sakit kepala, mual, dan pikiran paranoid. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan upaya preventif dengan memberi penjeleasan terkait gejala, penyebab, dampak, serta cara pencegahan dari kecemasan akademik yang dialami mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar. Mahasiswa akan diberikan prevensi berupa psikoedukasi non-pelatihan melalui media poster. Metode yang digunakan dalam psikedukasi ini melibatkan pembagian poster menarik yang didalamnya berisi informasi mengenai kecemasan akademik, termasuk definisi, gejala, penyebab, serta strategi penanganannya. Sebelum pemberian psikoedukasi, mahasiswa diminta untuk mengisi pre-test untuk melihat pemahaman awal mahasiswa terkait kecemasan akademik. Setelah itu, mahasiswa kemudian akan diperlihatkan poster dan kembali mengisi post-test untuk melihat perbedaan pemahaman setelah diberi psikoedukasi berbentuk poster. Berdasarkan hasil pre-test, sebagian mahasiswa belum memahami dengan baik mengenai kecemasan akademik. Setelah menerima psikoedukasi, ditemukan bahwa mayoritas responden mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan tentang kecemasan akademik dan cara mengelolanya. Poster psikoedukasi yang dibagikan memperoleh respons positif dari mahasiswa karena dinilai informatif, mudah dipahami, dan menarik secara visual. Kegiatan ini dapat menjadi sarana efektif dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya mengenali dan mengelola kecemasan akademik sejak dini.
PKM Meningkatkan Keseimbangan dalam Hubungan dengan Pasangan Melalui Program Couple Attachment in Harmony Sitti Murdiana; Ismalandari Ismail; Rina Dwi Pramesti M; Nurul Fitrianan Ahmad
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2025): MEI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i3.73537

Abstract

Mitra pada kegiatan pengabdian ini adalah BKPSDM Kabupaten Bulukumba. Program Couple Attachment In Harmony  diikuti oleh ASN di lingkup BKPSDM Kabupaten Bulukumba. Program Couple Attachment In Harmony  bertujuan untuk meningkatkan wawasan atau pengetahuan peserta dalam menciptakan komunikasi yang hangat dan hubungan yang harmonis dengan pasangan demi terciptanya ketahanan keluarga. Metode yang digunakan berupa pemberian materi dan role play. Pada pelaksanaan kegiatan, peserta juga diberikan pretest dan posttest untuk mengukur pengetahuan peserta terkait program pengabdian yang dilaksanakan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa program Couple Attachment In Harmony  dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai komunikasi dan resolusi konflik. Berdasarkan hasil pretest dan posttest peserta terlihat bahwa seluruh peserta mengalami peningkatan skor pretest ke posttest. Dapat dikatakan bahwa program Couple Attachment In Harmony  berhasil dan berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan program.