Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN MOTIVASI DIRI DENGAN SELF CARE MANAGEMENT PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS TOROH II Dwi Rahayu Lukitasari; Sri Puguh Kristiyawati; Suksi Riani
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self care management DM merupakan salah satu penatalaksanaan DM yang dapat dilakukan dalamjangka panjang untuk mencegah komplikasi.Penatalaksanaan ini dapat menyebabkan perubahanpsikologis pada pasien berupa depresi dan stres. Hal ini sering dikaitkan dengan efikasi diri danmotivasi diri pasien dalam menjalankan self care management. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan antara efikasi diri dan motivasi diri dengan self care management pasiendiabetes mellitus di Puskesmas Toroh II. Rancangan penelitian ini menggunakan design crosssectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 32 responden  dengan teknik pengambilansampel menggunakan accidental sampling. Uji statisik untuk menilai hubungan efikasi diri dengan selfcare management menggunakan uji rank spearman sedangkan uji yang digunakan untuk meniaihubungan motivasi diri dengan self care management menggunakan chi square. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat antara efikasi diri dengan self caremanagement pasien DM di Puskesmas Toroh II (r= 0,575) dengan nilai p-value yaitu 0,001 (<0,05) danterdapat hubungan antara motivasi diri dengan self care management pasien DM di Puskesmas TorohII dengan nilai p-value yaitu 0,013 (<0,05). Untuk penelitian selanjutnya menelititentang bagaimanaperan perawat untuk mempertahanan dan mengupayakan  efikasi diri dan motivasi diri pasiendengan cara memberikan edukasi dan konseling sehingga pasien dengan penyakit kronis lebih rajinkontrol ke Poliklinik. Kata Kunci : Dabetes Mellitus, Self care management, Efikasi diri,Motivasi diri
A Pilot Study Pengaruh Bibliotherapy pada Penderita Penyakit Kronis dengan Health Anxiety Wulansari, Ni Made Ayu; Riani, Suksi; Fitriasari, Ragil Aidil; Kristiani, Heni
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.2.2024.453-458

Abstract

Kecemasan kesehatan adalah kecemasan yang dialami seseorang karena penyakit yang dideritanya. Kecemasan ini dapat dialami oleh seseorang yang menderita penyakit kronis dalam jangka waktu lama. Pada kecemasan ini ditandai dengan tanda fisik seperti perubahan tekanan darah. Salah satu pendekatan terapi yang dilakukan untuk menangani kecemasan kesehatan adalah dengan bibliotherapy.  Terapi ini merupakan terapi dengan pendekatan mengubah insight seseorang sehingga dapat mengubah sudut pandang dalam menghadapi masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh tindakan biblotherapy terhadap kecemasan kesehatan. Metode penelitian ini adalah dengan pendekatan pilot study dengan jumlah responden 27 lansia. Penelitian ini dilakukan disalah satu kelurahan di Kota Semarang. Hasil penelitian ditemukan adanya pengaruh tindakan biblotherapy terhadap kecemasan kesehatan dengan nilai p value 0,008 kesimpulan dalam penelitian ini adalah terapi bibilotherapy dapat menjadi salah satu alternatif terapi yang digunakan untuk menangani kecemasan kesehatan. Terapi ini juga merupakan terapi dengan biaya murah dan dapat dilakukan oleh semua orang.
PENGARUH PEMAKAIAN BLOWER PENGHANGAT TERHADAP KEJADIAN HIPOTHERMIA PADA PASIEN POST OPERASI URETEROSCOPY Wartini, Sri; Putri Sulistyaningrum, Danny; Riani, Suksi
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i2.2218

Abstract

Stones in the urethral tract or ureterolithiasis cause pain, vomiting, and shivering due to infection. The management of ureterolithiasis includes invasive procedures such as ureteroscopy. Hypothermia may occur during ureteroscopy operations due to the use of anesthetic drugs, exposure to cold air in the surgery room, and the administration of cold fluids. Providing a heating blower is an effective nursing intervention to prevent hypothermia after surgery. The study determined the effects of heating blower on the occurrence of hypothermia in post-uteroscopy patients. The quasi-experimental research method used a one-group pretest-posttest design. The study involved 30 post-ureteroscopy patients at the Telogorejo SMC. The researchers accidentally collected the samples, using thermometers and observation sheets as instruments. The results found the pretest result, without a heating blower, with the body temperature mean of 35.8o (mild hypothermia), after providing the heating blower for 45 minutes, the body temperature mean increased to 36.9o (no hyperthermia). The results indicate the influence of the heating blower toward the hyperthermia prevalence of post-ureteroscopy patients at SMC Telogorejo with a p-value of 0.000 lower than 0.05 and a body temperature increase of 1.03oC. The results suggest doctors use a heating blower as one of the post-ureteroscopy nursing interventions.
Six Principles Energy Conservation Techniques for Respiratory Frequency and Oxygen Saturation in Chronic Obstructive Pulmonary Disease Patients Riani, Suksi; Pohaci, Michella Putri; Hartoyo, Mugi
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 13 No 03 (2023): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (JIIKI) Volume 13 Number 03 September
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiiki.v13i03.2730

Abstract

Background: Chronic obstructive pulmonary disease refers to chronic diseases, such as emphysema, chronic bronchitis, asthma, or a combination of them. The observed symptoms of chronic obstructive pulmonary disease include breathlessness, wheezing, repeated respiratory tract infection, losing weight, and prolonged fatigue. Objectives: This research determined the influence of a 6-principle energy conservation technique on the respiratory frequency and oxygen saturation of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) patients. Methods: This quasi-experimental research applied one group pretest-posttest design. The research design was useful to measure the respiratory rate and oxygen saturation before and after the implementation of 6-principle energy conservation. The researcher involved 29 respondents taken by accidental sampling. Results: The result showed the frequency mean before the intervention was 26.34 times per minute and after the intervention was 23.83 times per minute. The oxygen saturation, SpO2, before the intervention, was 97.17% while after the intervention was 96.76%. The Wilcoxon test found the influence of a 6-principle energy conservation technique toward the respiratory rate, a p-value of 0.000. On the other hand, the researcher did not find the influence of the 6-principle energy conservation technique on the COPD patient (p-value 0.944). Conclusion: The researcher recommends the implementation of 6-principle energy conservation as the non-pharmacological intervention alternative to manage the abnormal respiratory rate of COPD patients.
Pemberdayaan Kader melalui ”Produksi Semur” (Program Edukasi Asam Urat) dalam Meningkatkan Self Management dan Kualitas Hidup Penderita Gouth Arthritis Victoria, Arlies Zenitha; Riani, Suksi; Dahliyanti, Novita Dwi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.2208

Abstract

Penyakit asam urat (gout arthritis) adalah keadaan meningkatnya kadar asam urat dalam darah lebih dari 7,5 mg/dl. World Health Organization (WHO) memperkirakan pada 840 dari 100.000 orang mengalami radang sendi akibat asam urat. Jumlah penderita asam urat meningkat utamanya di negara berkembang, salah satunya di Indonesia. Gout arthritis dapat menyebabkan penderita mengalami rasa nyeri yang hebat dan keterbataan aktivitas fisik, sehingga dapat berdampak pada kualtitas hidup penderita. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan self management dan kualitas hidup penderita asam urat melalui pemberdayaan kader melalui “Produksi Semur. “Produksi Semur” (Program Edukasi Asam Urat) merupakan satu paket edukasi yang diberikan kepada penderita asam urat melalui kader sebagai fasilitator kesehatan di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 30 orang kader dan 32 penderita asam urat di Wilayah RW 1, 4, 5 dan 6 Kelurahan Tawang Mas, Kota Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan melalui sosialisasi dan pelatihan kader mengenai “Produksi Semur”. Selanjutnya kader akan memberikan edukasi kepada warga yang menderita asam urat. Tingkat self management dan kualitas hidup penderita asam urat diukur sebelum (pre test) dan setelah (post test) diberikan edukasi “Produksi Semur” oleh kader. Hasil pelaksanaan kegiatan abdimas didapatkan peningkatan self management pada kategori baik (dari 46,87% menjadi 68,75%), serta kualitas hidup pada kategori baik (dari 47,75% menjadi 78,13%). Kegiatan ini akan dilanjutkan oleh kader sebagai upaya pengendalian penyakit asam urat di wilayah mitra.
Edukasi dan Pelatihan Nursing Implementation Terapeutik Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita Gangguan Pernapasan Riani, Suksi; Wulansari, Ni Made Ayu; Aldila, Silvy
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3234

Abstract

Indonesia memiliki 4 kasus penyakit pernapasan terbanyak yaitu PPOK, kanker paru, pneumonia dan asma. Data penyakit pernapasan sesuai profil Dinas Kesehatan Kota Semarang tahun 2022 yaitu TB Paru dan pneumonia. Data dari RSUD Sunan Kalijaga Demak bulan Juni tahun 2023 kasus terbanyak pasien gangguan pernapasan yaitu bronkopneumonia. Pasien mengalami gangguan fisik seperti batuk, sesak napas, saturasi turun. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kemampuan perawat dalam mengaplikasikan tindakan keperawatan berbasis penelitian. Tindakan keperawatan mandiri perawat (nursing implementation terapeutik) dapat diberikan yaitu batuk efektif, konservasi energi, active cycle breathing dan inhalasi aromaterapi. Tindakan tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup pasien gangguan pernapasan. Fenomena yang terjadi perawat belum menerapkan tindakan keperawatan mandiri yang sudah dilakukan penelitian. Oleh karena itu perawat perlu mendapatkan edukasi dan pelatihan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu teknik pemberdayaan masyarakat. Hasil kegiatan ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan kemampuan perawat dalam menerapkan nursing implementation terapeutik untuk memperbaiki kualitas hidup pasien. Perawat harus melakukan penelitian tindakan keperawatan yang efektif untuk mengatasi masalah fisik maupun psikologis pasien.
Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris Perawat Melalui Pelatihan Listening dan Speaking Berbasis Video dan Audio Rochmawan, Muhammad Rizky; Puspita, Nella Vallen Ika; Riani, Suksi; Sari, Rinda Intan
Manggali Vol 4 No 2 (2024): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v4i2.3451

Abstract

Kemampuan berbahasa Inggris yang memadai sangat penting bagi perawat untuk berkomunikasi efektif dengan pasien asing, rekan kerja internasional, dan mengakses informasi medis terbaru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris perawat, khususnya dalam keterampilan listening dan speaking, melalui pelatihan berbasis video dan audio. Metode yang digunakan adalah blended learning yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dan online selama 8 minggu dengan total 16 sesi. Pelatihan melibatkan latihan intensif, umpan balik langsung, dan penggunaan media audio-visual yang relevan dengan konteks keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada skor tes kemampuan berbahasa Inggris, terutama pada komponen listening dan speaking. Selain itu, pelatihan juga berhasil meningkatkan kepercayaan diri perawat dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan listening dan speaking berbasis video dan audio efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris perawat, yang pada akhirnya dapat berdampak positif pada kualitas pelayanan kesehatan.
Pengaruh Pemberian Terapi Progresive Muscle Relaxation Terhadap Stress Pasien Tuberculosis Paru Hikmah, Luluk; Riani, Suksi; Taslim, Muhammad Anis
Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2025): Januari-Maret
Publisher : PT Karya Inovasi Berkelanjutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction and Methods Tuberculosis is a contagious infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. Common clinical symptoms include coughing for more than two weeks, hemoptysis, shortness of breath, and other respiratory disorders. Additionally, tuberculosis patients may experience psychological disturbances such as anxiety, depression, hallucinations, stress, and irritability. Psychological conditions in patients experiencing stress require appropriate management to prevent further psychological complications. One of the therapeutic interventions that can be applied is Progressive Muscle Relaxation (PMR). This study employs a quantitative research method with a pre-experimental design, involving a total of 34 respondents. The research instrument used is the Perceived Stress Scale (PSS) questionnaire, which does not require validity and reliability testing as it is already standardized. Results The study results indicate that, prior to PMR therapy, the highest number of respondents (n=7) experienced severe stress. After receiving PMR therapy, only one respondent remained in the severe stress category. Conclusion and Recommendations The results of the Wilcoxon signed-rank test showed a p-value of 0.02, which is less than 0.05, indicating a significant effect of Progressive Muscle Relaxation (PMR) therapy on stress levels among pulmonary tuberculosis patients at Loekmono Hadi Kudus Regional Hospital. Based on these findings, it is recommended that nurses utilize PMR therapy as an independent nursing intervention to help reduce stress in pulmonary tuberculosis patients. Achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) This study aims to test the hypothesis that Progressive Muscle Relaxation (PMR) can serve as a nursing intervention to manage stress in pulmonary tuberculosis patients. This research contributes to Sustainable Development Goal (SDG) 3: Ensuring Healthy Lives and Promoting Well-being for All at All Ages. Specifically, it aligns with Target 3.3, which aims to end the epidemics of AIDS, tuberculosis, malaria, and neglected tropical diseases, and combat hepatitis, waterborne diseases, and other communicable diseases by 2030.
PENGARUH DIABETES EDUCATION (DIA-EDU)TERHADAP TINGKAT SELF CARE MANAGEMENT PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Lestari, Tri Octaviani; Prabowo, Dwi Yogo Budi; Riani, Suksi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49525

Abstract

Jumlah kasus diabetes melitus terus meningkat setiap tahun. Sekitar 240 juta orang diseluruh dunia menderita diabetes tanpa diagnosis, termasuk di Indonesia yang meningkat mencapai 11,7%, Diabetes melitus dapat mengakibatkan komplikasi seperti kardiovaskuler, stroke, ulkus kaki, dan lainnya jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan self care management yaitu dengan memanfaatkan teknologi dalam bentuk aplikasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimen one group pre-test post-test. Jumlah sampel terdiri dari 30 responden yang ditetapkan dengan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Intervensi yang diberikan berupa edukasi dalam bentuk aplikasi yang bernama Diabetes Education (DIA-EDU). Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan intervensi mayoritas self care management dalam kategori cukup sebanyak 20 responden (66,7%) dan sesudah diberikan intervensi, self care management responden berada dalam kategori baik sebanyak 29 (96,7%). Hasil uji wilcoxon signed rank didapatkan P value (0,000) yang menunjukkan terdapat pengaruh diabetes education (DIA-EDU) terhadap tingkat self care management pada penderita diabetes melitus. Diabetes Education (DIA-EDU) berpengaruh terhadap self care management karena memberikan dampak yang besar bagi penderita diabetes dalam memperluas pengetahuan serta membentuk perilaku perawatan diri. Aplikasi ini juga berkontribusi dalam mendorong motivasi dan kepatuhan penderita dalam menjalani pengelolaan diabetes sehari-hari. Dengan kemudahan akses, dan pemanfaatan teknologi, aplikasi ini menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat kemandirian pasien dalam mengelola kondisi kesehatannya secara rutin dan berkelanjutan.
PENGARUH DIABETES EDUCATION (DIA-EDU) TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN DIET PADA PASDIEN DIABETES MELITUS Maryati, Titin; Prabowo, Dwi Yogo Budi; Riani, Suksi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49537

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dan dapat merusak organ seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf, banyak disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat dan rendahnya pengetahuan pasien tentang diet yang dianjurkan. Tingkat kepatuhan pasien terhadap diet seringkali rendah akibat kurangnya pengetahuan dan edukasi yang kurang efektif. Pemanfaatan teknologi seperti aplikasi smartphone menjadi solusi untuk meningkatkan kepatuhan diet melalui media edukasi digital, salah satunya adalah aplikasi Diabetes Education (DIA-EDU). Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimen one group pre-test post-test. Jumlah sample terdiri dari 30 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan kuesioner Personal Diabetes Questionnaire (PDQ). Intervensi diberikan berupa edukasi dalam bentuk aplikasi yaitu Diabetes Education (DIA-EDU). Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan intervensi 4 orang (13,3%) tingkat kepatuhan diet kurang, 26 orang (86,7%) tingkat kepatuhan diet cukup. Kemudian setelah diberikan Diabetes Education (DIA-EDU) mengalami peningkatan, 4 orang (13,3%) tingkat kepatuhan diet cukup, 26 orang (86,7%) tingkat kepatuhan diet baik. Hasil uji wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh antara Diabetes Education (DIA-EDU) terhadap tingkat kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus dengan nilai P-Value sebesar 0,000 (≤ 0,05). Diabetes Education (DIA-EDU) berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan diet karena memberikan dampak yang positif bagi pasien dalam memperluas pengetahuan serta membentuk perilaku yang patuh.