Claim Missing Document
Check
Articles

Integrasi Etnomatematika Rumah Adat NTT Dalam Pembelajaran Matematika Balibo, Dionisius Asa; Blegur, Irna K. S.; Dominikus, Wara Sabon
Fraktal : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fractal.v6i2.16253

Abstract

Ethnomathematics is mathematics that grows and develops in the cultural activities of certain communities. This means that mathematics and culture are two things that are interrelated and cannot be separated in people's lives. This research aims to examine the integration of NTT traditional house ethnomathematics in mathematics learning and learning approaches that support learning. The research method used in this research is literature study. The 3 articles used were obtained from the Google Scholar database. The results of this research show that the ethnomathematics activities of NTT traditional houses can be integrated into mathematics learning and a realistic mathematics approach can have an impact in creating active learning that is centered on contextual problems in the environment around students.
Pengaruh Penggunaan Faded Example pada LKPD terhadap Hasil Belajar Fungsi Kuadrat Siswa Kelas X Koehtae, Anggi; Lopes, Theresia Amanda; Ekowati, Ch Krisnandari; Blegur, Irna Karlina Sensiana
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 7 No 4 (2025): Desember
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v7i4.10523

Abstract

Penyebab rendahnya hasil belajar peserta didik disebabkan karena pembelajaran konvensional yang kurang memperhatikan kemampuan awal peserta didik. Oleh karena itu, teknik faded example diterapkan pada LKPD sebagai solusinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik faded example pada LKPD terhadap hasil belajar Fungsi Kuadrat kelas X SMA Negeri 6 Kupang. Metode yang digunakan adalah Pre-Experimental dengan bentuk The One Group Pretest-Posttest Design. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, lembar angket dan soal tes. Tes yang digunakan berupa tes awal dan tes akhir untuk mengetahui hasil belajar peserta didik. Analisis data menggunakan uji wilcoxon terhadap hasil tes awal dan tes akhir peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikan  sehingga terdapat pengaruh yang siginifikan antara tes awal (rata-rata = 2.28) dan tes akhir (rata-rata = 84.5). Nilai effect size sebesar  menunjukkan besarnya pengaruh tersebut. Dengan demikian,  faded example dalam LKPD memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar peserta didik.
Penerapan Model Problem-Based Learning Berbantuan PPT Interaktif Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Pada Materi SPLDV Awang, Urbanus umbu; Nenohai, Juliana M. H.; Blegur, Irna K. S.
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 7 No 4 (2025): Desember
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v7i4.10526

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan yang fundamental meliputi kemampuan memahami masalah, merencanakan penyelesaian, menyelesaiakan masalah, dan menafsirkan solusi yang tepat. Dari hasil observasi di kelas VIIIC SMP Negeri 2 Sulamu menunjukan kemampuan pemecahan masalah siswa masih rendah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan menerapkan model pembelajaran problem based learning berbantuan ppt interaktif pada materi sistem persamaan linear dua variable. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan, dan (4) Refleksi. Teknik pengumpulan datanya berupa observasi, tes, dan dokumentasi sedangkan analisis datanya deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan persentase rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa sebesar 59,86% pada siklus I meningkat menjadi 82,42% pada siklus II. Peningkatan juga terjadi pada persentase rata-rata indikator pemecahan masalah yaitu: (1) Memahami masalah dari 24,61% menjadi 85,42%, (2) Membuat rencana penyelesaian dari 90,63% menjadi 91,67%, (3) melaksanakan rencana dari 64,06% menjadi 78,65, dan (4) Memeriksa kembali dari 60,16% menjadi 73,95%. Penerapan model problem based learning berbantuan PPT interaktif juga meningkatkan aktivitas guru mencapai 96,05% pada siklus I meningkat menjadi 97,23% pada siklus II dan aktivitas siswa mencapai 89,45% pada siklus I dan meningkat menjadi 91,17 pada siklus II.
Desain Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Materi Relasi dan Fungsi Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Lopis, Elda; Frengki Y. Nenohaifeto; Damianus D. Samo; Irna K.S. Blegur
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 7 No 4 (2025): Desember
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v7i4.10531

Abstract

Kurikulum yang digunakan di Indonesia sekarang merupakan kurikulum merdeka dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pada kurikulum merdeka, pembelajaran berfokus pada peserta didik, sehingga pembelajaran yang dirancang harus disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain pembelajaran berdiferensiasi pada materi relasi dan fungsi siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama. Metode penelitian yang digunakan adalah metode design research yang terdiri dari 3 tahapan yaitu preparing for the experiment, design experiment, dan retrospective analysis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes tertulis, observasi, dan wawancara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis data deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data hasil observasi dan wawancara, sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis hasil asesmen diagnostik dan asesmen formatif peserta didik. Penelitian ini menghasilkan suatu desain pembelajaran berdiferensiasi, khususnya diferensiasi konten pada materi relasi dan fungsi sesuai dengan kemampuan matematis peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, pembelajaran berdiferensiasi konten sangat efektif untuk diterapkan pada kegiatan pembelajaran dengan persentase keefektifan klasikal adalah 84%.
Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka Bagi Guru Sekolah Dasar Katolik Wulublolong, Flores Timur Samo, Damianus D.; Dominikus, Wara Sabo; Nenohai, Juliana M. H.; Blegur, Irna Karlina Sensiana; Nada, Yohanes Hariaman; Koten, Angelikus Nama
Jurnal Kelimutu Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Kelimutu Journal of Community Service (KJCS)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/kjcs.v5i2.24907

Abstract

Kurikulum merdeka akan diterapkan secara utuh pada tahun 2024 dengan nama kurikulum nasional. Implementasi kurikulum ini membutuhkan kesiapan sekolah khususnya para personil sekolah berupa pemahaman yang baik serta komitmen mewujudkan praktik implementasi di sekolah sesuai dengan amanat kurikulumnya. Terdapat tiga masalah utama terkait implementasi kurikulum merdeka di sekolah yakni: 1) kurangnya pemahaman personil sekolah khususnya guru tentang kurikulum merdeka, perangkat pembelajaran serta P5, dan 2) guru yang belum mampu menyusun perencanan pembelajaran sesuai kurikulum merdeka dan modul P5. Dampak dari masalah ini adalah implementasi kurikulum merdeka belum sesuai dengan konsep yang benar dari kurikulum merdeka serta belum dilayaninya kebutuhan yang berbeda dari siswa dalam pembelajaran. Solusi dari masalah ini dilaksanakan dalam bentuk workshop implementasi kurikulum merdeka. Kegiatan workshop ini dilaksanakan bagi 10 guru SDK Wulubolong di Kecamatan Solor Timur Kabupaten Flores Timur secara luring pada tanggal 23-24 Agustus 2024. Hasil yang diperoleh kategori pemahaman guru terhadap kurikulum merdeka cukup baik yakni sebanyak 8 dari 10 guru (80%) dan sangat baik sebanyak 2 dari 10 guru (20%).
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android Menggunakan Construct 2 Pada Materi Fungsi Komposisi Risna Destriana Loko; Damianus D. Samo; Irna K. S. Blegur
Haumeni Journal of Education Vol 4 No 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v4i2.20287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis android menggunakan construct 2 pada materi fungsi komposisi untuk peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Rote Timur yang Valid, Praktis dan efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development (R&D) serta model yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu analysis (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi). Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, angket dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif dengan subjek penelitiannya adalah peserta didik kelas X SMA N 1 Rote Timur. Hasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan media pembelajaran yaitu valid, praktis, dan efektif. Rata-rata total kevalidan yang diperoleh berdasarkan penilaian validator adalah 4,65 dengan kategori “sangat valid”. Rata-rata total kepraktisan oleh guru adalah 4,75, rata-rata total kepraktisan oleh siswa pada uji coba kelas kecil adalah 4,80, dan kelas besar adalah 4,43 dengan kategori “sangat praktis”. Presentase ketuntasan belajar siswa pada uji coba kelas kecil sebesar 100% dengan kategori “sangat efektif” dan uji coba kelas besar sebesar 75% dengan kategori “efektif”. Dengan demikian media pembelajaran berbasis android sangat layak digunakan dalam pembelajaran
Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Geogebra untuk Meningkatkan Pemecahan Masalah pada Materi Persamaan Lingkaran Hadji, Siti Sya'diah Sulaiman; Garak, Siprianus Suban; Blegur, Irna Karlina Sensiana
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 6 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v6i1.954

Abstract

This research is based on the low problem-solving ability of 11th-grade students at SMK Negeri 7 Kupang concerning the topic of circle equations with 27 students as research subjects. The aim of this study is to enhance these abilities by applying a Problem-Based Learning (PBL) model supported by GeoGebra. The research employs a Classroom Action Research (CAR) design according to Kemmis & McTaggart, carried out in two cycles, each consisting of the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected through observation, tests, and documentation, and then analyzed descriptively both quantitatively and qualitatively. The results of the study indicate a significant improvement in students' problem-solving skills. The average percentage of problem-solving ability in cycle I was 52.38%, which increased to 82.98% in cycle II. Improvement was also evident in each problem-solving indicator, namely: understanding the problem from 61.18% to 96.38%; making a solution plan from 40.79% to 65.79%; implementing the plan from 60.86% to 93.42%; and reviewing from 46.71% to 76.32%. Student activity also increased from 80.39% in cycle I to 100% in cycle II, while teacher activity increased from 86.67% to 100%. Thus, the application of the GeoGebra-assisted PBL model is effective in improving students' problem-solving ability in the material on circle equations.