Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Efektivitas Teknik Assertive Training Dalam Layanan Konseling Kelompok Untuk Meningkatkan Perilaku Asertif Peserta Didik Kelas XI di SMK Teuku Umar Semarang putri, Ferninda Rahardiyana; Redjeki, Sri; Rimayati, Elfi
Emphaty Cons - Journal of Guidance and Counseling Vol 3 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Guidance and Counceling Program of Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/emp.v3i2.2033

Abstract

Assertive Training merupakan suatu strategi Konseling dalam pendekatan perilaku yang digunakan untuk mengembangkan perilaku asertif pada peserta didik. Perilaku asertif adalah ekspresi verbal dan motorik yang sesuai dari emosi apapun selain kecemasan Dengan memiliki sikap atau perilaku asertif hubungan antara individu satu dengan yang lainnya dapat terjalin dengan efektif. Dengan memiliki sikap atau perilaku asertif hubungan antara individu satu dengan yang lainnya dapat terjalin dengan efektif. Hal itu dikarenakan adanya sikap saling menghargai dan menghormati satu sama lain dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran yaitu dengan mengungkapkan perasaan secara tegas, lugas, tidak melanggar hak-hak asasi manusia dan tanpa menyakiti perasaan orang lain ketika hal diperlukan oleh seorang individu di dalam hubungannya dengan orang lainnya. Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini ialah mengetahui perilaku asertif peserta didik kelas XI di SMK Teuku Umar Semarang setelah mendapatkan teknik assertive training dalam layanan konseling kelompok. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperiment one group pre test dan post test design. Populasi penelitian ini berjumlah 62 peserta didik yaitu kelas XI RPL 1 dan kelas XI TKRO 1, namun penelitian ini secara sampel kepada 10 peserta didik yang mengalami masalah dalam perilaku asertif. Alat pengumpulan data yang digunakan ialah angket dan dokumentasi. Uji validitas menggunakan SPSS for Windows Release 24, adapun analisa data yang digunakan untuk membuktikan yaitu Uji Paired Sampel t-test dan uji independent sampel t-test karena data berdistribusi normal. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perilaku asertif peserta didik sebelum diberi teknik assertive training dalam layanan konseling kelompok memiliki nilai rata-rata 85,00 dan setelah diberi layanan konseling kelompok dengan teknik assertive training nilai rata-rata nya menjadi 92,80. Maka dapat dikatakan adanya perbedaan Pre-test dan Post-Test. Jka disimpulkan teknik assertive training dalam layanan konseling kelompok efektif untuk meningkatkan perilaku asertif peserta didik
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Role Playing Menggunakan Media Kartu Emosi Untuk Meningkatkan Kemampuan Regulasi Emosi Pada Siswa Kelas X SMK Negeri 10 Semarang Hadi, Nur; Angga Dewi, Widya Novi; Rimayati, Elfi
Emphaty Cons - Journal of Guidance and Counseling Vol 7 No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Guidance and Counceling Program of Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/emp.v7i2.4120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing menggunakan media kartu emosi untuk meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada siswa kelas X SMK Negeri 10 Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian true experimental design, dengan jenis metode penelitiannya adala control group pretest-posttest. Dalam penelitian ini teknik analisis data menggunakan Uji Independen Sampel T-test. Teknik dalam pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan regulasi emosi siswa kelas X ML 2 SMK Negeri 10 Semarang berada dalam kategori sedang dengan memperoleh hasil perhitungan analisis deskriptif presentase sebesar 66%. Perhitungan rata-rata pretest kelompok eksperimen sebesar 54,80, kelompok kontrol 60,30. Setelah diberikan perlakuan hasil posttest nilai rata-rata kelompok eksperimen sebesar 69,70, kelompok kontrol 65,00. Berdasarka hasil Uji Independent Sampel T-test nilai sig. (2-tailed) 0,28<0,05 menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan. Maka (Ho) ditolak, dan hipotesis (Ha) diterima.
Pengaruh Layanan Informasi Melalui Media Film Terhadap Sikap Sosial Siswa Kelas VIII MTs Al-Ikhwan rimayati, elfi
Emphaty Cons - Journal of Guidance and Counseling Vol 1 No 1 (2019): Empathy Cons
Publisher : Guidance and Counceling Program of Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/emp.v1i1.883

Abstract

Tujuan penelitian: 1) Untuk mendapatkan data tentang pelaksanaan layanan informasi pada siswa kelas VIII Mts Al-Ikhwan; 2) Untuk mendapatkan data tentang sikap sosial siswa kelas VIII Mts Al-Ikhwan; 3) Untuk mengetahui pengaruh layanan informasi terhadap sikap sosial siswa di Mts Al-Ikhwan. Metode penelitian menggunakan analisis kuantitatif dengan jumlah populasi 140 siswa dan sample penelitian 102 siswa. Teknik pengambilan data dengan teknik random sampling. Data diperoleh dengan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, korelasi, dan regresi sederhana. Hasil penelitian membuktikan ada pengaruh positif dan signifikan antara variabel layanan informasi terhadap sikap sosial siswa kelas VIII Mts Al-Ikhwan. Analisis deskriptif membuktikan layanan informasi terbukti dalam kategori baik dengan skor 73,66 dan sikap sosial siswa sudah dalam kategori sangat baik dengan skor 76,22%. Hasil analisis korelasi diperoleh rxy = 0,4886 > rtabel = 0,1946 dengan taraf signifikan 5% (N=102) terbukti signifikan. Persamaan hasil analisis regresi linier sederhana Y = 34,406 + 0,488X. Dengan t hitung = 5,570 > t tabel = 1,984 (sig. 0,025; 0,05) dengan derajat kebebasan= 100. Maka disimpulkan ada hubungan linier antara kedua variabel dengan total pengaruh sebesar 27,3% sisanya 76,3% dipengaruhi faktor lain.
Pola Asuh Orang Tua Dalam Mencegah Kenakalan Remaja Redjeki, Sri; Sayekti, Sri; Handayani, Dwi Asih Kumala; Rimayati, Elfi
Manggali Vol 1 No 2 (2021): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v1i2.1787

Abstract

Beberapa keluarga, khususnya di wilayah RW 01 belum memahami tentang model-model pola asuh yang diterapkan dalam keluarga. Orang tua menerapkan model pengasuhan terhadap anak khususnya usia remaja lebih cenderung pada pola otoriter. Asumsi mereka bahwa dalam keluarga orang tua sebagai penentu keputusan, anak hanya menjalankan keputusan atau perintah orang tua. Hal ini tidak terlepas dari minimnya pengetahuan dan kesadaran akan perlunya pemahaman tentang pola asuh orang tua. Pola asuh orang tua cukup besar pengaruhnya terhadap perkembangan remaja, semakin kurang tepat pola asuh yang diterapkan oleh orang tua semakin tinggi remaja mengalami gangguan perilaku yang menyimpang. Tujuan kegiatan: Membantu masyarakat memperoleh pemahaman pola asuh orang tua yang tepat bagi remaja, membantu masyarakat memperoleh pemahaman tentang faktor dan jenis kenakalan remaja. Sasaran kegiatan adalah orang tua di wilayah RW.01 Kelurahan Sukorejo Gunungpati Semarang. Metode Pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan metode ceramah, penayangan film, tanya jawab dan pendampingan pada para peserta. Hasil kegiatan: peserta memahami maksud pola asuh orang tua yang tepat bagi remaja, peserta memperoleh pemahaman tentang factor dan jenis kenakalan remaja, peserta memahami upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kenakalan remaja. Simpulan: kegiatan ini sangat dibutuhkan para peserta, mereka belum pernah memperoleh pengetahuan langsung dari nara sumber terkait.
Peran Konselor Dalam Pengembangan Manajemen Bimbingan dan Konseling Handayani, Dwi Asih Kumala; Rimayati, Elfi
Manggali Vol 4 No 1 (2024): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v4i1.3080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konselor dalam konteks pengembangan manajemen bimbingan dan konseling di lembaga pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus di beberapa sekolah menengah. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan konselor, observasi langsung terhadap sesi konseling, dan analisis dokumen terkait program bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peran konselor sangat penting dalam membentuk lingkungan sekolah yang mendukung pertumbuhan holistik siswa. Program bimbingan dan konseling yang efektif melibatkan kolaborasi yang erat antara konselor, guru, dan orang tua. Pembahasan hasil penelitian mengangkat isu-isu terkait peran konselor, kolaborasi stakeholder, dan penerapan teknologi dalam layanan konseling. Kesimpulan penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman peran konselor dan pengembangan manajemen bimbingan dan konseling di lembaga pendidikan.
Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Tematik Handayani, Dwi Asih Kumala; Sayekti, Sri; Redjeki, Sri; Rimayati, Elfi
Manggali Vol 2 No 1 (2022): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v2i1.1919

Abstract

Kebutuhan menulis dirasakan lebih nyata oleh kaum intelektual, baik mahasiswa maupun mereka yang menduduki jabatan fungsional seperti guru, dosen, dan peneliti. Di lapangan masih dijumpai mahasiswa yang sangat kurang wawasannya tentang karya ilmiah. Fenomena ini terjadi karena kurangnya kemauan mahasiswa untuk mencari wawasan keilmuan secara mandiri, atau kurangnya bahan bacaan yang dimiliki mahasiswa. Kurangnya pengetahuan akan karya ilmiah bagi mahasiswa harus dicarikan solusinya, oleh karena itu sangat diperlukan adanya pembekalan keilmuan tentang karya ilmiah serta pelatihan atau praktik bagaimana membuat karya ilmiah. Tujuan kegiatan ini adalah mendapatkan data empiris adakah pengaruh hasil pelatihan penulisan karya ilmiah tematik ini bagi mahasiswa. Pendekatan kegiatan ini adalah menggunakan diskusi interaktif dan praktik secara langsung. Sasaran kegiatan adalah mahasiswa program studi bimbingan dan konseling pada semua tingkatan semester sejumlah 70 orang. Hasil analisis: Diketahui nilai koefisien korelasi (Correlation Coefficient) antara nilai pretest dengan posttest adalah sebesar 0,731**. Maka dapat diartikan bahwa hubungan antara nilai pretest dengan nilai posttest adalah “Kuat”. Kesimpulan bahwa Hubungan antara Pretest dengan Posttest pada Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah adalah Signifikan, Kuat, dan Positif atau Searah. Signifikan artinya ada hubungan Nyata atau hubungannya Berarti (memiliki arti). Kuat artinya Kekuatan hubungan atau Keeratan hubungannya Kuat.
Efektivitas Peran Keluarga Dalam Perkembangan Teknologi Digital Rimayati, Elfi; Handayani, Dwi Asih Kumala; Sayekti, Sri; Redjeki, Sri
Manggali Vol 1 No 1 (2021): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v1i1.1546

Abstract

Di lingkungan keluarga, teknologi seperti telepon pintar/gadget memberikan dampak positif seperti antar anggota keluarga bisa tetap saling berkomunikasi tatkala sedang tidak bersama-sama di rumah. Tetapi gadget juga memberikan dampak negatif seperti retaknya keluarga, anak-anak yang a-sosial, penyakit-penyakit mental bahkan penyakit fisik. Perlu adanya elemen-elemen masyarakat yang memberikan edukasi terkait pentingnya peran keluarga dalam mendidik dan mendampingi anak, utamanya dalam hal efek positif dan negatif dalam pemanfaataan gadget. Tujuan kegiatan ini mendiskripsikan penguatan peran keluarga dalam pemanfaatan teknologi gadget pada anak. Kegiatan diselenggarakan dengan metode ceramah atau diskusi interaktif, metode pelatihan atau permainan/simulasi, dan test. Hasil dan pembahasan: berdasarkan deskripsi tersebut dapat dikemukakan bahwa dari 20 peserta, 55 persen menyatakan bahwa keluarga sering memberi penguatan kepada anak dalam pemanfaatan teknologi gadget, 21,5 persen menyatakan selalu memberi penguatan kepada anak dalam pemanfaatan teknologi gadget, 16 persen menyatakan kadang-kadang memberi penguatan kepada anak dalam pemanfaatan teknologi gadget, dan 7,5 persen tidak pernah memberi penguatan kepada anak dalam pemanfaatan teknologi gadget. Simpulan, Orang tua secara alamiah bertanggungjawab terhadap perkembangan anak dalam segala aspek kehidupan. Penggunaan gadget secara positif merupakan salah satu media untuk membantu perkembangan aspek kognitif, psikomotorik, emosi dan sosial. Kata kunci: Peran keluarga, Teknologi digital.