Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN PERMUKIMAN SEHAT DAN HIJAU DI RW 01, KELURAHAN MOJO, KOTA SURAKARTA Widodo, Candraningratri Ekaputri; Rahayu, Murtanti Jani; Rini, Erma Fitria; Astuti, Winny; Andini, Isti; Mukaromah, Hakimatul; Rahayu, Paramita; Permana, Raden Chrisna Trie Hadi; Pujantiyo, Bambang
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i2.18470

Abstract

Setiap individu pasti menginginkan tinggal di lingkungan yang bersih dan alami. Memiliki lingkungan tempat tinggal yang sehat memiliki banyak manfaat positif, seperti mendukung kesehatan fisik dan mental penghuni, mengurangi risiko kecelakaan dan bencana, mendorong produktivitas, dan membuat lingkungan terlihat indah secara visual. Menurut World Health Organization (WHO), terdapat beberapa syarat untuk memiliki lingkungan sehat, seperti udara bersih, iklim yang stabil, pasokan air yang memadai, sanitasi yang baik, penggunaan bahan kimia yang aman, perlindungan dari radiasi, lingkungan kerja yang aman, pertanian yang berkelanjutan, kota yang mendukung kesehatan, dan pelestarian alam. Mewujudkan permukiman sehat dan alami di kawasan perkotaan memiliki tantangan tersendiri karena kepadatan penduduk, pembangunan yang sudah ada, dan dampak urbanisasi. Tantangan yang sama dihadapi oleh RW 01 Kelurahan Mojo, di Kota Surakarta, yang yang merupakan kawasan yang ditata dengan konsep peremajaan dan konsoldasi lahan. Dalam upaya untuk menciptakan kesadaran dan inisiatif masyarakat di RW 01 Kelurahan Mojo untuk menciptakan lingkungan sehat dan alamiah, dilakukan kegiatan sosialisasi permukiman sehat dan kegiatan penanaman pohon bersama. Harapannya, upaya ini dapat menjadi contoh baik bagi permukiman perkotaan lain di Indonesia.
Local Wisdom on Urban Tourism : (Surakarta Urban Art Corridor Case Study) Zakiya, Rifda Lushiya; Rini, Erma Fitria; Utomo, Rizon Pamardhi
Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol. 17 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v17i1.13184

Abstract

Surakarta is a high tourist attraction due to its local wisdom, associated with tangible and intangible cultural heritage. Gatot Subroto-Ngarsopuro corridor in Surakarta is the regional tourism development area (KPPD) and regional tourism strategic area (KSPD) with urban art urban tourism concept. Urban art aims to enhance the beauty of a city by strenghtening the city’s attractiveness and characteristics. The concept of urban tourism has elements that need to be considered, which can be a measure of its success. This paper aims to determine the suitability of urban art in the Gatot Subroto-Ngarsopuro Corridor of Surakarta to the components of urban tourism. This research uses a deductive approach with a quantitative descriptive research type applied with two components of suitability, namely the availability and existence of urban art in meeting the components of urban tourism. Based on the result of suitability scoring, it shows that the percentage of suitability is 86,66%, which indicates that the Gatot Subroto-Ngarsopuro Street Corridor of Surakarta City has very high suitability in its role as urban tourism.  
Penilaian Dimensi Sosial Kelayakan Huni Permukiman (Studi Kasus: Kampung Deret Petogogan) Rizkita, Safynatus Mayar Bening; Rahayu, Murtanti Jani; Rini, Erma Fitria
COMPACT: Spatial Development Journal Vol 4 No 1 (2025): COMPACT
Publisher : Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/compact.v4i1.1332

Abstract

Livability is an important concept in urban planning that encompasses various aspects, such as housing quality, access to infrastructure, and social and environmental comfort. In Indonesia, the issue of adequate housing remains a challenge, especially in major cities like DKI Jakarta, which faces rapid population growth and limited land availability. To address this issue, the government has implemented various settlement revitalization programs, one of which is the Kampung Deret Program, aimed at improving the quality of slum settlements through infrastructure upgrades and housing improvements. Kampung Deret Petogogan is one of the locations where this program has been implemented and has undergone various physical and social changes since its implementation. Although the program has had a positive physical impact, evaluations of livability often remain limited to objective indicators, such as building conditions and the availability of facilities. However, subjective indicators such as sense of community, sense of safety, and participation also play a crucial role in determining the quality of life in a settlement. Therefore, this study aims to examine the livability of Kampung Deret Petogogan more holistically by considering subjective indicators. Through this approach, it is expected to provide a more comprehensive understanding of the program's effectiveness and the factors influencing the livability quality of the settlement area.
PENINGKATAN KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN MELALUI PENGHIJAUAN PADA KAWASAN SMART FISHERIES VILLAGE (SFV) DI DESA SUMBERDODOL, KABUPATEN MAGETAN Widodo, Candraningratri Ekaputri; Astuti, Winny; Rini, Erma Fitria; Permana, Raden Chrisna Trie Hadi; Pujantiyo, Bambang
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v6i2.21804

Abstract

Desa Sumberdodol, yang terletak di Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur, merupakan salah satu desa yang progresif dalam mengelola potensinya. Dengan udara yang sejuk, lanskap pegunungan yang indah, dan sumber air melimpah, desa ini memiliki berbagai potensi, khususnya di bidang pariwisata dan sumber daya air. Desa Sumberdodol juga dikembangkan sebagai Desa Perikanan Cerdas atau Smart Fisheries Village (SFV) yang diluncurkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Magetan pada tahun 2023. Kegiatan pengabdian yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan Kawasan SFV melalui pengijauan kawasan. Kegiatan ini dilakukan melalui kerjasama Grup Riset Sustainable Urban Region Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan mitra Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Karya Mandiri Desa Sumberdodol. Penghijauan dilakukan berupa penanaman 50 bibit pohon Ketapang kencana sebagai peneduh dengan melibatkan masyarakat. Melalui kegiatan penghijauan ini, diharapkan jalan akses menjadi lebih hijau, teduh, terhindar dari erosi tanah, sehingga menjadi nyaman bagi pengunjung yang datang ke SFV. Peningkatan jumlah kunjungan ke SFV diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha BUMDes, mendukung pengembangan perekonomian Desa Sumberdodol, serta menjadikan SFV sebagai ruang interaksi sosial yang produktif.
Pemetaan Potensi Diversifikasi Wisata di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten Permana, Chrisna Trie Hadi; Rahayu, Paramita; Andini, Isti; Mukaromah, Hakimatul; Rini, Erma Fitria; Audyna, Fadhila Sandra; Najwa, Azka Fauzia
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/ymbkcx75

Abstract

Desa Ponggok, yang terletak di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Klaten, adalah desa yang berkembang dengan berbasis wisata air. Namun, perkembangan wisata air di Desa Ponggok masih mengalami tantangan seperti belum oprimalnya pengendalian terhadap pemanfaatan sumber daya alam, pencemaran mata air dan permasalahan pengelolaan sampah. Sehingga, diperlukan perkembangan wisata yang beorientasi terhadap keberlanjutan lingkungan. Solusi permasalahan tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti pembentukan platform berbasis peta trail wisata berkelanjutan, video wisata berkelanjutan ponggok, poster atraksi wisata dan melaksanakan mini-workshop. Data didapatkan melalui proses survei lapangan dan focus group discussion (FGD) antara Tim HGR Pengabdian dan pihak BUMDes Ponggok.  Hasil luaran berupa peta trail wisata dilakukan dengan tujuan untuk memperkenalkan berbagai atraksi wisata di Desa Ponggok melalui bentuk rangkaian trail wisata dan transportai penunjangnya serta memberikan edukasi kepada wisatawan melalui poster edukatif. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung pariwisata keberlanjutan di Desa Ponggok sebagai hasil kolaborasi pemikiran antara tim HGR Pengabdian sebagai akademisi dan pihak BUMDes sebagai pengelola wisata desa.
Efektivitas Taman Kota Madiun dalam Memenuhi Kebutuhan Ruang Publik dari Perspektif Pengunjung Hapsari, Shabrina; Rini, Erma Fitria; Rahayu, Murtanti Jani
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v5i1.64554.15-34

Abstract

Taman kota merupakan ruang publik yang tersedia di kota guna memenuhi kebutuhan masyarakat untuk beraktivitas, beristirahat, dan berwisata. Kota Madiun sebagai pusat pengembangan wilayah di Provinsi Jawa Timur bagian barat menjadi magnet bagi kabupaten di sekitarnya sehingga meningkatkan aktivitas di Kota Madiun. Meningkatnya aktivitas kota membuat tingginya mobilitas penduduk sehingga keberadaan taman kota penting untuk mengimbanginya. Dalam mencapai perannya, taman kota tidak hanya dilihat dari keberadaannya, tetapi juga bagaimana taman kota tersebut mampu memenuhi kebutuhan pengunjung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas taman-taman di Kota Madiun dilihat dari kebutuhan pengunjung terhadap  ruang publik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan deduktif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, observasi, dan studi literatur. Penelitian ini menggunakan teknik analisis skoring dengan pengukuran Skala Guttman. Efektivitas taman kota dilihat dari kebutuhan pengunjung taman kota, yaitu kenyamanan, keamanan, aktivitas, dan aksesibilitas. Berdasarkan analisis terhadap keempat kebutuhan pengunjung di ruang publik tersebut, keamanan merupakan kebutuhan yang terpenuhi di setiap taman kota, sedangkan ketiga kebutuhan lain belum terpenuhi secara keseluruhan di setiap taman kota. Tingkat efektivitas taman kota dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu efektif, cukup efektif, dan tidak efektif. Berdasarkan hasil analisis, tujuh taman kota di Kota Madiun termasuk dalam kategori efektif dan satu taman kota masuk dalam kategori cukup efektif.
Faktor yang Berpengaruh dalam Penyediaan Taman Kota untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan di Kota Bekasi Malnes, Hyldegard Asyera; -, Soedwiwahjono; Rini, Erma Fitria
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.93162.149-161

Abstract

Fenomena perubahan lahan perkotaan menjadi lahan terbangun meningkat seiring dengan pemenuhan kebutuhan sektor perdagangan dan jasa. Taman kota sebagai bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik merupakan lahan terbuka yang memiliki manfaat dan fungsi ekologis untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Mengingat hal tersebut, penyediaan taman kota sebagai RTH merupakan sebuah tantangan utama pada kawasan perkotaan. Kota Bekasi merupakan kota yang letaknya strategis serta merupakan hinterland bagi Jakarta. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan guna lahan, pertumbuhan penduduk, dan peningkatan persentase lahan terbangun yang signifikan seiring dengan tingginya angka kepadatan penduduk di Kota Bekasi. Kepadatan penduduk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penyediaan RTH publik di suatu wilayah. Pada wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi, kebutuhan akan RTH semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dalam penyediaan taman kota di Kota Bekasi sehingga menjadi dasar kajian dalam penyediaan RTH untuk mendukung pembangunan berkelanjutan pada wilayah penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teknik analisis deskriptif dan analisis Delphi melalui kuesioner kepada stakeholder. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat delapan faktor yang mempengaruhi dalam penyediaan taman kota di Kota Bekasi yakni regulasi penyediaan RTH, ketersediaan anggaran, dan partisipasi masyarakat beserta dengan lima faktor lainnya berkaitan dengan kinerja pemerintah serta kondisi iklim kawasan.
Tingkat Kesesuaian Lokasi Shelter Pedagang Kaki Lima di Kawasan Perkotaan Madiun Rahmadhani, Choirun Nisa Nur; Rahayu, Murtanti Jani; Rini, Erma Fitria
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.96591.75-89

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk Pedagang Kaki Lima (PKL), memiliki peran signifikan dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan peluang pendapatan. Namun, pandemi Covid-19 telah berdampak negatif pada sektor ini, termasuk pada penurunan pendapatan. Pemerintah Kota Madiun merespons permasalahan dengan membangun shelter bagi PKL untuk meningkatkan ekonomi lokal juga estetika kota, meskipun terdapat tantangan seperti kesesuaian lokasi dan minat pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lokasi shelter PKL dengan karakteristik lokasi berdagang PKL di Kawasan Perkotaan Madiun. Di antara empat lokasi shelter PKL yang menjadi wilayah penelitian, Shelter Kembulsari, Shelter Rejomulyo, dan Shelter Kampir termasuk dalam kategori cukup sesuai sebagai lokasi shelter PKL, sementara Shelter Banjarejo termasuk dalam kategori kurang sesuai sebagai lokasi shelter PKL. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti pentingnya kedekatan dengan aktivitas utama yang produktif dan aksesibilitas transportasi umum dalam menentukan kesesuaian lokasi shelter PKL. Fasilitas dasar yang memadai tidak cukup untuk menjamin keberhasilan jika lokasi tidak strategis dan sulit dijangkau oleh pelanggan. Oleh karena itu, perbaikan aksesibilitas dan pemilihan lokasi strategis menjadi kunci dalam meningkatkan daya tarik pengunjung, memastikan keberlanjutan usaha, serta mendorong stabilitas ekonomi PKL di Kawasan Perkotaan Madiun.
Prediksi Perubahan Penggunaan Lahan pada Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Suburban Selatan Kota Surakarta Menggunakan Pemodelan Spasial Ayuningtias, Grafirati Mutiara; Istanabi, Tendra; Rini, Erma Fitria
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.91166.175-187

Abstract

Studi ini bertujuan untuk memprediksi perubahan penggunaan lahan di kawasan suburban selatan Kota Surakarta menggunakan model Cellular Automata - Artificial Neural Network (CA-ANN). Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perubahan penggunaan lahan, seperti kepadatan penduduk, faktor kegiatan, aksesibilitas, nilai tanah, dan topografi. Hasil penelitian menunjukkan perubahan signifikan dalam penggunaan lahan, dengan penurunan lahan pertanian dan peningkatan kawasan permukiman dan industri. Studi ini menyoroti dampak pembangunan perkotaan terhadap penggunaan lahan pertanian dan perlunya perencanaan perkotaan yang berkelanjutan untuk memastikan ketahanan pangan. Proses pemodelan spasial memprediksi perubahan penggunaan lahan di masa depan, sejalan dengan kebijakan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B). Pengendalian dan pemanfaatan penggunaan lahan penting untuk menjaga stabilitas pertanian dan mencegah konversi ke penggunaan nonpertanian.