Claim Missing Document
Check
Articles

Local Wisdom-Based Character Values on Kawali’s Inscription In History Learning Pajriah, Sri; Suryana, Aan
Paramita: Historical Studies Journal Vol 31, No 2 (2021): History of Asia and Indonesia
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v31i2.25752

Abstract

This study aims to describe the character values of Kawali’s Inscription and the implementation of local wisdom-based character values on Kawali’s Inscription in history learning. This research method is descriptive qualitative with a case study strategy. Data collection was carried out by observation on history learning activities in the classroom and Kawali’s inscription; informant interviews were conducted by teachers, students and officers of the Astana Gede Kawali Site; and the analysis of documents, syllabus and lesson plans. Purposive sampling and time sampling were used in this study. To find data validity, data triangulation was used. Data analysis used interactive analysis consists of collecting, reducing, presenting data and drawing conclusions. The results of this study indicate the character values in Kawali’s Inscription consist of having the character values of just, hard-working, peace-loving, democratic, respectful, honest, independent, religious, tolerant, caring socially, caring for the environment. The syllabus and lesson plans reflect the implementation of character values based on local wisdom on Kawali’s inscription in learning history. The teacher designs and implements history learning by integrating historical subject matter with the surrounding environment to explore the potential of character values in Kawali’s Inscription to form better, adaptive and positive student characters to meet life’s needs and face challenges in solving everyday problems.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai karakter Prasasti Kawali dan implementasi nilai karakter berbasis kearifan lokal pada Prasasti Kawali dalam pembelajaran sejarah. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi terhadap kegiatan pembelajaran sejarah di kelas dan prasasti Kawali; wawancara informan dilakukan oleh guru, siswa dan petugas Situs Astana Gede Kawali; dan analisis dokumen, silabus dan RPP. Purposive sampling dan time sampling digunakan dalam penelitian ini. Untuk mengetahui validitas data digunakan triangulasi data. Analisis data yang digunakan analisis interaktif terdiri dari pengumpulan, reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai-nilai karakter dalam Prasasti Kawali terdiri dari memiliki nilai karakter adil, pekerja keras, cinta damai, demokratis, hormat, jujur, mandiri, religius, toleran, peduli sosial, peduli lingkungan. Silabus dan RPP mencerminkan penerapan nilai-nilai karakter berbasis kearifan lokal pada prasasti Kawali dalam pembelajaran sejarah. Guru merancang dan melaksanakan pembelajaran sejarah dengan mengintegrasikan materi pelajaran sejarah dengan lingkungan sekitar untuk menggali potensi nilai-nilai karakter dalam Prasasti Kawali untuk membentuk karakter siswa yang lebih baik, adaptif dan positif untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menghadapi tantangan dalam memecahkan masalah sehari-hari.
Local Wisdom-Based Character Values on Kawali’s Inscription In History Learning Pajriah, Sri; Suryana, Aan
Paramita: Historical Studies Journal Vol 31, No 2 (2021): History of Asia and Indonesia
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v31i2.25752

Abstract

This study aims to describe the character values of Kawali’s Inscription and the implementation of local wisdom-based character values on Kawali’s Inscription in history learning. This research method is descriptive qualitative with a case study strategy. Data collection was carried out by observation on history learning activities in the classroom and Kawali’s inscription; informant interviews were conducted by teachers, students and officers of the Astana Gede Kawali Site; and the analysis of documents, syllabus and lesson plans. Purposive sampling and time sampling were used in this study. To find data validity, data triangulation was used. Data analysis used interactive analysis consists of collecting, reducing, presenting data and drawing conclusions. The results of this study indicate the character values in Kawali’s Inscription consist of having the character values of just, hard-working, peace-loving, democratic, respectful, honest, independent, religious, tolerant, caring socially, caring for the environment. The syllabus and lesson plans reflect the implementation of character values based on local wisdom on Kawali’s inscription in learning history. The teacher designs and implements history learning by integrating historical subject matter with the surrounding environment to explore the potential of character values in Kawali’s Inscription to form better, adaptive and positive student characters to meet life’s needs and face challenges in solving everyday problems.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai karakter Prasasti Kawali dan implementasi nilai karakter berbasis kearifan lokal pada Prasasti Kawali dalam pembelajaran sejarah. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi terhadap kegiatan pembelajaran sejarah di kelas dan prasasti Kawali; wawancara informan dilakukan oleh guru, siswa dan petugas Situs Astana Gede Kawali; dan analisis dokumen, silabus dan RPP. Purposive sampling dan time sampling digunakan dalam penelitian ini. Untuk mengetahui validitas data digunakan triangulasi data. Analisis data yang digunakan analisis interaktif terdiri dari pengumpulan, reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai-nilai karakter dalam Prasasti Kawali terdiri dari memiliki nilai karakter adil, pekerja keras, cinta damai, demokratis, hormat, jujur, mandiri, religius, toleran, peduli sosial, peduli lingkungan. Silabus dan RPP mencerminkan penerapan nilai-nilai karakter berbasis kearifan lokal pada prasasti Kawali dalam pembelajaran sejarah. Guru merancang dan melaksanakan pembelajaran sejarah dengan mengintegrasikan materi pelajaran sejarah dengan lingkungan sekitar untuk menggali potensi nilai-nilai karakter dalam Prasasti Kawali untuk membentuk karakter siswa yang lebih baik, adaptif dan positif untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menghadapi tantangan dalam memecahkan masalah sehari-hari.
PEMANFAATAN MUSEUM TAMBAKSARI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS X MAN 6 CIAMIS TAHUN AJARAN 2018/2019 Bela Nurul Kusuma Dewi; Sri Pajriah; Wulan Sondarika
Wahana Pendidikan Vol 9, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v9i1.6860

Abstract

ABSTRAKMuseum Tambaksari merupakan salah satu objek wisata sejarah dan edukasi di kota Ciamis yang memberikan informasi dan pengetahuan mengenai geologi atau ilmu bumi, seperti bebatuan serta fosil tulang-belulang. Pembelajaran sejarah dengan melakukan kunjungan ke museum dapat memberikan pengetahuan sejarah bagi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan Museum Tambaksari sebagai sumber belajar sejarah, serta kendala yang dihadapi guru sejarah dan siswa dalam memanfaatkan Museum Tambaksari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan fokus penelitian pada pemanfaatan Museum Tambaksari sebagai sumber belajar sejarah siswa kelas X MAN 6 Ciamis tahun ajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi literatur dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Museum Tambaksari sebagai sumber belajar sejarah harus sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Kurikulum 2013 yaitu materi Zaman Pra-Aksara dengan Kompetensi Dasar (3.2) memahami corak kehidupan masyarakat pada Zaman Pra-Aksara dan (4.2) menyajikan hasil penalaran mengenai corak kehidupan masyarakat pada Zaman Pra-Aksara dalam bentuk tulisan. Kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa yaitu terdapat dalam hal keterbatasan waktu, perizinan dari pihak sekolah, ruangan museum yang kecil, serta petugas museum yang bukan orang berijazah disiplin ilmu sejarah. Kata kunci: Pemanfaatan, Museum Tambaksari, Sumber Belajar Sejarah  ABSTRACTTambaksari Museum is one of historical and education object at Ciamis city that give information and knowledge about geology or geography, like a rocks and fossil bones. History learning through visiting to museum can give aducation about history for studens. The purpose of this research are to knowledge the utilization of Tambaksari Museum as historical learning resource, and problem that confronting by history teacher and studens to exploit Tambaksari Museum. This research use research method qualitative descriptive and the research focus to utilization of Tambaksari Museum as historical learning resource X grade studens of MAN 6 Ciamis school year 2018/2019. Data collection technique through observation, interview, literature and documentation. The result of this research to adduce that utulization of Tambaksari Museum as historical learning resource must be accordance to Learning Administration Program (RPP) based on 2013 Curriculum that is Pre-Literacy material with basic competencis (3.2) to comprehed the life style of society at Pre-Literacy and (4.2) prepare the reasoning result about life style of society at Pre-Literacy on writring form. The problem that confronting by teacher and studens are time limitation, licensing from school, small museum room, and museum officer who is not a person has diploma in history. Keywords: Utilization, Tambaksari Museum, Historical Learning Resources            
PEMANFAATAN MUSEUM R.A.A ADIWIDJAJA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Persis Tarogong) Erik Bahtiar; Sri Pajriah; Aan Suryana
Wahana Pendidikan Vol 8, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v8i2.5575

Abstract

Salah satu sumber belajar yang dapat dimanfaatkan dengan baik adalah museum. Museum adalah sebuah lembaga yang bersifat tetap dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat dan perkembangannya, tidak mencari keuntungan, terbuka untuk umum, yang memperoleh, merawat, menghubungkan dan memamerkan untuk tujuan tujuan studi, pendidikan, benda-benda pembuktian manusia dan lingkungannya. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu: Untuk mengetahui pemanfaatan museum R.A.A Adiwidjaja sebagai sumber belajar sejarah, kedua Untuk mengetahui kesulitan yang dihadapai guru dalam upaya pemanfaatan museum R.A.A Adiwidjaja sebagai sumber belajar sejarah, ketiga Untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru untuk menghadapi kesulitan-kesulitan dalam pemanfaatan museum R.A.A Adiwidjaja sebagai sumber belajar sejarah. Metode yang digunakan penelitian inii adalah deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan museum R.A.A Adiwidjaja sebagai sumber belajar sejarah dapat memberikan pengaruh positif dan negatif. Selanjutnya Kesulitan guru dalam pemanfaatan museum R.A.A Adiwidjaja sebagai sumber belajar sejarah yaitu fasilitas dan biaya yang sulit di sediakan oleh sekolah, memerlukan waktu dan persiapan yang matang. Upaya menanggulangi kesulitan dalam pemanfaatan museum R.A.A Adiwidjaja memerlukan persiapan yang matang, waktu biaya serta fasilitas yang di perlukan.
METODE BERMAIN PERAN TERHADAP KREATIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS (Penelitian Eksperimen di Kelas VIII SMP IT Nurul Haromain Kota Banjar) Mely Laila Azhar; Sri Pajriah; Aan Suryana
Wahana Pendidikan Vol 9, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v9i1.6785

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode bermain peran untuk meningkatkan kreativitas dalam pembelajaran IPS dikelas VIII SMP IT Nurul Haromain Kota Banjar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan design quasi experimental dengan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah semua kelas VIII SMP IT Nurul Haromain Kota Banjar, dan sample terdiri dari kelas VIII A eksperimen menggunakan metode bermain peran dan kelas VIII B kontrol menggunakan metode ceramah.  Ditentukan dengan teknik simple random sampling dengan memilih secara acak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner dan dokumentasi.  Penggunaan metode metode bermain peran pada pembelajaran IPS, yaitu disusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan langkah-langkah bermain peran, membuat kuisioner untuk pengukuran kreativitas siswa.  Pengujian Normalitas dengan  menggunkan Chi-Square,  Pengujian realibilitas dengan menggunakan Cronbach’s Alpha. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis uji-t. hasil penelitian penerapan metode bermain ditunjukan dari hasil rata-rata  posttest siswa kelas eksperimen 59.50 sedangkan kelas kontrol adalah 53.00. maka, metode bermain beran dapat meningkatkan kreativitas siswa dikelas VIII SMP IT Nurul Haromain Kota Banjar.
MODEL PENDIDIKAN NILAI BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MASYARAKAT PENGANUT KEPERCAYAAN SUNDA WIWITAN UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER SISWA sri pajriah; Abdul Muin; Annisa Nurazizah Yahya; Sarah Nafiatul Janan
Wahana Pendidikan Vol 7, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.487 KB) | DOI: 10.25157/wa.v7i1.3272

Abstract

Character education is very important to be implemented in daily life. This is because of the problems which occur in this country. The character of the young generation is at a very critical point. The morality of this country is out of norms, ethics, religion and modest culture. The purpose of this study is to determine the effectiveness of the local wisdom-based value education model in the Sundanese Wiwitan community to improve the students’ character in SMAN 1 Kawali Ciamis, Indonesia. This research was conducted using the R&D (Research and Development) The steps of the R&D research method are (a) potential and problems, (b) data collection, (c) product design, (d) design validation, (e) design usage, (f) trial use, (g) product revision, (h) trial run, (i) product revision, (j) mass product manufacturing. The results showed that by using the local wisdom-based value education model in Sunda Wiwitan community in Susuru sub village, Kertajaya Village, Panawangan, was very effective and feasible to be applied through integration in historical learning so that the students were able to have the following character values: religious, social, mutual cooperation, tolerance, and care for the environment to be implemented in school, family, and community life.Keywords: Value Education, Local Wisdom, Sunda Wiwitan, CharacterABSTRAKPendidikan karakter sangat penting untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, hal ini karena adanya problem yang menimpa bangsa ini. Karakter generasi muda sudah berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan. Moralitas bangsa ini sudah lepas dari norma, etika, agama, dan budaya luhur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas model pendidikan nilai berbasis kearifan lokal pada masyarakat penganut kepercayaan Sunda Wiwitan untuk meningkatkan karakter siswa di SMA Negeri 1 Kawali Ciamis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode R&D (Reasearchand Development) dimana metode ini menekankan pada produk akhir yang dihasilkan dari penelitian. Adapun langkah-langkah metode penelitian R&D adalah (a) potensi dan masalah, (b) pengumpulan data, (c) desain produk, (d) validasi desain, (e) pemakaian desain, (f) ujicoba pemakaian, (g) revisiproduk, (h) uji coba pemakaian, (i) revisi produk, (j) pembuatan produk masal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pendidikan nilai berbasis kearifan lokal pada masyarakat penganut kepercayaan Sunda Wiwitan di Dusun Susuru Desa Kertajaya Kecamatan Panawangan, sangat efektif dan layak untuk diterapkan melalui integrasi dalam pembelajaran sejarah sehingga siswa mampu memiliki nilai-nilai karakter sebagai berikut: religius, sosial, gotong royong, toleransi, dan peduli terhadap lingkungan untuk diimplementasikan dalam kehidupan sekolah, keluarga, dan masyarakat.Kata kunci : Pendidikan Nilai, Kearifan Lokal, Sunda Wiwitan, Karakter
PEMIKIRAN MOHAMMAD NATSIR TENTANG HUBUNGAN AGAMA DAN NEGARA SERTA POLEMIKNYA DENGAN SOEKARNO Sri Pajriah
Jurnal Artefak Vol 4, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.756 KB) | DOI: 10.25157/ja.v4i2.910

Abstract

Tulisan ini berjudul “Pemikiran Mohammdad Natsir Tentang Hubungan Agama dan Negara serta Polemiknya dengan Soekarno”. Tulisan ini berawal dari keinginan sebagian umat Islam era sekarang untuk menjadikan Islam sebagai dasar negara mempunyai landasan historis yang cukup panjang sejak awal kemerdekaan tahun 1945. Mohammad Natsir  merupakan salah satu tokoh Islam Indonesia yang paling awal menyuarakan secara terbuka bahwa Islam layak untuk dijadikan dasar negara. Adapun tujuan tulisan ini pertama, untuk memaparkan pemikiran Mohammad Natsir tentang hubungan antara agama (Islam) dan negara serta bagaimana ia menyanggah argumentasi pemikiran Soekarno yang menganut paham pemisahan agama dan negara. Kedua, latar belakang kehidupan Mohammad Natsir serta setting sosial politik yang mempengaruhi pola pikir Mohammad Natsir mengenai hubungan agama dan negara. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode sejarah. Metode ini mencakup empat tahapan kegiatan, yaitu heuristik (pencarian dan pengumpulan sumber tertulis), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa Mohammad Natsir menganut paham kesatuan agama dan negara yang merupakan lawan dari sekularisasi. Dalam melaksanakan hukum Islam perintahnya cukup jelas baik dalam Al-Qur`an maupun hadis. Negara bagi Natsir bukan tujuan, tetapi sebatas alat untuk melaksanakan hukum Islam yang merupakan keharusan bagi setiap penganut Islam sebagai konsekwensi dari keimanannya dan syahadatnya.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KEMISKINAN DI DESA PASIRLAWANG KECAMATAN PURWADADI KABUPATEN CIAMIS Sri Pajriah; Aan Suryana
Jurnal Artefak Vol 5, No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.391 KB) | DOI: 10.25157/ja.v5i2.1939

Abstract

Penelitian ini didasarkan atas rumusan masalah: pertama, bagaimanakah data kemiskinan di Desa Pasirlawang Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis tahun 2015. Kedua, Apa faktor penyebab terjadinya kemiskinan di Desa Pasirlawang Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis melalui pendekatan cultural dan structural. Metode penelitian yang digunakan naturalistic inquiry dengan informan masyarakat Desa Pasirlawang Kecamatan Purwadadi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan model analisis interaktif terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa berdasarkan sumber BPS tahun 2015 mengenai data kemiskinan di desa Pasirlawang Kecamatan Purwadadi berjumlah 538 rumah tangga dari jumlah total 946 keluarga. Adapun faktor penyebab kemiskinan di Desa Pasirlawang adalah, karena faktor kultural dan struktural. Pertama, faktor kultural yaitu masyarakat miskin di desa Pasirlawang tidak memiliki motivasi yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya misalnya mereka hanya menunggu bantuan dari pihak lain padahal apabila masyarakat miskin tersebut memiliki gagasan dan kreativitas untuk memberdayakan lingkungan sekitarnya secara perlahan-lahan serta kerja keras yang tinggi dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Kedua, faktor struktural yaitu masyarakat miskin di desa Pasirlawang masih rendah untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sebagian besar mereka hanya tamat pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar. Sehingga masyarakat miskin tersebut tidak memiliki kompetensi untuk mencari kerja dan mendapatkan pekerjaan yang layak hanya sebagai pekerja serabutan saja, ketika ada pekerjaan mereka bekerja dan apabila tidak ada pekerjaan hanya sebagai pengangguran serta apabila ada pekerjaanpun penghasilannya rendah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.AbstractThis research is based on the formulation of the problem: first, what is the data on poverty in Pasirlawang Village, Purwadadi Sub-District, Ciamis Regency in 2015. Second, what are the causes of poverty in Pasirlawang Village, Purwadadi Sub-District, Ciamis District through cultural and structural relations. The research method used was naturalistic investigation with the informants of the Pasirlawang Village community in Purwadadi District. The technique of collecting data uses observation, interviews, and documentation. Data analysis with interactive analysis models consisted of data reduction, data presentation, and consisting of conclusions. This study produced conclusions based on 2015 BPS sources on poverty data in Pasirlawang village, Purwadadi sub-district, welfare of 538 households out of a total of 946 families. Because the causes of poverty in Pasirlawang Village are, because of cultural and structural factors. First, cultural factors, namely the poor in Pasirlawang village do not have high motivation to improve welfare as others improve welfare. Second, structural factors are poor people in Pasirlawang village who are still low to reach higher levels of education, most of them graduating in elementary school education level. There is no job only for jobs and decent work only for odd jobs, compilation of their work works and repairs there are no jobs just as work to repair and repair work jobs.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DUAL CODING TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH (Studi Penelitian Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas XI di SMA Informatika Ciamis) Sri Pajriah; Agus Budiman
Jurnal Artefak Vol 4, No 1 (2017): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.436 KB) | DOI: 10.25157/ja.v4i1.737

Abstract

Penelitian ini berawal dari pendapat umum bahwa pembelajaran sejarah telah menghindari kinerja verbal dan visual. Namun, mereka perlu agar siswa mengingat dan memahami materi dari guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model dual coding terhadap prestasi belajar siswa dalam pembelajaran sejarah. Secara teoritis, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebenaran model dual coding yang menyatakan bahwa suatu informasi akan mudah diingat dan dipahami jika disampaikan secara verbal atau visual. Praktis, penelitian ini akan memberikan kontribusi bagi pendidik untuk mengembangkan kompetensi profesional. Oleh karena itu, dapat meningkatkan minat dan prestasi siswa dalam belajar sejarah. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental dengan menganalisis data uji t menggunakan SPSS 17 terhadap dua kelompok siswa dari SMA Informatika dan MAN 1 Cijantung. Sampel diambil dengan menggunakan random sampling dengan mengocok kelompok siswa dari berbagai sekolah. Penelitian ini menggunakan dua instrumen yaitu observasi dan uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang menggunakan dual coding dan mereka yang tidak. Kedua, tidak ada hasil belajar yang signifikan yang menggunakan dual coding yang terintegrasi dan terpisah. Akhirnya, hasilnya adalah bahwa kedua kelompok siswa memiliki kemampuan yang berbeda dalam belajar sejarah. Namun, hasil prestasi siswaThis study started from the general opinion that history learning has avoided verbal and visual performance. However, they are needed for the student to remember and comprehend the material from the teacher. This study is aimed at finding out the influence of dual coding model towards the student's achievement in history learning. Theoretically, this study is aimed at finding out the truth of dual coding model which stated that an information will be easily remembered and comprehend if it is delivered verbally or visually. Practically, this study will give a contribution for educators for developing professional competence. Hence, it can improve interest and achievement of the student in learning history. This study used experimental study by analyzing data of the t-test using SPSS 17 towards two groups of the student from SMA Informatika and MAN 1 Cijantung. The samples are taken by using random sampling by shuffling the group of the student from different school. This study used two instruments namely observation and test. The result showed that firstly, there is a significant difference between the student that who used dual coding and those who are not. Secondly, there is not a significant result of learning who used integrated and separated dual coding. Finally, the result is that both of group of a student has different ability in learning history. However, the result of students’ an achievement is similar.
UPACARA ADAT “MERLAWU” DI GUNUNG SUSURU DESA KERTABUMI KECAMATAN CIJEUNGJING KABUPATEN CIAMIS Sri Pajriah; Mia Sumiari Dewi
Jurnal Artefak Vol 2, No 2 (2014): Agustus (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.88 KB) | DOI: 10.25157/ja.v2i2.331

Abstract

ABSTRAKHasil penelitian ini secara garis besar menggambarkan bahwa upacara adat merlawu terbagi dalam tiga kegiatan inti yaitu berziarah ke makam Prabu Dimuntur, beber sejarah dan balaecrakan. Upacara adat merlawu selalu dilaksanakan pada bulan Rewah, 7 hari sebelum bulan Ramadhan pada hari Senin atau Kamis. Upacara adat Merlawu ini merupakan bentuk perwujudan dari rasa sosial yang tinggi dikalangan masyarakat Kertabumi. Rasa menghormati kepada para Leluhur dan senantiasa menjalin kerukunan dalam hidup bermasyarakat menciptakan keselarasan, keakraban dan eratnya solidaritas antar warga. Bentuk pelestarian yang dilakukan oleh berbagai pihak diharapkan tetap menjaga keberadaan cagar budaya serta peninggalan sejarah berupa benda-benda sejarah ataupun tradisi yang diwariskan oleh para leluhur. Kawasan Kertabumi yang memiliki berbagai bukti peninggalan sejarah dan berpotensi sebagai aset wisata sejarah di Kabupaten Ciamis memang masih memerlukan tatanan manajemen yang lebih baik lagi, agar manfaatnya lebih terasa khususnya bagi masyarakat Desa Kertabumi dan umumnya bagi wilayah Kabupaten Ciamis.Kata Kunci: Adat Merlawu dan Upacara AdatABSTRACTThe research results outline illustrates that traditional ceremonies merlawu divided into three core activity is to visit the tomb of King Dimuntur, beber history and balaecrakan. Merlawu traditional ceremonies are always held in Rewah, 7 days before the month of Ramadan on Monday or Thursday. Merlawu traditional ceremony is a form of embodiment of a high sense of social responsibility among the community Kertabumi. Sense of honor to the Patriarchs and fosters harmony in social life creates harmony, intimacy and the close solidarity between citizens. Shape preservation conducted by the various parties are expected to keep the existence of cultural heritage and historical relics in the form of historical objects or traditions handed down by their ancestors. Kertabumi region which has a variety of evidence of the history and potential as a tourism asset history in Ciamis regency are still requires better management order again, so that the benefits are felt particularly for the village Kertabumi and generally for the district of Ciamis.Keywords: Adat Merlawu and Traditional Ceremony