Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kemampuan Historical Consciousness Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Student Debate-Role Playing Bagi Peserta Didik di SMK Negeri 2 Ciamis Royana, Rizka Amirul; Rizqullah, Muhammad Muflih; Suryani, Elin; Pajriah, Sri
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i1.18128

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penerapan metode debat-bermain peran (debate-roleplay) untuk meningkatkan Kesadaran Sejarah (Historical Consciousness) di kalangan siswa kelas XI SMK Negeri 2 Ciamis. Dilaksanakan dalam dua siklus, penelitian ini mengintegrasikan kegiatan debat dan bermain peran, di mana siswa berperan sebagai perwakilan dari kelompok sosial dalam sejarah perang kemerdekaan Indonesia untuk mendiskusikan perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui jalur militer dan diplomasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kesadaran sejarah, keterampilan berargumentasi, dan empati dalam bermain peran. Persentase siswa yang mencapai tingkat kesadaran sejarah tinggi meningkat dari 21,87% (pra-siklus) menjadi 87,50% (Siklus II), sementara keterampilan berargumentasi meningkat dari 12,50% menjadi 81,25%, dan empati bermain peran dari 28,12% menjadi 84,37%. Metode ini berhasil mendorong pemikiran kritis, kolaborasi, serta pemahaman mendalam tentang nilai-nilai dan tanggung jawab sejarah, sehingga menciptakan lingkungan pembelajaran sejarah yang progresif, kontekstual, dan penuh empati.
Training and Assistance of Business Development Strategy Based on Local Wisdom Dokdak Village Community Suryana, Aan; Darna, Nana; Pajriah, Sri
Galuh International Journal of Community Service and Development Vol 1 No 1 (2023): September 2023
Publisher : Badan Kemitraan Inovasi dan Kewirausahaan Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/gijcsd.v1i1.3109

Abstract

Due to the covid-19 pandemic, the production of blacksmith craftsmen in the Dokdak Village has decreased. This decline occurred due to the weakness of the marketing system and the lack of public knowledge about the values of local wisdom. To empower local wisdom, especially the production of blacksmiths, community service was carried out with the aim of creating a modern marketing system and increasing public understanding. In achieving this goal, the P3 (Planning, Training, and Assistance) method was carried out, in three stages. The first stage of planning begins with a Focus Group Discussion (FGD). The second stage of implementation was a survey of the community around the service locus, by meeting local community leaders. The third stage is mentoring activities on strengthening local wisdom values. The locus of service was carried out in Dokdak Village, Baregbeg Village, Baregbeg District, Ciamis Regency. Participants in the dedication activity consisted of 30 blacksmiths. The results of the training and mentoring evaluation showed that the response of the training participants regarding historical and cultural understanding increased from 42.3% to 84.6%. Then the understanding of the importance of local wisdom values also increased from 34.6% to 76.9%. Furthermore, participants had knowledge related to how to establish business partners, one of which was with local BUMDES (Village Owned Enterprises). The results of online marketing training and assistance had been successfully carried out, namely by registering a blacksmith business group in the Shopee marketplace. This training and mentoring activity was expected to be useful for participants in the Dokdak Village environment, especially in improving welfare/the economy.
An Assistance to the Dokdak Village Karang Taruna Group in Managing the Karya Village Website Suryana, Aan; Pajriah, Sri
Galuh International Journal of Community Service and Development Vol 1 No 2 (2024): March 2024
Publisher : Badan Kemitraan Inovasi dan Kewirausahaan Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/gijcsd.v1i2.3804

Abstract

Managing the blacksmith's village website is an important aspect of developing the potential that exists in Dokdak Village which so far has not been conveyed to the wider community. The lack of knowledge of the community, especially the Youth Organization group, is one of the causes. Based on this, website management assistance activities were carried out for the Karang Taruna group. This mentoring activity used various lecture methods, demonstrations, and exercises, with steps to identify needs, develop training materials, train, create website management plans, direct mentoring, monitoring and evaluation, content development and promotion, technical maintenance, and continued empowerment. There were 7 participants in the mentoring activities. This mentoring activity was aimed at analyzing the role of the Dokdak Village youth group in managing the Dokdak Blacksmith Village website, thereby strengthening their involvement in managing and maintaining the Blacksmith Village website. The results of the mentoring activities showed that the Dokdak Village Karang Taruna group could be more active and have a better understanding of managing the Blacksmith Village website. They could collect, organize, and publish local information effectively. From this explanation, it could be concluded that the assistance of the Dokdak Village youth group in managing the website could be a reference for the local government and related parties to develop the potential that exists in their environment by continuing to encourage community involvement.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL PANDAI BESI KAMPUNG DOKDAK DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH SMAN 1 BAREGBEG Maulana, Rido; Pajriah, Sri; Suryana, Aan
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 5, No 3 (2024): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v5i3.21839

Abstract

Pentingnya pembelajaran sejarah dengan mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam proses pembelajaran belum diaplikasikan secara optimal di SMAN 1 Baregbeg, sehingga nilai-nilai kearifan lokal belum tersampaikan dengan baik. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya pemahaman pendidik yang masih minim terkait nilai-nilai kearifan lokal yang dekat dengan lingkungan mereka. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal proses pembelajaran sejarah sebelum diimplementasikannya nilai-nilai kearifan lokal tersebut, serta hasil implementasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kampung Dokdak dalam pembelajaran di SMAN 1 Baregbeg. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan desain studi kasus. Sumber data terdiri dari jurnal, skripsi, buku dan web. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu kepustakaan, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kampung Dokdak yang diimplementasikan ke dalam pembelajaran sejarah; yaitu nilai ibadah, kesederhanaan, gotong royong, kerja sama, kerja keras, tanggung jawab, sosial dan nilai disiplin. Proses pembelajaran sejarah di kelas X IPS 2 SMAN 1 Baregbeg selama ini belum mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal yang dekat dengan lingkungan. Proses pembelajaran yang berlangsung masih menggunakan model pembelajaran kooperatif seperti tipe Jigsaw dengan metode ceramah satu arah. Selain itu, penggunaan media pembelajaran berupa power point belum dibuat secara optimal. Implementasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kampung Dokdak dalam proses pembelajaran sejarah memberikan dampak positif bagi peserta didik, yaitu  meningkatkan minat belajar intraktif dan kontekstual.
Character Education Through Example Values K.H. Mas Mansur in Learning History Janah, Siti Raodatul; Pajriah, Sri; Suryana, Aan; Firdaus, Dede Wahyu
Diakronika Vol 24 No 1 (2024): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/diakronika/vol24-iss1/400

Abstract

Character education refers to school efforts to shape, guide, and develop student behavior according to specific standards. This research aims to analyze the biography and example of KH Mas Mansur and the cultivation of character education through the exemplary values of K.H. Mas Mansur in learning history in class XI IPS 1 MAN 1 Darussalam Ciamis. This research uses a qualitative research method and a case study design. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The research results show that (1) K.H. Mas Mansur was born in Surabaya on June 25, 1896. He is known as a young man who is diligent and trustworthy, always speaks well, and has extensive knowledge. K.H. Mas Mansur has been a leader in many institutions, such as Chairman of the Surabaya Branch of Muhammadiyah for two terms and Chairman of the Tarjih Council. (2) The exemplary values of K.H. Mas Mansur, which can be applied in history learning in class XI IPS 1 MAN 1 Darussalam Ciamis, namely religious values, discipline, curiosity, nationalism, patriotism, respect for achievement, friendly and communication, like to read, and a sense of responsibility, (3) Instilling character education through the exemplary values of K.H. Mas Mansur has been successfully implemented quite well and has had a positive impact on history learning in class XI IPS 1 starting from planning, implementation, to the evaluation stage.
PENDAMPINGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KAMPUNG DOKDAK BAGI GURU DI SMA N 1 BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS Pajriah, Sri; Suryana, Aan
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.11670

Abstract

Minimnya pengetahuan guru tentang nilai-nilai kearifan lokal yang ada di lingkungan Kecamatan Baregbeg untuk diaplikasikan dalam pembelajaran sejarah. Berdasarkan permasalahan tersebut kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperbaiki model pembelajaran sejarah dari konvensional ke modern, dan meningkatkan pemahaman guru terkait nilai kearifan lokal masyarakat Kampung Dokdak diintegrasikan dalam model pembelajaran. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode pelatihan serta pendampingan yang diikuti dengan praktek, dengan melalui beberapa rencana kegiatan, yaitu: Pelatihan dan pendampingan model pembelajaran PBL berbasis nilai kearifan lokal masyarakat Kampung Dokdak. Tahap selanjutnya, monitoring dan evaluasi berkala. Hasil kegiatan menunjukan bahwa pemahaman guru terkait penggunaan Model Problem Based Learning terintegrasi dengan nilai kearifan lokal masyarakat Kampung Dokdak meningkat berdasarkan hasil kuesioner, yaitu dari 65% menjadi 80%. 
MODEL PROBLEM SOLVING PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI MAN 2 CILACAP (Studi Kasus di Kelas XI MAN 2 Cilacap) Permana, Wahyu Dwi; Pajriah, Sri; Suryana, Aan
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 3 (2023): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i3.21890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang model pembelajaran sejarah menggunakan problem solving pada siswa kelas XI IPS di MAN 2 Cilacap. Metode dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dan sumber data dalam penelitian ini peneliti bekerjasama dengan Guru Mata Pelajaran Sejarah dan tiga siswi kelas XI IPS 2 MAN 2 Cilacap. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses analisis data yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu model problem solving peneliti menggunakan tahapan antara lain identifikasi permasalahan, representasi permasalahan, perencanaan permasalahan, menerapkan/mengimplementasikan permasalahan, menilai perencanaan, dan menilai hasil perencanaan. Desain model pembelajaran problem solving ini bertujuan agar proses pembelajaran bisa berlangsung dengan lebih hidup dan pemikiran para siswa jadi lebih terbuka. Manfaat dari penerapan model problem solving dalam proses pembelajaran sejarah ini adalah untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih menarik bagi para siswa. Memupuk kesenangan dan kenyamanan yang tinggi dalam belajar, mengupayakan kemampuan yang tinggi untuk siswa dapat berinteraksi dengan materi, berkomunikasi dengan sesama siswa dan juga dengan guru.
MEREKONSTRUKSI CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING: TELAAH FILOSOFIS, TEORETIS, DAN IMPLIKASI TERHADAP PRAKTIK PEMBELAJARAN Taufik Hidayat; Andri Noviadi; Sri Pajriah
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 9, No 2 (2025): JURNAL LITERASI OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v9i2.18767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landasan filosofis dan teoretis Culturally Responsive Teaching (CRT) serta merumuskan kerangka integratif yang dapat menjadi acuan dalam praktik pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman budaya peserta didik. Penelitian menggunakan metode kajian konseptual melalui analisis dan sintesis literatur yang relevan mengenai CRT, pendidikan multikultural, konstruktivisme, humanisme, dan pedagogi kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa CRT berakar pada empat landasan filosofis utama, yaitu konstruktivisme, pendidikan multikultural, humanisme, dan pedagogi kritis yang secara bersama-sama membentuk prinsip-prinsip pengakuan terhadap identitas budaya peserta didik, inklusivitas, keadilan pendidikan, dan pemberdayaan peserta didik. Berdasarkan sintesis literatur, penelitian ini merumuskan Kerangka Integratif Culturally Responsive Teaching (KI-CRT) yang menghubungkan landasan filosofis, prinsip teoretis, dan implementasi praktis dalam perencanaan, pelaksanaan, serta asesmen pembelajaran. Kerangka tersebut menempatkan budaya peserta didik sebagai sumber belajar yang bermakna sekaligus sebagai dasar pengembangan lingkungan belajar yang inklusif dan berkeadilan. Temuan penelitian memberikan kontribusi konseptual bagi penguatan kajian CRT dan dapat menjadi rujukan bagi pendidik maupun peneliti dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih responsif terhadap keberagaman budaya pada konteks pendidikan abad ke-21. 
Pemanfaatan Nilai-Nilai Perjuangan K.H Ruhiat Melawan Penjajah Belanda dalam Pembelajaran Sejarah Kelas XI SMa Terpadu Manahijul Huda Selvi Nuraniyatu Zannah; Sri Pajriah; Aan Suryana
Wahana Pendidikan Vol 12, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.21375

Abstract

 Pelajaran sejarah di sekolah tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga meningkatkan kesadaran mereka terhadap peristiwa sejarah sebagai warga negara dan anggota masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan biografi, nilai perjuangan, serta pemanfaatan nilai perjuangan K.H. Ruhiat dalam pembelajaran sejarah di kelas XI SMA Terpadu Manahijul Huda. K.H. Ruhiat merupakan tokoh lokal pendiri Pondok Pesantren Cipasung yang berperan penting dalam bidang pendidikan serta perlawanan terhadap penjajah Belanda pada masa pergerakan hingga kemerdekaan (1930–1949). Nilai perjuangan yang dikaji meliputi keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, keagamaan, dan semangat kebangsaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data primer diperoleh dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru sejarah, dan siswa kelas XI, sedangkan data sekunder dari buku, artikel, dokumen pembelajaran, dan penelitian terdahulu. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai perjuangan K.H. Ruhiat dimanfaatkan dalam pembelajaran sejarah dengan mengintegrasikan sejarah lokal pada materi proklamasi kemerdekaan melalui model Project Based Learning (PJBL) yang dipadukan dengan Social Emotional Learning (SEL). Metode ini mampu meningkatkan pemahaman siswa, menumbuhkan cinta tanah air, memperkuat karakter berbasis budaya lokal, serta membuat siswa lebih aktif dan guru lebih kreatifKata Kunci: Kh.Ruhiat, Nilai Perjuangan, Pembelajaran Sejarah
Culture-Based History Teaching Materials as a Process of Cultivating Nationalism in Elementary Schools in Indonesia and Malaysia Aan Suryana; Sri Pajriah; Umi Saidatul Arryennah Bt. Madsah; Wulan Sondarika; Pani Silviani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 8 No. 3 (2025): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v8i3.104468

Abstract

History education in Indonesian and Malaysian elementary schools in the 21st century faces many challenges: limited time, inadequate facilities and infrastructure, textbook-based history teaching materials, frequent curriculum changes, and obstacles to instilling nationalism in students. This study aims to analyse culture-based history teaching materials in Indonesian and Malaysian elementary schools as a process of instilling nationalism in students. The study used a qualitative literature study approach by identifying and selecting relevant literature sources. The data collection method used literature documentation. The data analysis technique used was descriptive qualitative. The results show that culture-based history teaching materials in Indonesia emphasise the integration of local cultural values, such as noble values, religion, morals, and truth, into the learning process. Meanwhile, in Malaysia, history is a compulsory subject taught at the elementary, secondary, and tertiary levels within the Malaysian curriculum. History education is implemented with a Malaysia-centred approach with the aim of instilling a sense of love for the homeland, patriotism, and the formation of a united Malaysian nation. History teaching materials integrate cultural heritage education into the Malaysian education curriculum. The implications of this research are that this research shows that cultural-based history teaching materials are effective in instilling nationalism and noble values in students.