Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai-Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Kampung Dokdak Desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis Berbasis Budaya Galuh Aan Suryana; Sri Pajriah; Egi Nurholis; Agus Budiman
Jurnal Artefak Vol 10, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i1.10166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami sejarah dari kampung dokdak serta nilai-nilai kearifan lokal dari masyarakat kampung dokdak berbasis budaya Galuh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan design etnografi, melalui tahapan 1) Menetapkan informan, 2) Melakukan wawancara kepada informan, 3) Membuat catatan etnografis, 4) Mengajukan pertanyaan deskriptif, 5) Melakukan analisis wawancara etnografis, 6) Membuat analisis domain, 7) Mengajukan pertanyaan struktural yang merupakan tahap lanjut setelah mengidentifikasi domain, 8) Membuat analisis taksonomik, 9) Mengajukan pertanyaan kontras dimana makna sebuah simbol diyakini dapat ditemukan dengan menemukan bagaimana sebuah simbol berbeda dari simbol-simbol yang lain, 10) Membuat analisis komponen, 11) Menemukan tema-tema budaya, 12) Menulis sebuah etnografi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kampung dokdak sudah ada sejak puluhan tahun silam, sehingga selain memiliki nilai kearifan lokal, kampung ini memiliki nilai histori. Adapun nilai-nilai kearifan lokal masyarakat kampung dokdak, yaitu nilai nilai kesederhanaan, nilai kebersamaan, nilai kerjasama/gotong royong, nilai kemandirian, nilai tanggung jawab, nilai kerja keras, nilai kreatif, dan nilai konsisten dan berprinsip. Nilai-nilai keraifan lokal berbasis budaya Galuh dari masyarakat kampung dokdak dapat dilihat dari mata pencaharian yang dijalankan oleh masyarakat sekitar dan teknologi yang digunakan.
Pembelajaran Sejarah Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Budaya Panengen di SMAN 1 Pangandaran (Studi Kasus di Kelas X IPA 1 SMAN 1 Pangandaran) Deti Novia; Sri Pajriah; Aan Suryana; Heri Heryana
Jurnal Artefak Vol 10, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i1.10169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal budaya Panengen serta untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai kearifan lokal budaya Panengen dalam pembelajaran sejarah. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan kualitatif dengan desain historis. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan teknik studi literatur, studi lapangan serta menggunakan observasi terhadap pembelajaran sejarah di kelas dan budaya Panengen, wawancara di lakukan dengan kepala SMAN 1 Pangandaran, wakasek kurikulum, guru sejarah, beberapa orang siswa, serta kepala desa dan sesepuh desa Cikalong kecamatan Sidamulih kabupaten Pangandaran dan dokumentasi terhadap silabus dan RPP. Teknik untuk analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi data. Tahapan penelitian dengan cara tahap deskripsi atau orientasi, tahap reduksi, dan tahap seleksi. Penelitian ini mengahsilkan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Panengen adalah nilai kepemimpinan, nilai toleransi, nilai kebersamaan, dan nilai persatuan. Implementasi nilai-nilai kearifan lokal budaya Panengen dalam pembelajaran sejarah dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan dengan mengintegrasikan materi pelajaran sejarah dengan lingkungan sekitar peserta didik untuk menggali nilai-nilai kearifan lokal yang memberikan dampak positif. Dari hasil pembelajaran sejarah berbasis nilai-nilai kearifan lokal budaya Panengen, dapat memberikan dampak yang bermanfaat bagi peserta didik untuk selalu berbuat kebaikan dan senantiasa hidup berdampingan dengan masyarakat lain untuk saling membantu.
PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL BUDAYA PANENGEN DI SMAN 1 PANGANDARAN (Studi Kasus di Kelas X IPA 1 SMAN 1 PANGANDARAN) Deti Novia; Sri Pajriah; Aan Suryana
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 2 (2023): JUNI
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i2.10007

Abstract

Sekarang ini pembelajaran sejarah di sekolah cenderung hanya mengandalkan materi sejarah nasional sehingga peserta didik kurang pengetahuannya mengenai kearifan lokal yang merupakan jati dirinya.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilaI kearifan lokal budaya Panengen serta untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai kearifan lokal budaya Panengen dalam pembelajaran sejarah.Metode yang digunakan adalah metode pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus.Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan teknik studi literatur, studi lapangan serta menggunakan observasi terhadap pembelajaran sejarah di kelas dan budaya Panengen, wawancara di lakukan dengan kepala SMAN 1 Pangandaran, wakasek kurikulum, guru sejarah, beberapa orang siswa, serta kepala desa dan sesepuh desa Cikalong kecamatan Sidamulih kabupaten Pangandaran dan dokumentasi terhadap silabus dan RPP.Teknik untuk analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan  verifikasi data.Tahapan penelitian dengan cara tahap deskripsi atau orientasi, tahap reduksi, dan tahap seleksi.Penelitian ini mengahsilkan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Panengen adalah nilai kepemimpinan, nilai toleransi, nilai kebersamaan, dan nilai persatuan.Implementasi nilai-nilai kearifan lokal budaya Panengen  dalam pembelajaran sejarah dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan dengan mengintegrasikan materi pelajaran sejarah dengan lingkungan sekitar peserta didik untuk menggali nilai-nilai kearifan lokal yang memberikan dampak positif.Dari hasil pembelajaran sejarah berbasis nilai-nilai kearifan lokal budaya Panengen, dapat memberikan dampak yang bermanfaat bagi peserta didik untuk selalu berbuat kebaikan dan senantiasa hidup berdampingan dengan masyarakat lain untuk saling membantu.
Pembelajaran Sejarah Melalui Nilai-Nilai Kesenian Degung di Kelas X IPS 1 MA Negeri 2 Ciamis Tahun Ajaran 2022-2023 Pupu Maspuroh; Sri Pajriah; Aan Suryana
Jurnal Artefak Vol 10, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i2.12349

Abstract

History learning materials are generally based on textbooks and use very little developer material. This is the background of this research regarding the use of material for developing Degung artistic values in learning history. To find out what are the values of Degung art and how to use Degung artistic values in learning history in class X IPS 1 MA Negeri 2 Ciamis. Qualitative research methods with literature and field studies include observation, interviews and documentation. Data analysis used is data reduction, data presentation and verification. The results of the research show that the values contained in Degung art are religious values, historical values, social values, ethical values, creative values and aesthetic values. The use of material for developing Degung artistic values in history lessons must be in accordance with the learning objectives adapted to the teacher's teaching style. After designing the RPP and adding material to the power point slides the use of developer material has been realized and it is very possible to use developer material. Obstacles such as readjustment of learning outcomes, the use of developer material is a new thing, time constraints and student responses which later as teacher educators try to deal with these obstacles so that the results are that the teacher is greatly helped by the presence of developer material and students are enthusiastic about learning.
PEMBELAJARAN MODEL EXAMPLE NON EXAMPLE DENGAN VARIASI KUIS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SEJARAH KELAS XI DI SMA NEGERI 1 CINEAM Safarina, Yuniar; Pajriah, Sri; Suryana, Aan
Wahana Pendidikan Vol 10, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v10i1.9370

Abstract

Proses pembelajaran di dalam kelas yaitu bagian yang sangat penting dari pendidikan. Berhasilnya suatu proses pembelajaran tidak akan terlepas dari kemampuan pendidik dalam mengembangkan model, metode, dan media pembelajaran. Modell pembelajaran example non example adalah salah satu model pembelajaran yang membelajarkan  siswa terhadap permasalahan  yang ada di sekitarnya melalui analisis contoh-contoh berupa gambar-gambar, foto, dan kasus yang bermuatan masalah. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk membuktikan dan mengetahui : 1) Untuk mengetahui gambaran pembelajaran Sejarah saat ini di SMA Negeri I Cineam. 2) Untuk mengetahui model pembelajaran Example non Example yang dapat meningkatkan Motivasi belajar Siswa di SMA Negeri I Cineam. 3) Untuk mengetahui efektivitas pembelajaran example non example di SMA Negeri  1 Cineam. Metode Penelitian ini memakai metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian tindakan kelas ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Pembelajaran model Example non Example dapat meningkatkan prestasi belajar siswa tentang Tokoh-Tokoh Nasional dan Daerah Dalam Memperjuangkan Kemerdekaan, Bermain kuis dapat meningkatkan prestasi hasil belajar siswa tentang Tokoh-Tokoh Nasional dan Daerah Dalam Memperjuangkan Kemerdekaan
Implementasi Model Pembelajaran Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK) Dengan Media Video Animasi Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Sejarah Siswa Kelas XI SMAN 1 Subang Pramasiha, Tri Andhinizelsha; Pajriah, Sri; Suryana, Aan
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 12, No 2 (2023): Media Pembelajaran Sejarah berbasis Keterampilan Abad 21
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v12i2.64237

Abstract

Penggunaan model pembelajaran sejarah di sekolah selama ini masih banyak menggunakan model pembelajaran yang konvensional. Hal ini menyebabkan minimnya motivasi belajar sejarah siswa dan berdampak pada hasil belajar siswa yang masih kurang, sehingga memerlukan perbaikan dalam penggunaan model pembelajaran yang lebih bervariatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan hasil belajar sejarah siswa  dengan menggunakan model pembelajaran Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK) di kelas XI IPS 3 SMAN 1 Subang. Metode yang digunakan yaitu metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran Visual, Auditory, Kinesthetic (VAK) dengan media video animasi dapat meningkatkan motivasi belajar sejarah pada siswa kelas XI SMAN 1 Subang. Dibuktikan dengan peningkatan hasil rata-rata dan presentase hasil belajar klasikal pada siswa yang diperoleh dari data angket, dimana hasil uji paired samples T test (uji-T) dengan bantuan aplikasi SPSS menunjukan bahwa nilai sig. 0,001 0,05
PEMANFAATAN NILAI-NILAI KARAKTER PADA TRADISI PARERESAN DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X IPS 1 MA PUI MAJA Azhari, Fuad; Pajriah, Sri; Suryana, Aan
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 5, No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v5i1.11784

Abstract

Tradisi Pareresan adalah salah satu nama tradisi yang masih berkembang di desa sangiang. Tradisi ini adalah Syukuran atas hasil bumi yang melimpah, dimana mayoritas masyarakatnya adalah petani. Pareresan sendiri berasal dari bahasa Sunda, reres panen, yang artinya panen telah usai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan nilai-nilai karakter pada tradisi pareresan di integarasikan dalam pembelajaran sejarah kelas X IPS 1 MA PUI Maja. Metode dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan deskriptif fokus penelitian pada siswa kelas X di MA PUI Maja tahun ajaran 2022/2023 dengan pemanfaatan nilai-nilai karakter Tradisi Pareresan sebagai sumber belajar sejarah. Teknik pengumpulan data metode ini diantaranya observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini bahwa proses pembelajaran sejarah dikelas X IPS 1 MA PUI Maja dalam pelaksanaan pembelajaran, metode guru menjelaskan pembelajaran sejarah dengan ceramah  kepada peserta didik hal ini kurang diminati peserta didik dalam mengikuti pembelajaran sejarah. Bentuk implementasi pembelajaran sejarah dengan memanfatkan nilai-nilai karakter tradisi pareresan di kelas X IPS 1 MA PUI Maja, guru menayangkan video tradsi pareresan di situ sangiang kepada peserta didik hal ini diminati peserta didik dalam mengikuti pembelajaran sejarah. Kondisi ini tampak peserta didik aktif bertaya kepada guru pada saat menayangkan video tradisi pareresan semua siswa pokus melihatnya.Kata kunci : Nilai-nilai Karakter, Tradisi Pareresan, Pembelajaran Sejarah
Pendampingan Penguatan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Bagi Masyarakat Kampung Dokdak Untuk Peningkatan Perekonomian Masyarakat Suryana, Aan; Darna, Nana; Pajriah, Sri
Jurnal Graha Pengabdian Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um078v5i22023p%p

Abstract

Minimnya pemahaman masyarakat terkait nilai-nilai kearifan lokal menyebabkan mulai ditinggalkannya mata pencaharian sebagai pandai besi oleh masyarakat Kampung Dokdak. Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukan pendampingan eenguatan nilai-nilai kearifan lokal bagi masyarakat Kampung Dokdak dengan tujuan, supaya masyarakat tetap mempertahankan warisan budaya leluhurnya, yaitu kegiatan mata pencaharian sebagai pandai besi dan diharapkan mampu berdampak pada peningkatan perekonomian. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah melalui pendekatan P3, yaitu perencanaan, pelatihan dan pendampingan. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pemahaman masyarakat terkait pentingnya mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal dalam peningkatan perekonomian masyarakat dari 50% menjadi 85%. Lebih lanjut respon masyarakat menunjukan bahwa sebesar 90% masyarakat memberikan respon memahami dan 10% masyarakat memberikan respon kurang memahami terkait nilai-nilai keraifan lokal.
Blacksmith: Between history, culture, and economy Suryana, Aan; Pajriah, Sri; Fajriyah, Izzatul
Interdisciplinary International Journal of Conservation and Culture Vol 2 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Badan Kemitraan Inovasi dan Kewirausahaan Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/iijcc.v2i1.3909

Abstract

This research was aimed at describing the historical, cultural, and economic value of blacksmith activities. The research method used was a literature study (library research). Data collection techniques were carried out through collecting research results that had been carried out and published in reputable indexed journals, Google Scholar, etc. The research results showed that blacksmithing had historical value whose development varied in each region of the world. In Asia, especially Indonesia, the historical development of blacksmithing was estimated to have existed since the 7th century AD. This was based on findings on temple wall reliefs, inscriptions, and ancient manuscripts found as relics from the royal era. Meanwhile, the historical development of blacksmiths in Europe, Africa, and other Asian regions was quite diverse, having developed from 1150-1400 BC. The blacksmiths of Dokdak Village also had cultural values ​​that were very important to be passed on. This was based on data which showed that in blacksmithing activities there were cultural elements, namely the knowledge system, livelihood system, and equipment and technology systems used. Furthermore, Dokdak Village's blacksmith activities had economic value, because the carried-out activities could produce production goods that have economic value. Based on this, it is important to protect and maintain the livelihood of blacksmiths to pass on values ​​to the younger generation.
PERANAN BILAL BIN RABBAH DALAM PERKEMBANGAN ISLAM DI JAZIRAH ARAB TAHUN 611 M – 641 M Pajriah, Sri; Mulyadi, Andi
Jurnal Artefak Vol 2, No 1 (2014): Maret (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.038 KB) | DOI: 10.25157/ja.v2i1.330

Abstract

ABSTRAKHasil penelitian menunjukan bahwa kondisi kehidupan Agama dan sosial budaya masyarakat Arab sebelum Islam masuk masih menganut paham Jahilliyah yang diantaranya, menyembah berhala, perbudakan serta seni arsitektur dan syair. Setelah Islam masuk di Jazirah Arab yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam paham-paham Jahiliyah mulai ditinggalkan, didalam perkembangan Islam di Jazirah Arab munculah beberapa tokoh penyebar Agama Islam salah satunya adalah Bilal bin Rabbah. Peranan Bilal bin rabah yang sangat berpengaruh dalam perkembangan Islam yaitu sebagai kepercayaan Rasull untuk mengumandangkan Adzan sekaligus menjadi Muadzin Pertama dalam Islam di seluruh dunia hal itu berdampak bagi kehidupan sekarang khususnya bagi kaum Muslim. selain itu juga Bilal berperan dalam Perang badar dia berhasil membunuh bekas majikannya semasa masih menjadi Budak yaitu Umayah bin Khalaf sekaligus menandai kemenangan kaum Muslim dalam perang tersebut.Kata Kunci: Bilal, Jazirah Arab ABSTRACTThe results showed that the condition of religious and socio-cultural life of Arab society before Islam arrived, still adopts Jahilliyah. there are a few characteristics of Jahilliyah, such as: dolatry, bondage and architectural art and poetry. After the Islamic religion which is brought by Prophet Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam entered in Jazirah Arab, the notion of Ignorance Jahilliyah becoming obsolete. in the development of Islam in Jazirah Arab emerged several prominent propagator Islam, one of them is Bilal bin Rabbah. The role of Bilal bin Rabah highly influential in the development of Islam that as a person who is trusted by the prophet to peal Adzan and become the first Muezzin of Islam around the world. nowadays, it has implications for life, especially for Muslims. Besides that, Bilal bin Rabbah have an important role in the War of Badr. he succeeded to kill a former master “Umayyah bin Khalaf” when he was still a slave. it shows that the victory of Muslims in the war.Keyword: Bilal, Jazirah Arab