Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN METODE RESOURCE BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Sri Pajriah
Jurnal Artefak Vol 3, No 2 (2015): Agustus (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.734 KB) | DOI: 10.25157/ja.v3i2.333

Abstract

ABSTRAKFokus dalam tulisan ini adalah apakah yang dimaksud dengan metode Resource Based Learning dalam pembelajaran sejarah, apa saja kelebihan dan kelemahannya, bagaimana proses pembelajaran dan pemanfaatannnya dalam pembelajaran sejarah? Tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahui metode Resource Based Learning dalam pembelajaran sejarah, kelebihan dan kelemahan, proses pembelajaran dan pemanfaatannya dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sedangkan lokasi penelitian ini di Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Universitas Galuh. Teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan studi pustaka, observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode tersebut dapat memberikan manfaat bagi guru dan peserta didik. Salah satu manfaat metode Resource Based Learning bagi guru yaitu dapat menumbuhkan sikap kreatif dan inovatif untuk mengembangkan metode pembelajaran sejarah serta dapat mengakomodir heterogenitas peserta didik. Sementara manfaatnya bagi peserta didik, bahwa metode Resource Based Learning dapat menumbuhkan motivasi, minat, berpikir kritis dan kreatif dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini merekomendasikan kepada guru untuk menjadikan metode ini sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran sejarah. Untuk kepala sekolah diharapkan mengadakan pelatihan metode Resource Based Learning kepada para guru sejarah disertai dengan melengkapi fasilitas dan sumber-sumber belajar.Kata Kunci: Model Pembelajaran dan Resource Based LearningABSTRACTThe focus in this article is what is the Resource Based Learning method of teaching history, what are the advantages and disadvantages, how the process of learning and pemanfaatannnya in history? The purpose of this paper is to determine the Resource Based Learning method of teaching history, strengths and weaknesses, learning and utilization in the teaching of history. This study used qualitative research methods. While this research sites in History Education Studies Program Faculty of Teacher Training and Education Program of the University Galuh. Data collection techniques using literature study, observation and interviews. The results of this study indicate that the method can provide benefits for teachers and learners. One of the benefits of the methods Resource Based Learning for teachers that can foster creative and innovative attitude to develop methods of teaching history and can accommodate heterogeneity of learners. While the benefits to learners, that the Resource Based Learning method can foster motivation, interest, critical and creative thinking in the teaching of history. The study recommends to teachers to make this method as an alternative in the teaching of history. For principals are expected to hold a Resource Based Learning training methods for teachers of history along with complementary facilities and learning resources.Keywords: Learning Model and Resource Based Learning
PERAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA DI KABUPATEN CIAMIS Sri Pajriah
Jurnal Artefak Vol 5, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.927 KB) | DOI: 10.25157/ja.v5i1.1913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sumber daya manusia dalam pengembangan pariwisata budaya di Kabupaten Ciamis. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dalam upaya untuk mendapatkan data dan fakta yang ada di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa peran sumber daya manusia sebagai faktor kunci keberhasilan dalam mewujudkan pengembangan pariwisata budaya di Kabupaten Ciamis. Peran SDM sebagai motor penggerak industri pariwisata, pencipta produk industri pariwisata, dan sebagai penentu daya saing industri pariwisata. Hal ini dapat diwujudkan melalui pendidikan pariwisata dan pelatihan pemandu wisata yang harus dimiliki bagi masyarakat khususnya berada di daerah wisata untuk mengembangkan pariwisata budaya di wilayah Kabupaten Ciamis, karena melalui kegiatan tersebut akan lebih meningkatkan mutu, kinerja dan hasil yang diperoleh menjadi lebih baik. Maka, peran SDM sangat menunjang keberhasilan bagi pengembangan pariwisata budaya di Kabupaten Ciamis dengan kompetensi yang dimilikinya, sehingga objek wisata budaya yang ada di Kabupaten Ciamis menjadi tujuan wisata yang lebih menarik dan memiliki keunikan yang kaya akan nilai sejarah dan budaya Galuh serta bermanfaat bagi masyarakat yang berada di daerah wisata sebagai sarana memperoleh penghasilan sehingga kesejahteraan masyarakatpun akan lebih meningkat.Abstract This study aims to analyze the role of human resources in the development of cultural tourism in Ciamis Regency. The method used in this study is a historical research method in an effort to obtain data and facts in the field. Based on the results of this study, the role of human resources as a key success factor in realizing the development of cultural tourism in Ciamis Regency. The role of Human Resources as the driving force of the tourism industry, the creator of tourism industry products, and as a determinant of the competitiveness of the tourism industry. This can be realized through tourism education and must-have tour guide training for the community, especially in tourist areas to develop cultural tourism in the Ciamis Regency area, because through these activities the quality, performance and results obtained will be better. So, the role of Human Resources greatly supports the success of the development of cultural tourism in Ciamis Regency with its competencies, so that cultural tourism objects in Ciamis Regency become more attractive and unique tourist destinations that are rich in Galuh's historical and cultural values and beneficial for communities in tourist areas as a means of earning income so that the welfare of the community will increase.
PERAN GROUP SENI QASIDAH AL-MANAR TASIKMALAYA DALAM DAKWAH TAHUN 1960 SAMPAI DENGAN 2006 Sri Pajriah
Jurnal Artefak Vol 3, No 1 (2015): Maret (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.303 KB) | DOI: 10.25157/ja.v3i1.332

Abstract

Selama rentang waktu tahun 1960 sampai 2006, Group Seni qasidah Al-Manar juga telah melakukan berbagai hal yang memberikan kontribusi besar pada pengembangan dakwah. Diantara perannya adalah secara konsisten menjadikan seni musik sebagai media dakwah dengan tetap memelihara unsur hiburan sejalan dengan unsur dakwahnya. Di samping itu, group ini juga menggabungkan pola dakwah langsung melalui pertunjukan dalam acara pernikahan, khitanan dan hari-hari besar keagamaan dan dakwah tidak langsung melalui rekaman kaset dan compct disc. Peran lainnya adalah menjadikan media audio dan audio visual sebagai media dakwah, mengakomodir objek dakwah dari berbagai kalangan, serta menyampaikan materi dakwah secara utuh dan aktual baik mengenai aqidah, syari`ah, akhlak, sejarah Islam, tadabbur alam, wa’du (janji) dan wai’d (ancaman).     Kata Kunci: Group Seni Qasidah Al-Manar dan Dakwah
PENYULUHAN KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI BAGI MASYARAKAT DI DESA PASIRLAWANG KECAMATAN PURWADADI KABUPATEN CIAMIS Sri Pajriah; Aan Suryana
Abdimas Galuh Vol 4, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v4i1.7071

Abstract

Kegiatan pengabdian dosen kepada masyarakat yang dilakukan dengan judul “Penyuluhan Kawasan Rumah Pangan Lestari Bagi Masyarakat di Desa Pasirlawang Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis”. Sasaran yang dituju dalam pengabdian ini adalah masyarakat miskin yang memiliki pemahaman yang kurang tentang pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan. Hal ini dilakukan agar keluarga atau masyarakat di desa Pasirlawang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan metode penyuluhan kepada keluarga miskin yang disampaikan secara lisan. Hasil umum yang diharapkan dapat tercapainya suatu perubahan pola pikir, sikap, dan perilaku bagi keluarga atau masyarakat desa Pasirlawang. Adapun, hasil kegiatan pengabdian secara khususnya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga atau masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan dengan program Kawasan Rumah Pangan Lestari.
PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL PAKENA GAWE RAHAYU PAKEUN HEUBEUL JAYA DINA BUANA PADA PRASASTI KAWALI I DI KELAS X IPS 1 SMAN 1 KAWALI Enok Yuniar; Sri Pajriah; Aan Suryana
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 2 (2022): JUNI
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i2.7660

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal pakena gawe rahayu pakeun heubeul jaya dina buana serta implementasinya pada pembelajaran sejarah. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi literatur, studi lapangan, dan observasi, wawancara dengan informan, serta studi dokumentasi. Untuk mencari validitas data dilakukan triangulasi data. Analisis data yang digunakan antara lain reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai kearifan yang terkandung dalam pakena gawe rahayu pakeun heubeul jaya dina buana ialah nilai kepemimpinan, nilai sejarah, nilai cinta tanah air, nilai sosial dan nilai kerja keras. Implementasi nilai-nilai kearifan lokal pakena gawe rahayu pakeun heubeul jaya dina buana dalam pembelajaran sejarah dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan dengan mengintegrasikan materi pelajaran sejarah melalui lingkungan sekitar untuk menggali nilai-nilai kebijaksanaan demi menguatkan karakter positif peserta didik. Dari hasil pembelajaran sejarah berbasis kearifan lokal ini, dapat memberikan dampak positif bagi peserta didik agar memiliki semangat dan motivasi agar selalu berbuat baik dan melaksanakan perannya sebagai manusia untuk hidup dan bergaul sesuai aturan dan norma yang berlaku.
KESENIAN GEMBYUNG SEBAGAI MEDIA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 1 LUMBUNG KELAS X IPS 1 TAHUN AJARAN 2018-2019 Rizki Adinda Putri; Sri Pajriah; Yadi Kusmayadi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 2, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.572 KB) | DOI: 10.25157/j-kip.v2i1.4770

Abstract

Pembelajaran sejarah yang dilaksahakan di sekolah mengajarkan materi yang jauh dari realitas kehidupan siswa. Mereka dihadapkan pada serentetan catatan fakta yang membentuk suatu peristiwa. Salah satu cara mendekatkan siswa pada materi sejarah adalah dengan menggunakan media pembelajaran sejarah lokal. Salah satunya adalah kesenian Gembyung yang dapat membantu siswa dalam pembelajaran sejarah agar siswa tidak tercerabut dari akar budaya dan sejarah lokalitasnya dengan mengenal kembali nilai- lokal warisan leluhur kebudayaan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna kesenian Gembyung di Kecamatan Panjalu dalam proses pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Lumbung kelas X IPS 1. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang mencakup beberapa tahap yaitu rencana penelitian, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat makna atau nilai-nilai dari kesenian Gembyung, diantaranya nilai kebersamaan, nilai penghormatan, nilai keagamaan dan nilai nasionalisme. Kesenian Gembyung sebagai media dalam pembelajaran sejarah dapat membantu siswa untuk mengetahui kebudayaan lokal khususnya kesenian lokal daerah. Selain itu, pembelajaran sejarah dengan media kesenian Gembyung ini menjadi lebih mudah dipahami karena peserta didik melihat langsung kesenian Gembyung. Akibatnya, peserta didik mempunyai gambaran nyata terhadap pembelajaran kesenian Gembyung untuk mengaitkannya dengan materi sejarah lokal dan materi masuknya dan penyebaran  Islam di Indonesia.Kata Kunci : Kesenian Gembyung, Media Pembelajaran Sejarah.
SOSIALISASI PENTINGNYA POTENSI WISATA BUDAYA DI DESA GEGEMPALAN KECAMATAN CIKONENG KABUPATEN CIAMIS Sri Pajriah; Aan Suryana; Dewi Ratih
Abdimas Galuh Vol 3, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v3i1.5019

Abstract

Kegiatan pengabdian dosen kepada masyarakat yang dilakukan mengambil judul “Sosialisasi Tentang Pentingnya Potensi Wisata Budaya di Desa Gegempalan Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis”. Sasaran yang dituju dalam pengabdian ini adalah masyarakat yang memiliki pemahaman kurang terhadap manfaat dan pentingnya pengelolaan wisata sejarah dan budaya yang ada di Desa Gegempalan Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis. Hal ini dilakukan supaya masyarakat mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah dengan metode sosialisasi yang disampaikan secara lisan. Adapun hasil kegiatan pengabdian secara khususnya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga atau masyarakat melalui pengelolaan potensi wisata sejarah dan budaya yang ada di daerahnya. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah kegiatan sosialisasi pentingnya potensi wisata budaya bagi masyarakat yang ada di Desa Gegempalan berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang direncanakan, meskipun belum semua memahami tentang pentingnya pengelolaan wisata budaya yang ada di desa Gegempalan. Kegiatan sosialisasi ini mendapatkan respon yang sangat baik, hal ini dibuktikan dengan keaktifan peserta sosialisasi yang diikuti tokoh masyarakat sampai tuntas. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan dapat diajukan beberapa saran yaitu, waktu pelaksanaan pengabdian perlu ditambah, supaya tujuan kegiatan dapat dicapai sesuai dengan harapan, namun dengan konsekuensi penambahan biaya. Adanya kegiatan lanjutan yang berupa sosialisasi sejenis dimana hal ini dilakukan secara kontinue, sehingga mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan potensi wisata budaya.
PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA BERBASIS SITUS SEJARAH LOKAL GUNUNG SUSURU DI KABUPATEN CIAMIS Uung Runalan Soedarmo; Sri Pajriah; Aan Suryana
Abdimas Galuh Vol 3, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v3i2.6006

Abstract

Kegiatan pengabdian dosen kepada masyarakat yang dilakukan mengambil judul “Pengembangan Pariwisata Budaya Berbasis Situs Sejarah Lokal Situs Gunung Susuru di Kabupaten Ciamis”.Sasaran yang dituju dalam pengabdian ini adalah masyarakat yang memiliki pemahaman kurang terhadap pengembangan pariwisata budaya berbasis situs sejarah lokal yang ada di Desa Kertabumi, Kecamatan Cijeunjing, Kabupaten Ciamis. Hal ini dilakukan supaya masyarakat mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah menggunakan metode instruksional, dengan menggunakan pendekatan participatory planning, yaitu suatu pendekatan dimana seluruh unsur yang terlibat dalam perencanaan dan pengembangan kawasan wisata budaya diikutsertakan baik secara teoritis maupun praktis. Selanjutnya menggunakan pendekatan potensi dan karakteristik ketersediaan produk budaya yang dapat mendukung keberlanjutan pengelolaan kawasan wisata budaya.Adapun hasil kegiatan pengabdian  adalah bahwa produk wisata yang dikembangkan di Situs Gunung Susuru adalah berupa kerajinan tangan caping (dudukuy) yang terbuat dari hata, namun dalam proses pemasarannya masih belum optimal dikarenakan faktor SDM, analisis faktor internal dan eksternal pengembangan pariwisata budaya berbasis situs sejarah lokal Gunung Susuru meliputi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Sedangkan strategi pengembangan yang digunakan adalah strategi kekuatan peluang, strategi kekuatan ancaman, strategi kelemhan peluang dan strategi kelemahan ancaman.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN DI DESA GUNUNGCUPU KECAMATAN SINDANGKASIH MELALUI PENYULUHAN TENTANG ARTI PENTING PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA Yeni Wijayanti; Sri Pajriah; Yadi Kusmayadi
Abdimas Galuh Vol 2, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.612 KB) | DOI: 10.25157/ag.v2i1.3325

Abstract

Pendidikan menjadi salah satu tolok ukur Indeks Pembangunan Manusia. Oleh karena itu, penting kiranya untuk meningkatkan pemahaman bagi masyarakat tentang pentingnya pendidikan yang berpengaruh terhadap kualitas manusia. Sasaran yang dituju dalam pengabdian ini adalah masyarakat miskin yang memiliki pemahaman kurang terhadap pentingnya pendidikan. Tujuan kegiatan ini adalah agar kualitas sumber daya manusia Desa Gunungcupu dapat meningkat, mengingat jumlah penduduknya yang besar. Metode yang digunakan untuk mewujudkan pemberdayaan masyarakat dalam bidang pendidikan tersebut adalah dengan metode penyuluhan yang disampaikan secara lisan. Hasil umum yang diharapkan dapat tercapai adalah adanya perubahan pola pikir, sikap, dan perilaku, dan secara khusus adalah meningkatnya pemahaman masyarakat terutama masyarakat miskin mengenai pendidikan yang mempunyai arti penting terhadap Indeks Pembangunan Manusia.
PPEMBELAJARAN MODEL EXAMPLE NON EXAMPLE DENGAN VARIASI KUIS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SEJARAH KELAS XI DI SMA NEGERI 1 CINEAM Yuniar Safarina; Sri Pajriah; Aan Suryana
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i1.8914

Abstract

Proses pembelajaran di dalam kelas yaitu bagian yang sangat penting dari pendidikan. Berhasilnya suatu proses pembelajaran tidak akan terlepas dari kemampuan pendidik dalam mengembangkan model, metode, dan media pembelajaran. Model pembelajaran example non example adalah salah satu model pembelajaran yang membelajarkan  siswa terhadap permasalahan  yang ada di sekitarnya melalui analisis contoh-contoh berupa gambar-gambar, foto, dan kasus yang bermuatan masalah. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk membuktikan dan mengetahui : 1) Untuk mengetahui gambaran pembelajaran Sejarah saat ini di SMA Negeri I Cineam. 2) Untuk mengetahui model pembelajaran Example non Example yang dapat meningkatkan Motivasi belajar Siswa di SMA Negeri I Cineam. 3) Untuk mengetahui efektivitas pembelajaran example non example di SMA Negeri  1 Cineam. Metode Penelitian ini memakai metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian tindakan kelas ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Pembelajaran model Example non Example dapat meningkatkan prestasi belajar siswa tentang Tokoh-Tokoh Nasional dan Daerah Dalam Memperjuangkan Kemerdekaan, Bermain kuis dapat meningkatkan prestasi hasil belajar siswa tentang Tokoh-Tokoh Nasional dan Daerah Dalam Memperjuangkan Kemerdekaan.