Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Eksistensi Kesenian Wayang Sasak Ajar Wali di Masa Pandemi Covid-19 Muhammad Arfa; Sunardy Kasim
JURNAL IMAJINASI Vol 6, No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v6i1.32621

Abstract

Wayang sasak merupakan kesenian tradisi suku sasak yang berbetuk wayang kulit. Seperti kesenian pertunjukan pada umumnya, kesenian ini kerap kali ditampilkan pada acara-acara adat suku sasak baik pernikahan, hitanan, dan acara syukuran lainnya. Semenjak hadirnya wabah covid-19 di tahun 2019 sampai sekarang membuat tatanan kehidupan manusia diseluruh dunia berubah dengan dibatasinya aktivitas social secara langsung sehingga berdampak pada berhentinya kegiatan seni pertunjukan. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana eksistensi kesenian wayang sasak dimasa pandemic covid-19 dengan studi kasus di sanggar wayang sasak Ajar Wali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, mendiskripsikan informasi dengan menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumen. Sumber data didapatkan melalui wawancara langsung dan observasi di dukung dengan data-data kegiatan pementasan yang mengambil studi kasus di kesenian wayang Ajar Wali.
Peningkatan Pengetahuan Bidang Komputer, Desain, dan Hukun Pada Komunitas Ajar Wali Kasim, Sunardy; Anggrawan, Anthony; Satria, Christofer; Rosikhu, Muhammad; Sakti, Lanang; Mardedi, Lalu Zazuli Azhar; Haryono, Haryono; Cahyadi, Irwan
INTAN CENDEKIA (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 3, No 1 Juni (2022): INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/intancendekia.v3i1 Juni.101

Abstract

Tujuan pengabdian ini untuk memberikan pengetahuan umum kepada masyarakat tentang komputer, desain dan hukum. Pengabdian ini bekerjasama dengan komunitas budaya ajar wali dan komunitas budaya Darmayasa sebagai mitra dalam memberikan sosialisasi pentingnnya pengetahuan di bidang teknologi khususnya komputer dan memahami hukum yang berlaku baik dalam bentuk hukum adat dan negara. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi dengan memaparkan materi dan diskusi terbuka pada masyarakat dan anggota komunitas budaya ajar wali dan komunitas budaya Darmayasa. Hasil kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya teknologi komputer di era digital yang dalam hal ini untuk mendukung administrasi, pembuatan desain untuk promosi baik dimedia cetak, media sosial dan media promosi/publikasi lainnya. Sedangkan dibidang hukum sendiri hasil yang di peroleh dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah semakin paham dan sadarnya masyarakat terutama komunitas budaya akan peraturan dan ketentuah hukum, baik hukum adat maupun hukum negara.
PEMETAAN POTENSI DESA SENGKOL SEBAGAI DESA WISATA Kasim, Sunardy; Mayadi, Mayadi; Mardedi, Lalu Jazuli Azhar; Hasan, Abd.; Santoso, Heroe; Muzanni, Ahmad; Murianto, Murianto
INTAN CENDEKIA (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 2, No 1 Juni (2021): INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/intancendekia.v2i1 Juni.158

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat dalam menggali potensi desa Sengkol sebagai desa wisata dilakukan dengan melalui survei lokasi dan melakukan pengolahan data yang kemudian di analisi menggunakan SWOT Analisis.yang terdiri dari Strenghts, Weakness, Opportunities dan Threaths. Analisis SWOT bertujuan untuk memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities), namun dapat meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman (threaths). Dari hasil analisis tersebut maka dapat menjadi gambaran untuk pengembangan desa Sengkol sebagai desa wisata kedepannya. Beragam potensi desa yang menjadi kekuatan desa terowai harus di kembangkan hingga dapat menciptakan peluang dalam memajukan desa, dan sebaliknya berbagai kelemahan yang ada pada desa Sengkol harus segera diatasi sehingga tidak menjadi ancaman dalam proses pembangunan desa menjadi desa wisata. Bedasarkan datan dan analisi desa Sengkol memiliki aspek-aspek yang menjadikan desa ini sebagai desa wisata seperti : Attraction seperti Atraksi Alam, Atraksi rumah, dan Atraksi Kebudaya. Untuk mewujudkannya dibutuhkkan Accesability (aksesibilitas) dalam hal aksesibilitas memang terkendala dari pemerintah, jalan masuk menuju lokasi wisata. Amenities (fasilitas) masyarakat dapat memanfaatkan rumah tinggal mereka menjadi homestay yang dapat digunakan sebagai penginapan bagi wisatawan. Dan Ancillary (kelembagaan)pengembangan desa wisata dibutuhkan adanya lembaga yang mengelola berjalannya desa wisata tersebut, sehingga dibutuhkan POKDARWIS (kelompok Sadar wisata) Desa Sengkol
CONCEPT OF PRESERVING SAṂSKṚTI RAKṢAṆA CULTURE Sunardy Kasim; I Made Gede Arimbawa; Udayana, Anak Agung Gde Bagus; Sujana, I Wayan
International Journal of Social Science Vol. 4 No. 4: December 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/ijss.v4i4.9742

Abstract

Draft Saṃskṛti Rakṣaṇa offers a multidimensional approach to preserving traditional culture, which integrates three main elements, namely Kala (Art), Tantra (System or Method), and Adhyayana Mārga (Way of Learning). The synergy between these three elements creates a framework that is systematic, structured and adaptive to changing times, with the aim of strengthening cultural preservation and sustainability. Art, as a medium for cultural expression, not only documents but also celebrates diverse cultural values ​​through various forms of traditional art. Tantra provides the methodological basis necessary to preserve and disseminate cultural elements, including the development of scientifically accessible archives, curricula, and ethnographic techniques. Meanwhile, Adhyayana Mārga emphasized the importance of inclusive and flexible learning methods, accommodating various learning styles and utilizing digital technology in disseminating cultural knowledge. These three elements work synergistically to build a holistic cultural preservation ecosystem, which is not only relevant to the contemporary context but is also able to respond to the challenges of the times, guarantee sustainable preservation, and ensure the transfer of cultural knowledge to future generations. Thus, Saṃskṛti Rakṣaṇa provides an integrated approach in responding to the challenges of cultural preservation in the ever-developing modern
Bimbingan Teknis Pementasan Teater dalam Melestarikan Teater Tradisi Lombok Sunardy Kasim; Murianto; Syamsurrijal; Abdul Muhid; Diah Supatmiwati
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi (Juni)
Publisher : Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jilpi.v2i4.391

Abstract

The Community Service Activity in the form of Technical Guidance (bimtek) on Traditional Theatre is a collaborative effort between Bumigora University Mataram and Bale Agung Ajar Wali Foundation to support the development and preservation of traditional theatre arts in the region. This activity aims to provide an in-depth understanding of traditional theatre arts and train participants in various aspects of traditional theatre performance, including acting, dance movements and traditional music. In this activity, participants are encouraged to actively participate in presentation sessions, discussions and practical exercises where they can apply the concepts learnt in practical situations. The material presented covered the history, techniques and basic skills of traditional theatre arts, as well as the cultural values contained within them. The results of this activity showed that all participants followed all the materials well and the results of the traditional theatre practice sessions were also very satisfactory. The overall evaluation showed a high level of satisfaction of the participants with the activity as a whole, as well as positive impressions of the quality of the materials and the organization of the event.
Perancangan Revitalisasi Rumah Adat Sembalun untuk Menunjang Destinasi Wisata Budaya di Lombok Timur Kasim, Sunardy; Murianto, Murianto
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 4, No 1: April 2021
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v4i1.149

Abstract

Sebagai salah satu desa tertua di lombok, desa sebalun bumbung merupakan desa yang sangat menjaga budaya dan tradisi leluhurnya. beragam budaya dan tradisi tersebut dilakukan di sebuah rumah adat yang bernama rumah adat sembahulun. Hal ini sangat potensial untuk dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata budaya untuk menunjang perekonomian masyarakat. Pembuatan desain revitalisasi rumah adat yang dilakukan dengan metode desain thingking di harapkan dapat menciptakan sebuah desain bangunan yang tidak hanya sesuai dengan kebutuhan pengelola rumah adat dan masyarakat dalam membuat kegiatan ritual adat, namun dapat juga berfungsi sebagai tempat kegiatan-giatan seni budaya lainnya sebagai daya tarik wisata.  
Eksplorasi Nilai Budaya Sasak dalam Pendidikan Karakter Melalui Aksi P5 di Sekolah Dasar Kasim, Sunardy
PeDaPAUD: Jurnal Pendidikan Dasar dan PAUD Vol 2, No 2 (2023): PEDAPAUD: JURNAL PENDIDIKAN DASAR DAN PAUD
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/pedapaud.v2i2.628

Abstract

This study aims to measure and demonstrate the differences in students' understanding of science concepts before and after using gamification-based learning media. The research employs a quantitative approach with a pre-experimental design, specifically the One Group Pretest-Posttest, which involves measuring students' understanding both before and after the application of the learning method. The study sample consists of 31 fifth-grade students from SDN 5 Mataram. Data was collected through tests and analyzed using the paired sample t-test to assess the effectiveness of gamification-based learning media in enhancing students' comprehension of science concepts. The findings indicate a highly significant difference in students' understanding of science concepts before and after the implementation of gamification-based learning media. This is supported by the probability result (Sig. 2-tailed) = 0.000, which is smaller than ? = 0.05, and even smaller than ? = 0.01, confirming that gamification has a significant impact on improving students' comprehension. Therefore, it can be concluded that gamification-based learning media is effective in helping students better understand science concepts. Consequently, teachers are encouraged to integrate gamification-based learning into science lessons. This approach not only makes learning more engaging and enjoyable but also enhances students' motivation, confidence, active participation, and interest in the subject. By providing a more interactive learning experience, students can more easily connect science concepts to real-life situations, ultimately leading to better learning outcomes
Penguatan Kapasitas Pengelolaan Naskah Kuno melalui Sosialisasi Identifikasi dan Pendaftaran di Perpustakaan Daerah Kasim, Sunardy; Syamsurrijal, Syamsurrijal; Rachman, Dedy Febry; Marzuki, Khairan
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi
Publisher : Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jilpi.v4i2.706

Abstract

This community service programme was implemented in collaboration with the Central Lombok Regional Library to address the limited capacity in managing ancient manuscripts, an important form of Sasak documentary heritage. To date, manuscripts written on palm leaves, daluang, and paper containing texts such as babad, serat, and suluk have not been systematically documented and lack standardised cataloguing practices. This situation restricts research access, increases the physical vulnerability of the materials, and weakens the connection between local collections and wider manuscript information networks at regional and national levels. Responding to this urgency, the programme focused on strengthening local knowledge preservation while enhancing institutional capability in written heritage management. Activities were designed through a Participatory Action Research (PAR) approach, involving needs assessments, focus group discussions, manuscript identification workshops, simulations of standard metadata application, and guided assistance in developing an initial inventory. Librarians, local collection managers, and manuscript owners were actively engaged as partners throughout the process. The programme’s outcomes demonstrated a significant improvement in participants’ understanding of manuscript characteristics, identification methods, and cataloguing techniques. Moreover, a registration workflow and a dedicated management team were established to ensure future continuity. These results illustrate that participatory capacity building is an effective strategy for improving local manuscript management and supporting the long-term preservation of Sasak cultural heritage
SENI, SIMBOL, DAN KESAKRALAN: ANALISIS ESTETIKA PADA TRADISI NGAYU-AYU DI DESA SEMBALUN Kasim, Sunardy; Syamsurrijal, Syamsurrijal; Hadirman, Hadirman
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v5i2.4349

Abstract

The Ngayu-Ayu tradition in Sembalun Village is one of the oldest agrarian rituals in Sasak culture, performed every three years as an expression of gratitude for the fertility of the land, a ward off disaster, and a restoration of harmony between humans and nature. This study aims to examine how elements of art, symbolism, and sacredness work together to shape the collective aesthetic experience of this ritual. Using an interpretive qualitative approach that combines ethnography, aesthetic phenomenology, and semiotic analysis, this study collected data through participant observation, in-depth interviews, and visual and material documentation. The theoretical framework employed encompasses the aesthetics of Baumgarten, Kant, Hegel, Eastern aesthetics, and Merleau-Ponty's theory of the phenomenology of the body. The analysis reveals that the aesthetic structure of Ngayu-Ayu is formed through four main domains. First, visual aesthetics is evident in the composition of offerings, the use of organic materials, and the arrangement of colors and shapes that create sensory harmony and represent an agrarian cosmology. Second, performative aesthetics are manifested through ritual movements, gendang beleq music, and collective rhythms that create a shared bodily experience and strengthen social cohesion. Third, the ritual's symbolic structure demonstrates the interaction of icons, indices, and symbols that negotiate the relationship between humans, nature, and ancestors. Fourth, the sacred dimension is present through the experience of the sublime and the principle of cosmic harmony, linking aesthetic values with ecological ethics. This study concludes that Ngayu-Ayu is a living art that combines aesthetic expression, symbolic meaning, and ecological spirituality. This ritual functions as a cultural mechanism that maintains the continuity of identity, community morality, and the sacred relationship between humans and nature. This study contributes to the development of Nusantara aesthetic studies and offers an alternative perspective in understanding ritual art as a practice of knowledge and cultural resilience.
Workshop dan Pelatihan Aplikasi Naskah Lontar Sasak sebagai Upaya Digitalisasi dan Pelestarian Budaya Lokal Kasim, Sunardy; Mardedi, Lalu Zazuli Azhar; Marzuki, Khairan; Syamsurrijal, Syamsurrijal; Supatmiwati, Diah; Muhid, Abdul
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni (In Press)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.569

Abstract

Kegiatan workshop dan pelatihan aplikasi naskah lontar Sasak merupakan upaya strategis dalam meningkatkan literasi budaya dan kemampuan pemanfaatan teknologi digital pada masyarakat. Lontar Sasak sebagai warisan budaya lokal mengandung nilai-nilai adat, sejarah, dan pengetahuan tradisional yang perlu dilestarikan melalui pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini difokuskan pada implementasi workshop dan pelatihan penggunaan aplikasi naskah lontar sebagai media pembelajaran dan pelestarian budaya. Program ini dilaksanakan oleh Bale Agung Ajar Wali bekerja sama dengan dosen Universitas Bumigora, serta didukung oleh Program Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis penggunaan aplikasi, praktik langsung oleh peserta, serta diskusi mengenai nilai-nilai budaya yang terkandung dalam naskah lontar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa workshop dan pelatihan mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap isi naskah lontar serta keterampilan dalam mengoperasikan aplikasi, termasuk dalam mengakses, membaca, dan menelusuri informasi dalam naskah digital. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong peningkatan kesadaran peserta terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal melalui pemanfaatan teknologi. Dengan demikian, workshop dan pelatihan aplikasi naskah lontar Sasak berperan sebagai model pengabdian yang efektif dalam mengintegrasikan literasi budaya dan literasi digital berbasis komunitas.