Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Sosialisasi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan Dalam Upaya Pencegahan Perkawinan Usia Anak di Desa Tikonu Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka Mallapiseng, Arafat; Baso, Sudirman; Ferdiansyah; Malli, Lady Sisilia; Mawarni, Ayu; Ardita, Lola; Sari, Ratna
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v7i1.426

Abstract

Socialization of law number 16 of 2019 concerning marriage, especially the minimum age limit set at 19 years and the negative impacts it causes, was carried out in Tikonu village, Pomalaa sub-district, Kolaka district, with the aim of preventing child marriage (early marriage) as much as possible by provide knowledge and understanding to the public about the regulations issued by the government, especially regarding the minimum age requirement of 19 years for men and women who want to get married. This activity includes observations by the community service team of the FISIP-USN Kolaka public administration study program,delivery of material, and Focus Group Discussion (FGD). The results of the socialization found the fact that many people still do not know about the existence of regulations regarding the minimum age limit for men and women who wish to marry, and found 6 (six) cases of child marriage that had occurred in Tikonu village. The community service team is encouraging the creation of Kolakadistrict regional regulations as an operational basis for preventing child marriage in Kolaka district through the Women's Empowerment and Child Protection (DP3A) service.
Sosialisasi Pembuatan Pupuk Dan Pestisida Organik Di Desa Huko-Huko Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka mallapiseng, arafat; Baso, Sudirman; Bulauan, Juniaty Arruan; Nento, Lukiyanto; Alfiani, Alfiani; Anggraeni, Feby; Indawaty, Indawaty; Mayanti, Sri Hifta
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.5065

Abstract

Kegiatan Sosialisasi Pembuatan Pupuk dan Pestisida Organik bagi masyarakat di Desa Huko-Huko dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas dosen pemateri dari Program Studi Pertanian serta dosen dan mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Sembilanbelas November Kolaka. Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat petani di Desa Huko-Huko sebagai sasaran sosialisasi. Pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Pembuatan Pupuk dan Pestisida Organik terhadap masyarakat di Desa Huko-Huko melibatkan petani setempat sebagai peserta utama. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab. Tahapan kegiatan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, serta tanya jawab atau diskusi mengenai pembuatan pupuk dan pestisida organik. Hasil Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat dilaksanakan dengan baik melalui Sosialisasi Pembuatan Pupuk dan Pestisida Organik kepada petani di Desa Huko-Huko selama satu hari. Hasil sosialisasi menunjukkan antusiasme petani dalam mengikuti kegiatan hingga selesai. Sosialisasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan petani mengenai manfaat dan cara pembuatan pupuk serta pestisida organik, yang terlihat dari keaktifan petani dalam bertanya dan berdiskusi.
Implementasi Program Bina Keluarga Remaja dalam Meningkatkan Kualitas Keluarga di Kota Kendari Varadilla, Indri; Mallapiseng, Arafat; Septiana, Anis Ribcalia
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1383

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur keberhasilan dan mendeskripsikan tentang Implementasi Program Tribina Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana (Studi Pada Bina Keluarga Remaja Dalam Meningkatkan Kualitas Keluarga Di Kota Kendari). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriftif, data yang dikumpulkan dari data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari wawancara dengan para informan yang berjumlah 7 orang dan hasil pengamatan lapangan. Sedangkan untuk data sekunder dengan melakukan pengumpulan data melalui studi kepustakaan, dan literatur pendukung. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dengan menggunakan reduksi data, display data penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyuluhan yang dilakukan oleh Bina Keluarga Remaja berpengaruh terhadap terwujudnya keluarga yang harmonis di Kota Kendari khususnya beberapa Kecamatan yang dianggap memiliki angka kenakalan remaja yang tinggi. Adapun faktor penghambat yakni masih kurangnya kesadaran pasangan usia muda untuk berpartisipasi dalam kegiatan dan sarana serta prasarana yang masih kurang dalam menunjang kegiatan Bina Keluarga Remaja. Faktor pendukung yakni semangat yang sangat luar biasa dalam melakukan kegiatan serta adanya kerjasama yang baik dari tiap-tiap Kader, kemudian didukung serta oleh Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang mendampingi dan membantu Kader dalam melaksanakan kegiatan Bina Keluarga Remaja.
Kolaborasi Aktor dalam Program Desa Tangguh Bencana(Destana) di Desa Wulonggere Kecamatan Polinggona Kabupaten Kolaka Sulfikar, Muh.; Mallapiseng, Arafat; Baso, Sudirman
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan dinamika kolaborasi aktor dalam pelaksanaan Program Desa Tangguh Bencana (Destana), dengan fokus pada hubungan antara BPBD Kabupaten Kolaka dan Pemerintah Desa wulonggere sebagai pelaksana utama di tingkat lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan BPBD Kolaka, Pemerintah Desa Wulonggere, dan Masyarakat. Hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai kolaborasi aktor dalam pelaksanaan Program Destana antara BPBD Kabupaten Kolaka dan Pemerintah Desa Wulonggere, dapat disimpulkan beberapa poin penting yaitu ”Bentuk kolaborasi” yang terbangun antara BPBD dan Pemerintah Desa Wulonggere dibuktikan dengan melakukan sosialisasi program DESTANA yang telah menunjukkan kolaborasi yang cukup efektif, ditandai dengan pembagian peran Pemahaman bersama antar aktor mengenai tujuan dan manfaat Program Destana telah terbentuk pada saat melakukan sosialisasi program DESTANA, Kepercayaan antara BPBD dan Pemerintah Desa meningkat melalui pendekatan partisipatif, pelatihan, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana yang disusun dalam program DESTANA,Dialog antara BPBD dan pihak pemerintah desa telah berlangsung secara terbuka, melalui sosialisasi program DESTANA yang mengajarkan tentang pengurangan risiko bencana, Dampak sementara dari kolaborasi sudah mulai terlihat, seperti meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana faktor Tantangan dalam kolaborasi masih ada, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi yang terbangun antara aktor-aktor lokal dalam program Destana berpotensi kuat dalam membangun ketangguhan masyarakat, asalkan didukung dengan strategi pendampingan berkelanjutan, dialog terbuka, dan penguatan kapasitas lokal secara merata.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Di Desa Donggala Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka Ristiana, Dirna; Mallapiseng, Arafat; Agusman, Yudi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1622

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang tergolong penelitian deskriftif yang menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan bersumber dari data primer dan sekunder, yang didapatkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pembangunan di desa Donggala kecamatan Wolo kabupaten Kolaka masih sangat minim terlihat dari tahap pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan, hingga evaluasi. Pada tahap pengambilan keputusan masyarakat masih kurang terlibat dalam kegiatan musrenbang desa bisa dilihat dari kurangnya yang hadir dan turut menyampaikan aspirasinya saat proses musrenbang desa. Pada tahap pelaksanaan pembangunan terdapat partisipasi masyarakat yaitu berupa sumbangan tenaga. Namun masih ada masyarakat yang tidak ikut terlibat karena urusan masing-masing. Pada tahap ketiga yaitu pemanfaatan hasil pembangunan, diamana pada tahap ini partisipasi masyaraka dalam memanfaatkan dan merawat hasil pembangunan masih sangat minim karena didasari dengan tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan hasil pembangunan masih sangat kurang. Sedangkan untuk tahap terakhir yaitu tahap evalusi tidak terdapat partisipasi masyarakat.
Inovasi Pelayanan Publik melalui Program La-Jebola (Layanan Jemput Bola) Oleh Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil Kabupaten Kolak Utara Hernanda; Mallapiseng , Arafat; Baso, Sudirman
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1637

Abstract

Artikel ini dalah hasil penelitian yang bertujuan mengetahui dan mendeskripsikan mengenai implementasi sistem layanan administrasi kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kolaka Utara pada pelaksanaan program layanan La-Jebola sebagai bentuk inovasi pelayaanan publik khususnya dilaksanakan di kecamatan Batuputih, dengan menggunakan pendekatan metode diskriftif kualitatip. Data diperoleh melalui wawancara,, observasi dan studi dokumentasi, kemudian data-data tersebut di analisis dengan menggunakan prosedur yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman yaitu, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan (verifikasi data). Hasil penelitian terkait dengan implementasi program layanan La-Jebola di Kecamatan Batuputih belum dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan, ini disebabkan pemberian informasi kepada masyarakat belum dilakuan dengan baik dan masif dengan cara langsung ke masyarakat, tapi dilakukan hanya dengan cara memanfaatkan sosial media, hal ini mengakibatkan kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait pelaksanaan program layanan La-Jebola, sehingga masih banyaknya masyarakat yang belum terlayani. Selanjutnya pelaksanaan program ini juga sering terkendala akibat jaringan internet yang tidak stabil dan belum bisa teratasi, sehingga proses pencetakan dokumen kependudukan harus dilakukan dikantor, dan memerlukan waktu sekitar 3 hari kerja.
Analisis Kualitas Pelayanan Informasi di Bandar Udara Sangia Nibandera Kabupaten Kolaka Sinta; Mallapiseng, Arafat; Hidayat, Rahmat
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3: Desember (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i3.771

Abstract

Artikel ini merupakan luaran dari penelitian yang mendeskripsikan kualitas layanan informasi di bandar udara Sangia Nibandera kabupaten Kolaka. Penelitian ini tergolong dalam penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif, yang berlokasi di desa tanggetada kecamatan Tanggetada kabupaten kolaka. Pengumpulan data dilakukan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan menggunakan model intgeraktif yang dikemukaka n oleh Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penerikan kesimpulan. Hasil penelitian kualitas layanan informasi di Bandar Udara Sangia Nibandera kabupaten Kolaka, dalam konteks bukti fisik atau sarana dan prasarana yang digunakan dalam memberikan layanan informasi di bandara masih terdapat kekurangan, kehandalan dalam menyediakan informasi secara cepat dan akurat seperti informasi terkait keterlambatan penerbangan yang tidak menjelaskan kendala yang di alami, kemudian ketanggapan pegawai ketika menghadapi berbagai keluhan penumpang mengenai layanan informasi yang diberikan ternyata tidak sesuai dengan solusi yang ditawarkan, Jaminan dalam pemeriksa barang bawaan penumpang dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang yang belum efektif, dan dalam hal memberi perhatian, petugas tidak memberikan tawaran bantuan baik diminta maupun tidak diminta kepada penumpang terutama bagi penumpang berkebutuhan khusus.
Efektivitas Program Kampung Keluarga Berkualitas dalam Menekan Laju Pertumbuhan Penduduk Kecamatan Iwoimendaa Kabupaten Kolaka Manda; Mallapiseng, Arafat; Baso, Sudirman
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3: Desember (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i3.774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskrifsikan tentang Efektivitas Program Kampung Keluarga Berencana Dalam Menekan Laju Pertumbuhan Penduduk Kecamatan Iwoimendaa Kabupaten Kolaka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dan lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Teknik pengumpulan datanya adalah wawancara dengan informan. Teknik analisis data yang digunakan adalah data kualitatif yaitu mendeskripsikan dan menafsirkan data yang diperoleh di lapangan dari informan. Teknik analisis data ini didasarkan pada kemampuan nalar dalam menghubungkan fakta, data dan informasi, sehingga data yang diperoleh akan dianalisis sehingga diharapkan akan muncul gambaran yang dapat mengungkap permasalahan penelitian. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas program kampung keluarga berencana dalam menekan laju pertumbuhan penduduk Kecamatan Iwoimendaa Kabupaten Kolaka belum terlaksana dengan baik hal ini dilihat dari masih banyaknya masyarakat belum memahami tujuan dari pada program Kampung KB. Sasaran dari program Kampung KB yakni masyarakat pus yang aktif ber-KB dan masyarakat yang belum mengikuti program KB. Kegiatan yang dilaksanakan sudah sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Tercapainya Tujuan daripada program KB sudah mampu menurunkan tingkat kelahiran dengan mengurangi jumlah rata-rata anak yang dilahirkan per wanita selama masa repoduksinya, meningkatnya persentase PUS yang menggunakan metode kontrasepsi modern dan aktif. Perubahan Nyata dengan adanya program Kampung KB di Desa Wonualako masyarakat akan lebih sadar untuk mengatur jarak kelahiran anaknya, penggunaan alat kontrasepsi sangat penting agar tidak terjadi peningkatan penduduk yang berlebihan. Alat kontrasepsi yang dimaksud adalah alat kontrasepsi yang digunakan jangka panjang meliputi, IUD, MOP (metode oprasi pria, mow (metode oprasi wanita) dan jenis susuk/implant serta alat kontrasepsi yang digunakan tidak jangka panjang yang meliputi: kondom, suntik dan pil.
Akuntabilitas Pelayanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di Kecamatan Latambaga Kabupaten Kolaka Cahyani, Jelita; Djabbar, Isra; Fait, Taslim; Mallapiseng, Arafat
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3: Desember (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i3.780

Abstract

Artikel ini merupakan hasil dari suatu penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan akuntabilitas pelayanan persetujuan bangunan gedung yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Kolaka di Kecamatan Latambaga Kabupaten Kolaka. metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Data primer bersumber dari wawancara dengan informan yang berjumlah 15 orang. sedangkan untuk data sekunder diperoleh melalui studi keperpustakaan dan literatur pendukung lainnya. Setelah data diperoleh maka selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan model yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pengurusan izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dalam hal kejujuran sudah cukup akuntabel tanpa adanya pungutan liar serta pelayanan yang digunakan sesuai dengan SOP atau ketentuan yang berlaku hanya saja perlu adanya peningkatan mutu atau kualitas pelayanan baik secara SDM maupun sistem yang menunjang pelayanan program tersebut. Adapun kendala dalam program PBG terkhusus di Kecamatan Latambaga yaitu Faktor penghambat program PBG, yang pertama dari kesadaran masyarakat sendiri tentang pentingnya izin bangunan, kurang fahamnya masyarakat tentang program PBG, kemudian pada saat mengajukan permohonan terkadang ada dokumen-dokumen dari pemohon yang kurang lengkap dan lambat untuk melengkapi, kurang pekanya warga atau kesadaran individu warga.
Efektivitas Program Pengentasan Pemukiman Kumuh Terpadu di Kampung Bajo Kelurahan Anaiwoi Kabupaten Kolaka Safitri, Hajerah N; Mallapiseng, Arafat; Baso, Sudirman
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i1.1037

Abstract

Artikel ini merupakan luaran dari penelitian yang membahas permasalahan tentang prosedur,  mekanisme, dan syarat dalam pelaksanaan program pengentasan pemukiman kumuh terpadu (PPKT) di kelurahan Anaiwoi kabupaten Kolaka. Penelitian ini bertujuan mengukur efektivitas Program PPKT dengan menggunakan indikator pengukuran efektifitas program yang dikemukakan oleh Campbell. Penelitian ini tergolong sebagai penelitian  deskriptif dengan menggunkan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data  mengikuti model yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman dengan tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan (verifikasi data). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan program PPKT sudah cukup efeltif namun masih terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan agar hasil pelaksanaan program ini lebih optimal, seperti pada indikator keberhasilan program, ditemukan hambatan dalam tahap sosialisasi, seperti jeda waktu yang terlalu lama antara sosialisasi dan pelaksanaan program, yang menyebabkan rendahnya partisipasi serta pemahaman masyarakat terkait mekanisme program. Kemudian pada indikator keberhasilan sasaran juga masih menghadapi kesulitan dalam mencapai target, terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Sementara itu, indikator kepuasan program dinilai cukup efektif, tetapi masih terdapat keluhan dari penerima manfaat terkait kualitas material bangunan yang perlu ditingkatkan