Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka Sarmila, Dewi; Rawati, I; Zahari, Ahmad Farouq Mulku; Mallapiseng, Arafat
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2448

Abstract

Artikel ini merupakan luaran penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan Efektivitas Program Pengembangan Dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT CNI dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di ecamatan Wolo kabupaten Kolaka. Metode penelitian yang di gunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriftif, jenis data yaitu data perimer yang di kumpulkan dari hasil wawancara dan observasi, adapun data sekundernya di kumpulkan melalui metode studi dokumentasi. Wawacara dilakukan terhadap beberapa informan yang di tentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas PT. Ceria Nugraha Indotama terkait dengan penerapan program pengembangan dan Pemberdayaan masyarakat, terdapat delapan program kerja yang dijalankan dengan baik program PPM CERIA diantaranya program kesehatan yakni Pemberian Makanan tambahan kepada Ibu hamil, Anak Balita serta para lansia di 8 posyandu Ring 1 dan Pemberian PMT ++ berupa Susu Ibu hamil, Susu ibu menyusui, Susu / biscuit bagi Balita dan Susu bagi lansia,program pendidikan yakni Program pemberian Beasiswa kepada siswa tingkat / setingkat SD, SMP, SMA dan S1 & Program pelengkapan sarana dan prasarana baca Perpustakaan SMA Wolo, dan program kemandirian Ekonomi, Program pemberian alat pertanian: Handtraktor serta sprayer penyemprot hama dan sarana bagi petani: Sanggar Tani, Pengiriman mobil uji tanah untuk memberikan petani pengetahuan mengenai keadaan tanah dan kadar pupuk yang tepat serta Pembinaan UMKM Madu Trigona.
Implementasi Program Merdeka Belajar (Studi Di SMP Negeri 2 Polinggona) Iswahyuni, Yogi; Mallapiseng , Arafat; Said , Ahmad Lamo
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2506

Abstract

Artikel ini merupakan luaran dari penelitian yang membahas tentang implementasi dari program merdeka belajar di SMP Negeri 2 Polinggona. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dari program merdeka belajar yang dilaksanakan oleh SMP Negeri 2 Polinggona. Penelitian ini tergolong sebagai penelitian deskriptif dengan menggunkan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program merdeka belajar di SMP Negeri 2 Polinggona belum sepenuhnya efektif. Dari aspek komunikasi, komunikasi internal (antar guru dan dari kepala sekolah) sangat kuat. Namun, komunikasi eksternal dari dinas pendidikan dan pusat lemah, dengan bahasa instruksi yang sulit dipahami, sosialisasi lambat, dan pelatihan terbatas. Dari aspek sumber daya, menunjukkan keterbatasan signifikan, termasuk jaringan internet buruk, fasilitas teknologi (WiFi dan laptop) yang kurang, serta kekurangan bahan ajar dan laboratorium akibat alokasi Dana BOS yang terbatas. Dari aspek disposisi secara umum positif: kepala sekolah, guru dan siswa proaktif dan antusias terhadap merdeka belajar. Sementara itu, dari aspek struktur birokrasi, hierarki birokrasi (seperti persyaratan laporan administrasi) menciptakan beban kerja tinggi bagi guru, mengurangi waktu untuk inovasi kreatif di kelas. Menunjukkan struktur yang teratur namun kurang efisien, birokrasi yang kaku dapat menghambat fleksibilitas program seperti Merdeka Belajar, yang membutuhkan alokasi waktu untuk eksplorasi siswa.
Agile governance dalam Pencegahan dan Penanganan Pernikahan Usia Anak di Dinas Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kolaka Nurhalili; Arafat Mallapiseng; Muhammad Hidayat Djabbari
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan agile governance dalam pencegahan dan penanganan pernikahan usia anak di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kolaka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pihak DP3A, Kantor Urusan Agama, Pengadilan Agama, pemerintah desa, serta masyarakat yang terlibat dalam kasus dispensasi pernikahan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan agile governance telah berjalan cukup adaptif melalui penerapan enam prinsip utama, yaitu good enough governance, business-driven, human focused, based on quick wins, systematic and adaptive approach, serta simple design and continuous refinement. Implementasi tersebut terlihat dari adanya regulasi daerah, koordinasi lintas sektor, sosialisasi kepada masyarakat, serta pendampingan terhadap anak yang mengajukan dispensasi pernikahan. Selain itu, pemerintah daerah mulai menerapkan pendekatan yang lebih fleksibel dan responsif terhadap kondisi sosial masyarakat. Namun, pelaksanaan program belum sepenuhnya optimal karena masih ditemukan kendala berupa lemahnya koordinasi antar lembaga, keterbatasan sumber daya, belum meratanya penyebaran informasi, serta sistem monitoring dan evaluasi yang belum maksimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa agile governance relevan diterapkan dalam upaya pencegahan dan penanganan pernikahan usia anak karena mampu mendukung tata kelola yang lebih adaptif, kolaboratif, dan responsif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta evaluasi program secara berkelanjutan agar pelaksanaan kebijakan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.