Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGARUH PENERAPAN TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP TINGKAT KECEMASAN LANSIA DI PSTW JEMBER Lily Wahyuni S; Sofia Rhosma Dewi; Yeni Suryaningsih
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i4.4586

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu kesehatan jiwa yang paling sering muncul pada lansia. Lansia lebih rentan mengalami kecemasan akibat kehilangan atau penurunan harga diri, berkurangnya aktifitas dan stimulasi, kehilangan kerabat, kehilangan kemandirian fisik dan penyakit kronis. Penatalaksanaan terapi cemas dapat menggunakan terapi nonfarmakologi yaitu menggunakan terapi relaksasi benson. Terapi relaksasi benson merupakan salah satu intervensi non farmakologi yang dapat diberikan untuk mengatasi kecemasan yang menggabungkan relaksasi dengan melibatkan faktor keyakinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan terapi relaksasi benson terhadap tingkat kecemasan lansia di PSTW Jember. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pra experimental design tipe one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah lansia di PSTW Jember yang tercatat 140 lansia dengan besar sampling 52 responden. Teknik sampling simple random sampling, besar sampling di hitung dengan rumus slovin. Instrumen penelitian menggunakan SOP dan skala ordinal. Dari hasil uji wilcoxon didapat nilai signifikan p value 0,000 atau α< 0,05, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan terapi relaksasai benson terhadap tingkat kecemasan lansia. Lansia yang sedang mengalami cemas diharapkan dapat mempertimbangkan teknik relaksasi benson ini sebagai salah satu metode alternatif untuk menurunkan tingkat kecemasan karena dapat diterapkan secara mandiri dan mudah.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS JENGGAWAH KABUPATEN JEMBER Ika Puji Dewi Rahayu; Yeni Suryaningsih; Komarudin, Komarudin
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i4.4623

Abstract

Latar Belakang: Gangguan jiwa adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku dan perasaan yang termanisfestasi dalam bentuk sekumpulan gejala atau perubahan perilaku yang bermakna. Hal tersebut dapat menyebabkan anggota keluarga merasakan tertekan karena merawat anggota keluarga yang mengalami masalah gangguan jiwa. Kepatuhan dicirikan sebagai metode pemberian dosis sehubungan dengan dosis pasien, waktu, porsi dosis dan pengulangan selama durasi pengobatan yang direkomendasikan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Jenggawah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel dengan Total Sampling yang berjumlah 37 sampel. Populasi dalam penelitian ini yakni keluarga pasien dengan jumlah 37 responden. Analisis data yang digunakan adalah Uji Spearman rho. Hasil: Dari hasil uji Spearman rho didapatkan nilai signifikan p value 0,001 atau (p value ≤ 0,05), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H1 diterima, yang artinya ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat dengan nilai koefisiensi korelasi (r) 0,506 yang artinya memiliki kekuatan hubungan yang sedang. Saran: Keluarga yang masih satu rumah dengan pasien gangguan jiwa dapat meningkatkan lagi pengetahuan dan dukungan maupun dorongan untuk pasien gangguan jiwa agar pengobatan berhasil sesuai program.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELURGA DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN PASIEN STROKE DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA JEMBER Resnanda, Silvina Putri; Yeni Suryaningsih; Komarudin, Komarudin
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i3.4865

Abstract

ABSTRAK Stroke merupakan penyebab kematian ketiga di dunia setelah penyakit jantung dan kanker. Kehilangan kemampuan fisik dan kognitif yang sering kali muncul akibat dari stroke dapat membatasi kemandirian pasien dalam menjalani aktivitas sehari-hari mereka. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien stroke di Instalasi Rawat Jalan RS Tingkat III Baladhika Husada Jember sebanayak 121 pada bulan Juni 2024. dengan sampel 96 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan Purposive Sampling. Analisis pada penelitian ini menggunakan Spearman’s Rho. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh hasil p value 0,001 dimana a 0,05 serta koefisien korelasi (r) sebesar 0,428 yang berarti tingkat korelasi antar variabel cukup. Sehingga H1 diterima, terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian pasien stroke di Instalasi Rawat jalan Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember. Analisis data menunjukkan korelasi positif antara tingkat dukungan keluarga dan tingkat kemandirian pasien stroke. Secara keseluruhan, hasil menunjukkan bahwa intervensi yang berfokus pada penguatan sistem dukungan keluarga dapat memiliki dampak positif pada kemandirian dan kesejahteraan pasien stroke. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan keluarga merupakan faktor penting dalam mempromosikan kemandirian pasien stroke, sebagaimana dibuktikan oleh korelasi positif antara dukungan keluarga dan tingkat kemandirian yang diamati pada pasien. Kata kunci: Dukungan Keluarga, Tingkat Kemandirian, Stroke ABSTRACT Stroke is the third cause of death in the world after heart disease and cancer. The loss of physical and cognitive abilities that often occurs as a result of stroke can limit the patient's independence in carrying out their daily activities. The type of research used is correlational with a cross sectional approach. The population in this study was 121 stroke patients in the Outpatient Installation of Baladhika Husada Jember Level III Hospital in June 2024. with a sample of 96 people. Sampling in this research used purposive sampling. The analysis in this study used Spearman's Rho. Based on the results of statistical tests, the p value was 0.001, where a was 0.05 and the correlation coefficient (r) was 0.428, which means the level of correlation between variables is sufficient. So H1 is accepted, there is a relationship between family support and the level of independence of stroke patients in the outpatient installation of Level III Baladhika Husada Hospital, Jember. Data analysis shows a positive correlation between the level of family support and the level of independence of stroke patients. Overall, the results suggest that interventions that focus on strengthening family support systems can have a positive impact on the independence and well-being of stroke patients. This study concludes that family support is an important factor in promoting the independence of stroke patients, as evidenced by the positive correlation between family support and the level of independence observed in patients Keywords: Family Support, Level of Independence, Stroke
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN TINGKAT KECEMASAN ATLET TAPAK SUCI USIA 15 – 18 TAHUN DI PADEPOKAN TAPAK SUCI BINA MANGGALA PIMDA 4 KECAMATAN SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER Bima Warsita Adi; Yeni Suryaningsih; Sofia Rhosma Dewi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i1.5707

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan harapan dan penerus dalam sebuah negara. Remaja atau generasi muda yang memiliki kepribadian yang disiplin dan cerdas dapat menguntungkan bagi negara dan berperan penting dalam membangun bangsa di masa depan. Tapak suci merupakan sebuah organisasi bela diri dibawah naungan Muhammadiyah untuk menciptakan atlet yang islami sesuai nilai – nilai Muhammadiyah. Dalam penerapan atlet perlu ditanamkan self efficacy agar terhindar dari kecemasan baik saat latihan dan bertanding nanti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan self efficacy dengan tingkat kecemasan pada atlet Tapak Suci usia 15 - 18 tahun di Padepokan Bina Manggala PIMDA 04 Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember.M e tode :Desain penelitian ini menggunakan k orelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang diambil dalam penelitian ini yaitu sebanyak 200 responden , pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dan didapatkan responden sejumlah 133 responden. Sampling yang digunakan yaitu non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data hubungan self efficacy dengan tingkat kecemasan pada atlet Tapak Suci usia 15 – 18 tahun menggunakan skala likert. Analisis data menggunakan Spearman Rho dengan ketentuan α ≤ 0,05.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa Self Efficacy atlet Tapak Suci usia 15 – 18 tahun di Padepokan Bina Manggala PIMDA 4 Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember kepada 133 atlet menunjukkan bahwa sebanyak 96 atlet dengan persentase (72,2%) memiliki Self Efficacy tinggi dan memiliki tingkat kecemasan ringan sebanyak 77 atlet dengan persentase (57,9%). Kesimpulan : Ada hubungan antara self efficacy dengan tingkat kecemasan terhadap atlet Tapak Suci usia 15 – 18 tahun di Padepokan Tapak Suci Bina Manggala PIMDA 04 Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember dan ada hubungan yang cukup antara self efficacy dengan tingkat kecemasan terhadap atlet Tapak Suci usia 15 -18 tahun di Padepokan Bina Manggala PIMDA 04 Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember.
HUBUNGAN SELF CARE MANAGEMENT DENGAN TEKANAN DARAH LANSIA YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS AJUNG JEMBER Erwan Juniadi; Yeni Suryaningsih; Sofia Rhosma Dewi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i1.6539

Abstract

Tekanan darah tinggi merupakan kondisi medis yang umum terjadi pada lansia dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius jika tidak dikelola dengan baik. Penanganan tersebut membutuhkan pendekatan komprehensif dan dikenal sebagai self care management. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan self care management dengan tekanan darah lansia yang mengalami hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ajung Jember. Metode : Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Populasi penelitian ini yaitu lansia yang mengalami hipertensi sejumlah 60 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling, yang berjumlah 60 sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner pada variabelindependen dan lembar observasi pada variabel dependen. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik Spearman Rho. Hasil : Penelitian ini menunjukkan mayoritas 78,3% responden memiliki self care management yang baik, mayoritas 66,7% responden menunjukkan tekanan darah sistole terbanyak 140-159 mmHg dan mayoritas 49,3% responden menunjukkan tekanan darah diastole terbanyak 90-99 mmHg. Hasil analisis uji Spearman Rho menunjukkan nilai signifikan p-value 0,000 (p-value < 0,05) dan correlation-r (nilai R : Sistole = -0,802 dan Distole = -0,494), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H1 diterima, yang berarti ada hubungan self care management dengan tekanan darah lansia yang mengalami hipertensi. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya upaya meningkatkan kualitas hidup lansia yang mengalami hipertensi melalui peningkatanpemahaman dan perubahan self care management yang baik. Langkah selanjutnya dapat meliputi pengembangan program intervensi yang lebih terfokus dan adaptif untuk mendukung upaya pencegahan dan pengelolaan hipertensi pada populasi lansiasecara efektif.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN KESTABILAN EMOSI ANAK USIA DINI DALAM PENGGUNAAN GADGET DI DESA PONDOK JOYO Nurhadi Dwi Pamungkas; Yeni Suryaningsih; Siti Kholifah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i4.11099

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan gadget di kalangan anak-anak usia dini dapat memicu ketidakstabilan emosi, sebuah kondisi yang serius dan berpotensi berdampak negatif pada perkembangan mereka serta menurunkan kualitas hidup anak. Kecanduan gadget dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti kecemasan, stres saat belajar, dan fluktuasi emosional. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan teknik Simple Random Sampling. Sampel yang diambil terdiri dari 49 anak berusia 4-5 tahun yang belajar di TK dan PAUD di Desa Pondok Joyo. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode random sampling, dan analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Spearman rank. Hasil: Dari penelitian ini, diperoleh p-value sebesar 0,000 dengan nilai α = 0,05. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara peran orang tua dan kestabilan emosi anak usia dini terkait penggunaan gadget di Desa Pondok Joyo. Diskusi: Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi orang tua yang memiliki anak berusia 4-5 tahun mengenai pentingnya kestabilan emosi anak dalam konteks penggunaan gadget.
The Relationship between Cognitive Function and Social Interaction in the Elderly at the Tresna Werdha Bondowoso Social Services Technical Implementation Unit Novita Elisa; Sofia Rhosma Dewi; Yeni Suryaningsih
Feelings: Journal of Counseling and Psychology Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/feelings.v2i1.21

Abstract

Background: Elderly individuals are at the final stage of human life, experiencing gradual physical, mental and social decline. One of the common problems among the elderly is cognitive impairment and poor social interaction. Research Objectives: This research aims to determine the relationship between cognitive function and social interaction abilities in the elderly at the Tresna Werdha Bondowoso Social Services Technical Implementation Unit. The aim of this research is to analyze the extent to which cognitive function influences social interaction abilities in the elderly. Research Method: This research used a cross-sectional design with a sample of 74 respondents selected through simple random sampling. The instruments used include the Mini-Mental State Examination (MMSE) to measure cognitive function and a social interaction questionnaire. Research Results: The results show that there is a strong relationship between cognitive function and social interaction abilities in the elderly, with a correlation degree of 52.8%. The results of this study found that cognitive function in social interaction was 96.7%. Based on the research results obtained according to the sperman rho statistical test, it was found that the p value was 0.001 < 0.966 so that H1 was accepted which shows that there is a relationship between cognitive function and social interaction in the elderly with a value of r = 0.966 so that the level of strength of correlation between cognitive function and social interaction has a very strong correlation value with a value of 0.000. Conclusion: Cognitive function has a significant influence on social interaction abilities in the elderly. Elderly individuals with good cognitive function tend to have better social interaction skills
The Relationship between Verbal Bullying and Low Self-Esteem of Students at SMA Muhammadiyah 3 Jember Lidya Nanda Nadilla Putri; Yeni Suryaningsih; Ns. Komarudin
Feelings: Journal of Counseling and Psychology Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/feelings.v2i1.20

Abstract

Bullying is unpleasant behavior carried out by the social environment towards individuals. In Indonesia, cases of bullying, especially verbal bullying, are widely reported by various surveys and institutions such as GSHS and KPAI. Bullying can cause various psychological problems, including low self-esteem in teenagers. This research aims to determine the relationship between verbal bullying and low self-esteem in students at SMA Muhammadiyah 3 Jember. This research uses a cross-sectional study design with a student population. Muhammadiyah High School 3 Jember. Data was collected through a questionnaire that included questions about experiences of verbal bullying and level of self-esteem. Data analysis was carried out using statistical correlation tests to see the relationship between verbal bullying and low self-esteem. The research results showed that there was a significant relationship between verbal bullying and low self-esteem among students at SMA Muhammadiyah 3 Jember. Students who experience verbal bullying tend to have lower self-esteem compared to those who do not experience verbal bullying. Verbal bullying has a significant negative impact on students' self-esteem. Therefore, there needs to be more effective intervention from schools and parents to prevent and handle bullying cases, as well as providing psychological support to victims to increase their self-esteem
Peningkatan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Yeni Suryaningsih; Mu’minah, Iim Halimatul; Gaffar, Aden Arif; Sugandi, Muhamad Kurnia
SANISKALA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : FKIP Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsk.v1i1.6216

Abstract

Kondisi awal di lingkungan SMPN 1 Talun keadaannya masih banyak lahan yang kurang dikembangkan secara maksimal. Sampah plastik yang berasal dari makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh warga sekolah jumlahnya sangat banyak dan hal ter tersebut mempengaruhi lingkungan sekolah yang kurang sehat. Dalam membentuk pola pikir peduli terhadap lingkungan dapat dilakukan melalui pendidikan dnegan penguatan karakter peduli lingkungan. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan mulai tanggal 13-17 Maret 2023 dengan mitra sasaran siswa SMPN 1 Talun Kabupaten Cirebon. Metode pelaksanaan dengan pendekatan yang meliputi:1) Observasi Awal dengan mitra mengenai kebutuhan dan kondisi mitra, 2) Sosialisasi awal bertujuan menjaring peluang mitra sebagai bahan kajian dan, 3) Pelatihan dan Penyuluhan pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle), 4) Pendampingan mitra bertujuan untuk pengembangan. Hasil lembar angket karakter peduli lingkungan siswa pada indikator afektif lingkungan (sikap peduli lingkungan) sebesar 85% dan indikator perilaku (komitmen nyata pro lingkungan) sebesar 80% dengan kategori tinggi. Hasil evaluasi program kegiatan yang dilakukan oleh tim bahwa pelaksanaan program PKM dengan melibatkan mitra dapat disimpulkan seluruh program sudak terlaksana dan diaplikasikan dengan baik.
The Relationship Between Sleep Quality and Stress Levels in Nursing Professional Study Program Students at Muhammadiyah University of Jember Saiful Rizal; Sofia Rhosma Dewi; Yeni Suryaningsih
Cleanliness: Journal of Health Sciences and Medical Research Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/clean.v2i2.15

Abstract

Background: The final period of the Nursing professional study is a critical period for students, because this period is full of processes that require students to complete their education on time. Students often experience stress in completing nursing professional tasks, both from within and outside themselves. Internal stressors faced by Thesis students such as difficulty in obtaining references, limited research time, repeated revision processes, difficulties in finding themes, titles, samples, and measuring tools for the final assignment. Meanwhile, stressors originating from outside such as limited funds, busy and difficult to meet supervisors, long feedback from supervisors, and lack of consultation with supervisors when completing the Nursing Science study program cause students to experience stress which causes sleep pattern disorders in students Method: : This study design uses a correlational approach with a cross-sectional approach. The population in this study was an average of 106 people formulated by the Slovin formula to 84 people. The sampling used was non-probability sampling with a quota sampling technique. Data collection on sleep quality with stress levels used a Likert scale. Data analysis used Spearman Rho with the provision of α ≤ 0.05. Results: It is known that in the University of Muhammadiyah Jember Nursing Profession study program, there are 54 people (64.3%) who experience adequate sleep quality and moderate stress levels of 54 people (64.3%). Based on statistical tests using Spearman-Rho, the results obtained p-value = 0.000 (α <0.05) with a correlation of 0.820. This indicates that H1 is accepted, thus there is a relationship between variables x and y which means there is a relationship between sleep quality and stress levels of students with a strong relationship strength. Conclusion: There is a relationship between sleep quality and stress levels in students of the Nursing Profession study program, University of Muhammadiyah Jember.