Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengembangan Platform Digital B2B untuk Desa Banjarsari, Bayongbong, Garut Safara Cathasa Riverinda Rijadi; Iqbal Yulizar Mukti; Widia Febriyani; Nurizka Fitrianingrum; Wiedy Nadya Putri
Abdiformatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Informatika Vol. 6 No. 1 (2026): Mei 2026 - Abdiformatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Informatika
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/abdiformatika.v6i1.286

Abstract

Desa Banjarsari memiliki potensi ekonomi yang signifikan di bidang pertanian dan kerajinan tangan. Namun, keterbatasan infrastruktur digital dan literasi menghambat UMKM untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Program pengabdian masyarakat ini mengusulkan pengembangan "MITRADESA," sebuah platform Business-to-Business (B2B) yang menghubungkan pengusaha pedesaan dengan sektor industri. Dengan menggunakan metode Siklus Hidup Pengembangan Sistem (SDLC), tim mengembangkan fitur-fitur seperti Permintaan Penawaran (RFQ), katalog digital, dan pemantauan penawaran. Hasil dari Pengujian Penerimaan Pengguna (UAT) dan survei kepuasan menunjukkan bahwa platform ini sangat efektif dalam memprofesionalkan transaksi desa ke kota. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi pedesaan-kota melalui transformasi digital.
A Comprehensive Urban Health Architecture in Smart Living Using Smart City Architecture Development Framework (SCADEF) Najma Qurrotul Aeni; Yuli Adam Prasetyo; Iqbal Yulizar Mukti
Jurnal Sistem Informasi Bisnis Vol 15, No 3 (2025): Volume 15 Number 3 Year 2025
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/vol15iss3pp402-413

Abstract

In urban healthcare systems, rapid urbanization and population growth pose challenges, demanding creative approaches to deliver healthcare services efficiently and conveniently. With the global population projected to reach 68% urbanization by 2050 (United Nations, 2019), the need for integrated healthcare solutions is increasingly pressing. To address the gap in healthcare integration in Smart Living environments, this study develops a Smart Living Enterprise Architecture using the Smart City Architecture Development Framework (SCADEF). This study aims to integrate urban design principles into the architecture to enhance healthcare integration with other domains, promote interoperability between sectors, and citizen-centric service delivery. Using a qualitative design-focused methodology, this study leverages customer journey maps to identify healthcare interaction points and enhance user experience. The architecture is validated through stakeholder interviews and expert reviews. Through SCADEF, the proposed architecture supports smart living by integrating healthcare into the broader ecosystem, resulting in more seamless service delivery, reduced fragmentation, increased responsiveness, and improved accessibility. The findings also suggest that urban data mining can support sustainable health models and non-instant urban governance. These models can be tailored to different urban contexts, providing a holistic response to fragmented urban health services while promoting proactive and resilient public health systems.
PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE MENGGUNAKAN FRAMEWORK TOGAF ADM PADA TIM PENGEMBANGAN JASA TEKNIK DAN INSPEKSI TEKNIK BBSPJIBBT Feby Nandha Auliya; Iqbal Yulizar Mukti; Luthfi Ramadani
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i3.6430

Abstract

Kebutuhan akan pelayanan publik yang lebih efisien karena pertumbuhan teknologi yang cepat membuat banyak lembaga pemerintah memutuskan untuk menggunakan teknologi informasi dalam operasional mereka. Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Bahan dan Barang Teknik (BBSPJIBBT), merupakan instansi yang beroperasi di bawah naungan kementerian perindustrian yang saat ini sedang berusaha untuk menggunakan teknologi informasi untuk mengoptimalkan aktivitas bisnisnya. Namun, pada pelaksanaannya belum ada pedoman yang dapat membantu instansi mengoptimalkan pengelolaan sumber daya dan aktivitas bisnisnya. Akibatnya, instansi tidak dapat mencapai keselarasan antara bisnis dengan teknologi informasi dan ketersediaan informasi yang akurat. Untuk menanggulangi masalah tersebut, terdapat pedoman dasar yang dapat digunakan instansi, yaitu merancang enterprise architecture. Enterprise architecture adalah pedoman dasar yang mendefinisikan keadaan saat ini dan tujuan perusahaan dari segi bisnis, data, aplikasi, dan teknologi. Penelitian ini menggunakan framework TOGAF ADM 9.2 untuk merancang arsitektur perusahaan BBSPJIBBT. Perancangan enterprise architecture bertujuan untuk membantu membuat layanan perusahaan berjalan secara maksimal dengan didukung perangkat terbaik yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan selaras dengan sistem pemerintahan berbasis elektronik.
MENUJU PEMAHAMAN KOMPREHENSIF TENTANG SMART LIVING: DEFINISI, FUNGSI, DAN TEKNOLOGI PENDUKUNG Almira Syamsi Nur Insan; Yuli Adam Prasetyo; Iqbal Yulizar Mukti; Ari Fajar Santoso
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i4.6479

Abstract

Smart Living adalah bagian dari paradigma kota pintar yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup penduduk kota melalui penggunaan teknologi informasi secara strategis. Konsep ini mencakup berbagai fungsi dan layanan yang dirancang untuk membuat kehidupan sehari-hari lebih efisien dan nyaman. Istilah "Smart Living" ditafsirkan secara beragam dalam berbagai literatur, yang menghasilkan perspektif dan definisi yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonsolidasikan berbagai interpretasi tersebut ke dalam sebuah studi komprehensif, memberikan definisi menyeluruh tentang Smart Living, fungsi-fungsinya, dan teknologi yang mendukungnya. Penelitian ini mengeksplorasi kehidupan cerdas berdasarkan penelitian sebelumnya, mengumpulkan informasi tersebut menjadi studi yang komprehensif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendefinisikan secara menyeluruh terminologi, fungsi, layanan, dan teknologi yang terkait dengan Smart Living. Metodologi penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review, yang meninjau beberapa jurnal dan artikel terkait untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Dengan mendetailkan pengembangan konsep Smart Living, penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi inovasi selanjutnya dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman tentang Smart Living secara menyeluruh.
Perancangan Enterprise Architecture Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Pada Tim Sertifikasi Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Bahan dan Barang Teknik Herro Arya Setiawan; Iqbal Yulizar Mukti; Luthfi Ramadani
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i2.6087

Abstract

Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Bahan dan Barang Teknik adalah lembaga yang fokus pada pengujian, penelitian, dan sertifikasi bahan serta barang teknik untuk memastikan kualitas dan keamanan produk sesuai standar. Lembaga ini memerlukan perancangan enterprise architecture (EA) guna memenuhi kebutuhan regulasi dan menyelaraskan strategi bisnis dengan teknologi informasi. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja TOGAF sebagai panduan dalam perancangan EA, mulai dari fase preliminary hingga fase technology architecture. Fokus utama adalah pada tim Sertifikasi yang dukungan aplikasinya belum memadai untuk proses bisnis yang efisien. Tujuan perancangan EA ini adalah meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional tim Sertifikasi dengan solusi teknologi informasi yang terintegrasi sesuai standar. Penelitian dimulai dengan fase preliminary yang mencakup pemahaman konteks organisasi dan perumusan visi serta tujuan arsitektur. Fase Architecture Vision membantu merancang visi arsitektur yang selaras dengan tujuan strategis organisasi. Fase Business Architecture dan Information Systems Architecture berfokus pada analisis dan desain proses bisnis serta kebutuhan sistem informasi. Fase Technology Architecture mendefinisikan infrastruktur teknologi yang diperlukan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan kinerja tim Sertifikasi. Dengan perancangan EA yang komprehensif dan terstruktur, lembaga ini diharapkan dapat menghadapi tantangan regulasi dan operasional dengan lebih baik, serta menjadi model bagi tim-tim lain dalam organisasi.
PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE PADA BAGIAN SUPPORTING DALAM PERUSAHAAN ENERGI SEBAGAI PEDOMAN PENINGKATAN KUALITAS BISNIS Dewa Cetra Prabasworo Puspito; Iqbal Yulizar Mukti; Luthfi Ramadani
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i2.6068

Abstract

Dalam era globalisasi yang semakin berkembang, berbagai sektor industri mulai melakukan transformasi digital, salah satunya adalah PT XYZ yang merupakan sebuah perusahaan dalam negeri yang bergerak dalam bidang energi baru terbarukan, khususnya pengembangan energi surya di Indonesia. Dalam perusahaan ini, terdapat Bagian Supporting yang berfungsi untuk mendukung fungsi bisnis utama dari PT XYZ. Dalam menjalankan bisnisnya, Bagian Supporting sudah mengimplementasikan otomatisasi, namun masing-masing unit bisnis masih melakukan bisnisnya tanpa ada integrasi terhadap unit bisnis satu dengan unit bisnis lainnya sehingga terjadi misinformasi antar unit bisnis. Salah satu pendekatan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan merancang enterprise architecture. Enterprise architecture berperan untuk mengidentifikasi dan merancang komponen utama dalam organisasi, seperti proses bisnis, teknologi serta informasi yang dimiliki sebuah organisasi, dan bagaimana komponen-komponen tersebut saling berinteraksi satu sama lain. Untuk merancang enterprise architecture, peneliti menggunakan metode TOGAF ADM yang terdiri dari fase Preliminary, Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, dan Technology Architecture.
PENINGKATAN KUALITAS OPERASIONAL DIVISI KEUANGAN DAN SUMBER DAYA MANUSIA DI PERUSAHAAN ENERGI MELALUI PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE Mima Artamevia; Iqbal Yulizar Mukti; Luthfi Ramadani
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia kaya akan energi baru terbarukan, khususnya energi surya, sehingga pemanfaatannya perlu dioptimalkan. Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang energi baru terbarukan adalah PT XYZ. Kehadiran perusahaan ini tentunya membantu dalam pengelolaan dan pemanfaatan energi surya menjadi listrik. Di dalam perusahaan ini, terdapat Divisi Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang membantu setiap proses kegiatan operasional. Namun, penggunaan aplikasi untuk mendukung setiap layanan di masing-masing divisi belum merata, sebagian proses sudah didukung oleh aplikasi, sementara sebagian lagi masih dilakukan secara manual. Selain itu, belum ada aplikasi yang terintegrasi satu sama lain. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan perancangan enterprise architecture pada Divisi Keuangan dan Sumber Daya Manusia. Enterprise architecture (EA) merupakan blueprint atau cetak biru yang berisikan sekumpulan perancangan artefak dari fase bisnis, aplikasi, data, dan teknologi yang menggambarkan kondisi saat ini dan di masa yang akan datang. Proses perancangan EA pada Divisi Keuangan dan Sumber Daya Manusia, dilakukan menggunakan framework TOGAF ADM (The Open Group Arcihtecture Framework) yang dimulai dari fase Preliminary, Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, dan Technology Architecture.