Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Tata Kelola Mahasiswa Terhadap Integritas Akademik Dan Plagiarisme Abid Rohmanu
Muslim Heritage Vol 1, No 2 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.109 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i2.603

Abstract

Abstract: This research would like to see how the instituion of Postgraduate Program (PPs) STAIN Ponorogo to manage about the scholars academic integrity and plagiarism, and how ideal the respond of PPs STAIN Ponorogo about that scholars’ attitude is. This research is quite important because of many things. First, the scientific writing in short paper (makalah) is the entry point of education and teaching in PT. Second, in other side, PPs STAIN Ponorogo is immediately charged to address and respond an indication of plagiarism di the scholars level, and it needs the research as its basis. This research basically is survey quantitatively toward active scholars in Sharia Economic Study amount of 37 scholars. Instrument used is questionnaire with analysis technique of descriptive statistic. This research concludes that as many as 53% of respondents accustomed to cite exactly what words, phrase, sentence say from reference even though not in the context of direct citation (word for word plagiarism). According to it, so the implication of policy can be taken is socialization about academic integrity in any kind and forum, integrating strict rule about plagiarism in the academic guide, shaping an institution “Language Service (Layanan Bahasa)”, and “ Assembly of Academic Consideration (Majelis Pertimbangan Akademik)” which concern about plagiarism and software of plagiarism detector, and no less important is building academic culture which is full of integrity holistically.Abstrak: Penelitian ini ingin melihat bagaimana pengelolaan mahasiswa PPs STAIN Ponorogo terhadap integritas akademik dan plagiarisme, dan bagaimana idealnya respon kebijakan PPs STAIN Ponorogo terhadap sikap mahasiswa tersebut. Penelitian ini dirasa cukup penting karena beberapa hal. Pertama, penulisan karya ilmiah dalam bentuk makalah merupakan ujung tombak pendidikan dan pengajaran PT. Kedua, di sisi yang lain, PPs STAIN Ponorogo dituntut untuk segera menyikapi dan merespon gejala plagiarisme di tingkat mahasiswa, dan ini membutuhkan penelitian sebagai basisnya. Penelitian ini pada dasarnya adalah penelitian survey yang bersifat kuantitatif terhadap mahasiswa aktif Program Studi Ekonomi Syariah yang berjumlah 37 mahasiswa. Instrumen yang dipakai adalah angket dengan teknik analisis statistik deskriptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebanyak 53% dari responden terbiasa untuk mengutip secara persis kata, frase dan kalimat dari sumber rujukan walaupun bukan dalam konteks kutipan langsung (word for word plagiarism). Berdasar hal tersebut, maka implikasi kebijakan yang bisa diambil adalah sosialisasi tentang integritas akademik dalam berbagai bentuk dan forum, mengintegrasikan aturan tegas tantang plagiarisme dalam pedoman akademik, membentuk lembaga “Layanan Bahasa”, dan “Majelis Pertimbangan Akademik” yang konsen pada persoalan plagiarisme dan penyediaan software pendeteksi plagiarisme, dan yang tidak kalah penting adalah membangun kultur akademik yang penuh integritas secara holistik.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA KITAB KUNING MELALUI MANAJEMEN PESERTA DIDIK DI PONDOK PESANTREN NURUL QUR’AN PAKUNDEN Mahfud; Abid Rohmanu
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 1 No. 02 (2021): Excelencia : Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v1i02.214

Abstract

Salah satu problematika pondok pesantren adalah output. Rendahnya kemampuan santri dalam membaca kitab kuning merupakan permasalahan yang perlu dicari solusinya. Tulisan ini akan mengungkap bagaimana manajemen peserta didik diterapkan, faktor-faktor yang mempengaruhi, serta dampak dari manajemen peserta didik terhadap kemampuan membaca kitab kuning. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Implementasi manajemen peserta di Pondok Pesantren Nurul Qur’an dengan berbagai faktor pendukung dan penghambatnya, berdampak pada peningkatan kemampuan santri dalam membaca kitab kuning. Keberhasilan peningkatan mutu peserta didik merupakan salah satu hasil dari baiknya Implementasi Manajemen peserta didik.
Strategi Program Kemitraan Madin Ali Adam Coper Jetis Ponorogo Ani Rachmawati; Abid Rohmanu
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 1 No. 02 (2021): Excelencia : Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v1i02.218

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya mutu pendidikan Madrasah Diniyah (Madin). Penyebabnya adalah –untuk menyebut sebagian – kurangnya program kemitraan Madrasah. Menyadari hal tersebut, beberapa Madrasah melakukan berbagai program strategis, salah satunya adalah rintisan dan pengembangan jejaring kemitraan dengan lembaga Bimbingan Belajar Four F4st yang notabene-nya adalah berkaitan dengan materi nonagama (umum). Fenomena menarik ini ada pada Madin Ali Adam Coper Jetis Ponorogo. Lebih lanjut, penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan pelaksanaan program kemitraan di Madin Ali Adam; 2) Mengidentifikasi prinsip dan nilai-nilai yang melatarbelakangi program kemitraan. Untuk tujuan-tujuan tersebut, pendekatan kasus (single case study) dipakai dengan analisis-analisis yang bersifat kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Sebagai basis analisis, peneliti menggunakan konsep dan nilai-nilai kemitraan yang ditawarkan oleh Tony Lendrum. Berdasar analisis data penelitian ini menyimpulkan tiga hal: 1) Praktik kemitraan di Madin Ali Adam bersifat paradigmatic, yakni dilakukan dengan penumbuhan paradigma integrasi keilmuan (umum dan agama) dan kesadaran pentingnyadistingsi dan kekhasan untuk tumbuh kembangnya lembaga Madin; 2) Program kemitraan Madin Ali Adam diusung dengan berpegang pada prinsip kejujuran, trust, integritas dan pelayanan;
Labelisasi Produk Pangan UMKM di Kecamatan Pulung Ponorogo: Perspektif Sosiologi Hukum Islam Icca Febriyanti; Abid Rohmanu
Jurnal Antologi Hukum Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.26 KB) | DOI: 10.21154/antologihukum.v1i1.239

Abstract

This research departs from labelling MSME food products that do not contain an expiration date, production code, and inclusion of a halal label without halal certification from MUI carried out by business actors in Pulung, Ponorogo. Based on this, this study aims to explain the sociological review of Islamic law on the practice of labelling MSME products in Pulung, Ponorogo, and a review of the sociology of Islamic law on the factors behind the labelling practice of MSME products carried out by business actors in Pulung Ponorogo District. The research method used is qualitative with data collection techniques through interviews and documentation. From this study, it can be concluded that the labelling practice carried out by business actors follows the three basic ideas of the symbolic interactionism theory proposed by Herbert Mead. This result is because every action taken by business actors is translated from the human mind (mind) about oneself (self) and carried out in the community (society) where the individual is located. The factors behind business actors doing labelling follow the three basic premises of the symbolic interactionism theory proposed by Blumer. Meanwhile, in the application of sharia economic principles, the actions of business actors are not following the principles of honesty and truth; some business actors are dishonest in providing information on labels.
Proses Pembuatan Produk Makanan Pada Industri Rumah Tangga: Studi Kasus Pada Merk Dagang Al-Barokah Di Desa Jurug Ponorogo Lesta Pangesti; Abid Rohmanu
Jurnal Antologi Hukum Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/antologihukum.v3i1.2236

Abstract

This study aims to explain the halal assurance of food products and the standardization of product hygiene in the al-Barokah home industry. This research uses a qualitative approach with the type of field research. This research uses data collection techniques of interviews, observation, and documentation to obtain the required data. They are concluding using the inductive method. From the research, the results were that Business actors understand halal product assurance but do not apply it to the additional ingredients (fermipan) used to make gingerbread, so it is not following halal product assurance legislation. Business actors still ignore food hygiene because they let flies swarm around bananas during the banana roll sale drying process. Hence, the process is not following halal standards based on halal processing. Tujuan penelitian ini untuk menjelasakan jaminan halal produk makanan dan standarisasi kebersihan produk di industri rumah tangga al-Barokah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Untuk memperoleh data yang dibutuhkan, penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penarikan kesimpulan menggunakan metode induktif. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil penelitian bahwa: Pelaku usaha paham dengan jaminan produk halal namun tidak menerapkan pada bahan tambahan (fermipan) pembutan roti jahe yang digunakannya sehingga tidak sesuai dengan perundang-undangan jaminan produk halal. Pelaku usaha masih mengabaikan kebersihan makanan karena membiarkan lalat mengerumuni pisang saat proses penjemuran sale pisang gulung, sehingga proses tersebut tidak sesuai dengan standarisasi halal berdasarkan halal cara memprosesnya.
“DEMISTIFIYING” PURITANISM IN ISLAMIC LAWS Abid Rohmanu
Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/epis.2018.13.2.289-312

Abstract

This paper aims to evaluate puritanism in formulating Islamic laws through the lens of prophetic social science approach. The prophetic social science approach, as an Indonesian historian Kuntowijoyo argues, offers a new perspective in understanding the position of religion in society. It calls for theoanthropocentric, in contrast to theocentric, approach to study religion, thus suggesting a contextualized interpretation of religion. This approach is essential in formulating Islamic laws, while reserving also as a criticism to theocentricism that leads to Islamic puritanism. This article will contribute to the discussion on Islamic legal paradigm as epistemic field as to which theoanthropocentrical reserves as analytical tool to demystify puritanism in formulating Islamic law. In so doing, the article offers to essential elements of formulating Islamic laws: the transformation from theocentric to theoanthropocentric approach and the contextualization of Islamic laws.
Legal Awareness of Halal Products Certification among East Java Business Operators and Society Khusniati Rofiah; Sri Lumatus Sa'adah; Martha Eri Safira; Abid Rohmanu; Azme Bin Haji Matali
JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Vol 23, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/juris.v23i1.10467

Abstract

The number of business operators in East Java increases significantly each year but is unfortunately not accompanied by increased legal awareness. While many business operators are aware of the halal certification obligation, they need to actually comply to it. This research was conducted in East Java on 111 micro and small business operators and medium-sized enterprises (MSMEs) spread across several cities. A total of 450 respondents of various backgrounds who, at the time of research, had run their business for at least two years were involved in direct interviews and questionnaire surveys. This research focuses on discussing the awareness of business operators and the community in East Java based on Soerjono Soekanto's legal awareness (understanding, knowledge, obedience, and legal attitudes), and maqasid sharia. Efforts to increase knowledge and understanding of business owners of legal awareness still lacked due to non-existent sanctions and incomprehensive campaign. Meanwhile, in legal culture, there is a perception that food consumed by the community is not necessarily halal-certified. The government strategy to advocate legal awareness of halal product certification includes product acceleration through the halal product information (SIP Halal) system that is easily accessible to MSMEs.
Strategi Pengembangan Industri Kreatif Lintas Sektoral di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur Rohmanu, Abid; Murdianto, Murdianto; Jamianto, Jamianto; Prasasti, Bagio; Sumarsono, Cokro Wibowo; Fikriawan, Suad; Hariyanto, Wahid; Supriati, Eny; Antikasari, Tiara Widya; Mintyastuti, Dyah Sri
CAKRAWALA Vol 16, No 2: Desember 2022
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v16i2.465

Abstract

Riset ini bertujuan mengetahui bagaimana pengembangan nilai rantai kegiatan produksi, strategi kemitraan, dan prosedur pengembangan industri kreatif kriya kulit lintas sektor di Ponorogo.Metode penelitian menggunakan riset pengembangan yang dilaksanakan di wilayah Ponorogo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan industri kreatif diawali dari penyediaan bahan baku berkualitas dengan harga kompetitif. Peningkatan mekanisme modern pemotongan hewan, penyamakan modern, pembinaan tenaga profesional melalui pelatihan vokasional dan pengembangan program studi kriya kulit pada Sekolah Menengah Kejuruan. Pengembangan model kemitraan dengan pelibatanfour helix of innovation didasarkan pada kesadaran bersama dan ko-operasi (cooperation). Pengembangan kemitraan industri kreatif dibangun berdasar pada isu dan problem yang berkembang di Ponorogo. Pengembangan manual prosedur meliputi, prosedur penyiapan bahan baku, produksi, dan pemasaran baik yang bersifat online maupun offline.
Inovasi Sosial untuk Peningkatan Layanan Publik Melalui Teknologi Digital di Kecamatan Sawoo Ponorogo Jawa Timur Rohmanu, Abid; Hariyanto, Wahid; Supriati, Eny; Antikasari, Tiara Widya; Jamianto, Jamianto; Napitupulu, Pesta Asni W; Mintyastuti, Dyah Sri
CAKRAWALA Vol 17, No 2: Desember 2023
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v17i2.559

Abstract

Riset ini bertujuan mendalami inovasi sosial, faktor pendukung dan penghambat, dan model pengembangan inovasi sosial program desa digital untuk transformasi digital layanan publik di Kecamatan Sawoo Ponorogo. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi situs. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam. Teknik interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penentuan kesimpulan. Hasil menunjukkan inovasi layanan publik berbasis teknologi informasi dilatarbelakangi masalah topografi, dan kebijakan pemerintah pusat. Membutuhkan inovasi sosial (orkestrasi sosial) yang melibatkan antar pemangku kepentingan, yakni: 1) Agen aktif (Camat&Kepala Desa) sebagai pencetus, pengembangan, dan sosialisasi; 2) Agen validasi (Pemerintah Kecamatan) untuk coordinate dan institutionalize; 3) Agen pendukung PT Razen sebagai supplier program, Dinas Kominfo sebagai penyedia akses internet dan pengembang aplikasi, Kemendagri dan Dinas Pendukcapil sebagai pemberi wewenang pembukaan dan penyediaan akses data kependudukan. Faktor pendukung adanya kesadaran kolektif, dan pendanaan desa. Faktor penghambat belum ada jaminan sustainibilitas program, SDM dan infrastruktur jaringan internet. Model pengembangan, yakni: Pertama, membangun ekosistem inovasi untuk pengembangan transformasi: 1) layanan manual to digital; 2) manajemen; 3) model layanan; 4) struktur. Peran dan fungsi ekosistem digital meliputi: Knowledge Team, Business Team, dan Service Team. Kedua, transformasi digital sebagai bentuk rekaya sosial (social engineering), perubahan praktik dan perilaku sosial dalam status socially legitimed yang tidak bersifat parsial-isolatif, tetapi adanya umpan balik positif. Pada tingkat rekayasa sosial berada pada level apropriasi ditandai adanya perubahan pola pikir, perubahan perilaku dan dan perubahan budaya.
Ṭāhā ‘Abd al-Raḥmān’s Philosophical Contribution to Theorize Ethical Maqāṣid Rohmanu, Abid; Rofiah, Khusniati
Al-Ahkam Vol 33, No 2 (2023): October
Publisher : Faculty of Sharia and Law, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ahkam.2023.33.2.17527

Abstract

The ethical values of maqāṣid have been buried by the ḥarfiyyah-linguistic approach (ta’līlī-bayānī). The ethical paradigm of maqāṣid must be constructed to balance the ta’līlī-bayānī approach. This paper examines the philosophy of Ṭāhā ‘Abd al-Raḥmān in theorizing ethical maqāṣid. This paper focuses on two aspects. First, how does ‘Abd al-Raḥmān theorize the ethical maqāṣid? Second, how does ‘Abd al-Raḥmān conceptualize the relationship between Islamic law and ethics? This article is a literary research referring to some important books of ‘Abd al-Raḥmān. Using a moral philosophy approach, the writer concludes: first, ‘Abd al-Raḥmān’s ethical theorization of maqāṣid is a synthesis between ethics and uṣūl al-fiqh. This synthesis outlines the new pillars of maqāṣid. ‘Abd al-Raḥmān theoretically shifted legal reasoning from al-ta’līl al-sababī (attribute causality) to al-ta’līl al-ghā'i (maṣlaḥah causality). According to him, the only rationalization of Islamic law is maṣlaḥah, that is khuluq (ethics). Based on that premise, ‘Abd al-Raḥmān asserts that moderation is the accommodation of legal and ethical aspects of Islamic law. This paper recommends the importance of a moral philosophy approach to Islamic law. This approach is an effort to ground the maqāṣid in many legal cases loaded with morality.